Re-system

Re-system
Tiba Di Dataran Jie



"Apa Hamil? Benarkah itu Sayan–.. Hoekkk.." Chiyan berguru terkejut mendengar teriakan Kai yang tiba-tiba, tetapi rasa mual tak kunjung hilang darinya.


Sementara itu, Kai yang terlihat sedikit khawatir mulai menggunakan Energi Qi miliknya untuk membuat tubuh Chiyan tenang.


Meski begitu, perasaan mual rak kunjung hilang. Hingga beberapa waktu kemudian, tubuh Chiyan sudah sangat lemas dan perasaan mual di rubuhnya juga sudah menghilang.


Kai dengan sigap menggendong tubuh Chiyan dan membawanya keatas kasur. Sementara itu, Ke-enam Istri Kai yang lain juga mulai berdatangan untuk melihat kondisi Chiyan saat ini.


"Kai Gege, apa yang terjadi." Jiuyang Lin yang baru saja tiba segera bertanya tanpa menyembunyikan ekspresi khawatir di wajahnya.


Hal yang sama juga di tunjukkan oleh lima orang yang lain.


Melihat rasa ingin tahu dari ke-enam Istrinya, Kai menghela nafas dan mulai menjelaskan.


"..... Jadi, Yan'er mungkin saja Hamil.."


"Apa!!!! Hamill!!!..."


Reaksi mereka semua tak jauh berbeda dari apa yang kai rasakan kecuali Yi dan Yui yang sudah tahu sedari awal.


Mereka semua segera bergegas kearah Chiyan untuk menanyai tentang kondisinya, "Kakak Chiyan, apakah kamu baik-baik saja.."


"Kakak..."


"...."


Kai mengerutkan keningnya dan mulai berkata dengan tegas, "Kalian semua berhenti mengganggunya!! Yan'er mungkin terlalu lelah untuk saat ini, biarkan dia istirahat.."


Dengan kata-kata tegas Kai barusan, ke-enam Istrinya seketika terdiam. Kai menghela nafas dan menatap istrinya, dia berkata dengan suara pelan.


"Maaf karena berteriak kasar pada kalian, tapi kalian juga harus tahu bahwa saat ini Yan'er sedang hamil dan butuh istirahat yang cukup."


"Kami tahu Kai Gege, Aku minta maaf." Jiuyang Lin segera meminta maaf.


"Aku juga minta maaf.." Yola dan Xue Yu juga berkata secara bersamaan.


"Baguslah karena kalian tahu kesalahan masing-masing. Mari kita keluar dan biarkan Yan'er beristirahat."


Mereka semua mengangguk dengan patuh dan segera beranjak pergi. Sementara itu, Kai membuka Toko System dan menggeser layar Hologram kebawah seolah-olah mencari sesuatu.


"Kurasa mereka akan menyukai ini.."


Di dalam ruang makan, Yi dan yang lainnya tengah sibuk menikmati makanan mereka masing-masing.


Secara tiba-tiba, Kai datang dengan senyum terukir di wajahnya. "Ada apa Hubby? Wajahmu aneh lho." Yui berkata sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Kalian semua, tutup mata kalian!!.."


Mendengar hal itu, mereka dengan patuh mengangguk. Tak berselang lama, suara Zhukai kembali terdengar di telinga mereka.


"Kalian bisa membuka mata."


"Aahhh~..." Sontak semua orang berteriak kaget tak terkecuali Yi dan Yui.


"Ini indah sekali.."


Sebenarnya, di leher setiap orang terpasang sebuah kalung yang memiliki warna yang mengikuti warna rambut orang itu.


Sementara itu, bahan yang Kai gunakan untuk membuat kalung itu adalah Batu Dewa yang mana itu adalah harta yang sangat langka, bahkan di Dataran Luo sekalipun (Dataran terkuat di Alam Dewa).


"Bagaimana dengan itu? Apakah kalian menyukainya?"


Mereka mengangguk secara bersamaan yang kemudian segera berterima kasih pada Zhukai.


"Kami menyukainya Kai Gege, terimakasih.."


Kai tersenyum dan ikut makan bersama dengan mereka. Setelah dia sudah menyelesaikan makan malamnya, dia segera kembali ke kamar Chiyan untuk mengecek kondisinya.


"Bagaimana keadaan mu Yan'er?" Kai bertanya dengan khawatir.


"Aku sudah lebih baik sayang." Ucap Chiyan, tetapi suaranya begitu pelan.


"Apakah kamu lapar? Aku akan membawakan mu makanan."


Chiyan mengangguk tanpa menolak tawaran Zhukai. Setelah melihat anggukan Chiyan, Kai segera berdiri dan memasak bubur di dapur.


Dia kembali ke kamar dan mulai menyuapi Chiyan dengan sabar. Setelah Chiyan tertidur, Kai memasangkan sebuah kalung yang terbuat dari Batu Dewa, dan itu diukir seperti Hinga sakura. Kai memberikan sebuah ciuman hangat di kening istrinya.


"Selamat tidur.."


Pagi harinya, Kai terbangun dan menyadari Chiyan sudah tidak ada disisinya. "Yan'er dimana kamu.."


Dia segera bergegas dan menggunakan Persepsi Ilahinya untuk mencari keberadaan Chiyan. Tak berselang lama, Kai bernafas lega karena Chiyan saat ini sedang mandi bersama ke-enam saudarinya yang lain.


"Dia ini.. sungguh bersemangat."


Setelah menghabiskan waktunya sebulan penuh untuk merawat Chiyan dan berkultivasi dengan Istrinya yang lain. Kai segera berpamitan untuk pergi keluar dari Dunia Jiwa.


"Istriku, aku pergi.. Sampai Jumpa.."


Kai memasuki portal transparan dan segera menghilang.


****


Dia kembali muncul di Persimpangan Dimensi tempat ia berada ketika hendak memasuki Dunia Jiwa.


"Buka Fitur Perpindahan Alam!!.."


Ding..


Fitur Perpindahan Alam : (Silakan masukan tujuan yang akan di tuju)


"Dataran Jie.. Alam Dewa." Jawab Kai singkat.


Ding


[Kai Gege telah memilih Dataran Jie sebagai tujuan, Syarat : 20 Inti Binatang Buas Peak God Realm]


Kai mengambil 20 Inti Biantang Buas Peak God Realm.


[Syarat telah terpenuhi. Memulai proses pemindahan... 1%... 35%... 65%... 90%... 99%... 100%.]


Whuss!!


Seketika pandangan Zhukai memutih sepenuhnya, tubuhnya perlahan menghilang dari tempat ia berad saat ini.


***


Dataran Jie!!


Dataran Jie adalah dataran terkuat nomor dua di Alam Dewa. Sebenarnya, yang membuat Dataran Jie mendapatkan posisi dua adalah karena 10 kekuatan utama yang memerintah Dataran Jie.


10 Kekuatan itu ialah, Keluarga Lin, Keluarga Nalan, Sekte DuanJin, Sekte Tombak Ilahi, Sekte Kera Suci, Istana Es, Istana Hitam, Lembah Alikima, Kerajaan Juan, Kerajaan Xumeng.


Di antara sepuluh kekuatan itu, Kerajaan Xumeng lah yang terkuat.


Di hutan yang berada di Wilayah Sekte DuanJin, sosok pemuda secara tiba-tiba muncul di antara pepohonan.


Dia tak lain adalah Zhukai, setelah dia meninggalkan Persimpangan Dimensi dengan Fitur Perpindahan Alam, Kai akhirnya sampai di Dataran Jie.


"Hufff Haa... Jadi ini Dataran Jie? Sungguh konsentrasi spiritual yang begitu padat." Kai tersenyum kecil, dia menatap ke sekitarnya dan hanya melihat banyak pohon di sekitarnya.


"Yi'er tolong belikan aku informasi tentang Dataran Jie."


Ding


[Membeli Buku Dataran Jie, menghabiskan 1.000 Poin System.]


Dengan cepat, Kai mengambil sebuah buku dari Inventory yang berisi tentang Informasi Dataran Jie.


"Sekte DuanJin? Kenapa mereka bisa berada di sini?" Kai mengerutkan keningnya sambil mengingat dimana dia memiliki permusuhan dengan Sekte DuanJin ketika berada di Dataran Xuan.


"Hehe, Keluarga Nalan? Kalian yang hampir membuatku terbunuh saat di Dataran Xuan, padahal kita sama sekali tidak memiliki permusuhan. Akan aku ingat dendam diantara kita." Kai berkata sambil tersenyum, dia sama sekali tidak marah ketika membaca informasi tentang keluarga Nalan.


Dia membakar Buku Dataran Jie dengan Api Phoenix nya, setelah itu mulai mengeluarkan sayap di belakang punggungnya.


"Pertama-tama aku harus memberitahu guru tentang kedatanganku.."


Whuss!!


Kai melesat meninggalkan Wilayah Sekte DuanJin dan menuju Kearah dimana Sekte Kera Suci berada.


****


Bersambung..