
Saat ini Matahari sudah terbenam digantikan oleh cahaya bulan keperakan di langit yang menyinari malam yang gelap.
Setelah mendapat herbal yang ia inginkan, Zhukai langsung segera pulang kerumah, setelah membersihkan tubuhnya ia berjalan keruang makan untuk makan malam.
Di meja makan terlihat berbagai makanan yang menggugah selera, setelah berdiri diam beberapa saat di depan meja makan sebuah suara lembut membuat Kai kembali sadar.
"Apa yang sedang kau tunggu nak, ayo cepat duduk." Suara lembut itu ternyata berasal dari ibunya yang sedang menatapnya dengan penuh kasih sayang.
Kai merasakan perasaan hangat dan nyaman dalam harinya ketika melihat senyuman dari ibunya, "Iya Ibu."
Setelah selesai makan malam, Kai membantu ibunya mencuci piring dan memberi ibunya sebuah Pil yang hampir sama seperti siang tadi, perbedaan ialah Pil yang sekarang kau berikan pada ibunya adalah Pil bintang 7.
Melihat sebuah Pil yang sangat cantik dan memiliki bau yang sangat harum di tangan putranya, Shiyan kemudian bertanya. "Eh, Nak Pil apa ini.. kenapa aroma yang keluar darinya sangat harum?"
Mendengar pertanyaan dari ibunya, Kai dengan suara lembut mulai menjawab. "Ini bernama Pil embun beku.. Untuk khasiatnya sendiri ibu akan tahu setelah mencobanya."
Tanpa ragu-ragu Chiyan segera menelan Pil yang Kai berikan dan dengan cepat seluruh tubuhnya mulai mengalami perubahan.
Efeknya tidak jauh berbeda dengan Pil penambah umur tetapi ada beberapa khasiat penting yang membuat Pil ini berbeda.
Selain untuk memperpanjang umur, Pil embun beku juga dapat memperkuat otot, tulang dan memperlancar sirkulasi darah.
Setelah beberapa waktu khasiat Pil embun beku perlahan memudar, kini Chiyan yang telah mengkonsumsi Pil tersebut. Seluruh tubuhnya seperti telah di rekontruksi ulang. Fitur wajahnya kini semakin cantik dengan seluruh kulitnya sangat lembut dan halus.
Chiyan terbelalak melihat seluruh kejadian ini, setelah berjalan ke kamar dan mengambil sebuah cermin ia melihat sosoknya saat masih muda dulu.
Bahkan Kai yang melihat seluruh kejadian ini menjadi tercengang, ia tidak pernah menyangka ibunya saat masih muda begitu cantik dan mempesona.
"Cantik sekali." Kai tanpa sadar bergumam pelan.
Seakan menyadari apa yang baru saja ia katakan, Kai segera menghilangkan pikiran kotor dari kepalanya, tetapi dalam hatinya ada sedikit perasaan berharap. "Jika saja aku bukan anaknya, maka..."
**
Selesai membersihkan piring, Kak menuju ke kamar tidur. Disana ia mulai mengeluarkan beberapa herbal dari toples kaca yang ia taruh dalam lemari.
Mengambil 10 potong Rumput Roh dari dalam toples serta beberapa herbal lain Kai mulai melempar semua bahan ke udara. Segera Kai memejamkan mata dengan sikap Lotus Kai mulai mengalirkan Qi miliknya untuk mengontrol bahan-bahan dan mulai mengeluarkan Api Phoenix.
Proses penyulingan Pil berlangsung selama satu jam, seluruh tubuh kai saat ini sudah basah karena keringat. Ia menarik nafas panjang dan mulai mengambil segelas air dan meneguknya.
"Haa! Untung saja aku berhasil menyuling Pil Bumi bintang 3, sekarang seluruh Qi dalam tubuhku telah terkuras habis." Kai dengan wajahnya yang sudah pucat dengan nafasnya yang tidak teratur mulai kembali mengambil segelas air dan meneguknya.
Jika saja ia kehabisan energi Qi sebelum selesai menyuling Pil, maka Pil tersebut akan segera meledak. Ia juga akan menderita beberapa kerusakan internal.
Setelah menunggu beberapa waktu. Tubuh Kai kembali semula, wajahnya yang tadinya pucat kini kembali segar dan penuh energi.
Mengambil 10 Pil yang berhasil ia buat, Kai segera menelannya dalam sekali jalan. Setelah Pil sudah masuk kedalam Dantian miliknya, segera pil tersebut mulai bereaksi.
Bam!! Bamm!!
Tapi bagi Kai yang telah mengalami rasa sakit ya g luar biasa di Dunia Kultivator, kini kondisi mentalnya telah mencapai tingkat yang bisa disebut abnormal.
Pusaran cahaya emas mengelilingi tubuh Kai dan terus seperti itu hingga pagi hari tiba. Perlahan cahaya berwarna emas itu menghilang.
Setelah itu, Kai membuka kedua matanya yang tertutup, Pupil berwarna hitam legam serta jejak kedinginan dapat dirasakan hanya dengan menatap mata hitam miliknya.
"Hiyaaa!!."
Setelah mengkonsumsi 10 Pil Bumi bintang 3, Kai ternyata berhasil menerobos ke Ranah Pejuang perunggu Tier 1.
Visi matanya kini semakin tajam, Kai juga sudah berhasil membuka Kesadaran Spiritual yang mampu merasakan aura sejauh 10 Kilometer jauhnya.
Tubuh fisik Kai juga telah ditempa habis-habisan, dengan tubuh Naganya yang disegel, Peningkatan fisik miliknya tidak terlalu cepat. Tapi meski begitu, ini merupakan peningkatan yang cukup memuaskan.
Kai mengangguk puas, ia melihat seluruh tubuhnya lengket dengan cairan Hitam yang berbau Busuk, ia segera memasuki kamar mandi.
Tanpa butuh waktu lama, Kai segera keluar dari kamar mandi, dengan handuk tebal yang menutupi tubuh bagian bawahnya.
Setelah itu, Kai segera mencari seragam sekolah miliknya dan setelah beberapa saat ternyata seragam sekolahnya saat ini sudah tidak muat lagi dengan tubuhnya.
Melihat kearah cermin, Kai baru menyadari bahwa tubuhnya telah bertambah tinggi serta terdapat beberapa perubahan pada wajahnya yang membuat Kai terlihat semakin Tampan.
Bekas jerawat yang terdapat di wajahnya juga menghilang digantikan oleh kulitnya yang bersih. Kai mendengus menyadari hal ini.
"Sekarang bagaimana aku bisa pergi sekolah tanpa seragam?." Ucap Kai kesal.
Setelah berfikir selama beberapa waktu, sebuah penggilan yang akrab terdengar di telinganya.
"Kai sayang, cepat turun dan sarapan. Hari ini kau akan kembali sekolah kan!."
Note: Panggilan nak saya ganti dengan Kai sayang, atau yang punya ide lain silakan tulis di komentar.
Kai berjalan turun dengan baju kasual miliknya, setelah sampai di ruang makan, terlihat seorang wanita cantik sedang menggoreng ikan dengan senyuman manis yang dapat membuat setiap pria terpesona hanya dengan melihatnya.
Kai menelan ludah melihat pemandangan indah di pagi hari dan tanpa sadar mengetuk kepalnya sendiri, "Oi, apa yang sedang kau pikirkan dengan Ibumu sendiri idiot."
Kembali ke sikap tenangnya, Kai segera duduk dan menghabiskan 2 piring dalam waktu singkat. Ia juga memberitahu ibunya tentang seragam sekolahnya yang sudah tidak muat.
Chiyan segera berdiri dan berjalan menuju kamar miliknya, setelah beberapa saat kemudian ia keluar dengan sepasang seragam yang cukup besar di tangannya, dapat dilihat bahwa ukuran baju itu sama persis dengan ukuran tubuh Kai saat ini.
Kai tidak membuang waktu lagi karena sebentar lagi ia akan terlambat ke sekolah. Ia segera berjalan ke dalam kamarnya dan mulai mengganti baju kasual dengan seragam sekolah.
Ia pamit pada ibunya dan bergegas berlari menuju SMA K1, yang berjarak 7 Kilometer dari rumahnya. Untuk waktu yang sedikit ini yaitu hanya 7 menit sebelum sekolah dimulai.
Jika Kai naik bis ia akan telat, jadi Kai memutuskan untuk berlari langsung menuju Sekolah.