Re-system

Re-system
CHAPTER 49



Dunia Jiwa~


Kai yang barusan menghilang Dari tahta Istana ternya pergi Ke Dunia Jiwa miliknya, Seperti Biasa Setelah menemui Bibi Yao dan Anak-anak Kai pergi ke tempat Favoritnya yaitu di bawah Pohon mangga dengan angin sepoi-sepoi yang membuat tempat itu menjadi sangat nyaman.


"Hari ini aku lelah sekali, Seperti Biasa tempat ini sangat Nyaman, tapi ada satu hal yang Kurang..." Gumam Kai pelan.


Ketika Kai yang hanyut dalam Pikirannya tak menyadari Yi yang sedang berjalan menghampirinya. Yi saat ini memakai Pakaian Yang Kai Belikan.


Rambutnya yang terurai-urai membuat dirinya menjadi semakin imut, "Kai Gege... Apakah kamu lelah? Gege bisa menggunakan Paha Yi untuk beristirahat."


Kai melirik kearah sumber suara dan melihat Yi yang sedang memegang Kerah bajunya yang tertiup angin.


Brusshh!!


Keluar banyak sekali darah dari hidung Kai, Meskipun Kai telah menutup matanya tapi bayangan Kerah baju Yi yang kelihatan terus menerus muncul di pikiran Kai.


"Kai kau ini pria jantan, Jangan sampai dirimu ****** oleh anak Kecil seperti itu." Ucap Kai terus menerus memperingati dirinya untuk dapat mengendalikan dirinya.


Kai yang saat itu pikirannya sedang Kacau tak saat bahwa Yi telah duduk di sampingnya.


"Gege... Gege... Gege..." Ucap Yi yang terus menerus memanggil Akai yang berada tepat di sampingnya.


Merasa Panggilannya tidak di jawab oleh Kai membuat Yi merasa Kesal, "Kai Gege... Apa Kau mau tidur di Paha Yi!!" Teriak Yi sambil mencubit telinga Kai hingga menjadi merah.


"Aaa... Aduh... Hei itu sakit tahu, Kenapa Kau mencubit Telingaku Yi'er?" Ucap Kai sambil menggosok Telinga miliknya yang telah menjadi merah.


"Hmph... Salah Gege sendiri dari tadi Yi memanggilmu tapi Gege tak menjawabnya." Jawab Yi sambil menggembungkan Pipi kecilnya.


Kai yang sadar apa yang dilakukannya tadi hanya bisa tersenyum canggung, Ia menatap Yi dengan wajah menelaahnya dan mulai memikirkan alasan yang tepat.


"Hahaha... Sebagai Permintaan maaf, bagaimana kalau Gege memberikanmu sebuah Lolipop." Kai membeli sebuah Permen dari System dan memberikannya Pada Yi.


Yi yang saat itu melihat Sebuah Lolipop besar di depannya tak dapat menahan Air liur yang keluar dari mulutnya.


"Hmph... Hanya kali ini saja Ya." tanpa basa-basi Yi langsung mengambil Lolipop Besar yang berada di tangan Kai.


Stelah Yi kembali Ceria, Kai kemudian menaruh Kepala miliknya di atas Paha Yi dan mulai menutup matanya.


"Ha... Ini Rasanya sangat Nyaman." Tanpa Kai sadari dirinya pun akhirnya tertidur dibawah Pohon mangga itu.


Malam Pun akhirnya tiba, Kai perlahan membuka matanya, apa yang pertama kali ia lihat adalah Yi yang sedang bersandar di pohon mangga sambil tertidur lelap.


Kai merasa tidak enak untuk membangunkan Yi jadi Ia duduk dan mulai mencium dahi Yi dan berkata pelan, "Terima kasih Untuk hari ini, Aku berjanji akan membahagiakan mu di masa depan nanti." Bisiknya.


Portal dimensi terlihat di dalam Dunia Jiwa dan Kai pun segera memasukinya. Di Pohon Tempat Kai tidur Yi tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan wajahnya yang berubah menjadi merah seperti tomat.


"Ah, memalukan sekali!!" Ucap Yi mencoba menutupi Wajahnya.


"Bau Tubuh Kai Gege sangat Harum... Aaaa Apa yang Aku pikirkan!! Aku bukanlah orang mesum!" Yi menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba menghilangkan pikiran aneh di kepalanya.


***


Kekaisaran Elang Api~


Di Halaman Istana muncul sebuah Portal Dimensi, Saat Portal itu telah terbuka cukup Besar Kai perlahan Muncul dari dalam Portal itu.


"Hoamm... Ha, Setelah tidur seharian di Dunia Jiwa pikiranku sekarang telah menjadi lebih jernih. Oh, aku baru ingat.. Aku belum membuka Kotak Emas Kecil yang kudapat ketika naik tingkat dari Half Saint menuju keranah Dao."


"Yi, Buka Kotak Emas itu."


[Memuat...25%....50%....75%....100%]


Ding~


Tuan Mendapatkan :


- Elemen Kegelapan (Terbuka)


- Elemen Es (Terbuka)


- Segel Yin dan Yang


- 10 Batu Bintang


- 3 Tiket Gacha System


- 100 Juta Poin System


- 50 Ribu Death Aura


- Mendapatkan 100 Poin Kharisma


"Bagus sekali hadiah yang kudapat hari ini, Bahkan Batu Bintang termasuk Di dalamnya."


"Hmm... Ini, Death Aura!! Sekarang Tubuhku telah menyimpan 100 Ribu Death Aura, jika aku keluarkan itu mungkin akan membuat sebuah Benua menjadi tanah mati."


Death Aura Bukan hanya menyerang Jiwa Seseorang itu juga akan menyerap seluruh Energi di suatu tempat, Jika energi itu belum habis atau Kai tidak menarik Death aura kembali Maka Energi Itu akan terus tersedot hingga habis tak bersisa.


Setelah selesai menyerap Energi Hitam itu, Selang beberapa Menit Batu Bintang yang Akan Kai masukan kedalam Inventory mulai mengeluarkan Cahaya terang, Kai tidak mengetahui bagaimana Batu Bintang itu bisa bercahaya tapi yang Kai yakini Itu pasti ada hubungannya dengan Budidaya Pelahap Bintang yang Kai olah.


10 Baru Bintang itu kemudian melayang di udara seperti lampu yang menyinari gelapnya malam hari itu, Perlahan-lahan Batu Bintang itu mulai terkikis sedikit demi sedikit dan berubah menjadi Abu sepenuhnya.


Abu Berwarna emas itu kemudian langsung berkumpul di Pusat Dantian milik Kai sehingga membuat Kai sedikit Waspada.


Selang 1 Menit Abu Berwarna Emas yang dari tadi terus berputar-putar di dalam Dantian milik Kai mulai menyatu dengan Dantian Kai.


"Ah... Perasaan Ini Nyaman sekali..." Gumam Kai sambil terus menutup matanya menikmati Aliran hangat yang menyebar di seluruh Tubuhnya.


Ding~


[Tuan telah mengkonsumsi 10 Batu Bintang, Budidaya Teknik Pelahap Bintang Milik Tuan telah meningkat sebanyak 11/99, Hisapan Teknik diperluas Hingga Batas maksimal 20 Km]


"Whoaa... Aku hanya mengkonsumsi 10 Batu Bintang, Tapi efeknya.... Sangat Luar Biasa!!"


Dimalam Hari itu Para Penduduk semuanya telah tidur dirumah masing-masing jadi tidak ada yang melihat kejadian saat itu.


Kai akhirnya memutuskan untuk pergi setelah mempelajari Segel Yin dan Yang, Kai menghabiskan 10 Juta Poin System untuk mempelajari Segel Yin dan Yang secara sempurna.


Muncul Sebuah Ribuan Pengetahuan di Kepala Kai yang membuat Dirinya sakit kepala. Kejadian itu terus berlangsung selama 10 menit dan setelah sakit kepala yang Kai alami reda, dirinya langsung Pingsan di tempat.


Ke Esokan Paginya, Kai terbangun dan mendapati Dirinya di sebuah Rumah Tua yang terbuat Dari Bambu.


Kai terus melihat kesamping Kanan dan Kirinya hingga pandangannya tertuju pada sebuah Pintu Kayu yang sudah Tua. Ketika dirinya hendak Keluar dari Tempat tidur itu muncul seorang NenekTua beserta Cucu Perempuan nya.


"Nak... Apakah Kau telah sembuh?" Tanya Nenek Tua itu sambil tersenyum ramah.


"Ah, Aku sudah Baikan, Terimakasih atas pertolongan nya Nek, Suatu Hari nanti Pasti aku akan membalasnya." Ucap Kai.


"Haha.. Tidak perlu terlalu sopan seperti itu Nak, kebetulan saja aku menemukan mu tergeletak di jalan kemarin."


Ketika Kai melihat kembali Nenek Tua di depannya Ia merasakan Aura yang sangat Kuat tapi disembunyikan dengan sangat Baik Oleh Nenek itu.


"Nenek Ini... Aku tidak menyangka Ranahnya telah mencapai Kaisar Dao Puncak, Tapi Nenek itu memiliki bekas luka yang sangat dalam hingga membuat dirinya tak bisa menerobos ke ranah Emperor, Lukanya sangat dalam bahkan mata Elang ku tak bisa melihatnya... Bahkan Cucunya saja telah mencapai Ranah Nirwana.. Sebenarnya siapa kedua orang ini?"


Karena dirinya telah di tolong oleh Kedua orang itu akhirnya Kai memutuskan Untuk membantu mereka.


"Yi, Cepat Analisis Kedua orang ini..." Ucap Kai berbicara melalui telepati.


Ding~


Status:


Nama: Jiuyang Lin


Ras: Human


Kultivasi: ???


Identitas: ???


Umur: ???


Kondisi: Terluka Parah


Mode: Saat Ini sedang menyamar (Palsu).


Status:


Nama: Luo Lan.


Ras: Human.


Kultivasi: Kaisar Dao.


Identitas: Murid Sekte Gunung Salju.


Umur: 100+


Kondisi : Terluka Tapi tidak cukup Parah.


Mode: Tidak menyamar (Asli).


Kai langsung tersentak kaget saat itu juga, Bagaimana tidak, selama ini dirinya tidak pernah salah menebak tingkat kekuatan seseorang Bahkan Untuk 3 Tingkat di atasnya sekalipun.