
Hampir semua orang yang tinggal di Dunia Jiwa mengucapkan selamat atas lahirnya Zhu Yan.
Setelah Kai menamai putrinya, Xue Yu, Yola, Jiuyang Lin, dan Jiang Lin segera ikut masuk kedalam kamar.
Mereka semua meneteskan air mata bahagia ketika melihat bahwa keadaan Chiyan serta anaknya baik-baik saja.
"Sayang, biarkan aku menggendong bayinya.." Xue Yu berkata dengan senyum berseri-seri.
Kai hanya tersenyum dan menyerahkan putrinya kepada Xue Yu. "Whoaa, gadis kecil kamu sangat cantik. Lihat mata ini, mirip sekali dengan kakak Chiyan."
Xue Yu bermain-main dengan pipi Zhu Yan yang begitu kenyal sambil menciumnya beberapa kali.
"Kakak Yu, gantian! Aku juga ingin menggendongnya.." Yola yang sudah tidak sabar sedari tadi mulai bersuara.
"Baiklah..." Meski sedikit enggan, Xue Yu memberikan Zhu Yan kepada Yola.
Setelah Yola cukup puas, giliran Jiang Lin yang menggendong nya. Yang terakhir adalah Jiuyang Lin. Dia dengan lembut menggendong Zhu Yan dan memberinya sebuah ciuman hangat.
"Sayang.. Lihat, dia membuka matanya..." Jiuyang berkata dengan sangat bersemangat.
Telat ketika Zhu Yan membuka kedua matanya yang begitu mungil, dia menatap semua orang yang sangat asing.
Karena dia baru saja lahir tentu saja dia belum memunculkan kesadarannya. Akhirnya, setelah beberapa saat, dia menangis dengan sangat keras.
"Oekk.. Oekkk..." (Anggap aja bayinya lagi nangis).
"Sayang.. Sayang, berikan bayinya padaku. Mungkin dia sedang lapar."
Kai mengangguk dan menyerahkan bayi itu kepada Chiyan, karena Chiyan sering melihat bagaimana cara merawat bayi di bumi dulu. Dia tidak begitu panik menghadapi situasi saat ini.
Dia melepas pakaiannya dan mulai memberi putrinya asi. "Ahh~ Pelan-pelan putri kecilku.."
Chiyan mengerang pelan sambil mengelus-elus kepala putrinya dengan lembut. Waktu berlalu dengan cukup cepat, Zhu Yan yang sudah kenyang karena Asi yang ibunya berikan langsung tertidur lelap.
Sementara itu, Chiyan yang sudah kelelahan sedari tadi juga ikut tertidur di samping putrinya.
"Kurasa dia sangat lelah.." Kai berjalan kearah Chiyan dan menggenggam erat telapak tangan Chiyan.
Dia kemudian mulai mengalirkan Qi murni miliknya ke tubuh Chiyan.
"Baiklah, kita sebaiknya tidak.menggangu istirahatnya.."
Kai mengajak ke-empat istrinya yang lain untuk pergi keluar untuk membiarkan Chiyan istirahat dengan tenang tanpa ada gangguan.
Satu hari telah berlalu sejak kelahiran anak pertama Zhukai dengan Chiyan.
Meski baru saja lahir, Zhu Yan sudah memiliki basis Kultivasi Saint. Ini mungkin karena Kekuatan Zhukai dan juga tubuh Yin murni milik Chiyan.
Kai tinggal di Dunia Jiwa untuk waktu yang cukup lama, yaitu dua bulan. Selain merawat putrinya dan Chiyan, Kai juga menghabiskan waktu untuk empat istrinya yang lain.
Di depan halaman rumah, Kai menatap ke-lima istrinya sambil tersenyum, "Jaga diri kalian baik-baik.. Aku akan kembali satu bulan lagi. Sampai Jumpa.."
Kai melambaikan tangannya dan segera membuka portal menuju Alam Dewa. Tepat sebelum dia masuk, terdengar suara yang begitu pelan dari belakang Zhukai.
"Paapaa... Papaa~..." Itu adalah suara dari Zhu Yan.
Di dalam pelukan Chiyan, Zhu Yan menggerak-gerakkan tubuhnya seolah-olah tidak ingin Kai pergi.
Kai berbalik dan mendekat kearah putrinya, dia mengelus-elus kepala putrinya pelan sambil berkata. "Putriku, ayah hanya pergi sebentar. Kamu akan tinggal disini bersama dengan ibumu dan juga ibumu yang lain (Istri yang lain)."
Seolah-olah memahami apa yang Kai katakan, Zhu Yan menangis dengan sangat keras sambil menggenggam salah satu jari Zhukai dengan kuat.
"Haa..." Kai menghembuskan nafas panjang dan menunda keberangkatannya, dia menunggu sampai Zhu Yan tertidur baru pergi kembali ke Alam Dewa.
Setelah Kai keluar dari Dunia Jiwa. Hal pertama yang dia lihat adalah kamarnya yang berada di penginapan bulan sabit.
Tetapi, hal pertama yang dia lihat adalah sepasang pasangan yang telanjang diatas kasur sambil tertutup sebuah selimut.
"Ah~ Ahhh~..." Aktivitas mereka terhenti ketika melihat kedatangan Kai yang tiba-tiba.
"S–Siapa kamu..." Pria itu terkejut dan buru-buru mengambil pedang yang bertumpu di dinding ruangan.
"Ah, ini hanya salah paham haha... Kalau begitu aku akan pergi..."
Tubuh Zhukai berubah menjadi sebuah asap hitam yang kemudian menghilang dalam kurun waktu kurang dari satu tarikan nafas.
Sementara kedua pasangan itu yang melihat hilangnya Kai tiba-tiba hanya bisa menghela nafas panjang.
Di jalanan kota Xiaoli, masih terdapat banyak pelancong dan pedagang yang berdatangan ke kota itu.
Kai berjalan tanpa arah yang akhirnya berhenti tepat didepan sebuah bangunan yang memiliki empat lantai.
"Apakah dia masih disana?" Kai bergumam pelan sambil melangkah maju Kedepan.
Penjaga yang menjaga pintu masuk sudah tidak ada, jadi Zhukai bisa langsung masuk kedalam sana.
Klakk!..
Tepat ketika pintu terbuka, Kai segera disambut oleh seorang pelayan wanita yang cukup cantik.
"Selamat datang di rumah makan kami tuan. Apalaj sebelumnya tuan sudah memesan meja?" Tanya resepsionis itu dengan sopan.
Kai menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ah, kalau begitu silakan pesan meja terlebih dahulu disana.." Resepsionis itu mengangkatnya tangannya dan menunjuk sebuah tempat pemesanan.
Tanpa sepatah katapun, Kai berjalan kesana dan memesan sebuah meja yang berada di lantai tiga.
Setelah naik ke lantai tiga, Kai sama sekali tidak menemukan sosok wanita yang sering menggoda dirinya.
"Apakah dia pergi?" Batin Kai dalam hatinya.
Tak berselang lama, seorang pelayan di rumah makan itu datang ke meja Zhukai sambil membawa beberapa porsi makanan.
Sebelum pelayan itu pergi, Kai mengentikan langkahnya. "Tunggu..."
Pelayan itu berbalik dan bertanya, "Ada apa tuan?"
"Em, apakah kamu tahu dimana Yudie berada? Kenapa aku sama sekali tidak melihatnya.."
Mendengar pertanyaan Kai barusan, pelayan itu mengungkapkan sebuah ekspresi aneh di wajahnya.
"Tuan, apakah anda baru pertama kali datang kemari? Tidak ada seorangpun yang bernama Meng Yudie disini.." Jawab pelayan itu kemudian segera pergi.
"Aneh, bukankah Yudie adalah pemilik rumah makan ini? Kenapa pelayan itu seolah-olah tidak mengenalnya.." Kai mengelus-elus dagunya sambil berfikir.
Dia kemudian mulai mengambil sendok dan mulai memakan makanan yang sudah dia pesan.
"Rasanya.. Ini tidak terlalu enak!! Sangat berbeda dengan yang dulu.."
Setelah menghabiskan makanannya, Kai berjalan ke meja pembayaran untuk membayar semua makanan yang dia pesan.
Tak berselang lama, Kai keluar dari Rumah makan Hea dengan perasaan tidak puas.
"Eh, bukankah dia penjaga waktu itu..."
Kai segera berjalan menghampiri seorang pria dengan tubuh yang begitu besar dan kekar.
"Yo, lama tidak bertemu.." Kai mengangkat salah satu tangannya untuk menyapa.
"Eh, kenapa aku tidak asing dengan orang ini? Eee... Bukankah kamu kekasih dari Nyonya Yudie.." Pria itu berteriak dengan mulut terbuka lebar.
"Sudahi omong kosongnya. Biarkan aku bertanya, dimana Yudie sekarang. Kenapa tidak ada seorangpun yang mengenalnya ketika aku bertanya tentang nya.."
Pria itu terdiam, ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan Kai atau tidak.
"Anu... Sebenarnya, satu bulan yang lalu. Nyonya Yudie pergi meninggalkan Rumah makan Hea tanpa memberi kabar apapun... Kurasa dia sedang mencari seseorang."
"Sedangkan saat ini, rumah makan Hea telah sepenuhnya menjadi milik kerajaan..."
Dari penjelasan pria itu barusan, Kai sedikit tahu apa yang sedang terjadi. 'Yudie pergi mencari seseorang? Rumah makan Hea sekarang menjadi milik kerajaan? Apa hak mereka!!.. Kurasa aku akan memberi raja idiot itu sedikit pelajaran lagi.."
***
Bersambung..