Re-system

Re-system
Kedatangan Utusan Sekte Matahari.



Setelah lubang hitam itu tertutup secara perlahan dan menghilang, notifikasi dari Systemnya terdengar.


[Kai Gege berhasil membunuh Iblis Agung, Original God tingkat kelima. Mendapatkan 20 juta Poin Takdir, mendapatkan 40 juta Poin pengalaman]


Ding.


[Kai Gege berhasil menyelesaikan Quest yang System berikan. Menghitung hadiah..]


[10 Juta Poin Takdir dan Keterampilan terlarang ras iblis (Acak)]


Dengan kematian Iblis Agung, para bawahannya dengan cepat melemah. Mereka kehilangan kekuatan yang Iblis Agung berikan pada mereka, yaitu peningkatan kekuatan.


Dengan begitu, Tang He akhirnya terbunuh di tangan Jiang Wuchun. Ia juga dengan cepat membasmi setiap ras iblis yang mengikutinya untuk memberontak.


"K–Kami menyerah, tolong jangan bunuh ka–..."


Jiang Wuchun tidak peduli dengan itu semua dan berteriak keras pada bawahnya, "Bunuh Mereka semua! Pengkhianat seperti mereka tidak layak untuk hidup."


Melihat ketegasan yang Jiang Wuchun tunjukkan membuat para bawahannya menjadi semakin hormat kepadanya.


Dengan begitu, hanya berselang beberapa menit. Seluruh pasukan Iblis yang memberontak telah di bantai habis.


Tetapi pasukan Kekaisaran juga mendapat korban yang tidak sedikit. Ada ratusan yang meninggal dan ribuan yang terluka parah.


Untuk Zhukai yang tidak bisa bergerak, dia memerintahkan Undeadnya untuk ikut memburu para iblis itu.


Dia tidak berniat sedikitpun untuk membiarkan poin grasinya hilang begitu saja.


Kai berdiri dengan kedua lengannya yang dibalut dengan kain. Selain meridiannya yang pecah, tulangnya juga hancur akibat ledakan dari meridiannya.


Setelah mereka semua kembali ke Kekaisaran dengan kemenangan, mereka semua mendapat sambutan hangat dari penduduk disana.


Pesta yang begitu besar akhirnya diselenggarakan oleh Kaisar Wuchun untuk merayakan kemenangan.


Kai sendiri sibuk berlatih di kamarnya sambil bermain dengan anaknya. Ia juga sesekali melakukan itu bersama dengan kekasihnya.


Selang satu minggu setelah perang itu, semua desa dan kota yang hancur akibat serangan dari Iblis Agung telah di bangun ulang.


Di halaman Istana, terlihat ada banyak orang berkumpul. Bahkan Kaisar dan permaisuri juga berdiri disana.


"Jadi ayah mertua dan ibu mertua, aku akan kembali pulang. Aku akan mengunjungi kalian lain kali." Kai membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat.


"Terimakasih, jika bukan karena mu mungkin peperangan waktu itu akan menjadi kekalahan kami."


"Hahaha, tidak perlu berterimakasih seperti itu Ayah Mertua. Itu sudah menjadi kewajiban ku, kalau begitu selamat tinggal."


Kai melambaikan tangannya dan berjalan masuk kedalam portal yang tak jauh darinya. Sementara itu, semua kekasihnya sedang menunggunya tepat di pinggir portal.


"Ayah, Ibu.. Selamat tinggal."


Dengan begitu, ketika Kai dan kekasihnya masuk kedalam portal. Portal itu perlahan menutup dan lenyap seketika.


Tepat di halaman depan rumahnya, sebuah portal tiba-tiba muncul dan dari dalam portal itu, Zhukai dan kekasihnya berjalan keluar.


Kai tidak langsung pergi ke Alam Dewa melainkan memilih untuk menghabiskan satu hari lagi bersama istrinya.


Esok paginya, Zhukai yang sudah berpakaian rapi melambaikan tangannya pada sepuluh wanita yang berdiri tepat di pintu halaman.


Sementara itu, Gadis kecil yang merupakan putrinya terus menangis tanpa henti dalam pelukan Chi Yan.


"Maafkan ayah putriku, setiap satu bulan sekali ayah pasti kembali."


Meski Kai mencoba untuk menghiburnya, Zhu Yan sama sekali tidak mendengarkan perkataan nya malah menangis semakin keras.


"Tidak apa-apa sayang, kami semua akan menjaganya.." Chi Yan berkata sambil terus mencoba menenangkan putrinya.


Mendengar itu, Kai memberi anggukan dan segera berjalan pergi memasuki portal.


Seolah pandangannya baru saja berubah, Kai berdiri sambil melihat ke sekelilingnya. Ternyata dia kembali ke goa yang sangat gelap yang merupakan tempat dimana ia masuk ke dunia jiwa.


"Hmm, untuk pertama-tama aku akan pergi ke Kekaisaran untuk mengisi perutku."


Kai menghilang menjadi kumpulan asap hitam dan muncul kembali tepat di dalam hutan yang berada dekat dengan Kekaisaran Xuanzhen.


Ia kembali teringat tentang Kaisar Xuanzhen dan tiga kekuatan lainnya yang membuatnya terluka cukup parah.


"Haha, mungkin akan menyenangkan jika aku memberi mereka sedikit pelajaran."


Kai menggunakan lapisan tak terlihat untuk menyusup kedalam Rumah Bangsawan Len, disana dia mencuri hampir seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Rumah Bangsawan Len.


Ia menaruh sihir ilusi dan juga sepucuk kertas disana. Setelah puas merampok Rumah Bangsawan Len, dia beralih menuju ke Akademi Kekaisaran.


Kai disana tidak untuk mencuri', tetapi ia membakar dan menghancurkan asrama dan juga hutan disana.


Kepala akademi yang mengetahui hal itu menjadi sangat marah. Dia memerintahkan kepada seluruh murid akademi untuk mencari pelakunya, hingga akhirnya salah satu murid dalam Akademi menemukan sepucuk kertas yang ada di bawah pohon Pinus yang tidak terbakar.


Ketika Ji Gong (Kepala Akademi) membaca habis seluruh tulisan dalam surat itu, amarah dalam tubuhnya semakin terbakar.


"Bangsat!! siapa yang berani melakukan ini!!." Tepat setelah itu, kertas yang ada di tangannya tiba-tiba terbakar.


Sementara itu, setelah Zhukai membakar asrama dan juga hutan di Akademi Kekaisaran. Tujuan selanjutnya adalah Istana Kaisar.


Dia mendengar bahwa Kaisar Xuanzhen saat ini sedang tidak ada di istana. Meski itu sangat disayangkan tetapi tidak ada yang bisa Kai lakukan untuk itu.


Dia merampok semua harta di gudang istana dan mempermalukan istri dan anak-anaknya dengan menelanjangi mereka di depan umum.


Kabar tentang hilangnya seluruh harta milik Rumah Bangsawan Len dan hancurnya asrama Akademi Kekaisaran serta penghinaan terhadap Istana Kaisar menyebar luas ke seluruh penjuru kota.


Di setiap sudut kota, mereka terus membicarakan tentang hal tersebut.


Di dalam Rumah Lelang Huang yang baru saja mengadakan pelelangan di datangi oleh banyak orang.


Beberapa tokoh penting seperti Len Kuo, Jo Gong, dan Kaisar Xuanzhen menghadiri lelang tersebut.


Semua orang yang ikut hadir juga ikut terkejut dengan kehadiran mereka bertiga.


"Apa yang dilakukan oleh tiga orang terkuat di Kekaisaran Xuanzhen disini. Bukankah barang yang akan dilelang kali ini tidak cukup bagus sampai menarik perhatian mereka?" Salah seorang tamu lelang bertanya pada teman di sampingnya.


"Aku juga tidak tahu, mungkin ini ada hubungan dengan orang yang mempermalukan reputasi mereka bertiga."


Sementara itu, seorang pria yang duduk di lantai kelima pelelangan duduk sambil menatap mereka bertiga dengan senyum menyeringai.


"Jadi mereka sudah tahu itu aku..."


Kai sama sekali tidak terkejut dengan itu, malah itu akan membuatnya lebih mudah untuk mempermalukan mereka bertiga.


"Apakah dia akan datang di pelelangan ini?" Kaisar Xuanzhen menatap Ji Gong sambil bertanya.


"Mungkin itu hanya tebakanku, tapi kemungkinannya sangat besar." Jawab Ji Gong acuh tak acuh sambil menyesap teh yang di sediakan oleh rumah lelang.


Sementara itu, pemilik rumah lelang sendiri. Dia duduk di depan seorang pria paruh baya dengan penuh bekas luka di wajahnya.


Ekspresi nya yang sangat dingin menatap tajam pada Mu Hanyan


"Jadi maksudmu, orang yang telah membunuh juniorku masih ada di sini?" Ujar Pria dengan wajah garang itu.


"Y–Yaa.. Itu benar." Jawab Mu Hanyan terbata-bata.


"Hehe, berani membunuh murid dari sekte matahari, apalagi dia adalah orang yang aku cintai. Aku pasti akan membunuhnya dengan kejam."


***


Bersambung..