Re-system

Re-system
Menangkap Roh Jahat



Bau busuk itu bercampur dengan bau tanah yang membuat Kai merasa tidak begitu nyaman.


Dia segera melepas bajunya memperlihatkan tubuhnya yang telanjang bulat. Telinga nya mendengar suara gemercik air yang tak jauh dari tempatnya berada.


"Eh, apakah ada danau disekitar sini?"


Sebenarnya Kai ingin membilas tubuhnya dengan elemen air miliknya, tetapi karena ada Danau disekitar kai memutuskan untuk berendam di sana.


Kai berjalan tanpa busana menuju ke Ruangan berikutnya, dia melihat sebuah kolam besar dengan air yang begitu jernih.


Sebelum melompat untuk berendam Kai menyuruh Yi untuk mengeceknya terlebih dulu.


Nama : Kolam Lava.


Suhu : 750° C


Efek : Tidak ada.


"Begitu Rendah, ini tidak cukup untuk berendam air panas." Ucap Kai kemudian mengeluarkan Api Neraka dan ia lemparkan kedalam Kolam.


Brukutuk!! Brukutuk!!


Suara Air mendidih dapat Kai dengarkan ketika ia melemparkan Api Neraka ke dalam Kolam, ia dengan cepat melompat masuk kedalam Kolam itu.


"Haa.. Ini sungguh Nyaman... Yi'er Panggil yang lainnya untuk datang kemari untuk berendam." Kai berkata pada Yi sambil menikmati Kolam Air panas itu.


Tak lama berselang, Yi dan tiga lainnya muncul dari sebuah portal dan mereka tidak memakai pakaian dan hanya sebuah handuk tipis yang menutupi tubuh mereka.


"Sudah lama kita tidak bertemu, apakah kalian merindukan ku?" Aliran rasa hangat menyebar di Hati Zhukai ketika melihat wajah para istrinya yang sudah alam tidak ia lihat.


Dia membuka pelukannya lebar-lebar berharap mereka segera berlari kepelukannya. Seperti yang telah Kai duga, mereka segera bergegas menuju kedalam pelukannya begitu tangannya terbuka lebar.


"Sayang Kamu.. Kenapa kamu tidak pernah datang menghubungi kami di dunia jiwa, jika bukan karena Kakak perempuan Yi, kami pasti tidak dapat bertemu denganmu." Ucap Yola dengan tatapan berkaca-kaca.


"Maaf-maaf, ini kesalahan aku, setelah aku mendapatkan kekuatan yang sangat kuat untuk melindungi Kalian semua, kita akan hidup dengan Damai tanpa ada sedikitpun ganguan." Ucap Kai dengan tulus dan penuh kehangatan.


Mereka akhirnya berendam air hangat untuk waktu yang cukup lama, Kai yang sedang bersandar di tepi Kolam tiba-tiba di datangi oleh Chiyan.


"Sayang ada apa? kenapa kamu memanggil ku." Chiyan berjalan pelan kearahnya sambil membuat gerakan pinggul yang luar biasa.


"Ah itu.." Kai terpana sesaat, "Bisakah kamu menolongku untuk merapikan rambutku ini, serta janggut panjang yang sangat menganggu."


Di tangannya tersedia sebuah gunting serta sebuah sisir, "Baiklah, Cepat duduk dengan nyaman aku akan segera bersiap-siap."


Kai duduk bersila di dalam kolam, di belakangnya, Chiyan mengikat rambut panjangnya dengan sebuah ikat rambut. Wajahnya dengan rambut berponi benar-benar sangat cantik.


Chiyan dengan cepat merapikan rambut Kai yang acak-acakan dengan keterampilan memotongnya, Selang beberapa waktu berlalu Rambut Kai telah terpotong dengan rapi, wajahnya kini dapat terlihat dengan jelas dan juga janggut panjangnya telah menghilang.


"Apakah ini sesuai dengan seleramu sayang?" Chiyan berbisik Pelan di telinga Kai.


Kai gemetar sesaat kemudian segera berbalik dan tersenyum, "Terimakasih.."


Pada akhirnya, karena Kai saat ini memfokuskan dirinya untuk meningkatkan Kultivasinya dia menyuruh Kekasihnya untuk kembali ke dunia Jiwa.


Sayangnya Yui tertidur di rumah dan tidak bisa ikut mandi bersama.


***


Kai melangkah keluar dadi Kolam Lava, dia mengambil sebuah baju yang telah Yi siapkan untuk nya dan segera memakai pakaian itu.


"Ini sungguh pas denganku.."


Kai mengambil Pedang Thunderbird dan menyarungkan nya di sebelah pinggang kirinya karena dia merasa mengambil senjata dari Inventory akan sangat membuang waktu.


Setelah meninggalkan kolam lava, Kai memasuki sebuah ruangan yang sepanjang ia lihat adalah sebuah ruangan yang kosong dengan sebuah makam terletak ditengah-tengah ruangan.


"Apakah ini Makam dari Kultivator itu?"


Karena Kai begitu penasaran, ia bermaksud untuk mendekat ke makam untuk melihat lebih jelas.


"Mata Ilahi.."


Pupil yang awalnya berwarna hitam gelap berubah menjadi merah dengan sedikit laser keluar dari sana.


Kai saat ini dapat dengan jelas melihat sebuah tengkorak di dalam peti mati itu, Walau hanya ada tengkorak saja, entah mengapa itu memberikan Kai sebuah perasaan yang tidak enak.


Dia melihat sekeliling dan tidak menemukan adanya harta yang lain, "Sialan, aku sudah susah payah untuk sampai disini tetapi aku hanya–" Belum sempat Kai menyelesaikan kalimatnya sebuah asap berwarna abu-abu keluar dari Peti Mati itu.


"Ke ke ke..." Suara gelak tawa dari seorang terdengar jelas di dalam ruangan, setelah asap itu menghilang. Di atas udara terlihat sebuah tubuh seseorang yang melayang-layang.


Dia terlihat begitu menyeramkan ketika mulutnya terbuka memperlihatkan giginya yang panjang dan menjalar.


"Setelah Ratusan ribu tahun setelah kematian ku, kau adalah orang pertama yang berhasil sampai ditempat ini." Ucap Roh itu dengan suara dingin.


Sebuah kerutan muncul di antara alis-alis nya, Dia menatap bodoh Roh jahat itu sambil mengarahkan pedangnya kearahnya, "Berhenti bersikap bodoh Cepat serahkan harta berharga mu atau akan ku hancurkan sisa roh milikmu."


"Haha, sepanjang hidupku baru kali ini ada yang berani bertindak begitu sombong di depanku.. Sadar dirilah nak, walaupun aku hanyalah sisa roh dari Tubuh lamaku, tetapi kekuatanku saat ini masihlah seorang Early God." Ucap Roh jahat itu begitu sombong sambil mengeluarkan tekanannya kearah Kai.


"Early God? Apakah kau bisa begitu sombong padahal hanya seorang Roh Sisa? Matilah.."


Sebuah hawa panas yang begitu membara keluar dari telapak tangan Kai, itu adalah Api Neraka yang sangat cocok berurusan dengan Roh Jahat.


"Api Neraka.. Bakar dia.."


Seakan memiliki kesadarannya sendiri, Api Neraka segera terbang menuju Arah Roh jahat dan dengan cepat membakarnya.


"Api aneh apa ini.. Tidak, bagaimana mungkin aku seorang Kultivator Kuat mati ditangan bocah sepertimu.. Aku tidak mau mati, Bocah cepat serahkan tubuhmu.."


Roh itu melesat menuju Kearah tubuh Zhukai bermaksud untuk menjadikan tubuh Kai sebagai Tubuh barunya.


"Sebelumnya aku lupa memberitahumu.. Aku juga seorang Early God.." Ucap Kai sambil menunjukkan senyum mengejek.


Kebangaan di hati Roh itu segera padam, dia mencoba kabur tetapi tidak sempat.. "Api Neraka Cepat–." Ucapannya terhenti.


Tiba-tiba Kai mengingat bahwa ia memiliki Profesi baru sebagai Ahli Nujum.. "Kenapa aku harus membunuh Roh ini sedangkan aku bisa menggunakannya.." Pikir Kai dengan senyuman licik.


Dia menatap kearah Peti Mati yang berisi mayat dari Roh Jahat itu, Segera ketika Kai berubah Profesi menjadi seorang Ahli Nujum Aura disekitarnya berubah


Matanya menghitam, Aura hangat di dalam dirinya menghilang, Senyuman kainjuga perlahan berubah menjadi senyuman jahat.


"Kekeke.. Hei Roh Jahat, apakah kamu menjadi pasukan Undead pertamaku?"


***


Bersambung


Tingkatan Kultivasi :


(Alam Dewa)


– Demigod (Setengah Dewa)


• Dewa Tingkat Lima : 1-3


• Dewa Tingkat Empat : 1-3


• Dewa Tingkat Tiga : 1-3


• Dewa Tingkat Dua : 1-3


• Dewa Tingkat Pertama : 1-3


– Early God (Dewa Awal)


• Dewa Kuning : ?


• Dewa Hitam : ?


• Dewa Putih : ?


– Middle God (Dewa Tengah)


• Raja Dewa : ?


• Kaisar Dewa : ?


• Dewa Suci : ?


– Peak God (Puncak Dewa)


...(????)...


– True God (Dewa Sejati)


...(????)...


Kalau kalian gak sibuk boleh tinggalkan Like dan sarannya yah, Makasih semua ^_^