Re-system

Re-system
Dataran Luo!!



Ketika berada di Keluarga Nalan, selain berlatih dan berkultivasi, tidak ada hal lain yang Kai lakukan.


Beberapa hari yang lalu, Nalan Yu dan Nalan Xing datang dan bersujud untuk meminta maaf. Meski begitu, dari tatapan mata mereka berdua terlihat jejak ketidaksenangan.


Setelah satu Minggu berlalu, Nalan Han segera mendatangi ruangan Zhukai dan mengetuk pintunya sebanyak tiga kali.


Ketika pintu terbuka, Kai segera bertanya pada Nalan Han.


"Hmm, apakah informasi tentang istriku sudah ada?"


Nalan Han menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Maaf tuan muda, semua bawahnku sudah mencari keseluruh Dataran Jie. Tetapi mereka sama sekali tidak menemukan informasi apapun tentang istri anda.."


Kai menghela nafas panjang, "Yah memang sudah kuduga ini.."


Dia berhenti tepat di depan Nalan Han dan mengangkat salah satu tangannya. "Tuan muda, apa maksudnya ini.."


"Apalagi, tentu saja kompensasi. Serahkan seluruh harta milik keluarga kalian atau aku akan menghancurkan Keluarga Nalan sampai ke akar-akarnya."


"T–Tapi tuan muda, bukankah itu namanya perampokan.."


"Siapa yang peduli, cepat serahkan atau kau dan keluargamu akan lenyap dari Dalam Taran Jie.." Kai berkata dengan acuh tak acuh dan menatap tajam kearah Nalan Han.


Nalan Han menelan ludahnya karena ketakutan, dia segera mengangguk dan menuntun Kai kearah gudang harta Keluarga Nalan.


Gudang itu berada di bawah tanah mansion dengan banyaknya Array pelindung dan berbagai Array kuat lain yang melindungi gudang itu.


Kai dan Nalan Han berhenti tepat di depan sebuah pintu yang cukup besar. Setelah Nalan Han mengucapkan beberapa mantra kuno dari mulutnya, pintu perlahan bergerak dan kemudian terbuka.


Seketika, cahaya emas berkilauan membuat Kai sedikit menyipitkan kedua matanya. Di dalam gudang harta Keluarga Nalan terdapat banyak sekali baru roh dan batu raja yang menggunung.


"S–Silahkan tuan muda.." Nalan Han memaksakan senyumannya dan berkata dengan penuh keengganan.


"Kalau begitu aku tidak akan sopan." Kai berjalan masuk dan mengabaikan gundukan batu roh dan batu raja, dia segera mencari harta yang dapat meningkatkan Kultivasinya.


"Mata Ilahi!!.."


Seketika, terjadi perubahan pada warna bola mata Zhukai. Itu mengeluarkan sebuah cahaya perak yang cukup menyilaukan.


Pandangan mata Zhukai segera menyapu ke setiap sudut gudang harta, dengan bantuan mata Ilahinya, dia dapat menemukan beberapa harta penting yang Nalan Han sembunyikan.


"Haha.. ternyata pak tua Han menyembunyikan banyak harta luar biasa seperti ini." Kai terkekeh bahagia dalam hatinya. Tanpa sepengetahuan Nalan Han, dia menggunakan Shadow Clone untuk menciptakan sebuah bayangan dirinya.


Dengan Teknik Lapisan tak terlihat, Kai segera berjalan kearah beberapa harta yang tersembunyi itu.


Dengan keterampilan mencuri yang dia pelajari beberapa saat yang lalu, Kai hampir berhasil mengambil semua harta rahasia milik Keluarga Nalan tanpa Nalan Han ketahui.


"Muehehe, mampus kau pak tua, mencoba bermain trik seperti ini padaku? Ck ck ck, itu kesalahan besar."


Sebagai gantinya, Kai mengambil beberapa rongsokan yang tidak berguna agar Nalan Han tidak curiga.


Sementara itu, Nalan Han yang saat itu sedang menunggu diluar melihat sosok Zhukai berjalan keluar hanya dengan beberapa rongsokan di tangannya.


Senyuman di wajahnya kini menjadi semakin cerah, "Apakah hanya ini yang tuan muda inginkan sebagai kompensasi?"


Kai mengangguk dan dengan ringan berkata, "Ya, karena istriku tidak ada di Dataran ini, mungkin dia berada di Dataran Luo.."


"Kalau begitu, bisakah tuan melepaskan segel jiwa yang ada dalam diriku.. Karena tuan muda sudah tidak membutuhkanku lagi, apa gunanya segel jiwa itu padaku. Sebagai gantinya, Keluarga Nalan akan sangat berterima kasih kepada anda.." Ucap Nalan Han dengan tubuh berlutut sambil menundukkan kepalanya.


"Benar juga, baiklah aku akan segera melepas segel jiwa yang ada di tubuhmu.."


Dengan perkataan Kai barusan, Nalan Han tersenyum gembira, "Kekeke, terlalu naif. Setelah aku berhasil lepas dari segel jiwamu, aku akan mencari cara untuk membunuhmu dimasa depan." Ucap Nalan Han dalam hatinya.


Setelah Kai selesai melepas segel jiwa pada tubuh Nalan Han, dia segera menghilang tanpa mengucapkan sepatah kata lagi.


Merasakan keberadaan Kai yang benar-benar menghilang, Nalan Han tertawa terbahak-bahak sambil berteriak dengan keras.


Whuss!!


Secara tiba-tiba Kai muncul kembali tepat dibelakang Nalan Han dan menepuk pundak Nalan Han.


"Tunggu, aku berubah pikiran. Akan terlalu beresiko bagi guruku jika aku mengampuni nyawamu saat ini.."


Slashh!!...


Ding


[Kai Gege berhasil membunuh True God Realm, Chaos God Tahap Kaisar. Mendapatkan 800 Kuadriliun Poin System, mendapatkan 1,6 Kuantiliun Poin Pengalaman]


Kepala Nalan Han segera terpisah dari tubuhnya bersamaan dengan jiwanya yang sudah terbakar menjadi abu di awah Api Neraka.


Darah terus mengalir dari ujung leher Nalan Han hingga membasahi jalan menuju Gudang harta.


Sementara itu, Kai sudah menghilang sedari tadi tepat ketika Jiwa Nalan Han berubah menjadi abu.


Sehari setelah Kai membunuh Nalan Han, seorang prajurit yang bertugas untuk patroli mencium bau amis di sekitar gudang harta.


Tepat ketika prajurit itu turun untuk memeriksa, dia sudah melihat mayat Nalan Han tanpa kepala di depan pintu gudang harta dengan darah yang sudah mengering.


"P–Patriak Han!!... Putri.."


Prajurit itu segera berlari dan meneriakkan nama Nalan Xing dan Nalan Yu beberapa kali.


Setelah Nalan Yu dan Nalan Xing mendengar berita kematian Ayahnya, dia segera terjatuh dengan air mata membasahi tubuhnya...


Hanya dengan menghilangnya Kai secara tiba-tiba dan kematian ayahnya, Nalan Yu sudah dapat menebak bahwa Kai adalah orang yang telah membunuh ayahnya.


"Bajingan!! Aku bersumpah akan membalaskan dendam ayahku dengan membunuhmu.."


Setelah kematian Nalan Han, pertunangan Nalan Xing dan Pengeram ketiga dari Kerajaan Xumeng segera di batalkan.


Setiap hari, Keluarga Nalan secara terus menerus mengalami penurunan hingga kekuatan mereka tidak layak lagi untuk menyandang 10 Kekuatan utama Dataran Jie.


Sementara itu, setelah membunuh Nalan Han. Kai pergi ke Sekte DuanJin dan merampok semua harta yang mereka punya.


****


Dataran Luo!!


Sebagai Dataran terkuat di Alam Dewa, dataran Luo terpecah menjadi 3 Benua. Pertama adalah Benua Xuanzhen, kedua adalah Benua Langit Biru, dan yang terakhir dan sekaligus Benua Terkuat adalah Benua Ashura..


Benua Ashura di pimpin oleh seseorang yang sudah menembus Realm Dewa Semesta, eksistensi seperti itu layaknya Dewa penguasa di seluruh Alam Dewa.


Bahkan jika kekuatan dari dua Benua lain di gabungkan, mereka sama sekali tidak memenuhi syarat untuk bersaing dengan Benua Ashura.


Di Benua Xuanzhen, tepatnya di atas lautan yang sangat luas, muncul sebuah portal dengan aura tekanan yang begitu kuat.


Dari dalam Portal itu, keluar sesosok pemuda tampan dengan senyuman Khas yang membuat wajahnya menjadi semakin tampan.


Pemuda itu segera memandang kearah lautan Luas dan menghembuskan nafasnya untuk beberapa kali.


"Jadi ini Dataran Luo? Sungguh konsentrasi energi spiritual yang begitu padat."


Tepat ketika pemuda itu keluar sepenuhnya dari dalam portal, portal transparan itu segera menghilang tanpa jejak.


"Kuharap aku bisa menemukanmu disini, Yao'er..".


***


Bersambung..