Re-system

Re-system
Persiapan Sebelum Menyerang Dua Sekte Dewa Perang.



Sebelum Ye Jin menyetujui permintaan Zhukai, dia meminta dua syarat untuk itu.


Yang pertama adalah menggunakan sebuah artefak untuk menyembunyikan identitas dari organisasi pembunuh bayaran.


Ye Jin hanya takut jika saja Zhukai kalah dalam perang melawan dewa perang kuno, organisasi pembunuh bayaran akan menjadi target selanjutnya dari dewa perang kuno.


Sedangkan untuk syarat yang kedua, Ye Jin meminta pada Zhukai untuk mencarikan sebuah ginseng saja dan tiga tangkai rumput roh.


Untuk artefak yang di minta oleh Ye Jin, Kai memang tidak memilikinya. Tapi dia memiliki benda lain yang memiliki fungsi yang sama dengan artefak itu.


"Tak kusangka aku akan membuat benda ini lagi." Karena di masa lalu Kai hanya pernah membuat beberapa dari benda tersebut dia sedikit lupa tentang cara untuk membuatnya..


Karena material untuk membuatnya cukup sulit di temukan, Kai tidak ingin membuang-buang hartanya hanya untuk sebuah barang yang tidak pasti.


Tapi sekarang, setelah dia merampok harta sekte cahaya dan sekte kegelapan, Kai memiliki cukup banyak material untuk membuatnya.


Dia saat ini berada di sebuah tempat yang jauh dari Alam Cahaya, maupun dari Alam lain di dunia ilahi.


Karena Kai saat ini emang tidak berada di dunia ilahi, melainkan di dunia jiwanya..


"Sayang, kenapa ada banyak material langka di sini?" Xue Yu datang sambil membawa nampan yang berisi teh hangat.


Dia terlihat kebingungan saat menatap banyak material langka yang berserakan di atas tanah.


"Oh, ini hanya untuk membuat sebuah jimat ... terimakasih untuk teh nya."


Xue Yu tersenyum sambil mencium Zhukai sebelum dia kembali.


Sementara itu, Kai sedikit menyesap teh hangat itu dan memasang ekspresi puas. "Hahaha, Yu'er tidak pernah gagal dalam membuat teh yang enak."


Kai meletakkan teh tersebut di atas meja dan mulai fokusnya untuk membuat jimat pengganti artefak yang Ye Jin butuhkan.


Berselang satu jam, terlihat ribuan kertas yang menumpuk di atas meja. Kai menyelesaikan jimat terakhir dan menghela nafas panjang.


"Wahh, kamu membuat ini hanya dalam satu jam kakak?" Seorang gadis remaja tiba-tiba muncul dan memeluk Zhukai dari belakang.


Dia cukup terkejut setelah lihat tumpukan kertas di atas meja yang tak lain adalah jimat yang Kai buat.


"Ah, jian'er ... dimana ibumu?"


Mendengar itu, Biao Jian segera cemberut. "Hmph, padahal aku ada disini, mengapa kakak malah mencari ibu."


Kai tertawa canggung setelah mendengar nya, dia menarik lengan Biao Jian dan memeluknya dengan erat.


"Haha, aku hanya bercanda Jian'er. Beritahu ibumu dan sudarimu yang lain, aku akan pergi sebentar menemui teman ku."


"Kakak akan pergi kembali? Bukankah kakak baru datang tadi pagi." Biao Jian dengan tatapan matanya berkaca-kaca.


Dia bahkan belum menghabiskan waktu bersama dengan suaminya, jelas saja Biao Jian merasa sedih setelah mendengar Kai akan pergi.


"Jangan sedih, aku hanya pergi sebentar." ucap Zhukai sambil mengusap air mata di wajah Biao Jian.


Tak lama setelah itu, Biao Jian akhirnya turun dari pangkuan Zhukai dan berjalan pergi.


Sementara itu, setelah Zhukai melihat siluet Biao Jian menghilang dia berjalan keluar untuk menemui Wang Zhong.


"Oh, kau sudah menguasainya dengan sempurna."


Di halaman rumah, terlihat Wang Zhong sedang menarik pedangnya sambil melakukan beberapa gerakan.


Mendengar suara Kai di belakangnya, itu memecah konsentrasi nya saat berlatih.


"Haha, terimakasih pujiannya guru. Apakah guru akan pergi?"


Kai mengangguk, "Ya, aku harus menemui Ye Jin untuk memenuhi janji yang kita buat."


"Tidak, sebaiknya kau melanjutkan latihan mu di sini. Aku hanya pergi sebentar."


Tepat setelah ucapannya berakhir, Kai mengeluarkan sebuah batu giok berwarna merah yang diberikan Ye Jin padanya.


Tepat saat batu giok itu pecah, sebuah portal terbuka secara tiba-tiba. Kai menghela nafas sesaat sebelum berjalan memasuki portal tersebut.


Setelah Kai membuka kedua matanya, dia melihat lautan luas dengan aura membunuh yang sangat pekat.


"Hmm, mata bintang!.."


Karena tempat itu penuh dengan ilusi, Kai tidak bisa melangkah dengan sembarangan atau dia akan tersesat dalam ilusi itu.


Tapi dengan mata bintang nya, Kai dapat dengan mudah menemukan kelemahan array ilusi itu dan pergi ke jalan yang tepat.


Berselang beberapa menit setelah itu, Kai berhenti terbang dan mulai memejamkan kedua matanya.


Salah satu tangannya terangkat dan mulai menulis kata-kata rune di udara kosong. Tepat setelah Kai menyelesaikan rune, dia mengirimkan Qi miliknya kedalam tulisan tersebut.


Cahaya perak bersinar terang hingga membuat Kai memejamkan kedua matanya. Saat cahaya perak itu meredup, Kai membuka matanya dan melihat sebuah kota besar yang melayang di udara...


"Hmm..." Zhukai berjalan sambil menatap kita di depannya.


Tak lama setelah Kai masuk ke dalam kota, dia segera di sambut secara langsung oleh Ye Jin, pemimpin organisasi pembunuh bayaran.


Melihat pemimpin mereka bersikap sangat hormat pada orang yang baru saja tiba, banyak pembunuh bayaran mengeluarkan keringat dingin di tubuh mereka.


"Siapa pria itu? sangat jarang melihat pemimpin bersikap sopan seperti itu. Kurasa dia adalah orang yang sangat kuat."


"Kau benar, ini pertama kalinya aku melihat pemimpin bersikap sangat sopan seperti itu. Mungkinkah pria itu salah satu diantara dewa perang kuno?" ujar pembunuh lain.


Pria di dekatnya menggelengkan kepala, "Tidak, dia buka. salah satu diantara mereka. Aku tahu setiap wajah dewa perang kuno dan pria itu bukan salah satu di antara mereka."


Saat seorang pembunuh bayaran menjawab pertanyaan itu, pembunuh bayaran lain selain penasaran dengan identitas Zhukai.


"Hmm, kenapa sikapmu tiba-tiba berubah."


Melihat betapa sopan nya Ye Jin terhadapnya, Kai merasa cukup aneh. Pertama kali mereka bertemu, Ye Jin bersikap sangat sombong bahkan dengan terang-terangan menyerang Kai saat masuk kedalam rumahnya.


"Haha, kamu bisa saja membuat lelucon seperti itu." Ye Jin tertawa canggung sambil berjalan mendekat kearah Zhukai.


Plak!


Kai mengangkat tangan Ye Jin dan menyerahkan sebuah cincin ruang kepada pria itu.


"Apa ini?" tanya Ye Jin.


"Ha!? Apa kau buta!? itu adalah cincin ruang bodoh!."


Ye Jin kembali tertawa, "Maaf-maaf, bukan itu yang ingin aku tanyakan. Kenapa kau memberiku cincin ruang ini."


"Bukankah kau sendiri yang memintanya tiga hari lalu, artefak untuk menyembunyikan identitas bawah mi dan juga sebuah ginseng raja dan tiga tangkai rumput roh."


Mendengar jawaban dari Zhukai, Ye Jin kembali teringat dengan alasan yang ia minta saat Kai mencoba membuat kesepakatan dengannya.


"Baiklah, karena aku sudah memenuhi syarat yang kau berikan. Cepat siapkan 7 ribu pembunuh seminggu dari sekarang."


Dengan senyum puas, Ye Jin menyatukan kedua tangannya sambil membungkuk. "Seperti yang kamu minta."


***


Bersambung...