
Di dalam Kamar Kai, hampir seluruh ruangan itu menjadi beku. Tubuh Zhukai yang saat ini sedang duduk di atas lantai hampir beku sepenuhnya dan hanya menyisakan kepalanya saja yang masih belum berubah menjadi es.
Ketika sekujur tubuh Zhukai hampir menjadi es sepenuhnya, dia tiba-tiba membuka matanya dan berteriak keras.
"Gggrrraaa..."
Duarr!!
Ledakan yang begitu keras terdengar di dalam kamar Zhukai, untungnya dia memasang Array pelindung di sekitar kamarnya sebelum memurnikan Lotus Es Abadi.
Suara Ledakan dan akibat dari ledakan teredam dan hanya bisa dirasakan oleh Kai yang berada di dalam Kamar.
Kabut asap mulai berkumpul di tempat Kai berada, tepat ketika kabut asap menghilang terdengar suara Notifikasi dari System di kepalanya.
Ding
[Kai Gege berhasil memurnikan Lotus Es Abadi, mendapatkan elemen Es Abadi. Ketahanan terhadapnya elemen es telah meningkat ++]
[Selamat Kai Gege, karena berhasil memurnikan Lotus Es Abadi, Kultivasi meningkat sebanyak 2 tingkatan]
[Kultivasi saat ini : Chaos God Tahap Prajurit]
Kai menghiraukan suara Notifikasi dari System nya dan memfokuskan untuk melihat perubahan yang dialaminya saat ini.
"Whoaa.. Ada lapisan es tipis yang melindungi Jiwaku. Jika seperti ini, bukankah sama halnya dengan memiliki 1 nyawa tambahan haha.."
Setelah memeriksa kondisi tubuhnya, Kai segera melihat kesamping kanan dan kirinya.
"Apaa... Apa yang sebenarnya terjadi??" Kai tersentak kaget ketika melihat seisi ruangannya membeku.
Dia mengeluarkan dua Api Ilahinya dan mulai memperkuat Apinya dengan tambahan energi spiritual. Sayangnya, kedua Api Ilahinya sama sekali tidak berefek pada Elemen Es dari Lotus Es Abadi.
"Seperti yang diharapkan dari Herbal Dewa bintang 5, efeknya saja sudah sangat mengerikan seperti ini.." Kai menghela nafas dan segera menghilangkan kedua Api Ilahinya.
Dia membuka Toko System dan mulai mencari-cari harta yang bisa mencairkan lapisan es yang memenuhi ruangannya. Akan gawat jika seseorang tahu ruangannya berubah menjadi es seperti ini.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, Kai yang sudah menemukan cara untuk mencairkan ruangannya yang membeku dengan cepat mencairkan es tang membekukan ruangannya.
Setelah itu dia berjalan kearah jendela dan membuka pintu jendela. Hembusan udara yang begitu sejuk segera masuk, Kai menikmati hembusan angin yang sepoi-sepoi itu sambil memejamkan kedua matanya.
"Yi'er sudah berapa lama aku memurnikan Lotus Es Abadi?"
[Itu setidaknya satu Minggu Kai Gege]
"Satu minggu? Harusnya gadis kecil itu sudah mendapatkan beberapa informasi.."
Kai memanggil beberapa pelayan kedalam kamarnya untuk membersihkan kekacauan yang terjadi selama dia berlatih.
"Ini ambillah.." Kai memberikan sebuah kantung yang berisi beberapa batu Raja kepada pelayan itu.
"Terimakasih Tuan, Terimakasih!!.."
Kai mengangguk, dia berjalan keluar dari kamar dan mulai menuruni gunung. Sambil meregangkan otot-otot nya yang kaku, Kai berjalan kearah hutan untuk menguji kekuatan barunya.
Dia menemukan beberapa Binatang Buas Peak God Realm dan membunuhnya dalam sekali pukul.
"Tidak ada Binatang yang kuat disini, haaahh.. Sebaiknya aku kerumah gadis itu terlebih dulu.."
Whusss!!
Tubuh Kai menghilang menjadi cahaya putih, dia muncul kembali di depan sebuah bangunan bertingkat yang cukup besar.
Tok Tok Tok!!
Beberapa detik berikutnya, pintu terbuka. Sosok yang membuka pintu itu bukanlah Tetua Lin melainkan seorang gadis yang sama cantiknya dengan dia.
"Ahh, Tuan..." Gadis itu adalah Xue Lian, karena saat ini Huang Lin sedang sibuk membersihkan dirinya, dia menyuruh Xue Lian untuk membukakan pintu.
"Yo gadis kecil, apakah kamu memiliki informasi untuk ku?" Kai berkata sambil mengelus dagunya dan tersenyum lebar kearah Xue Lian.
"S–Silahkan masuk terlebih dulu." Jawab Xue Lian sedikit membungkuk dan mempersilahkan Kai untuk masuk.
"Lian, siapa diaa.." Dari dalam kamar mandi, Tetua Lin berjalan keluar hanya dengan sehelai kain yang menutupi tubuhnya.
"Ahhh... T–Tuan, apa yang kamu lakukan disini.." Tetua Lin berkata dengan wajah memerah karena tersipu.
"Hoo, jadi sebagai tuanmu aku tidak diperbolehkan kesini?" Ucap Kai dengan senyum liciknya, dia segera duduk di sebuah kursi yang ada di dalam ruangan itu.
"B–Bukan begitu, hanya saja..."
"Sudahi omong kosongnya, katakan ada informasi penting apa selama aku melakukan pelatihan tertutup.." Kai melirik kearah Xue Lian dan memberikan tatapan tajam.
Dibawah tatapan tajam Kai, tubuh Xue Lian bergetar tak terkendali.. Tetapi tak berselang lama, dia memegang dadanya dan menghembuskan nafas panjang.
"Tuan, sebenarnya aku memiliki kabar yang sangat buruk.."
"Hoo, apa itu? Cepat katakan!."
Dengan cepat, Xue Lian mulai menjelaskan kabar tentang Kerjasama antara Keluarga Nalan dan Sekte DuanJin yang memiliki maksud untuk menekan Sekte Kera Suci dan merampas Bloodline Sekte dan juga Altar Pembangkitan.
Setelah memahami apa yang disampaikan Xue Lian, Kai mengelus dagunya sambil berfikir. "Apa yang dijanjikan oleh Ketua Sekte DuanJin pada Patriak Keluarga Nalan Hingga mereka mau membantunya? Dengan sifat Nalan Han yang serakah, dia seharunya tidak akan membantu Kepala Sekte DuanJin secara cuma-cuma." Kai bergumam pelan dan segera menoleh kearah Xue Lian dan Huang Lin.
Sementara itu, Xue Lian yang mendengar gumaman Kai barusan menjadi terkejut. Itu karena apa.yang katakan sangatlah persis dengan apa yang dilakukan oleh Ketua Sekte DuanJin.
"Ketua Sekte menjanjikan sebuah Inti Binatang Buas ranah Dewa Surgawi sebagai imbalan bantuan dari Keluarga Nalan."
Mendengar kata-kata 'Inti Binatang Buas Ranah Dewa Surgawi' Kai tidak dapat menahan diri untuk bertanya lebih lanjut.
"Apa? Hanya untuk sebuah Bloodline dia memberikan imbalan yang begitu besar seperti itu?" Kai mengerutkan keningnya dan bertanya.
"M–Maaf tuan, aku tidak tahu secara pasti apa yang di rencanakan oleh pak tua itu. Tetapi satu hal yang pasti, dia tidak mungkin bermurah hati untuk menyerahkan harta berharganya seperti itu." Ujar Xue Lian dengan tatapan serius di wajahnya.
Merenungkan situasinya kembali, Kai segera paham apa yang direncanakan Wei Chu. Jika Kai di posisi Wei Chu saat ini, dia juga akan menggunakan Inti Binatang Buas itu sebagai imbalan. Sesudah dia mendapatkan Bloodline dan menerobos ke Ranah Dewa Surgawi, dia akan membunuh Nalan Han untuk merebut kembali Inti Binatang Buas itu.
"Jadi seperti itu? Kekeke, sungguh ide yang sangat licik.." Kai Tekekeh sambil menyeringai dingin.
Melihat sikap aneh yang Kai tunjukkan secara tiba-tiba, Xue Lian dan Huang Lin mengerutkan keningnya masing-masing.
"Lian, Apakah tuan menjadi gila?"
"Aku tidak tahu tapi.. Mungkin saja.."
Sementara itu, karena Kai saat ini memiliki Jiwa mereka berdua, dia secara jelas dapat mendengar isi pikiran mereka berdua.
"Mengataiku gila? Lihat saja hukuman apa yang akan kuberikan pada kalian nanti, untuk saat ini Aku harus memberitahu guru tentang hal ini." Pikir Kai dalam benaknya.
"Kerja bagus, ini hadiah untuk kalian berdua.."
Kai melemparkan dua Cincin Ruang yang berisi Pil Kultivasi dan juga beberapa Batu Mistis kepada Huang Lin Dan Xue Lian.
Setelah dia menghabiskan secangkir teh yang di sajikan oleh, Huang Lin. Dia segera berjalan pergi ke Kediaman Iblis Pedang.
***
Bersambung..