Re-system

Re-system
Tranformasi Dewa Perang Vs Transformasi Dewa Bintang



Karena waktu itu adalah malam hari, ada banyak murid sekte cahaya yang tengah beristirahat setelah berlatih keras di siang hari.


Mereka semua sangat kelelahan setelah mendapat pelatihan berat dari guru-guru yang mengajar di setiap kelas.


Tak pernah terpikirkan oleh siapapun bahwa ada seseorang yang berani menyerang sekte cahaya.


Karena pada dasarnya sekte cahaya termasuk kedalam lima besar sekte terkuat, hanya sedikit kekuatan yang berani menyerang mereka secara terang-terangan.


Di kediaman Light God, terlihat seorang pria muda dengan tubuh telanjang sepenuhnya di temani oleh dua orang wanita cantik yang tidur tepat di sebelah kanan dan kirinya.


Tak lama setelah itu, terdengar suara ketukan pintu sebanyak tiga kali dari luar ruangan.


"Siapa itu?"


"Ini aku tuan.."


Setelah memastikan bahwa suara itu milik dari bawahannya, Light God segera menyuruh orang itu untuk masuk kedalam.


Klakk!!


Begitu pintu terbuka, terlihat bahwa orang itu cukup terkejut melihat tubuh telanjang Light God dan juga dua wanita yang berbaring di sebelahnya.


"Ada apa!?" Tanpa basa-basi, Light God segera bertanya.


"Ada seorang tamu pria yang mengatakan bahwa dia adalah kenalan anda, apakah tuan memberinya izin untuk masuk?" Bawahan itu bertanya dengan sopan.


Light God berpikir sejenak setelah mendengar perkataan itu, "Kenalan? Siapa dia? ..."


Karena cukup penasaran, Light God segera meminta bawahannya untuk meminta orang itu masuk.


"Seperti yang tuanku katakan." Pria itu memberi hormat kemudian berbalik untuk menjemput tamu yang ada di luar.


Sementara itu, Light God beranjak dari kasurnya dan meminta dua wanita itu untuk membantunya memakaikan pakaiannya.


Setelah Light God mengganti pakaiannya, dia berjalan keluar dari kamarnya untuk menemui orang yang mengaku sebagai kenalannya.


Begitu Light God menatap sosok pria yang berdiri di depan pintu, tubuhnya bergetar sesaat dengan wajahnya yang mengungkapkan rasa tidak percaya.


"G–God of Darkness!! Jadi kamu masih hidup!"


Setelah mendengar kabar bahwa sekte kegelapan telah di hancurkan hingga rata dengan tanah, para dewa perang kuno menganggap God of Darkness telah meninggal setelah cahaya giok dewa miliknya meredup.


Tapi jika God of Darkness memang benar meninggal, lalu siapa pria yang berdiri tepat di depan Light God saat ini.


Bahkan Light God sendiri dapat merasakan aura milik God of Darkness dari pria itu.


"Siapa bilang aku sudah mati!? Aku hanya menyembunyikan diri untuk menyembuhkan luka parah akibat pertarungan itu."


God of Darkness mengangkat baju atasnya dan memperlihatkan bekas luka yang sangat dalam kepada Light God.


"Haha, aku sudah menduga itu darimu teman. Bagaimana mungkin God of Darkness akan mati semudah itu! silakan duduk aku akan meminta seorang pelayan untuk membuatkan teh untuk kita berdua."


Light God segera meminta God of Darkness untuk duduk di sebuah meja yang berada di halaman depan rumahnya.


Dia tidak dapat merasakan aura kematian dari tubuh God of Darkness karena Zhukai telah mengatur energinya seminimalisir mungkin untuk menghindari kecurigaan Light God.


Benar saja, seperti yang Kai harapkan, Light God sama sekali tidak menyadari bahwa God of Darkness di depannya saat ini hanyalah seorang Undead.


Saat Light God dan Long 2 saling duduk berhadapan, Light God segera menanyakan alasan kedatangan God of Darkness.


"Haha, aku datang ke sini ... untuk membunuhmu!!.."


Dengan gerakan yang sangat cepat, Long 2 menghunuskan pedangnya kearah Light God.


Karena serangan yang sangat cepat dan tidak terduga itu, Light God sedikit terlambat untuk bereaksi hingga membuat serangan Long 2 tepat mengenai dada kanannya.


"Arghhh... Sialan!! apa yang coba kau lakukan!."


Light God berteriak marah sambil menjauh beberapa meter ke belakang untuk menyembuhkan luka yang di alaminya.


"Apa maksudnya ini Long Bei!?" Light God menahan sakit di dada kanannya sambil bertanya.


Long 2 hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Light God, dia kembali mengangkat pedangnya untuk menyerang Light God sekali lagi.


"Tch, keparat!! Apa kau pikir bisa mengalahkan ku setelah melukaiku dengan cara licik seperti itu!..."


Dengan teriakan penuh amarah, Light God mengeluarkan sebilah pedang emas yang merupakan senjata utamanya.


Suara benturan logam terdengar dari pertarungan Light God dan Long 2 yang telah berlangsung lebih dari setengah jam..


Dalam hal kecepatan, Light God memiliki keuntungan karena kecepatanya yang jauh lebih cepat di bandingkan dengan Long 2.


Tapi sayangnya, karena Long 2 hanyalah seroang Undead, dia hanya memiliki setengah kekuatan dari saat dia masih hidup.


Tak lama setelah itu, Light God mendarat serangan pedangnya tepat di jantung Long 2.


"Hahaha, bahkan setelah melukaiku seperti ini, kau masih saja kalah? Dasar sampah yang tidak berguna."


Tepat setelah Light God menyelesaikan ucapannya, terdengar suara tawa yang sangat jahat keluar dari balik pepohonan.


"Kekeke... Setelah ratusan ribu tahun berlalu hanya sekuat inikah kau berkembang? Hmph, kau tidak layak menyandang gelar sebagai dewa perang kuno."


Kai berjalan keluar sambil membatalkan summon nya terhadap Long 2. Melihat tubuh God of Darkness yang menghilang seketika, Light God mengerutkan keningnya sangat kebingungan.


"Dimana tubuh God of Darkness? Aku sama sekali tidak merasakan adanya hukum ruang, jadi bagaimana itu bisa menghilang?"


Jika Zhukai meneleportkan tubuh God of Darkness ke tempat yang lain, Light God mungkin bisa melacak keberadaannya dengan mudah karena dia juga memiliki keahlian dalam hukum ruang.


Tapi Light God sama sekali tidak menyadari adanya hukum ruang dalam hal itu.


Tak lama kemudian, Light God akhirnya paham apa yang sedang terjadi. "Itu tadi bukan Long Bei kan? meski auranya mirip, aku samar-samar bisa merasakan aura kematian darinya."


Seringai mengerikan muncul di wajah Zhukai, "Haha, bodoh sekali! Bagaimana mungkin dewa perang memiliki otak sebodoh ini?"


Mendengar provokasi Zhukai, Light God tidak dapat menahan lagi amarahnya. Dia mengangkat pedang emasnya untuk membunuh Zhukai.


"Sialan, matilah kau bajingan!..."


Saat Light God mencoba maju untuk menyerang Zhukai, langkahnya terhenti.


Arghh!!


Light God dapat merasakan bahwa seluruh pembuluh darahnya serasa ingin meledak. Urat-urat terlihat bermunculan di sekujur tubuh Light God beserta teriakan kesakitan yang Light God keluarkan.


"Jadi racunnya sudah bereaksi ... ini lebih cepat dari dugaanku."


Karena pada saat melawan Long 2, Light God secara terus-menerus mengalirkan Qi keseluruhan tubuhnya. Tindakan itulah yang mempercepat racun di tubuh Light God.


Zhukai berdiri diam sambil melihat Light God yang terus berteriak kesakitan. Kulit putihnya perlahan menghijau setelah efek dari racun itu menyiksa Light God.


Meski begitu, Light God tidak mungkin terbunuh hanya bermodalkan racun saja.


"Ha Ha Ha..." Dengan keadaan sekarat, tubuh Light God melayang di udara..


"Berkah ilahi, transformasi dewa perang."


Cahaya emas terang menyelimuti tubuh Light God.


Melihat Light God mencoba untuk bertransformasi, Zhukai dengan gerakan cepat mencoba untuk menghentikannya.


Sayangnya, tranformasi itu berlangsung dengan sangat cepat.


"Hahaha.... Hahahaha, sungguh pilihan yang bodoh karena tidak membunuhku. Setelah aku bertransformasi, tidak ada satupun dewa pernah yang dapat mengalahkan kekuatan ku."


Dengan penuh arogan, Light God menebas manju kearah Zhukai dengan gerakan cepat.


Dentang!!


Tapi serangan itu dengan mudah di tangkis oleh Zhukai dengan kedua lengannya.


"Ini semakin menyenangkan, poin gratis telah berlipat ganda haha..."


Zhukai juga tanpa ragu bertransformasi menggunakan tubuh dewa bintang nya.


Energi bintang yang sangat besar meluap-luap dari tubuh Zhukai. Tekanan yang keluar dari tubuhnya juga membuat tubuh Light God bergidik ngeri.


"A–Aura ini ... Dewa Bintang!!"


***


Bersambung...