
Tetua yang melarikan diri itu merasakan rasa sakit yang begitu hebat di dada kirinya.. Tak berselang lama, rasa sakit yang dia rasakan semakin hebat. Dia seketika terjatuh dan mengeluarkan beberapa teguk darah.
"Uhuk!! Uhukk!! Apa yang telah terjadi padaku!"
Sementara itu, Kai kembali mengeluarkan seringai dingin. Dia mengangkat telapk tangannya, sebuah Api berwarna ungu muncul dan melesat dengan cepat membakar Tetua itu.
Pertama-tama Api Neraka membakar kaki kanannya setelah itu berpindah ke kaki Kiri dan terus naik hingga membakar habis tubuh tetua itu hingga tidak bersisa.
"Summon!!.."
Dua mayat yang baru saja Kai bunuh kembali bangkit, mereka berdua telah kehilangan jiwa dan hanya berubah menjadi mayat hidup tanpa emosi dan pikiran.
"Kekeke... Pak tua, aku dengar dari beberapa orang bahwa istri dan putrimu cukup cantik. Bagaimana jika kau membiarkan dua Undead ini untuk mencicipinya Hahaha..." Kai menatap Xiao Lun dengan penuh niat jahat. Setelah itu, dia memerintahkan Keseluruh Undead nya untuk menangkap Putri dan Istri Xiao Lun.
"Keparat!! Apa yang coba kau lakukan!! Jika kau ingin membalaskan dendam Keluarga Jiuyang bunuh saja aku. Istri dan Anakku tidak ada hubungannya.." Xiao Lin sangat marah tetapi dirinya benar-benar tidak berdaya.
Dengan tekanan Kai yang seorang Dewa Suci Tahap Akhir, mereka semua seharusnya sudah remuk dan menjadi genangan darah. Sayanganya, Kai hanya menggunakan seperempat dari kekuatan aslinya saat ini..
Tak berselang lama, Para Undead yang telah Kai tanam dengan kesadaran Ilahinya mulai datang dan membawa Ribuan orang dari Keluarga Xiao.
"Ayah.. Mereka semua datang dan membunuh hampir setengah dari Keluarga Xiao kita. Huu.. Huu.." Orang yang menangis itu adalah seorang gadis kecil yang memiliki paras yang cukup cantik. Dia berjalan mendekat untuk bisa beindung pada Ayahnya yang merupakan Xiao Lun.
"Tidak Yan'er jangan datang kemari.."
Tetapi teriakan Xiao Lun sedikit terlambat, Putri kecilnya telah memasuki area dimana Tekanan Kai berada.
Duarr!!
Tubuhnya meledak dan potongan-potongan tubuhnya dapat terlihat dimana-mana. "Tidakk..."
Xiao Lun mengeluarkan tangisan air mata di wajahnya, begitu juga dengan istrinya. Walau Xiao Lun adalah orang yang kejam, tetapi ia sangat menyayangi keluarganya.
"Kekeke.. Pak Tua, ini hanyalah awal.." Kai berhenti berbicara dan mengalihkan pandangan pada Istri Xiao Lun.
Merasakan dirinya mendapat tatapan dingin dari pemuda berbaju serba hitam di depannya, Tubuh Istri Xiao Lun seketika gemetar tak terkendali.
"Kekeke.. Pak Tua, bukankah ini istrimu? Haha aku punya ide yang bagus.."
"Kalian semua, jika kalian ingin keluar hidup-hidup dari situasi ini... Perkosa Dia!!" Kai dengan dingin memberikan terapannya pada setiap orang dan menunjuk Istri Xiao Lun.
"Bangsat!! jika ada diantara kalian yang berani menyentuh istriku, aku akan membunuh kalian dengan tanganku sendiri!!" Ucap Xiao Lun yang saat ini sedang berlutut menahan Tekanan dari Kai.
Melihat tidak ada yang berani maju, Kai mengerutkan kening, "Apakah kalian semua bodoh? Kenapa kalian takut pada orang yang sebentar lagi akan mati. Sebaiknya kalian melakukan yang terbaik untuk bertahan hidup dengan memperk*sa perempuan ini.."
Dengan pernyataan Kai barusan, Xiao Lun mengeluarkan keringat dingin yang membasahi punggungnya. Dari telinganya, dia mendengar suara-suara yang membuatnya menjadi semakin ketakutan.
"Dia benar!! Dalam situasi saat ini, bertahan hidup adalah yang paling penting, Patriak juga tidak dapat berbuat apa-apa dalam situasi saat ini, Kita bisa saja Mwehehe...."
Pada akhirnya, salah seorang dari Keluarga Xiao berdiri, hal yang paling tidak terduga adalah dia seorang Tetua dan juga teman baik Xiao Lun.
"Xiao Chu, Apa maksud dari semua ini hah!!" Xiao Lun sangat terkejut dan marah dalam hatinya, Sebenarnya teman dekat dan bahkan sudah dia anggap saudaranya sendiri mengkhianati dirinya.
"Bodoh. Apakah kamu tidak tahu situasi kita saat ini? Kamu bisa tenang bahwa orang yang akan memperk*sa Istrimu adalah aku dan bukan orang lain.."
Xiao Chu mengungkapkan senyuman cabul sambil memandang Tubuh Istri Xiao Lun.
"Kamu!! Dasar Penghianat!!"
Plakk!!
Sementara itu, Kai yang merupakan orang yang merencanakan semua ini mengungkapkan sebuah senyuman jahat.
Dia memandang Xiao Lun dan segera menghilangkan tekanan yang membatasinya.
"Kekeke.. Sebenatar lagi akan ada hal yang menarik untuk di tonton!" Batin Kai dengan penuh niat jahat.
Sedangkan Xiao Lun yamg sadat akan tekanan yang menghilang sedikit terkejut, tetapi di detik berikutnya Ia tidak lagi memikirkan hal lain selain menghajae dan menghabisi Xiao Chu.
"Kau Chu Bangs*t!! Rasakan ini!!.. "
Xiao Lun melesat dan menyerang menggunakan cakar, Sedangkan Xiao Chu yang tidak sadar akan serangan dari Xiao Lun yang tiba-tiba terlambat menghindar.
Duarr!!
Dia terkena serangan dari Xiao Lun tepat di punggungnya. Dia terpental jauh hingga menabrak sebuah dinding yang terbuat dari batu yang sasgat keras.
"Khuaakk!! Uhukk!.. Bangs*t, beraninya kau menyerang ku secara diam-diam.. Mati kau!!".
Melihat seluruh rencananya berhasil, Kai segera mengalihkan pandangan pada Istri Xiao Lun. Kai menggunakan sebuah teknik untuk mengunci suara dari Istri Xiao Lun dan yang lainnya.
Dia kemudian segera memerintahkan Undead Satu untuk memperk*sanya...
Dengan suaranya yang terkunci, Xiao Lun tidak menyadari istrinya yang sedang diperk*sa oleh seorang mayat hidup dan fokus pada pertarungan nya dengan Xiao Chu.
"Bakar mereka semua hidup-hidup!!" Kai berkata dingin pada Undead dua, setelah itu menanamkan pikiran nya pada setiap Undead yang ada.
Mereka dengan cepat mengikat setiap anggota dari Keluarga Xiao dengan seutas tali panjang yang sudah dilapisi Qi. Kemudian, Kai membuat Api yang begitu besar dan sangat panas di tengah-tengah Halaman.
Pada Akhirnya, dibawah sinar matahari yang begitu terik. Abu dari mayat keluarga Xiao bertebaran dimana-mana dan terhempas di udara karena angin kencang.
Xiao Lun segera menyadari ada sesuatu yang salah, "Bajingan!! Kita hentikan dulu pertarungan kita, apakah kau tidak merasa aneh sedari tadi."
Xiao Chu juga menahan amarahnya dan mulai mencerna apa yang baru saja Xiao Lun katakan, "Kau benar! Sejak pertarungan kita tadi, suasana terasa begitu sepi. Bahkan aku tidak merasakan Aura Kehidupan sekian kita berdua berada disini.."
Tiba-tiba sebuah gelak tawa mengagetkan mereka berdua, "Kekeke.. Beatapa bodohnya kalian berdua. Seluruh Anggota Keluarga Xiao telah musnah sementara kalian beratrung demi seorang wanita? Hahaha Beatapa lucunya itu."
"Apa!!.." Mereka berdua terkejut di waktu yang sama, kemudian segera menyadari bahwa sedari awal mereka telah menjadi badut yang Kai pertontonkan..
"Karena aku sudah puas membalas dendam! Aku akan memberi kalian berdua kematian yang singkat!!"
"Badai Neraka!!..."
Whuss!!
Gelombang angin segera berubah, Niat menbunuh dan Aura Kematian segera berkumpul menjadi satu..
Kai menggenggam erat Pedang Kaisar dengan kedua tangannya, Setelah itu dia menbas Lurus Kedepan.
Dari tebasan nya barusan, Keluar teriakan-teriakan dan jiwa orang yang mati berkumpul menjadi satu dan membentuk sebuah badai yang sangat besar.
Badai itu segera berkumpul di satu titik dan meledakkan Xiao Lun, Xiao Chu dan Wilayah Keluarga Xiao secara Keseluruhan..
***
Bersambung...