
"Ah, Sayang... Selamat Datang." Chiyan berkata sambil menyambut kedatangan Zhukai dengan senyuman manis.
"Chiyan, dimana yang lain?"
"Mereka semua sedang berlatih." Chiyan mengangkat tangannya dan menujuk halaman dimana Yi, Yui, Xue Yu, Jiuyang Lin, dan Yola berlatih.
Kai mengangguk, dia menatap lurus kearah Chiyan dengan senyuman lebar di wajahnya. "Ehem!! Sambil menunggu mereka selesai berkultivasi, kenapa kita tidak.."
Melihat sinyal dari suaminya, Chiyan hanya menanggapi dengan tawa kecil kemudian mengangguk.
"Baiklah.."
Kai berjalan mendekat wajah dipenuhi dengan senyuman lebar. Dia menggendong Chiyan dengan kedua tangannya dan segera masuk kedalam kamar.
Di dalam kamar, Kai segera menaruh tubuh Chiyan diatas kasur. Pakaian yang dipakai Chiyan saat ini sedikit terbuka memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu indah.
"Sayang~ Tolong lepaskan pakaian ku." Ucap Chiyan dengan begitu manja.
"Tentu.." Kai dengan cepat melepas pakaian yang Chiyan pakai dengan lembut, setelah pakaian Chiyan terlepas sepenuhnya, terlihat pakaian d*lamnya berwarna merah dengan motif bunga mawar.
Melihat bahwa pandangan Kai tertuju pada pakaian ***** yang dia pakai, Wajah Chiyan merona merah.
"Apakah kamu ingin melakukannya atau terus menatap dadaku?" Chiyan berkata sambil tersipu malu, sementara Kai segera tersadar dan tersenyum canggung.
Kai dan Chiyan berciuman panas untuk beberapa waktu kemudian segera berganti untuk menjilati area sensitif Chiyan yang lain.
"Ahh~.. Sayang~.." Chiyan mendesah dengan penuh na*su, setelah itu mulai melingkarkan kedua tangannya di leher Zhukai.
Dia menikmati bagaimana rasanya di belai Zhukai dengan keterampilan nya yang begitu lihai.
Di atas Kasur, Kai dan Chiyan sudah basah kuyup karena keringat.
"Ha Ha Ha ..." Chiyan bernafas dengan terengah-engah dan menatap Kai dengan penuh *****.
"Sayang ayo lakukan!.."
Kai juga tidak tinggal diam, dia segera memasukkan adik kecilnya yang sudah berdiri sedari tadi kedalam milik Chiyan.
Pada akhirnya, karena Chiyan kurang puas hanya dalam setengah hari. Mereka berdua melakukannya seharian penuh.
***
Setelah lolos dari kejaran Ayahnya, Jiang Lin kini semakin berhati-hati. Dia berjalan tanpa arah dan tiba-tiba berhenti ketika melihat sebuah Goa di depannya.
"Ah, ada goa disana.."
Goa itu tidak cukup besar, ketika Jiang Lin masuk kedalam sana. Dia bisa mencium sebuah aroma yang begitu harum dari kedalaman goa.
"Sepertinya aroma ini berasal dari sana.."
Tanpa butuh lama, Jiang Lin segera masuk lebih dalam untuk memastikan apa sebenarnya sumber dari aroma harum itu.
Tak jauh dari tempat Jiang Lin saat ini, ia dapat melihat sebuah cahaya yang begitu terang dari dalam Goa. Meski dia tidak tahu darimana cahaya itu berasal, tetapi ia tahu bahwa sumber aroma itu berasal dari sana.
"Eh, kenapa ada banyak sekali herbal langka disini?" Ucap Jiang Lin dengan terkejut saat menatap Herbal langka yang berjarak beberapa meter darinya.
Saat dia akan melangkah maju, dia terhenti karena suara wanita di belakangnya. "Hoi!! Apa yang kamu lakukan disni.."
Dengan refleks yang sangat cepat, Jiang Lin maju beberapa langkah dan berbalik dengan pedang yang sudah tergenggam erat di tangannya.
"Dia menghilang?" Jiang Lin membelalakkan matanya tak percaya.
"Apakah suara barusan hanyalah halusinasi dariku?"
Tepat di detik berikutnya, suara wanita itu kembali terdengar. "Hihihi... Gadis kecil, refleks kamu sangat bagus..."
Dia mencium aroma tubuh dari Jiang Lin kemudian segera mengeluarkan kata-kata yang membuat Jiang Lin semakin terkejut.
"Ras Iblis, umur sekitar 1.000 Tahun, Kultivasi Middle God, Dewa Suci Tahap Awal. Hmm... Bakat yang bagus, baiklah jadilah muridku gadis kecil." Ucap Wanita itu dengan suara penuh percaya diri.
Sementara itu, Jiang Lin juga segera berbalik. Hal yang dia lihat adalah sosok wanita dengan baju yang sudah usang. Wajahnya tertutup oleh rambut putih panjang, tetapi yang membuat Jiang Lin terkejut adalah fakta bahwa wanita itu mengeluarkan sebuah tekanan yang begitu familiar.
"Kamu? Kamu juga ras iblis bukan?"
"Bingo.. Kamu menebaknya dengan benar gadis kecil. Jadi.. Jadi.. Maukah kamu menjadi muridku?" Ucap Wanita itu dengan penuh antusias.
Meski memiliki basis Kultivasi yang misterius, sifat yang wanita itu tunjukkan seperti seorang anak kecil.
Whuss!!
Belum sempat Jiang Lin menjawabnya, seekor ular raksasa melesat menuju kedalam hutan karena tertarik dengan aroma dari herbal-herbal disana.
Bukan hanya itu saja, basis Kultivasi dari ular itu sangatlah tinggi. Peak God, Quasi God tahap Bumi.
Duarr!!
Dengan satu kibasan tangan dari wanita itu, tubuh ular raksasa hancur menjadi kabut darah.
"Cih, menganggu saja!!.." Wanita itu dengan wajah dingin menatap mayat dari ular raksasa yang telah hancur.
Tak berselang lama, dia kembali tersenyum seolah-olah kejadian barusan tidak pernah terjadi.
"Jadi... Gadis kecil, apakah kamu menjadi muridku? Dengan bakat mu dan juga dengan bimbingan ku, akan aku pastikan kamu akan menjadi sangat kuat dalam waktu 200 tahu– Tidak, 100 tahun mungkin cukup bagimu untuk melaju ke tahap Quasi God atau lebih tinggi.."
"Aku menolak..." Jiang Lin berkata dengan nada tegas dan wajah datar.
"Apa.. T–Tolong katakan lagi apa yang kamu katakan barusan?" Senyuman di wajah wanita itu menghilang di gantikan dengan ekspresi terkejut.
Dia menduga dengan tawaran yang sangatlah bagus seperti itu, Jiang Lin akan menyetujui nya tanpa berpikir panjang.
"Hahh.. Aku katakan sekali lagi, aku menolak menjadi muridmu.."
"Ehhhhh..... Kenapa.. Kenapa... Apakah kamu tidak melihat kekuatanku barusan? Aku membunuh ular itu hanya dalam sekali serang. Menjadi muridku tidak akan membuatmu rugi, apalagi fakta bahwa kamu sangat lemah saat ini. Aku bisa melindungi mu sampai kamu bisa melindungi dirimu sendiri.. Jadi, kenapa kamu masih menolak menjadi muridku?" Wanita itu berkata sambil membujuk Juang Lin segala cara.
"Aku menolak karena memang aku tidak mau, aku harus mencari seseorang saat ini dan tidak ingin ada hal lain yang menggangguku."
Tepat ketika Jiang Lin akan berbalik, wanita itu sudah berkata terlebih dulu. "Jadi, jika kamu sudah menemukan orang yang kamu cari. Apakah kamu mau menjadi muridku?"
"Akan ku pertimbangkan."
"Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu mencarinya.."
Jiang Lin mengangguk setuju, dia tidak memiliki alasan untuk menolak. Juga, mungkin dengan bantuan dari wanita itu, Jiang Lin bisa mencari Kai lebih mudah.
"Baiklah kalau begitu. Perkenalkan, namaku Jiang Lin, dan kamu?"
Wanita itu terdiam seolah-olah berfikir tentang sesuatu.. "Z–Zi...."
"Zi Lin Yue.. Kurasa itu namaku." Setelah memberitahu namanya, entah kenapa wanita itu terlihat sedikit sedih.
"Kalau begitu Kakak Lin Yue.. Tolong bantuannya.."
***
Bersambung..
Tingkatan Kultivasi :
(Dewa)
– Demigod (Setengah Dewa)
• Dewa Tingkat Lima : 1-3
• Dewa Tingkat Empat : 1-3
• Dewa Tingkat Tiga : 1-3
• Dewa Tingkat Dua : 1-3
• Dewa Tingkat Pertama : 1-3
– Early God (Dewa Awal)
• Dewa Kuning : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Hitam : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Putih : Awal, Tengah, Akhir.
• Dewa Emas : Awal, Tengah, Akhir.
– Middle God (Dewa Tengah)
• Prajurit Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Jenderal Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step
• Raja Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Kaisar Dewa : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
• Dewa Suci : Awal, Tengah, Akhir, Half Step.
– Peak God (Puncak Dewa)
• Dewa Kuno : Bumi, Langit, Surga.
• Dewa Ilahi : Bumi, Langit, Surga.
• Heaven God : Bumi, Langit Surga. (Author ganti ya)
• Quasi God : Bumi, Langit, Surga.
– True God (Dewa Sejati)
• Dewa Purba : Ordo Pertama, Ordo Ke-dua, Ordo Ke-tiga.
• Chaos God : Prajurit, Jenderal, Raja, Kaisar.
• Dewa Surgawi : Kehancuran, Kekacauan, Tribulasi.
• ????