Re-system

Re-system
Meninggalkan Alam Cahaya



Sun God sama sekali tidak peduli tentang apa alasan Han Zhen melakukan itu. Dia sudah sangat marah karena terbunuhnya He Miao di Alam Dewa.


Dan sekarang salah satu murid kesayangan juga terbunuh, itu sudah sangat memicu amarah di dalam tubuhnya.


"Karena kau berani membunuh salah satu kesayanganku, maka aku sendiri yang akan membunuhmu."


Han Zhen menggerakkan giginya, karena Sun God sama sekali tidak memiliki niat untuk mendengar alasannya. Dia tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri.


"Sialan, dalam situasi ini, aku harus merelakan artefak berhargaku sekali lagi."


Han Zhen mengeluarkan sebuah berlian biru kecil dari balik sakunya, ia menggenggam berlian itu kemudian menghancurkannya menjadi kepingan kecil.


"Hmph, untuk sekarang aku harus melarikan diri terlebih dulu."


Whus!!


Sebuah cahaya biru yang keluar dari dalam berlian segera membuat tubuh Han Zhen menghilang.


Ketika dia muncul kembali itu adalah sebuah hutan yang letaknya jauh dari sekte matahari berada.


Melihat sosok Han Zhen telah menghilang, Sun God mendengus dingin. Dia awalnya hendak memberi Han Zhen kematian mudah, tetapi karena Han Zhen mencoba melarikan diri, itu membuatnya menjadi semakin marah.


"Bagus! bagus! Karena kau mencoba bermain-main denganku, maka jangan salahkan aku jika bertindak kejam."


"Domain Matahari : Sinar Cahaya Pemusnah!."


Sun God memejamkan kedua matanya, energi matahari yang mengalir dalam pembuluh darahnya mulai menyala-nyala.


Saat Sun God membuka kedua matanya, kedua bola matanya mengeluarkan sinar laser berwarna emas yang menembus keatas awan.


Itu adalah salah satu teknik andalan Sun God yang bisa membunuh musuh dari jarak yang sangat jauh.


Selama Han Zhen masih berada di Alam Matahari, dia tidak mungkin bisa selamat dari serangan itu.


Benar saja, saat Han Zhen yang tengah berada di dalam hutan untuk mencari cerah ruang. Dia bisa merasakan energi yang sangat membakar tepat berada di atasnya.


Ketika Han Zhen mendongak keatas, sebuah laser berwarna emas menghantam tubuhnya.


Duarr!!


Ledakan yang sangat keras membuat tubu Han Zhen meledak, pepohonan yang ada disekitarnya juga ikut hancur sampai jarak sepuluh mil.


Jika Zhukai melihat serangan Sun God barusan, dia akan cukup terkejut karena ledakan yang dihasilkan oleh serangan itu sangat besar.


Dulu sekali, saat Zhukai melawan sebelas dewa perang kuno. Sun God pernah menyerangnya dengan teknik itu, tetapi ledakan yang dihasilkan hanya hanya empat mil jauhnya.


Saat potongan tubuh Han Zhen tergeletak di tanah, itu seketika terbakar dibawah panasnya sinar matahari.


Bahkan jiwa Han Zhen sendiri ikut terbakar bersama dengan potongan tubuh beserta organ dalamnya yang tersisa.


Di ruangan Sun God, dia duduk dengan salah satu tangannya menyangga kepalanya.


Dia menatap kearah dua tetua yang baru saja berdiri dan berkata dengan suara serak, "Kirimkan orang untuk memberi sekte langit cahaya kompensasi. Aku tidak ingin memicu perang dengan Light God untuk saat ini."


Kedua tetua itu mengangguk, mereka memberi penghormatan untuk Sun God kemudian berjalan pergi.


***


Saat ini di halaman rumah Zhukai, dua orang laki-laki duduk di depan sebuah meja sambil menikmati arak bersama.


"Jadi ketua sekte, apa yang ingin anda bicarakan padaku?" Paman Ken meneguk cangkir yang berisi arak sembari bertanya.


"Hmm, paman Ken, ada satu hal yang ingin aku katakan padamu."


"Mulai besok, aku akan pergi meninggalkan Sekte Ling Tian, aku harap kamu bisa menjaga sekte ini dengan baik selama aku pergi." Ucap Zhukai saat dia menaruh cangkir arak diatasi meja.


Mendengar ucapan Zhukai yang tiba-tiba, Lung Ken sangat terkejut. Ketika dia hendak menanyakan alasannya pada Zhukai, Kai sudah terlebih dulu berkata.


"Kau ingin bertanya padaku alasannya bukan?"


Paman Ken mengangguk, "Ya ketua sekte, mengapa kamu mengatakan ini secara tiba-tiba?"


Meskipun Paman Ken sedikit keberatan dengan keputusan Zhukai, tetapi ia tetap diam tanpa menunjukkan sedikitpun keberatannya dalam hal itu.


"Jadi, kapan ketua sekte akan pergi?"


Zhukai terlihat berfikir sejenak setelah mendengar pertanyaan Lung Ken, dia meneguk salah satu cangkir kemudian menjawab.


"Besok pagi!."


Tepat setelah pembicaraan itu, Zhukai kembali ke ruangannya untuk mengemasi barang-barang yang ada di dalam sana.


Pada saat pagi harinya, ketika Lung Ken pergi ke kediaman Zhukai. Terdapat secarik kertas yang tertempel pada pintu rumah kayu itu.


Suar itu berisikan salam perpisahan dari Zhukai dan juga perintahnya untuk membuat Sekte Ling Tian terkenal di seluruh Alam Cahaya.


Selain itu, Zhukai juga meninggalkan beberapa artefak langka yang hanya bisa dibuka oleh Lung Ken ataupun ketika orang itu memiliki basis Kultivasi Celestial God Realm.


"Baiklah ketua sekte, aku pasti akan membuat sekte Ling Tian menjadi sekte nomor satu di Al Cahaya."


Paman Ken berjalan menuruni anak tangga, dia mengumpulkan seluruh murid sekte Ling Tian dan memberitahu mereka tentang kepergian Zhukai.


Yu Hanlong yang mendengar itu sangat terkejut. Karena Zhukai adalah penyelamat hidupnya, Yu Hanlong telah mendedikasikan hidupnya untuk sekte Ling Tian.


Tetapi karena Zhukai memiliki perintah lain untuknya, Yu Hanlong hanya bisa pasrah dan mengikuti apa yang Zhukai perintahkan.


Saat ini, di sebuah hutan dengan pepohonan yang memiliki tinggi melebihi sepuluh meter. Sosok pemuda dengan rambut hitam panjang melesat melewati setiap celah yang ada di dalam pepohonan.


"Hmm, jika aku tidak salah mengingatnya. Celah ruang itu pasti ada disekitar sini." Gumam Pemuda itu sambil terus berlari.


Dia tidak lain adalah Zhukai, setelah dia pergi meninggalkan sekte Ling Tian, dia terus memacu kecepatan ke arah barat daya.


Kai sudah pernah datang ke Alam Cahaya beberapa kali, bahkan jika ia sedikit lupa, Kai masih dapat mengingat beberapa tempat penting di pikirannya.


"Ah, aku menemukannya." Kai tersenyum saat persepsi ilahinya menangkap hukum ruang yang sangat kuat.


Dia kembali meningkatkan kecepatannya untuk sampai di tempat tujuannya.


Whuss!!


Siluet Zhukai kembali melesat dengan kecepatan abnormal, hanya berselang beberapa detik. Kai akhirnya sampai di sebuah Padang rumput yang sangat luas.


Udara yang ada di sana sangat bersih tanpa sedikitpun udara kotor.


Pandangan Zhukai menyapu Padang rumput itu hingga berhenti pada sebuah pohon besar yang memancarkan hukum ruang yang sangat kuat.


"Itu pasti celah ruangnya."


Swoshh..


Saat jarak antara Zhukai dan pohon besar itu terpaut sepuluh meter, Zhukai tiba-tiba berhenti melangkah.


Dia mengeluarkan sebilah pedang hitam dari Inventory dan menggenggam gagang pedang itu dengan kuat.


Kai mengalirkan Qi miliknya secara perlahan kedalam pedang hitam, saat ia merasa bahwa itu cukup, Kai akhirnya mengangkat salah satu tangannya.


Slashh!!


Sebuah tebasan pedang tercipta saat Zhukai menebas maju. Ketika tebasan itu mengenai pohon besar, suara ledakan keras terdengar.


Saat kumpulan asap debu yang menutupi batang pohon menghilang, terlihat sebuah lubang dengan Origin energi yang sangat kuat.


"Haahh, sudah sangat lama rasanya ... saatnya aku menjemputmu, Yao'er!."


Kai melangkahkan kakinya maju untuk memasuki lubang di batang pohon itu, saat tubuh Zhukai masuk. Lubang itu menghilang secara misterius.


***


Bersambung..