
Melihat Kai makan dengan begitu lahap, Biao Jian meneteskan air liur dari mulutnya. Dia tanpa ragu mengambil sendok yang terbuat dari kayu dan memakan sup yang terdapat daging bintang di dalamnya.
"Whoa, tuan, ini enak.." Biao Jian menatap Zhukai dan memberinya senyuman manis.
Kai juga tersenyum, kemudian dia memperkuat pendengarannya dengan Qi miliknya untuk mencari beberapa informasi yang berguna untuknya.
"Hahaha, kau tahu? Gadis di rumah bordil kemarin benar-benar mantap. Tapi harganya sangat mahal untuk satu malam.."
"Cih, tidak usah menceritakannya!! Membuatku iri saja..."
Kai mengabaikan informasi yang tidak penting dan secara terus-menerus mencari beberapa informasi yang berguna untuknya.
"Hei, apakah kau mendengar sebuah kabar bahwa baru-baru sang penguasa Benua Ashura mengambil seorang murid dari Dataran Jie?"
"Benarkah itu? Kenapa orang terhormat seperti dirinya mengambil orang lemah dari Dataran Jie? Bukankah ada banyak orang jenius di Dataran Luo?" Tanya pemuda lain tak percaya.
"Aku tidak tahu, tapi yang kudengar dari Paman ku orang itu memiliki Bloodline tingkat Mistis!!.."
"Bloodline tingkat Mistis? Haha jangan membuatku tertawa.. Apa kau tahu berapa banyak orang yang memiliki Bloodline tingkat Mistis di Dataran Luo? Mereka semua tidak lebih dari lima orang.."
"Dasar bodoh!! Jika kau tidak percaya ya sudah.." Ucap pemuda itu dengan sedikit kesal.
Sementara itu, Kai menghentikan makannya dan mukai mengumpulkan informasi lebih banyak lagi.
"Jadi wanita itu benar-benar menjadi murid penguasa Alam Dewa? Aku tidak tahu sekuat apa dia ketika bertemu denganku kembali..."
Tak berselang lama setelah itu, Kai mendengar obrolan seseorang yang membuatnya tertarik.
"Darimana kau menemukan benda ini?" Ucap suara seorang pria paruh baya tertarik ketika temannya mengeluarkan sebuah bola berwarna hitam yang mengandung Energi Spiritual yang cukup padat.
"Hehe, aku tahu kau akan bertanya tentang itu..." Agar orang lain tidak mendengar, pria setengah baya itu berbisik dengan suara yang sangat pelan.
Tetapi Kai dapat mendengar semua itu dengan sangat jelas, pendengarannya yang telah meningkat beberapa kali lipat ketika Kai masuk ke Ranah Chaos God. Apalagi dengan bantuan Qi, pendengaran Zhukai meningkat dua kali lipat.
"...."
Kai mengungkapkan sebuah senyuman tipis di wajahnya, dia mengambil semangkuk sup dan mulai menikmatinya.
"Lembah racun hitam? Terimakasih atas informasi gratisnya.." Kai terkekeh senang dalam hatinya, ketika semua makanan yang dia pesan telah habis. Dia segera berjalan menuju kemeja pembayaran untuk membayar semua itu.
Kai menghabiskan hampir 20 batu raja untuk semua makanan yang dia pesan, itu jumlah yang sangat fantastis hanya untuk sebuah makanan saja.
Tetapi, Kai dapat merasakan tubuhnya sedikit diperkuat ketika selesai mengkonsumsi makanan dari Rumah Hea.
"Jian'er, ayo pergi.."
"Baik tuan..."
Kai dan Biao Jian berjalan menuju tangga untuk keluar dari Rumah Makan Hea, sayangnya langkahnya terhenti oleh sosok perempuan yang tak lain adalah Meng Yudie.
"Ada apa, kenapa menghalangi jalan kami?.." Kai berkata dengan sangat dingin sambil menunjukkan ketidaksenangan.
Sementara itu, Meng Yudie hanya tersenyum lebar dibawah tatapan tajam dari Zhukai seolah-olah dia mengharapkannya.
"Pria tampan, apakah kamu tertarik untuk bermain dengan wanita ini.." Meng Yudie mendekat dan berbisik ditelinga Zhukai dengan sangat panas.
"Tch, cepat pergi!! Kau menganggu saja.."
Kai mendorong tubuh Meng Yudie pelan dan menarik tangan Biao Jian untuk segera keluar dari rumah makan.
Tetapi setelah melihat angkatan tangan dari Meng Yudie, mereka segera menurunkan senjata mereka dan kembali bersikap biasa.
Melihat kepergian Zhukai dan Biao Jian, senyuman di wajah Meng Yudie segera menghilang.
Pandangannya menjadi semakin dingin dan dia bergumam pelan, "Cih, tidak pernah ada seorang pria pun yang pernah menolak pesonaku! Insting wanitaku mengatakan kalau dia adalah seorang pria yang berbahaya. Tetapi ada sesuatu darinya yang membuatku tertarik padanya."
Hal itu sudah dia rasakan sejak pertama kali bertemu dengan Zhukai, pandangan matanya yang dingin serta sifatnya yang acuh tak acuh membuat Meng Yudie benar-benar tertarik padanya. Tetapi ada hal lain selain itu yang membangkitkan rasa penasarannya.
"Apakah dia mengira diriku sudah menikah? Atau mungkin itu hal yang lain?",
"Hmm, mungkinkah itu aura miliknya? Kenapa aku merasakan sedikit kehadiran milik tuan darinya?"
Sebenarnya Meng Yudie merupakan seseorang dari benua Ashura. Dia berada di Kerajaan Xiaoli karena perintah langsung dari penguasa Benua Ashura untuk mencari sebuah benda di Kerajaan Xiaoli.
Sementara itu, Kai dan Biao Jian telah meninggalkan Kota Xiaoli dan menuju ke Lembah racun hitam.
Kai menuju kesana dengan menaiki Biao Jian yang telah mengubah wujudnya menjadi Phoenix.
Lembah racun hitam berada di beberapa ratus mil ke selatan dari Kota Xiaoli, karena jaraknya cukup dekat, Kai hanya membutuhkan waktu satu jam untuk sampai.
Seperti namanya, ketika Kai berada di bagian luar dari lembah racun hitam. Dia bisa merasakan racun tang secara langsung menusuk kedalam tubuhnya.
"Jian'er, kamu sebaiknya masuk ke Dunia Jiwa! Akan terlalu berbahaya jika kamu ikut masuk bersamaku kedalam hutan."
"Tapi tuan..." Meski Biao Jian ingin menolak, tetapi setelah mendapat tatapan lembut dari Zhukai, dia segera mengangguk dan masuk kedalam Dunia Jiwa.
Setelah melihat Biao Jian masuk kedalam Dunia Jiwa, Kai segera berjalan maju untuk masuk kedalam hutan racun tanpa rasa takut.
Karena Biao Jian tidak memiliki ketahanan terhadap racun, Kai sangat takut jika dia berada dalam situasi berbahaya karena dirinya.
Sementara itu, karena dirinya mempunyai tubuh Dewa kematian, racun bukanlah hal yang dia takutkan. Sebaliknya, ketika tubuhnya menyerap racun, itu bisa membantu meningkatkan sedikit Kultivasinya.
Bagian luar dari lembah racun hitam hanyalah pepohonan yang sangat lebat dengan banyak rawa dan juga jebakan disana.
"Hmm, aku tidak merasakan aura kehidupan disekitar sini, mungkinkah bahaya di tempat ini hanyalah racun saja? Jika benar, maka ini akan terlalu mudah.."
Sayangnya, tak berselang lama setelah Kai mengatakan itu, sosok bayangan bayangan hitam menyerang nya dengan kecepatan tinggi.
Meski begitu, dengan refleknya yang luar biasa. Kai menghindari serangan itu dan memberikan serangan balasan berupa pukulan keras kearah bayangan hitam itu.
"Eh, Tulang?.." Kai menatap lurus kearah bayangan hitam tadi dan segera menyadari bahwa sosok itu adalah Undead..
"Ada Undead disini? Pantas saja aku tidak merasakan Aura Kehidupan di sekitar sini..".
"Ada yang aneh, Tidak biasanya Undead menyerang seorang diri.."
Karena biasanya Undead itu berkelompok, Kai sedikit curiga dengan situasinya saat ini. Dia menggunakan Persepsi Ilahinya untuk memeriksa area disekitarnya.
Benar saja, tak jauh dari tempatnya berada. Ada aura membunuh yang berkumpul di satu tempat dan niat membunuh itu sangat pekat.
"Hmm, ada yang tidak beres disini.."
Kai menghilang menjadi asap hitam dan melesat pergi menuju tempat dimana Aura membunuh itu berada.
***
Bersambung..