Re-system

Re-system
Rumput Roh



Di sebuah taman yang cukup luas terlihat seorang pemuda sedang duduk di bangku taman dengan tubuh penuh keringat, Pemuda itu menarik nafas panjang dan mengeluarkannya.


"Huuu... Haa.."


Ia adalah Zhukai, selama bertarung dengan Ratu Nyamuk Darah, Ia membuka celah ruang dan waktu yang menyebabkan dirinya terlempar ke Bumi.


Walaupun Kultivasi miliknya menghilang, Kai tidak begitu sedih karena ia bisa bertemu ibunya kembali.


Memandang pohon-pohon besar di depannya Kai dengan nafas terengah-engah berkata pelan, "Sudah satu Minggu aku kembali ke bumi, mengapa aku bahkan belum mencapai Ranah Pembentukan Qi?"


Setelah mengingat selama satu Minggu penuh ia berkultivasi tapi bahkan belum mencapai Ranah Pembentukan Qi Kai mengeluh pelan.


Setelah menghabiskan satu botol air mineral, Kai berdiri dan melanjutkan olahraga Paginya.


"Tubuh ini terlalu lemah, jika saja aku berhasil masuk ke Ranah Pembentukan Qi aku bisa menyuling sebuah Pil untuk memperkuat tubuh ini.. Sayangnya...."


Melanjutkan Lari paginya, Kai melihat sesosok Laki-laki yang cukup familiar.. Setelah jarak nya semakin dekat ia dapat melihat jelas wajah lelaki itu.


"Hoii..."


Kai berteriak dengan suara yang cukup keras hingga terdengar oleh dua orang laki-laki yang sedang berdiri di pinggir trotoar. Mereka berdua berbalik dan menyadari sumber suara itu berasal dari seorang pemuda yang sedang memakai baju Jersey berlari kearah mereka.


Dua orang itu seketika terkejut, "Kai! Apakah itu kau?"


Mendengar ucapan dari pemuda di depannya Kai melambaikan tangan sebagai jawaban. Melihat jawaban Kai kedua pemuda itu langsung berjalan mendekat kearahnya.


"Rei, Han.. bagaimana kabar kalian?"


Mengabaikan pertanyaan Kai, Rei seketika berlari dan memukul bahu Kai, "Kami berdua baik... Aku mendengar dari ibumu bahwa kau sudah hampir pulih, Haha apakah besok kau akan kembali masuk sekolah?"


Reita dan Hanu merupakan sahabat Kai sejak kecil, karena mereka tumbuh besar bersama, Kai sudah menganggap Reita dan Hanu sebagai saudaranya sendiri.


"Itu sudah pasti!! Lalu apakah ada kejadian menarik selama aku sakit?"


Rei dan Han saling memandang, Rei kembali menatap Kai dan mulai menjawabnya, "Kai, apakah kau masih mengingat Yola?"


"Tentu saja.. Bukankah dia bunga sekolah sewaktu kita masih Smp dulu.. Aku juga pernah menyukainya saat itu.."


Rei menghela nafas kemudian menceritakan kejadian di sekolah selama seminggu sejak Kai terbaring di rumah sakit.


Ada seorang murid baru di kelas 12 X, Yaitu Yola. Anehnya gadis itu menjadi sangat menyeramkan dengan dua bola matanya yang sangat hitam.. Setelah Yola pindah, sering kali terjadi kejadian aneh yang mengakibatkan beberapa murid menghilang tanpa jejak.


Para guru telah meminta polisi untuk menyelidiki kasus ini tapi selama seminggu penyelidikan Polisi masih belum menemukan Hasil sama sekali.


Selesai bercerita, Ekspresi Kai menjadi sangat aneh, Ia memandang Rei dan Han dan membuka mulutnya, "Apakah kalian berfikir ini ada hubungannya dengan Yola?."


Rei dan Han mengangguk sebagai jawaban, "Semenjak Yola pindah banyak kejadian aneh yang terjadi di sekolah jadi kami berfikir ini ada hubungannya dengannya."


Kai mengangguk, setelah itu dia mengajak Rei dan Han untuk sarapan pagi bersama di rumahnya.


"Maaf Kai Aku tidak bisa, ibu menyuruhku untuk mengurus rumah hari ini." Reita menolak dengan ekspresi tidak enak di wajahnya.


Setelah mengucapkan selamat tinggal pada dua orang itu, Kai kembali jogging hingga ia melihat sebuah Toko antik di pasar yang membuat dirinya tertarik.


Kai berjalan masuk ke dalam toko Antik itu dan pada saat dirinya membuka pintu masuk, Kai merasakan sebuah Fluktuasi Spiritual di dalam toko itu. Kai menjadi begitu bersemangat dan mulai mencari sumber energi.


Beberapa saat kemudian pandangan Kai tertuju pada sebuah Giok berwarna hijau cerah yang terletak di sebuah rak yang berdebu.


Kai mendekat dan mulai menyentuh Giok Hijau itu, seketika seluruh tubuhnya bergetar karena energi spiritual yang terdapat dalam giok itu langsung terserap masuk ke dalam Dantian nya dan langsung membuat Kai menerobos Ranah pembentukan Qi.


Setelah terkejut sesaat Kai kembali ke akal sehatnya dan seketika sebuah ide licik muncul di kepalanya.


Kai mendekat kearah Pemilik toko yang sedang duduk sambil membaca buku dan menyapanya, "Halo Paman, apakah Paman mempunyai Giok seperti yang ada di sana, kalau boleh izinkan aku untuk melihatnya sebentar."


Pemilik toko melihat Kai dengan pandangan acuh tak acuh dan menujuk sebuah pintu kayu, "Di dalam sana."


Kai tersenyum gembira dan mulai berjalan ke pintu kayu yang di tunjuk oleh pemilik toko dan dengan tangan kanannya, Ia membuka pintu kayu itu.


Setelah pintu terbuka, Kai merasakan perasaan hangat yang mengalir di sekitar tubuhnya, Ia menyeringai dan berkata pelan, "Haha aku mendapatkan jackpot kali ini. Jika aku berhasil menyerap seluruh energi ini aku bisa menembus Ranah Pembentukan Core dalam sekali jalan."


Tak menunggu berlama-lama Kai segera duduk bersila dan mulai mempraktekkan Teknik Pelahap Bintang. Seketika seluruh Aura di dalam ruangan itu terkoordinasi menjadi satu dan langsung masuk kedalam Tubuh Zhukai.


Bam!!


Suara Ledakan kecil terdengar di dalam ruangan tempat Kai berada yang mengejutkan pemilik toko. Berdiri dari tempat duduknya, pemilik toko langsung berdiri dan berlari ke arah ruangan yang baru saja Kai masuki.


Setelah membuka pintu ruangan, ekspresi pemilik toko menjadi sangat aneh. Ia melihat Kai sedang berdiri sambil melihat-lihat Giok yang ada di tangannya.


"Apakah tadi hanya halusinasi ku saja?." Pemilik toko menggelengkan kepalanya dan kembali tempat ia duduk dan mulai membaca kembali buku yang berada di tangannya.


Sementara itu di dalam ruangan di dalam Toko, Kai menarik nafas lega, "Untung saja tidak ketahuan, aku terlalu bersemangat sehingga lupa untuk menciptakan penghalang di sekitar."


Kai kemudian keluar dari toko itu dengan senyuman berseri-seri di wajahnya, Ia sekarang telah berada di Ranah Pembentukan Core Tier 1 hanya dalam sekali jalan. Bagaimana ia tidak senang?


Kai menggerakkan seluruh ototnya dan mulai mencoba kekuatannya, Ia mengepalkan tangan dan dengan cepat meninju sebuah batu yang berada di di bawah jembatan.


Ledakan!!


Batu itu seketika pecah menjadi kepingan kecil, Melihat hal itu Kai mengangguk puas. Kekuatan miliknya saat ini sekitar 1000 Kg.


Kai meregangkan otot-otot nya dan berlari kearah pasar untuk membeli beberapa herbal untuk menyuling Pil.


Pasat tidak terlalu jauh dari tempat ia berada sekarang, sehingga hanya beberapa menit ia telah mencapai pasar dan melihat lautan orang-orang berkerumun Disana.


Kai terkejut dan sesaat ia kembali ke pandangannya semula, Ia mengaktifkan Mata Elang dan mencari herbal-herbal yang ia butuhkan..


Karena ia telah menembus Ranah Pembentukan Core, Kekuatan mata elang hanya mampu melihat sejauh 1 Kilometer.


Setelah memindah keseluruhan pasar, Mata Elang nya melihat sebuah herbal yang memiliki aura yang begitu familiar.


Setelah melihat lebih dekat, Kai begitu terkejut dan tiba-tiba berteriak, "Rumput Roh!!."