
Xia Bing Yao dengan mata terpejam memeluk Kai se-erat yang dia bisa, matanya terpejam sambil meneteskan beberapa air mata di punggung Zhukai hingga membasahi punggung Kai.
Untungnya karena Kai sudah sangat kelelahan setelah bertarung, dia tidur dengan sangat pulas.
Tiba-tiba Kai berbalik dan memeluk erat tubuh Xia Bing Yao hingga membuat Bibi Yao terkejut.
"Haa, aku kira kamu bangun.."
Kini wajah Bing Yao dan Zhukai hanya terpisah beberapa inchi, Karena saat ini tubuh Bing Yao berada dalam pelukan Kai, dia sama sekali tidak memiliki ruang untuk bergerak.
Hembusan nafas Kai terdengar begitu jelas di telinga Bing Yao, hal itu membuat wajah Xia Bing Yao semakin memerah merona.
"Sayang, kamu berusaha sangat keras untuk mencariku. Maafkan aku karena selalu menghindari mu selama ini." Bing Yao menempelkan kepalanya di dada Zhukai, dia dengan jelas bisa mendengar suara detak jantung Zhukai yang berdetak lebih cepat.
"Ah, Sayang~ kamu bangun~.." Wajah Xia Bing Yao menjadi semakin merah dengan detak jantungnya yang menjadi lebih cepat.
Dia mencoba melepaskan diri dari pelukan Zhukai, sayangnya Kai sudah menangkapnya terlebih dulu dan memeluknya dengan sangat erat.
"Aku tahu itu kamu.. Tatapan mata itu, senyuman itu.. Semuanya sama.." Kai memeluk Tubuh Xia Bing Yao dengan erat sambil meneteskan air mata bahagia.
Hal yang sama juga terjadi pada Bing Yao, dia menangis dengan keras dan merasakan aliran rasa hangat mengalir di dalam tubuhnya.
Untuk waktu yang cukup lama, mereka berdua segera melepas pelukan. Xia Bing Yao mengalihkan pandangannya tidak berani menatap langsung ke mata Zhukai.
"Yao'er sayang.. Kenapa kamu tidak menatapku, apakah kekasihmu ini terlalu jelek hingga tidak memenuhi standar mu?" Kai berkata dengan menggoda.
Sontak Xia Bing Yao kaget dan segera menatap Zhukai, tatapan matanya yang begitu indah membuat Zhukai terpaku karena takjub atas kecantikan yang Bing Yao miliki.
"Jadi, kemana saja kamu selama ini? Apakah kamu tahu, aku sudah mencarimu selama tiga puluh tahun dan sama sekali tidak menemukan jejak mu sekalipun.." Kai berkata dengan serius, tetapi itu tidak menghilangkan senyuman di wajahnya.
Sementara itu, Xia Bing Yao terdiam. Dia membuka mulutnya dan sebuah suara yang begitu pelan terdengar.
"Maafkan aku..."
Paa!!
Kai mengetuk kepala Bibi Yao hingga menimbulkan sebuah suara ketukan yang cukup keras. Dia menghembuskan nafas dan berkata.
"Kenapa kamu meminta maaf, Aku tahu kamu memiliki alasan tersendiri untuk itu. Fakta bahwa kamu disini saat ini bukankah itu karena merindukanku?" Kai mengedipkan matanya beberapa kali hingga membuat Bing Yao tersipu malu.
"Hmm, apakah tidak ada yang ingin kamu katakan padaku?" Melihat Xia Bing Yao yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, Kai tidak tahu harus berkata apa lagi untuk membuat Kekasihnya itu tertawa.
"S–Sayang, apakah kamu mau mendengar ceritaku?" Hingga beberapa detik setelah itu, Xia Bing Yao akhirnya berbicara.
"Tentu saja.."
Salah satu tangan Xia Bing Yao memegang dadanya dan menghembuskan nafas beberapa kali.
Ketika dia membuka mulut mungilnya, dia mulai bercerita...
Xia Bing Yao adalah seorang putri dari Klan terbesar yang sangat terkenal Dunia Ilahi, itu adalah Klan Xia, termasuk salah satu tirani Dunia Ilahi. Sayanganya ada suatu kejadian tak terduga yang mengakibatkan hampir seluruh anggota utama Klan mati dalam satu malam.
Ayah, Ibu, Paman, Bibi, dan Saudara Xia Bing Yao terbunuh dalam kejadian itu. Karena Xia Bing Yao adalah satu-satunya keturunan utama yang masih hidup, dia diangkat menjadi pemimpin Klan di usinya yang masih 14 tahun.
Dia menjalani sebuah pelatihan neraka selama hampir ratusan tahun, bahkan emosinya telah terkubur dalam-dalam hingga membuatnya menjadi seorang wanita yang sangat dingin tanpa emosi, hingga suatu ketika...
Dia bertemu dengan seorang pemuda...
Whuuss!!....
Belum sempat Xia Bing Yao menyelesaikan ceritanya, sebuah gelombang angin yang sangat kuat muncul secara tiba-tiba.
Sayangnya Array Pelindung itu langsung hancur ketika menerima satu Sambaran petir saja.
"Ah, tidak mungkinkan? Bagaimana dia bisa ada disini.." Xia Bing Yao mengerutkan keningnya, dia buru-buru pergi keluar dari dalam kamar dan menatap keatas langit.
Kai juga tidak berdiam diri saja, dia segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar.
Di atas langit, muncul sesosok wajah seorang pria yang sangat menyeramkan menatap tajam kearah dimana Xia Bing Yao berada. Pria itu menyeringai dingin sambil mengeluarkan sebuah tekanan yang sangat kuat.
Tekanan dari pria itu menghancurkan seisi kapal dan membunuh semua orang kecuali Xia Bing Yao dan Zhukai yang saat ini dilindungi oleh Bing Yao dengan kekuatannya.
Meski telah dilindungi oleh Xia Bing Yao dengan Qi miliknya, Kai masih bisa merasakan rasa sakit yang begitu hebat di dada kirinya.
Karena kapal mereka sudah hancur, Kini Kai dan Bibi Yao melayang diatas udara.
"Hahaha, aku tidak pernah berfikir bahwa kamu ada disini. Bing Yao!!.." Teriak pria itu dengan marah sambil mengeluarkan kilatan petir untuk menyerang Xia Bing Yao.
Hanya dengan satu jari, Xia Bing Yao menghalang serangan itu..
Duarr!!
Gelombang ledak akibat bentrokan dari dua serangan hebat itu segera mengguncang seisi Dataran Luo.
Xia Ving Yao dengan tenang mengeluarkan sebuah Pedang dan meneteskan darahnya di mata pedang itu.
"Domain Raja : Auman sang Naga!!.."
Slashh!!
Hanya dengan satu tebasan Xia Bing Yao mengeluarkan sebuah tebasan Pedang yang kemudian berubah menjadi kepala Naga yang begitu besar dan menelan Sosok pria yang berada di atas awan.
Duarr!!
Ledakan keras di ikuti oleh hilangnya tekanan yang membebani tubuh Zhukai segera menghilang.
Kai yang melihat seluruh kejadian itu tercengang tidak percaya. Di bandingkan dengan kekuatannya saat ini, Kai hanyalah seekor semut jika di bandingkan dengan pria tadi.
Dia segera menoleh kearah Xia Bing Yao. Dia hanya tersenyum kearah Kai dan mengucapkan dua kata.
"Selamat Tinggal!!.."
Sebelum Xia Bing Yao menghilang sepenuhnya Kai menggunakan kecepatan tercepatnya untuk menggapai lengan Bing Yao dan menariknya kedalam pelukannya.
"Bersabarlah dan tunggu aku menjadi kuat... Aku Zhukai, dengan ini bersumpah akan menjadikan Bing Yao sebagai Istriku dan menjaganya dengan nyawaku!!.."
Xia Bing Yao sangat tersentuh dengan kata-kata Kai barusan, dia meneteskan air mata bahagia dan memeluk Kai dengan erat.
"Terimakasih, Suamiku!!.." Dia menatap Kai dan memberi anggukan kecil.
Dia dan Kai kemudian saling berciuman untuk waktu yang lama kemudian tubuh Bing Yao berubah menjadi seberkas cahaya putih dan menghilang.
"Hah, meski ini pertemuan singkat. Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi!!.."
***
Bersambung..
Terimakasih yang sudah membaca, jika kalian tidak keberatan boleh tinggalkan Like dan sarannya yah... Terimakasih 😄