Re-system

Re-system
Ayah Biao Jian



Ketika lapisan awan hitam diatas langit mulai muncul, Kai membuka matanya. "Sudah waktunya."


Kilatan-kilatan petir dengan tekanan yang sangat menakutkan mulai menghantam tanah dan area disekitar Kai.


[Kesengsaraan Ilahi akan dimulai dalam.. 4... 3... 2... 1...]


Crrtttt!!


Ctarr!!


Sambaran petir berwarna hitam mulai turun dan menghantam tubuh Kai yang saat ini sedang duduk dengan mata terpejam.


"Urghh.." Kai menggertakkan giginya ketika merasakan sambaran petir yang begitu keras menghantam tubuhnya.


Ketika Sambaran pertama telah turun, ada sedikit jeda sebelum Sambaran yang kedua turun.


Dengan waktu jeda itu memberi Kai waktu untuk mengambil nafas. "Setiap kali aku naik tingkat, Sambaran petir ini semakin kuat."


Sambaran Ke-dua mulai turun!!


Jdeerr!!


Ctarr!!


Sambaran kedua puluhan kali lebih kuat dari Sambaran pertama. Kali ini, Kai tidak hanya berteriak dengan keras, tetapi matanya terbuka dengan sinar merah terpancar darinya. Ia merasakan aliran hangat dari tenggorokan. Ketika dia membuka mulut, darah segar segera mengalir keluar.


"Uhukk Uhukk..." Meskipun Kai merasakan rasa sakit yang diluar nalar, anehnya dia masih dapat mempertahankan kesadarannya untuk tetap terjaga.


Sambaran Ke-tiga turun!!..


Sambaran Ke-empat...


Sambaran Ke-...


.....


Dihantam oleh energi Kilatan Petir yang begitu dahsyat, Tubuh Kai hancur menjadi gumpalan daging dan Mai beregenerasi kembali.


Selain merasakan rasa sakit yang begitu intens, Tubuh Kai telah di olah dan diperkuat oleh Kesengsaraan Ilahi barusan. Hal itu dapat dilihat bhwa ada lapisan-lapisan petir berwarna ungu yang terus menerus berputar di tubuh Zhukai.


Ding


[Karena menyerap terlalu banyak esensi Petir dari Kesengsaraan Ilahi. Tubuh Kaisar Petir milik Kai Gege telah ber-evolusi menjadi Tubuh Petir Abadi]


[Elemen Petir berhasil di tingkatan... ]


Kai membuka kedua matanya, dia membuka mulutnya. Sebuah suara yang begitu pelan keluar darinya, "Yi'er.. Status..."


Nama : Zhukai.


Umur : 30 Tahun.


Ras : Manusia.


Title : Dewa Bintang, Sang Penakluk.


Kultivasi : Middle God, Jendral Dewa Tahap Akhir (???)


Profesi : Alkemis, Master Array, Necromancer.


Bloodline : Dewa Naga, Holy Phoenix, Macan Putih (?), Kera Suci.


Tubuh : Tubuh Naga, Tubuh Dewa Kematian, Tubuh Roh, Tubuh Elemen, Tubuh Petir Abadi.


Teknik : Teleportasi, Pedang Pemusnah, Seribu Pedang Roh, Langkah Bayangan,Telapak Dunia, Tarian Pedang Api.


Budidaya : Pelahap Bintang.


Atribut : Api Neraka, Api Phoenix, Mata Ilahi.


Poin System : 463,55 Triliun Poin.


Poin Percepat : 280 Poin.


Poin Keterampilan : 1,4 Juta Poin.


Kekayaan : Unlimited.


Inventory : ???


Gacha System : 0


Ruang Latihan : (Level Easy Completed)


Pohon Poin : (???)


System (Versi 2.0)


Setelah melihat status nya dengan seksama, Kai segera mengambil sebotol air mineral dari Inventory sambil bersandar di batang pohon untuk memulihkan cidera yang barusan ia terima.


"Yi'er, Apakah ada cara bagiku untuk keluar dari sini?" Kai berkata sambil meneguk habis air yang ada di dalam botol, dia menatap kearah status dengan pandangan lesu.


[Bisa Kai Gege...]


Mendengar hal itu, Pandangan Kai yang awalanya lesu kini berubah menjadi bersemangat.


"Apa itu?" Kai bertanya dengan begitu antusias.


[Sebenarnya ada tiga cara bagi Kai Gege untuk keluar dari Tempat terkutuk ini]


[Cara pertama adalah meningkatkan Kultivasi Kai Gege hingga menembus Peak God, setelah itu Kai Gege dapat menggabungkan Dao Ruang dengan Teknik Teleportasi untuk berpindah Alam]


[Cara Kedua adalah menunggu selama satu tahun untuk membeli Kembali Jimat Spasial yang ada di dalam Toko System]


[Cara Ketiga adalah Mengupgrade System ke Versi 2.5. Setelah itu, Fitur Perpindahan Alam akan terbuka dan beberapa fitur yang lain]


Kai merenung dengan tenang, Dia kadang kala mengalihkan pandangannya pada Layar Hologram.


Dari ketiga cara itu, yang paling cepat yang bisa Kai lakukan saat ini adalah dengan Mengupgrade System. Dia mendogak keatas kemudian segera lanjut bertanya, "Berapa Poin yang aku butuhkan untuk Mengupgrade System ke Versi 2.5?"


[500 Triliun Poin System]


"Poinku masih kurang... Bagaimana caraku mencari kekuarangan 40 Triliun Poin lagi?" Kai menghela nafas setelah itu mulai bangkit, Keram yang ia rasakan ditubuhnya sudah perlahan menghilang.


Kai membuka matanya lebar-lebar, sejauh yang matanya bisa tangkap hanyalah lautan darah dan bangkai para Bianatang.


"Hoekk.. Padahal aku sudah mencoba membiasakan diri dengan bau yang ada di sini, tetapi itu sia-sia saja."


Kai beranjak dari batu tempat ia duduk barusan, Ketika ia hendak melangkah pergi. Sebuah tekanan yang sangat kuat mengunci dirinya.


Bahkan setelah menembus Middle God Realm, tekanan yang ia rasakan saat ini membuat rasa sakit di kepalanya dan membuatnya tidak bisa bernafas.


"Sial... Aku baru saja lolos dari maut. Sekarang ada monster kuat yang mengincar ku." Kai bekata dengan kesal, ia kemudian segera melarikan diri menggunakan Skill Teleportasi.


Dia muncul di ribuan Kilometer di sebelah utara dari tempat ia berada. Tetapi, bahkan setelah ia melarikan diri sejauh itu, tekanan yang menguncinya masih belum hilang.


"Tidak mungkin kan.. !? Sebenarnya seberapa kuat binatang ini."


Tak berselang lama sejak Kai berpindah tempat dengan Teknik Teleportasi, Hawa yang begitu panas segera menyebar di sekujur tubuhnya.


"Panas sekali.. Bahkan dengan ketahanan dari Api Phoenix dan Api Neraka masih tidak dapat menahan hawa panas ini." Kai berkata sambil menyeka butiran-butiran keringat yang memenuhi wajahnya.


Whuss!!


Di depan Kai sekarang tiba-tiba muncul seekor burung berwarna merah menyala dengan Nyala api yang berkobar-kobar di sekitar tubuh burung itu.


Aura yang begitu kuat dan mendominasi terpancar keluar darinya hingga membuat Kai ingin bertekuk lutut.


"Siapa kau? Kenapa aku merasakan Aura milik Pang'er dari dalam tubuhmu. Juga, dengan Kultivasi mu saat ini sangat tidak mungkin bagi dirimu untuk bertahan lebih lama." Burung itu berkata dengan suara yang begitu dingin. Dilihat dari penampilannya, Burung itu sangatlah mirip dengan Phoenix.


Kai yang masih fokus untuk bertahan dari tekanan Burung Phoenix itu tetap diam dan tidak menjawab. Bukannya dia tidak ingin menjawab, tetapi ia tidak tahu siapa Pang'er yang dimaksud oelh Phoenix itu.


"Maaf saja, aku tidak mengenal siapa Pang'er yang kamu maksud dan juga, bisakah kau menghilangkan tekanan ini.."


Mata Merah dari Phoenix itu menyala begitu terang, jejak niat membunuh dapat Kai rasakan dari tekanan yang dia keluarkan.


"Jangan coba-coba membohongiku manusia!! Bahkan jika aku telah berpisah darinya selama hampir ratusan ribu tahun.. Ikatan darah antara aku dan dia tidak pernah terputus." Ucap Phoenix itu dengan marah kemudian segera mengeluarkan sebuah Bola Api Raksasa.


Tetapi sebelum Phoenix itu menyerang, Sebuah suara terdengar begitu jelas di telinga Zhukai dan Phoenix itu.


"Tuan? Apakah kamu memanggilku?" Dia adalah Biao Jian yang baru saja keluar dari Dunia Jiwa.


Karena Kontrak darah antara dia dan Zhukai, Itu dapat mengabaikan Hukum Ruang dan keluar dari Dunia Jiwa.


"Tidak aku tidak memanggil–.." Kai berhenti berkata, ia kembali melihat penampilan Biao Jian dalam Wujud Phoenix nya..


"Bukankah mereka berdua terlihat mirp.. Jangan-jangan.."


***


Bersambung..