Re-system

Re-system
Bandit Bodoh



Pria yang dipanggil ketua oleh pria kurus tersebut memiliki wajah yang sangat seram dengan banyak bekas luka di sekujur tubuh dan wajahnya.


"Kalian semua bunuh dua laki-laki itu, sementara aku... Hehehe.." Ketua kelompok dari beberapa orang itu memandang Bai Hu dengan tatapan penuh *****.


Gu Nan melihat bahwa tatapan yang Ketua kelompok itu arahkan pada kekasihnya membuatnya menjadi sangat marah, "Beraninya dia-."


Kai menepuk pundak Gu Nan mencoba menenangkan nya, "Bos.. mereka sudah keterlaluan.." Kemarahan Gu Nan perlahan mereda, entah kenapa ia merasa pikiran nya menjadi tenang.


"Biar aku saja, hitung-hitung untuk menguji kekuatan fisikku." Kai melangkah Kedepan dan mendekat kearah Ketua Kelompok itu.


Mereka semua adalah seorang bandit, yang biasanya mencuri, membunuh, dan memperkosa para wanita yang tidak bersalah.


Mereka bukan dari Ras Naga melainkan seorang dari ras kadal, salah satu cabang dari suku Naga. Tetapi karena fakta yang mereka semua yang begitu lemah, semua dari Ras Naga tidak ada yang mau mengakuinya sebagai salah satu dari mereka.


"Hei lihat-lihat, ada orang bodoh yang tidak sayang pada nyawanya..."


"Bos-bos, biar aku saja yang melawannya, jika Bos sendiri yang maju untuk melawannya, itu akan menodai reputasi yang Bos punya saat ini."


"Aku saja Bos."


"Aku saja.."


Kai mengerutkan kening, mereka ini berani sekali untuk meremehkan dirinya, Ia mengungkapkan seringai dingin dan juga kejam. Ia membuka mulutnya dan berkata, "Tutup mulut anjing kalian, cepat dan maju kesini bersama-sama biar tidak membuang-buang waktuku yang berharga."


Walau Kai berkata dengan pelan, tetapi semua orang dapat mendengar dengan jelas apa yang baru saja ia katakan.


Mereka menjadi marah dan mengeluarkan niat membunuh yang mereka pendam, terlihat aura hitam yang pekat mengelilingi tubuh masing-masing orang, yang berarti mereka semua sudah menghilangkan banyak nyawa.


Dengan fakta ini cukup membuat Kai untuk menghabisi mereka semua, "Hoi orang idiot, apakah otakmu sudah rusak! tidak perlu semua orang, cukup aku saja bisa membunuhmu dalam sekali gerakan."


"Kalau begitu maju sini, hadapi aku."


Orang yang baru saja Kai provokasi tidak dapat menahan amarahnya lagi, dia melompat tinggi di udara dengan sebuah golok panjang yang dia genggam di tangan kanan. Ia mencoba membelah Kai menjadi dua.


Peng!!


Bunyi yang keras memecah keheningan di antara semua orang, Orang yang tadi berniat menyerang Kai sekarang tidak memiliki jasad. Itu hancur tak bersisa dan hanya terlihat bola mata yang menggelinding di tanah dan juga sebuah usus di samping Zhukai.


Kai terkejut dengan serangan yang ia baru saja keluarkan, tadi sebenarnya Kaibtidak berniat untuk memukul orang itu tetapi hanya menahan serangan nya. Siapa yang tahu, hanya dengan sedikit sentuhan dari Kai membuat tubuh orang itu meledak dan hancur.


Siapa orang tadi? meskipun ia hanyalah seorang bawahan, Kultivasi nya cukup tinggi yaitu berada di Ranah Raja Dao.


Kekuatan Tubuh Naga yang sudah mencapai Tingkat maksimal benar-benar sesuatu yang tidak dapat Kai pahami, ia belum bisa beradaptasi dengan Tubuh Naga nya setelah satu hari berlalu.


Kai mencoba sekuat tenaga untuk mengontrol fisiknya agar tidak menyakiti orang lain.


"Tidak! bagaimana orang itu bisa begitu kuat.." Orang itu berkata dengan penuh ketakutan.


"Humph.." Ketua Kelompok itu mendengus dengan dingin, ia mencoba untuk tetap tenang tetapi bagian bawah tubuhnya terus gemetar tak terkendali.


"Bangsat!! apakah aku Mulao, takut dengan pemuda kecil sepertinya!!.."


Setelah Mulao menyelesaikan transformasi nya, kekuatannya meningkat dua kali lipat yang awalnya hanya setara dengan seorang Holy Emperor awal, sekarang itu melonjak hingga menyamai seorang Ranah Holy Emperor menengah.


"Hehe, bocah bersiaplah untuk menghadapi kematian mu."


Kainjuga tidak ingin membuang waktunya lebih lama lagi. Dia menarik udara dalam-dalam dan menhan nya untuk beberapa waktu.


Tepat ketika Kai merasa waktunya sudah tiba, ia membuka mulutnya dan sebuah gelombang energi yang tidak diketahui menyerang kelompok Mulao.


Teriakan itu sangatlah keras hingga membuat pohon-pohon yang berjejer rapi di dalam hutan tumbang satu persatu. Kelompok Mulao bahkan lebih buruk, mereka semua beru ah menjadi sebongkah mayat yang tak bernyawa.


Raungan Naga yang Kai keluarkan tadi bahkan tidak sampai setengah dari kekuatannya, dan itu terdengar sampai jarak ribuan mil jauhnya.


"Teknik ini terlalu hebat, jika ini digabungkan dengan Tranformasi Naga, mungkin itu dapat membunuh seorang Dewa Tingkat kedua."


Kai begitu senang dan berbalik menuju arah Gu Nan dan Bai Hu, "Ayo kita melanjutkan perjalanan!!"


"Baik Bos!!"


***


Di sebuah tempat sepi yang berada di pinggiran hutan, terlihat pria muda sedang berlutut di depan pria paruh baya.


"Tetua Ao, sekitar beberapa jam yang lalu, terdengar sebuah raungan Naga yang berasal dari Lembah Naga Suci... kemungkinan itu adalah raungan milik Naga Kuno."


"Apakah kamu yakin?" Pria paruh baya itu bertanya dengan kedua matanya yang tertutup.


"Anda dapat yakin Tetua Ao, walaupun saya mendengar nya secara samar, tetapi karena saya juga merupakan Ras Naga.. Tubuh saya merasa ingin berlutut dan memohon belas kasih."


Kedua mata Tetua Ao Terbuka, sebuah senyuman muncul di sudut bibirnya, ia menatap pria muda itu dan tertawa terbahak-bahak. "Hahaha, bagus-bagus, jika aku bisa mendapatkan bantuan dari Naga Kuno itu, seluruh Alam Immortal akan tunduk dibawah kekuasaan suku Kami... Ras Naga!!.."


Setelah itu, tubuh Tetua Ao perlahan menghilang meninggalkan sisa Qi miliknya di udara kosong.


Sementara itu, saat ini kelompok Kai, Gu Nan, dan Bai Hu sudah sampai di Kerajaan Persik. Setelah memutuskan bermalam di Kerajaan itu, Kai kembali berlatih dan membuat beberapa Pil Surgawi untuk meningkatkan Tingkatan Alkemis nya yang selama ini terhenti di Alkemis Master menengah.


Hanya dalam waktu semalam Kai berhasil meningkatkan Profesi Alkemis nya meningkat menjadi seorang Alkemis Grand Master awal.. dengan fondasi seperti ini, Kai bisa meracik sebuah Pil Ilahi yang membantu dia meningkatkan Kultivasi nya.


Malam hari berlalu dengan sangat cepat. Esok Paginya Kai mengetuk pintu Kamar Gu Nan sebanyak beberapa Kali dan pintu terbuka memperlihatkan wajah Gu Nan yang kelelahan dengan wajahnya yang dipenuhi dengan keringat.


"Bb.. Bos, beri waktu aku sebentar aku akan segera bersiap-siap." Gu Nan gugup dan segera menutup pintu membangunkan kekasihnya Bai Hu dan mulai mempersiapkan diri.


Di Luar, Kai menunggu dengan sabar.. Setelah beberapa menit berlalu, pasangan kekasih itu keluar dari dalam sambil bergandengan tangan dengan wajah mereka yang berseri-seri.


Ini membuat Kai sedikit mengernyit, Apakah mereka ingin memperlihatkan kemesraan mereka di depanku?


"Ayo berangkat Bos.." Gu Nan berkata dengan bersemangat, wajahnya yang lelah sudah menghilang digantikan dengan tubuhnya yang bugar.


Kai mengungkapkan Senyum, "Ayo.."