
Petualang, adalah sebuah profesi dimana seorang yang sudah berada di tingkat petarung tinggi ataupun Magician tinggi bekerja sesuai dengan permintaan guild.
Karena semakin banyak bertambahnya monster setiap tahun, tidak jarang korban jiwa yang bermunculan. Entah itu dari masyarakat biasa ataupun seorang petarung.
Petualang membunuh monster dan melindungi nyawa para penduduk dari serangan monster. Peringkat petualang dibagi menjadi petualang rank 'SS' samai yang terendah adalah rank 'E'.
Setidaknya untuk mencapai rank 'SS' diperlukan kekuatan yang setara dengan seorang Archmage dan Sword Saint.
Ada juga beberapa organisasi tersembunyi yang berkerja sama dengan para monster untuk memusnahkan kehidupan manusia dan ras lainnya dari muka bumi.
Di kerajaan singa, orang terkuat disana salah Goldon, dia merupakan seorang petarung yang berada di tingkat Sword Saint, meski begitu mana di dalam tubuhnya dan juga kekuatan fisiknya hanya sebanding dengan Pendekar Pedang.
Tetapi apa yang dimiliki oleh Goldon adalah pengalaman bertempur nya yang tak terhitung jumlahnya.
Untuk seorang petarung naik tingkatan, diperlukan kekuatan fisik yang mencukupi dan juga energi eksternal uang cukup besar.
"Tuan dan nona, kita akan sampai di kerajaan singa kurang dari setengah jam dari sekarang." Ucap kusir kereta itu dengan sopan.
Sementara itu, Kai menoleh dan melihat Wei'er Yunlan masih membaca buku di tangannya dengan sangat tenang. Itu merupakan novel yang dia baca ketika sedang bosan, karena di toko System nya juga menyediakan beberapa novel populer, Kai menjadi tertarik dan membelinya.
"Apakah kamu tidak lelah membacanya sedari tadi?"
"Tidak, kenapa juga kamu bertanya?" Wei'er Yunlan menjawab tanpa menoleh sedikitpun.
"Terserah dirimu."
Kai mengambil puluhan batu kristal dari dalam sakunya. Karena menurutnya cara memurnikan batu mana itu kurang efektif, Kai menggunakan sebuah cara baru.
Yaitu menelan batu itu dan memurnikan di dalam tubuhnya. Karena fisik dari Tubuh Dewa yang begitu kuat, Kai tidak begitu takut jika itu melukai tubuhnya.
Saat ini, tingkat kepadatan mana di daam tubuhnya sudah setara dengan seorang Magician Ahli. Itu merupakan sebuah pencapaian yang mustahil untuk dicapai oleh seseorang. Untuk mereka, butuh waktu paling lama sepuluh tahun untuk mencapai tingkat Magician Ahli.
Tetapi cara Zhukai meningkatkan kekuatannya benar-benar gila, tidak ada orang yang cukup berani untuk menggunakan latihan seperti yang Kai lakukan. Jika ada sedikit saja kesalahan dalam latihannya, bisa-bisa nyawa orang itu akan melayang.
Setelah batu mana yang Kai telan terlarut kedalam tubuhnya, Kai dengan cepat mengedarkan energi di dalam kristal mana itu keseluruh tubuhnya dan kemudian memadatkan nya di jantung.
Proses tersebut memerlukan waku yang sedikit lebih cepat dari biasanya, setengah jam pun berlalu....
Jalan gerbang masuk kota, banyak pelancong dan pedangan yang mulai mengantri masuk sambil membawa barang dagangannya.
Ada juga beberapa petualang yang telah selesai menyelesaikan permintaan dari guild untuk memburu beberapa monster tertentu.
Untuk masuk kedalam kota, Kai membayar dua koin emas untuk dirinya dan juga Wei'er Yunlan. Kusir kereta menghentikan kereta kuda setelah mereka masuk.
Kai dan Wei'er Yunlan turun dari kereta, "Terimalah ini, terimakasih telah mengantar kami dan aku minta maaf tentang waktu itu."
Kai tersenyum ramah, di tangannya terdapat tiga koin emas sebagai tanda terimakasih.
"T–Tidak perlu tuan, ini memang pekerjaan saya."
"Sudahlah, tidak perlu malu begitu."
Kai memberikan uang di tangannya pada kusir kereta, meski tiga koin emas merupakan jumlah yang cukup besar bagi sebagian orang, tetapi untuk Zhukai... Itu hanyalah jumlah yang sedikit.
Harta yang dia jarah dari walikota dan para bawahannya benar-benar membuatnya puas. Jika Kai menghitung semuanya, itu setidaknya bernilai dua ribu koin emas.
"Hehehe... Hehehehe!!.."
Kai yang terus terkekeh mendapatkan tatapan aneh dari Wei'er Yunlan, "Orang ini... Apakah dia menjadi gila setelah kepalanya terbentur tadi?"
Kai melohat ada banyak bangunan tinggi di dalam kota, salah satunya adalah menara penyihir, guild petualang, dan istana milik raja.
Kai terus berjalan sambil melihat ke sisi kanan dan kirinya, ada beberapa anak kecil yang sedang bermain dan juga banyak sekali pedagang yang menjual barang dagangannya.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang Kai?" Wei'er Yunlan bertanya, ketika ia merasa hanya berjalan-jalan tanpa tujuan.
"Entahlah, apa kamu merasa lapar sekarang? Aku akan mentraktir mu makanan."
Wei'er Yunlan mengangguk sebagai jawaban, akhirnya mereka berdua berjalan menyusuri kota hingga menemukan rumah makan yang cukup ramai pelanggan.
Klinkk...
Suara bel pintu berbunyi ketika Zhukai dan Wei'er Yunlan masuk kedalam, pandangan Zhukai dengan cepat menyapu keseluruhan rumah makan.
Itu terlihat begitu sederhana tetapi sangat menarik, semua dekorasi tertata dengan sangat rapi dan simetris hingga membuat orang nyaman melihatnya.
Meski rumah makan itu tidak terlihat cukup besar, tetapi ada banyak pelanggan yang memenuhi rumah makan itu.
Seperti biasanya, Kai duduk di pojok ruangan dekat jendela sambil melihat keluar. Angin sepoi-sepoi yang berhembus kencang menerpa wajahnya hingga membuat rambut panjangnya terurai.
Para wanita yang sedang menikmati makanan di dalam rumah makan itu seketika terpana oleh ketampanan dari paras wajah Zhukai.
Wei'er Yunlan yang melihat semua itu hanya tertawa kecil, "Pria ini..."
Kai memesan makanan yang paling laris di rumah makan itu, Ketika makanan datang, Kai mengambil sendok dan langsung memakannya.
"Ini sungguh enak, dagingnya di bakar secara merata dan juga bumbu-bumbu nya sangat pas."
Ketika Kai menatap keluar jendela, ada banyak orang yang berdatangan masuk kedalam restauran rumah makan.
Ada juga beberapa bangsawan yang terlihat dan juga para petualang yang memakai armor di tubuhnya.
"Kemarin ada hal aneh yang terjadi disekitar hutan. Kurasa para monster itu mulai menjadi gila karena sesuatu."
"Tidak hanya itu, mereka juga menjadi kuat dua kali lipat dari biasanya. Bahkan aku dan juga beberapa rekanku terluka cukup parah tiga hari yang lalu."
"Mungkinkah ada sesuatu dibalik semua ini?"
Pembicara dari beberapa petualang terdengar dengan begitu jelas, Kai meneguk satu cangkir arak di tangannya dan bersiul pelan.
"Kau mau?"
"Tidak, aku tidak minum alkohol." Wei'er Yunlan menggeleng kepalanya menolak dengan ramah.
"Baiklah kalau begitu..."
Kai meneguk arak itu hingga tetesan terakhir, deteksi ia bisa merasakan rasa pedas dan juga asam di mulutnya.
"Kita akan pergi kemana setelah ini?"
"Aku juga tidak tahu, mungkin itu adalah kerajaan sun gold. Tapi itu mungkin memerlukan waktu yang cukup lama jika kita memulai dari sini."
Ka sedikit terkejut, dia melanjutkan bertanya. "Seberapa jauh itu?"
"200 mil!."
Meski bagi Wei'er Yunlan itu adalah jarak yang jauh, tetapi bagi Zhukai sendiri jarak seperti itu bukanlah apa-apa.
"Baiklah, kami sudah selesai."
Kai memanggil seorang pelayan dan membayar biaya makanannya.
Ketika dia dan Wei'er Yunlan keluar dari rumah makan, seorang yang tidak dikenal menepuk pundak kirinya.
"Ada apa.."
"Saudara, kurasa pedangmu tertinggal disana."
"Oh terimakasih.."
Mihat senyum di wajah pria itu, Kai tidak terlalu menghiraukannya dan fokus menuju ke penginapan.
"Ada apa senior, bukankah pria tadi tidak membawa pedang?" Sseorang temannya yang duduk di sebuah meja makan bertanya.
"Itu memang bukan pedangnya, dia adalah seorang yang kuat. Jika kita ingin memastikan rencana kita berhasil, orang sepertinya akan menjadi sebuah tembok penghalang. Aku hanya memberinya sedikit peringatan." Jawab pria muda tadi tersenyum sambil menikmati kembali arak di atas meja.
Sementara itu, Kai sendiri hanya terus menatap pedang itu untuk beberapa saat setelah itu menghancurkannya menjadi kepingan kecil.
"Yunlan, kita akan menetap di kota ini untuk beberapa hari.'
"Mengapa?."
"Karena ada beberapa tikus kecil yang harus aku bereskan."
***
Bersambung.