
"Jian'er, keluarlah..."
Whuss!!
Dengan cepat muncul sebuah cahaya merah yang perlahan berubah menjadi sosok gadis kecil yang imut.
"Tuan?.. Udara ini. Yeayh!! Akhirnya tuan telah keluar dari tempat itu. Tuan, dimana ayahku?" Ucap Biao Jian menatap Kai penuh tanya.
"Ah, Anu Jian'er.. Sebenarnya pria tua waktu itu bukanlah ayahmu. Dia hanya menyamar sebagai ayahmu untuk mengambil Api Surgawi yang kamu miliki.." Kai menjawab dengan jujur. Walaupun itu akan menyakiti perasaan Biao Jian, tetapi itu lebih baik daripada membohonginya.
"Begitu Ya.." Biao Jian segera menundukkan kepalanya, senyum cantik dan berseri-seri di wajahnya menghilang digantikan oleh kesedihan yang mendalam.
"Tidak perlu sedih Jian'er, setelah aku menemukan Lin'er dan Yao'er, aku akan membantumu mencari keberadaan orang tuamu yang sebenarnya." Ucap Kai sambil tersenyum tulus, dia merasa agak kasihan dengan Biao Jian saat ini.
"Benarkah itu? Terimakasih tuan."
Mereka berdua segera terbang dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Timur. Wilayah Keluarga Jiuyang dulunya berada di tengah-tengah bukit yang menjulang tinggi dengan sumber daya yang melimpah.
Keluarga Jiuyang merupakan keluarga terkuat di antara 5 Keluarga besar yang lain. Bahkan jika dua keluarga besar yang lain bekerjasama, mereka masih belum cukup untuk bersaing dengan Keluarga Jiuyang.
Wilayah mereka duku hampri mencangkul 2 per 5 dari kelesuruhan Dataran Xuan. Kita dapat tahu betapa kuatnya pengaruh Keluarga Jiuyang.
Sayanganya, karena kepungan dari 4 Keluarga besar lain. Keluarga Jiuyang tidak dapat bertahan lama. Para Anggota Keluarga mereka di bantai habis sampai ke akar-akarnya.
Dengan tambahan kecepatan dati Elemen Petir, Kai sampai di wilayah Keluarga Jiuyang, bersama dengan Biao Jian, Kai segera mendarat diatas tanah.
"Apakah ini tempat dimana Keluarga Jiuyang dulu berada?" Kai berjalan maju sambil melihat kesamping kanan kiri, Hal-hal yang tertangkap matanya adalah puing-puing bangunan yang sudah lama hancur dan beberapa patung yang telah menjadi bebatuan.
Hampir secara keseluruhan, reruntuhan Keluarga Jiuyang dipenuhi dengan lumut.
"4 Keluarga Biadab itu.. " Kai ingin melepaskan amarahnya dengan membantai habis semua orang dari 4 Keluarga besar, sayangnya dia tidak memiliki waktu untuk saat ini.
"Tuan, Apa yang kita lakukan disini.. Semua hal yang ada disini hanyalah reruntuhan dan tidak ada harta atau yang lain." Biao Jian yang saat ini berjalan di sampingnya mengeluh
"Sshhh..." Kai mendengar sebuah suara jejak kaki dan itu bukan hanya satu orang, melainkan kelompok.
"Jian'er tolong diam sebentar.."
Kai membuka Toko System dan mulai mencari-cari Teknik yang cocok untuk bersembunyi dan sebuah Kartu As.
[Apakah Kai Gege ingin membeli teknik Lapisan tak terlihat? Harga : 1 Triliun Poin System Y/N]
Kai dengan cepat me-Kilk tombol Y yang terpampang jelas di layar Hologram, setelah itu dia terus menggeser layar Hologram kebawah.
Tak berselang lama, Kai menemukan sebuah teknik yang sangat cocok untuknya.
...Badai Neraka...
Sebuah teknik tingkat Dewa yang dulunya dipakai oleh seorang Kultivator kuat yang telah mengabdikan dirinya di jalan pedang selama jutaan tahun lamanya.
Harga : 400 Triliun Poin System.
"Harganya memang sangat mahal, tetapi ini adalah teknik yang sangat kuat.. Beli!!."
Setelah membeli dua teknik itu, Kai menukarkan hampir 1 Triliun Poin System Kedalam Poin Keterampilan.
"Pelajari dua teknik ini hingga tingkat sempurna."
[Maaf... Teknik Badai Neraka hanya dapat dipelajari bertahap oleh Kai Gege]
Kai menghela nafas dan mengangguk. Setelah mempelajari Lapisan tak terlihat ke tingkat sempurna, dia segera menggunakan teknik itu.
Seperti namanya, setelah Kai menggunakan teknik itu, dirinya menjadi tak terlihat, entah itu Aura, detak nafas, dan aura kehidupannya semuanya menghilang.
Dia memejamkan kedua matanya untuk sesaat setelah itu segera berjalan mendekat kearah gerombolan yang sedang datang.
"Kau tahu, aku sangat malas kali ini. Kenapa Patriak menyuruh kita untuk datang kesini." Ucap salah seorang dari gerombolan itu dengan kesal.
"Iya-iya aku tahu.. Kalian semua, apakah kalian masih ingat tentang kejadian dua tahun yang lalu?" Pemuda itu tiba-tiba berhenti dan menatap pria berambut kuning di sampingnya.
"Apa yang kau maksud adalah saat dimana Gadis dari Keluarga Jiuyang datang dan menyerang Keluarga Yun kita?"
"Benar!! Sayang sekali waktu itu dia berhasil kabur.. Tetapi luka yang dialaminya sangat parah, mungkin dia tidak akan bertahan hingga saat ini Hahaha. Sayang sekali aku tidak bisa mencicipi tubuhnya sebelum dia mati."
Deg–
Kai yang saat ini mendengar jelas apa yang gerombolan itu ucapkan, pikirannya menjadi kosong dengan butiran air mata mulai mengucur bderas dari wajahnya.
Tiba-tiba, Gerombolan itu merasakan sebuah tekanan seperti tertimpa puluhan ribu ton diatas kepala mereka.
Mereka semua di paksa berlutut dan masing-masing dari mereka memuntahkan Seteguk darah segar.
"Apa yang baru saja kalian katakan!!"
Swosshh!!
Slahss!!
Hanya dalam waktu sepersekian detik, mereka semua kehilangan jari-jari tangan dan kaki di tubuh mereka.
"Arghh.."
"Arhghh..."
"Ha Ha Ha..."
Jerit dan tangisan mereka mulai terdengar dengan begitu keras, Kai muncul secara tiba-tiba di belakang gerombolan itu.
Gerombolan itu seketika terkejut atas kemunculan Kai yang tiba-tiba, mereka semua adalah jenius dari Keluarga Yun tetapi mereka sama sekali tidak dapat merasakan keberadaan Kai beberapa detik yang lalu.
Kai mendengus dengan dingin, amarah di dalam dirinya benar-benar hampir lepas kendali. Dia kemudian menatap tajam kearah gerombolan itu meninggalkan jejak kektakutan di hari setiap orang.
"Kalian semua baru saja mengatakan bahwa istriku terluka karena ulah dari keluarga kalian!! Bagus!! Sangat Bagus!!.. Aku sebenarnya berniat memberi Keluarga Yun kalian hidup lebih lama tetapi Aku berubah pikiran sekarang." Kai berkata dengan dingin, tidak ada jejak emosi apapun selain kemarahan dari kata-kata nya barusan.
"Bah, jangan membicarakan omong kosong!! Tunggu saja sampai ayahku datang, dia akan membunuhmu hanya dalam sekali serang."
Orang yang berbicara barusan merupakan seorang pemuda berambut hijau. Walaupun dalam situasinya saat ini, dia masih menatap Kai dengan angkuh.
"Cepat berlutu dan–"
Slashh!!
Kepala pemuda itu terpenggal dan memggelinding di tanah, semua temannya yang melihat kejadian itu seketika menelan ludah dengan mata yang penuh ketakutan.
"Tolong.. Kumohon jangan bunuh aku, Aku memiliki informasi tentang Gadis Keluarga Jiuyang itu.." Ucap salah seorang pemuda yang tidak lain adalah pemimpin gerombolan itu.
"Cepat Katakan!!.."
"Glup!!.." Pemuda itu menelan ludah dan mulai berdiri.
Slashh!!
Ketika dia mencoba berdiri, dengan cepat kedua kakinya terpotong dari tubuhnya..
"Argghh.." Pemuda itu menjerit dengan sangat keras membuat rasa takut yang lebih mendalam diantara teman-teman nya.
"Siapa yang bilang kau boleh berdiri!!.. Katakan Sekarang." Ucap Kai sambil mengibaskan Pedangnya yang sudah bersimbah darah.
Pemimpin kelompok itu hanya bisa pasrah menahan rasa sakit dan mulai berkata pada Zhukai tentang informasi yang dia punya.
***
Bersambung..