Re-system

Re-system
Melawan Iblis Agung II



Segel Domain : Pedang Iblis Penghakiman!!.."


Ribuan Pedang hitam muncul secara tiba-tiba dan membentuk sebuah lingkaran besar di udara.


Dari dalam lingkaran itu, seperti sebuah portal, sebuah pedang hitam besar muncul dari dalam lingkaran dengan tekanannya yang sangat kuat.


Bahkan Iblis Agung tercenggenag melihat kekuatan itu. Dia mencoba untuk melawan balik, tetapi sebuah energi aneh mengunci gerakannya.


Swosshh!!


Pedang hitam besar itu membelah vertikal pada tubuh Iblis Agung dan ledakan besar terjadi tepat setelahnya.


Asap yang begitu tebal mengumpul di udara mengangetkan Jiang Wuchun yang sedang bertarung melawan Tang He.


"Itu sangat kuat!! Apakah menantu benar-benar memiliki kekuatan sekuat itu." Ucap Jiang Wuchun tercenggenag tidak percaya.


Kepercayaan dalam dirinya meningkat pesat dan dia terus menyerang Tng He tanpa membuatnya bisa bernafas.


"Setelah aku selesai membunuh bajingan ini, aku akan membantumu."


Ketika asap di atas udara aperlahan menghilang, terlihat dua siluet masih terus bertarung.


Mereka adalah Zhukai dan Iblis Agung. Setelah menerima serangan Pedang Iblls Penghakiman dari Zhukai.


Salah satu lengannya terputus karena menahan serangan yang Kai berikan padanya. Awalnya Iblis Agung sangat percaya diri untuk menahan serangan itu, tetapi tidak seperti yang dia bayangkan. Serangan dari Pedang Iblis Penghakiman lebih kuat dari yang ia duga.


Hal yang tidak kalah penting juga Kai alami, setelah dia melepaskan Pedang Iblis Penghakiman. Hampir seluruh Qi dalam tubuhnya terkuras habis.


Ia saat ini hanya mengandalkan tubuh fisiknya untuk bertarung melawan Iblis Agung.


"Lan'er, Yunlan. Cepat serang dia selagi aku menahannya."


Wei'er Yunlan dan Yu Chi Lan mengangguk secara bersamaan. Mereka mengeluarkan sebuah bola api yang begitu besar di udara.


Bedanya adalah Api yang Yu Chi Lan buat berasal dari Api Phoenix dan juga Qi. Sedangkan Wei'er Yunlan membuat bola api dari mana yang ada dalam tubuhnya.


Whuss!!


Dua bola api yang begitu besar dengan lintasan cepat mengarah pada Iblis Agung. Sementara Kai terus menahannya, Iblis Agung sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.


Tubuhnya jatuh dari ketinggian dan menghantam tanah.


"Sial! Sial! Sial!.. Manusia licik!! beraninya kau bermain trik kotor dan pengecut seperti ini saat melawanku." Iblis Agung meraung dengan marah sambil mencoba berdiri.


"Kau memang masih idiot sama seperti dirimu yang dulu." Zhukai mendarat turun ketanah dengan sedikit noda darah di bibirnya.


Ia tidak pernah menyangka bahwa serangan dari Pedang Iblis Penghakiman akan memberi luka yang sangat parah pada Iblis Agung.


Jika situasinyantwris berlanjut, mengalahkan Iblis Agung dengan dirinya dan juga bantuan dari Kekasihnya bukanlah hal yang mustahil.


"Kau dari tadi terus membicarakan omong kosong! Memangnya siapa sebenarnya dirimu." Iblis Agung dengan geram menatap Zhukai dengan matanya yang merah.


Kai terdiam, matanya menatap kosong pada Iblis Agung dengan perlahan-lahan penampilannya mulai berubah.


"Sepertinya kau masih belum mengenaliku..."


Deg–


Seolah jantungnya berhenti berdetak, tubuh Iblis Agung bergetar tidak terkendali dibawah tatapan tajam yang Kai berikan.


Sudut mulutnya terbuka dengan kata-kata keluar dari mulutnya, "M–Mustahil!! Bagaimana kau masih hidup."


Kai tersenyum lebar, memanfaatkan situasi itu. Dia tiba-tiba muncul didekat tubuh Iblis Agung dan menyerang perut bagian kirinya dengan belati kecil.


Darah hitam yang menyembur keluar dari perut Iblis Agung dengan cepat menyebar ke segala arah.


Teriakan Iblis Agung yang sangat keras mengejutkan Jiang Wuchun dan Tang He bersamaan dengan yang lainnya.


"Itu tidak mungkin bukan?" Tubuh Jiang Wuchun bergetar dengan hebat sama dengan yang lainnya.


Jauh dari tempat mereka, Zhukai berdiri tepat di hadapan Iblis Agung yang mengerang kesakitan.


Tepat ketika Kai hendak mengakhiri hidup Iblis Agung, tiba-tiba muncul energi hitam yang menyelimuti sekujur tubuh Iblis Agung.


Ribuan Mayat dari ras iblis segera berubah menjadi kumpulan cahay hitam dan terserap dengan begitu cepat pada tubuh Iblis Agung.


"Bajingan ini!! Dia masih saja bermain licik seperti dulu."


Kai melemparkan beberapa serangan pada Iblis Agung tetapi itu sama sekali tidak bekerja seolah-oleh terdapat pelindung yang sangat kuat melindunginya.


Ketika asap hitam yang mengelilinginya tubuhnya menghilang, Iblis Agung berjalan maju dengan tubuhnya yang kembali seperti semula. Tidak hanya itu, kekuatannya sedikit bertambah.


"Hahaha, aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi disaat seperti ini. Dewa Bintang! Akan kupastikan membunuhmu kemudian menyerap seluruh esensi kekuatanmu."


Iblis Agung tiba-tiba menghilang dan muncul kembali tepat di depan Zhukai dengan tangannya yang mencoba menusuk jantung Zhukai.


"Hahaha, aku hampir mati di tanganmu tadi karena kecerobohanku. Saat ini kau sudah kehabisan Qi dalam tubuhmu, kau sudah ditakdirkan mati di tanganku." Iblis Agung tertawa dengan lantang penuh percaya diri.


"Oh, apa yang membuatmu begitu percaya diri."


"Tentu saja utu–.."


Ucapannya terhenti, dia terjatuh dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"Apa yang terjadi!!.."


Rasa sakit seperti Qi korosif secara perlahan memakan organ dalamnya hingga terus menyerap Qi gelap yang ada di dalam Dantian.


"Jangan-jangan waktu itu.."


"Seperti yang kau pikirkan! Aku menaruh kekuatan bintang yang merupakan kelemahanmu kedalam belati yang aku tusukkan tadi.."


Seringai di wajah Zhukai semakin melebar, dia segera memerintahkan Yi untuk memberitahukan pada yang lainnya untuk mentransfer Qi mereka kepadanya.


Booomm!!


Qi dalam tubuh Zhukai dengan cepat terisi penuh, dia menatap Iblis Agung dengan niat membunuh yang begitu besar.


"Segel Domain : Lubang Hitam Kematian."


Dengan memanfaatkan Qi yang terus terisi dalam tubuhnya, Kai akhirnya bisa menggunakan Teknik barunya.


Itu membutuhkan Qi yang jauh dan jauh lebih banyak daripada Pedang Iblis Penghakiman.


Sebuah lubang hitam yang begitu besar tiba-tiba muncul, dengan tarikannya yang sangat kuat.


Itu menarik segala sesuatu yang ada di dekatnya, bahkan Iblis Agung dengan mudahnya terserap kedalam lubang hitam itu.


"Arghhh!! Dewa Bintang sialan, akan kupastikan akan membalasnya di kebangkitan ku berikut nya."


"Teruslah berharap, lubang hitam itu mengunci jiwamu selamanya dan kau tidak akan bis bangkit kembali."


Sementara itu, Zhukai jatuh dalam posisi berlutut dengan kedua lengannya yang hancur bersamaan dengan meridiannya pecah.


Kai juga terus menerus memuntahkan darah segar dari mulutnya, bahkan pemulihan dari Tubuh Naganya menjadi sangat lambat.


"Sayang, kamu terlalu memaksakan diri." Yi dan Yui yang tiba dengan cepat segera memeluk Zhukai sembari mencoba menyembuhkan lukanya.


"T–Tidak apa-apa, jika aku tidak menggunakan teknik itu. Dia akan secara terus-menerus menyerap energi dari mayat iblis yang lain dan itu akan menyembuhkan lukanya terus menerus." Ujar Zhukai dengan senyuman di wajahnya.


Bahkan dengan kondisi tubuhnya yang sangat buruk, Kai seolah-olah menghiraukannya agar Kekasihnya tidak khawatir.


***


Bersambung.