Re-system

Re-system
Pengungsi di Gerbang Kota



Karena Zhukai menghabiskan waktu malam hari nya bersama Qi Yue, dia tertidur sangat lelap.


Dia sudah lupa berapa lama ia bisa tertidur selelap itu. Karena setiap harinya Zhukai terus berkultivasi, ia jarang sekali beristirahat, apalagi tertidur selelap itu.


Bahkan ketika pagi hari sudah tiba, Zhukai masih tertidur dengan salah satu tangannya memeluk erat tubuh Qi Yue.


Sementara itu, Qi Yue sudah terbangun sedari tadi. Dia tidak membangunkan Zhukai melainkan hanya terus memandang wajah Zhukai untuk waktu yang lama.


"Hehehe, suamiku yang sedang tertidur masih sangat tampan." Qi Yue tersenyum menggoda sambil menyentuh pipi Zhukai beberapa kali.


Setelah berselang satu jam, Zhukai akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia menguap beberapa kali dan merasa bahwa tubuhnya terasa sangat ringan dan pikirannya menjadi semakin jernih.


Ketika dia menoleh ke kiri, dia melihat bahwa Qi Yue masih memandangnya dengan senyuman lebar.


"Apa? Apakah ada sesuatu di wajahku?" Zhukai menatap mata Qi Yue, bertanya lembut.


"Hmm, apa yaa... Kurasa kamu terlihat sangat tampan saat baru bangun Hubby." Qi Yue berkata sambil tersenyum menggoda.


Zhukai sedikit senang dengan perkataan Qi Yue, tetapi setelah ia kembali ke akal sehatnya, Zhukai segera berdiri dan mematikan api unggun yang masih menyala.


Dia kembali menatap Qi Yue dan bertanya, "Kenapa kamu tidak membangunkan ku?"


"Tidak apa-apa, hanya saja kamu terlihat sangat kelelahan saat tertidur. Suamiku, sebaiknya kamu juga harus memperhatikan kondisi tubuhmu." Qi Yue berkata dengan cemas dengan salah satu tangannya menggenggam pergelangan Zhukai.


"Terimakasih, aku akan meluangkan waktu istirahat lain kali."


Qi Yue tersenyum senang setelah mendengar jawaban Zhukai, dia juga tidak tinggal lebih lama dengan alasan yang sama.


Setelah kepergian Qi Yue, Zhukai juga berniat pergi meninggalkan Alam Neraka. Tetapi sebelum itu, ada sebuah ide yang terbesit dalam benaknya.


"Karena aku akan kembali kesini tak lama lagi, apakah aku sebaiknya membangun sebuah rumah?" Batin Zhukai.


Setelah berfikir untuk waktu yang cukup lama, Zhukai akhirnya memutuskan untuk membangun rumah di sekitar reruntuhan Shura.


Waktu terus berjalan, tak terasa bahwa itu, tiga hari sudah berlalu.


Saat ini, tak jauh dari reruntuhan Shura, sekitar, 500 meter dari sana, terlihat sebuah rumah yang cukup sederhana dengan bangunan nya yang terbuat dari kayu.


"Kurasa ini sudah cukup..." Zhukai tertawa lepas dengan senyuman puas.


Meski itu hanyalah sebuah rumah yang sederhana, tetapi Zhukai membuatnya sendiri dengan kedua tangannya.


Itu saja sudah cukup untuk membuat Zhukai merasa puas.


Dia masuk kedalam rumah, membersihkan tubuhnya dan mulai bersiap diri untuk pergi meninggalkan Alam Neraka.


"Hmm, sudah aku tentukan! Tujuanku selanjutnya adalah Alam Cahaya."


Alasan mengapa Zhukai memilih Alam itu bukan karena Dewa Cahaya yang lemah, melainkan karena ada sesuatu harta yang Kai butuhkan berada disana.


Jika Zhukai dapat mendapatkan harta itu dan menggabungkannya dengan Mutiara Roh Air, ia tidak bisa membayangkan seberapa kuatnya peningkatannya saat itu.


"Yao'er, aku minta maaf, tapi tunggulah aku sebentar lagi. Setelah aku menyelesaikan urusanku di Alam Cahaya, aku akan menjemputmu disana."


Tubuh Zhukai perlahan menghilang, ketika dia muncul, itu adalah di sebuah tempat gelap dan begitu hampa.


Ada ribuan cahaya yang bersinar setiap kali Zhukai memandang ke sekitarnya. Tetapi sebelum Zhukai memutuskan arah perginya, ia meminta lokasi Alam Cahaya pada Yi.


"Baiklah..."


Zhukai mulai mengedarkan energi bintang ke setiap sisi tubuhnya, ia mulai melesat dengan kecepatan yang sangat cepat.


Hanya kurang dari satu hari, Zhukai akhirnya sampai di tempat yang akan di tujunya.


Alam Cahaya, tempat dimana Light God berada.


Diantara sebelas dewa perang kuno, Light God ada di posisi keempat, satu tingkat dibawah Moon God.


Meski begitu, Light God memiliki satu kelemahan yang fatal yang hanya di ketahui Zhukai dan juga seroang Kultivator bernama Ye Chen.


Itu adalah berkah ilahi nya yang hanya bisa diaktifkan dalam momen-momen tertentu.


Zhukai menjatuhkan tubuhnya untuk masuk kedalam Alam Cahaya. Tetapi setelah dia melihat lorong dimensi yang terhubung kedalam Alam Cahaya, Kai membelah ruang dimensi itu dengan pedang hitamnya, kemudian terbang masuk.


Setelah berselang cukup lama, Zhukai akhirnya menemukan setitik cahaya. Dia menambah kecepatannya untuk melesat masuk kedalam titik cahaya itu.


Ketika Zhukai keluar sepenuhnya, suhu di sekitarnya tiba-tiba meningkat drastis.


Ia mendongak keatas dan minat bahwa ada tujuh bola cahaya yang terus berputar di atas langit.


Alam Cahaya tidak pernah mengalami apa itu malam hari, jadi tidak ada yang namanya malam hari di Alam Cahaya.


"Hmm, seperti yang aku perkirakan, tidak ada yang berubah dari Alam Cahaya."


Zhukai bergumam, dia menoleh kesamping dan melihat bahwa pohon-pohon yang tertanam disana mengeluarkan buah yang berwarna emas menyala.


Meski warna buah itu terlihat aneh, tetapi sebenarnya energi cahaya yang terkandung di dalamnya cukup banyak.


Kai memetik salah satu buah yang sudah matang, dia menggigit buah itu kemudian membuang nya.


"Apa yang dikatakan orang itu memang benar, energi cahaya yang terkandung di dalamnya cukup banyak." Orang yang Kai maksud adalah saudaranya, Sun Wukong.


Dia pernah bepergian ke berbagai Alam dan banyak mencuri harta-harta berharga milik dewa perang kuno.


Hal itu juga yang membuat keberadaan Sun Wukong sangat di benci oleh dewa perang kuno.


Selain ada banyak yang membencinya, juga tentu ada banyak Kultivator yang mengikuti Sun Wukong karena keberaniannya.


Tetapi setelah kematian Dewa Bintang, Sun Wukong tidak pernah terlihat sama sekali.


Namanya juga perlahan-lahan dilupakan oleh banyak orang.


"Haa, kuharap aku bisa bertemu dengannya lagi suatu saat."


Zhukai menghela nafas, dia menatap lurus dan mulai mengedarkan Qi ke suruh tubuhnya.


Tubuhnya terasa sangat ringan dan Zhukai mulai terbang keatas.


Dalam jarak pandangnya, Zhukai hanya melihat banyaknya pohon-pohon hijau dan banyak gunung di depannya.


"Haa, sepertinya aku tersesat di tempat antah berantah lagi."


Kai memejamkan kedua matanya, dia hanya mengikuti intuisinya.


"Utara ya?"


Zhukai berbalik dan menuju ke arah Utara, dia mulai mengedarkan Qi lagi dan mulai melesat terbang ke Utara.


Setelah berselang dua hari, Zhukai akhirnya melihat sebuah kota yang besar, dengan banyak tembok yang terbuat dari emas dan batu cahaya.


Meski Zhukai sudah banyak menemukan kota-kota besar seperti itu, tetapi apa yang membuatnya tertarik adalah karena ribuan orang yang mengantri di depan pintu gerbang.


Ada banyak orang, mulai dari anak-anak sampai lansia berantri menunggu bagian mereka untuk masuk kedalam kota.


Jika Zhukai melihat mereka lebih dekat, hampir semua orang terlihat pucat dengan tubuh merekanyang cukup kurus.


"Mereka ... Mencoba mengungsi bukan?"


Meski Zhukai cukup membenci Light God, tetapi para penduduk Alam Cahaya tidak memiliki hubungan dengan mereka.


Kai hanya membenci Sekte Cahaya dan Light God saja, tetapi untuk penduduk Alam Cahaya, Zhukai tidak begitu membenci mereka.


Ketika Zhukai melihat wajah penjaga gerbang, mereka begitu acuh tak acuh. "Apa!! di depan mereka ada banyak orang kelaparan, mengapa mereka hanya bersikap acuh." Zhukai bergumam marah.


Karena Zhukai sedikit kasihan melihat kondisi mereka, dia memutuskan untuk turun dan memberi mereka.


Kai mungkin menemukan beberapa bakat tersembunyi diantara ribuan orang itu.


***


Bersambung..