
Di dalam ruangan yang sangat indah dan juga mewah, seorang gadis berbaring bosan di atas kasurnya.
Dia sesekali menatap ke luar jendela sambil membayangkan wajah seseorang di sana.
"Apakah Kai baik-baik saja? padahal aku baru saja menghabiskan waktu yang sebentar bersamanya."
Saat Zi Lin Yue mengeluh di dalam kamarnya, terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar ruangan.
"Adik, aku masuk..."
Klak!!
Saat pintu itu terbuka, terlihat sosok wanita cantik yang memakai baju tidur berjalan kearah Zi Lin Yue.
"Kakak... Ada urusan apa kamu datang menemui ku?"
Hubungan mereka berdua pada awalnya sangat dekat, tetapi setelah perubahan sikap Zi Lan Mei ratusan ribu tahun yang lalu.
Hubungan mereka berdua perlahan semakin menjauh hingga Zi Lin Yue sedikit kurang nyaman saat berada dekat bersama dengan kakaknya.
"Adik... Katakan yang sejujurnya? Siapa pria yang bersamamu saat itu." Zi Lan Mei menatap tajam pada adiknya sambil bertanya.
Selama beberapa hari ini, Zi Lan Mei masih terus memikirkan identitas pria yang bersama adiknya waktu itu.
Dia mencoba mengingat-ingat tentang para pria itu di dalam benaknya, tetapi ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan pria itu..
"Sudah kubilang dia hanya pria biasa kakak! mengapa kakak terus menanyakan ini setiap kali kita bertemu." Karena merasa kesal, Zi Lin Yue sedikit menaikkan nada suaranya..
"Tidak mungkin, jika dia hanya seorang pria biasa. Dia tidak mungkin meninggalkan rasa aneh seperti ini padaku ... seolah kita pernah bertemu ratusan ribu tahun yang lalu."
Mendengar itu, tubuh Zi Lin Yue menjadi tegang. Ia sangat tahu seberapa cerdas kakaknya, dia tidak bisa menggunakan alasan biasa untuk menutupi identitas Zhukai dari kakaknya.
"Kakak pasti bercanda, bagaimana bisa kakak bertemu dengannya ratusan ribu tahun yang lalu. Dia adalah teman yang aku temui saat berada di Alam Surgawi."
Meskipun Zi Lan Mei sedikit ragu-ragu dengan jawaban adiknya, dia hanya diam karena tidak memiliki bukti lagi untuk memastikan rasa penasarannya.
"Hah, baiklah jika memang begitu. Ayo turun ke bawah, ibu dan ayah sudah menunggu kita berdua untuk makan siang."
Zi Lin Yue mengangguk, dia merapikan tempat tidurnya terlebih dulu kemudian turun bersama dengan Zi Lan Mei ke ruang makan.
***
Di dalam kamar lantai dua yang berada di penginapan pusat kota, Zhukai terbangun ketika menyadari bahwa aliran rasa hangat dari sinar matahari mengenai kulitnya.
Dia menguap beberapa kali sebelum berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
"Hari ini akhirnya telah tiba ... setelah berita kehancuran sekte kegelapan, mungkin beberapa dewa pernah kuno masih belum percaya tentang kebangkitan ku. Apalagi bajingan sombong seperti Light God, dia pasti berpikir bahwa yang menghancurkan sekte kegelapan adalah orang lain."
Kai menatap cermin di depannya sambil menyeringai, "Kekeke, bagaimana jika aku menggunakan Long 2 untuk memberi serangan pada Light God terlebih dulu. Kurasa itu hal yang menarik untuk di tonton."
Kai mengubah penampilannya menjadi seorang necromancer kemudian mensummon Long 2 yang tidak lain adalah God of Darkness yang telah berubah menjadi Undead.
"Long 2, aku memiliki sebuah perintah untukmu. Malam ini, datangkan ke kediaman Light God dan berpura-puralah kau menjadi God of Darkness. Jika kau memiliki kesempatan, serang dia dengan pedang ini."
Kai memberikan Long 2 sebilah pedang yang terbuat dari ratusan racun yang Kai kumpulkan menjadi satu.
Bahkan jika racun itu tidak dapat membunuh Light God secara langsung, itu pasti akan membawa siksaan rasa sakit yang tidak pernah Light God rasakan seumur hidupnya.
"Baik boss.."
Long 2 mengangguk kemudian kembali ke dimensi Undead.
Sementara itu, Zhukai berjalan keluar dari kamarnya setelah mengganti pakaiannya.
"Aku yakin murid bodoh itu pasti masih tertidur sekarang."
Setelah Kai keluar dari ruangannya, dia pergi ke kamar Wang Zhong dan mengetuk pintu kamarnya beberapa kali.
"Hah, murid ini..."
Karena masih ada waktu sebelum penyerangan tiba, Kai memilih memanfaatkan waktu itu untuk melatih teknik sword emperor lebih jauh.
Dengan begitu siang matahari akhirnya mulai terbenam digantikan oleh langit hitam yang dipenuhi oleh bintang-bintang.
Di atas batuan besar yang ada di tengah-tengah pasang rumput, Kai membuka kedua matanya sambil menatap keatas langit yang dipenuhi dengan bintang.
"Kurasa ini saatnya ... Aku harus segera pergi."
Setelah cahaya hitam pekat menyelimuti tubuh Zhukai, tubuhnya menghilang secara perlahan di atas batuan..
Sementara itu di tempat lain, Yu Hanlong yang telah mengumpulkan 12 tetua yang bersekutu dengannya duduk dengan tenang sambil menunggu kedatangan Zhukai.
"Hanlong, siapa apakah orang yang kau katakan akan segera datang? Kita sudah menunggu lebih dari sejam di tempat ini." seorang tetua yang berpihak pada Yu Hanlong sedikit kesal karena terlalu lama menunggu..
"Mungkin sebentar lagi dia akan tiba–..."
Belum sempat Yu Hanlong menyelesaikan ucapannya, sebuah energi besar muncul tepat di depannya dan juga di depan 12 tetua sekte cahaya.
Saat kilauan cahaya itu menghilang, terlihat dua sosok pria bertubuh kekar sambil mengeluarkan tekanan yang sangat besar.
"Apakah mereka adalah tetua yang berpihak kepadamu?" Kai menatap puluhan tetua itu kemudian bertanya pada Yu Hanlong.
"Ya benar ketua sekte, karena sekte cahaya memiliki total 15 juta murid, dengan adanya bantuan mereka. Sekte cahaya hanya memiliki 9 juta murid yang tersisa." jelas Yu Hanlong.
Mendengar itu, Kai tersenyum puas. "Bagus, karena kalian semua telah berpihak kepadaku, ini adalah hadiah untuk kalian."
Kai mengeluarkan dua belas artefak dan juga dua belas senjata dan memberikannya pada setiap tetua.
"Wow! apakah ini senjata immortal bintang 7, sungguh menarik."
"Aku akan mengambil pedang ini, kurasa ini cocok untuk gaya bertarung ku."
Melihat banyak senjata langka yang berada tepat di depan mereka, kedua belas tetapi tidak berhenti untuk mengungkap rasa kagum mereka.
Apalagi artefak yang Kai berikan sangat membantu meningkatkan kekuatan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.
"Terimakasih atas hadiahnya." Kedua belas tetua itu membungkuk sebagai rasa terimakasih kepada Zhukai.
Kai mengangguk, "Ya, anggap saja ini sebagai hadiah awal dariku. Jika kalian berniat membantuku menghancurkan sekte dewa pernah yang lain, aku akan memberikan kalian harta yang lebih bagus dibandingkan itu."
Mendengar itu, darah kedua belas tetua mendidih karena semangat. Mereka tidak terlalu memikirkan alasan mengapa Zhukai berniat menghancurkan sekte dewa pernah.
Tetapi karena Kai sangat bermurah hati memberi mereka hadiah, siapa orang bodoh yang akan menolaknya? Apalagi mereka semua juga sangat membenci Light God.
Sebelum Kai memulai serangan, dia mengubah penampilannya dan mensummon Long 2.
Dengan kemunculan Long 2, kedua belas tetua bersama dengan Wang Zhong melebarkan mata karena terkejut.
"B–Bukankah dia God of Darkness!? Tapi bagaimana dia tidak memiliki sedikitpun aura kehidupan di dalam dirinya." Wang Zhong berkata dengan sangat terkejut.
"Ya, itu karena dia sudah mati dan sekarang apa yang kalian lihat saat ini hanyalah seorang Undead yang telah aku summon."
Keterkejutan mereka segera mereda saat Kai menjelaskan nya. "Long 2, jangan lupakan apa yang aku perintahkan tadi pagi."
Long 2 mengangguk, "Ya boss, aku akan melakukan itu sebaik mungkin."
Long 2 segera melesat pergi secara langsung menemui Light God di kediamannya.
Setelah melakukan itu, Kai memimpin kedua belas tertua bersama Yu Hanlong dan juga Wang Zhong untuk menyerang sekte cahaya.
***
Bersambung...