
Whuss!!
Tiga siluet hitam tiba-tiba melesat dengan kecepatan tinggi kerah Zhukai. Kai mengenal dua wajah orang yang cukup familiar di depannya yang tidak lain adalah Nalan Xing, dan Di Bao.
Tetapi, pandangannya berhenti pada seorang wanita muda dengan ekspresi dingin di wajahnya. Matanya dan wanita itu saling bertatapan untuk beberapa saat, setelah itu mulut Kai terbuka dan dia bergumam pelan.
"Yui.. Analisis.."
Ding
Nama : Nalan Yu
Umur : 5.000++ Tahun.
Kultivasi : (Peak God) Dewa Ilahi Tahap Langit.
"Benar saja, Dia satu tingkat lebih tinggi dari Tu Sha dan Nama orang ini? Apakah dia memiliki hubungan dengan wanita licik ini!.." Kai memandang Nalan Yu untuk sesaat kemudian segera mengalihkan pandangannya pada Nalan Xing..
"Hehe, Pemuda.. Aku akui kamu sangat kuat, tetapi kakak ku sekarang ada disini dan kamu tidak akan selamat." Nalan Xing berkata dengan penuh kepercayaan diri..
Dia mendekat kearah kakaknya dan berkata dengan suara penuh permohonan. "Kakak.. Dia adalah pria yang sangat cabul dan hampir menodai kesucian adikmu ini.."
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Nalan Xing barusan, Kai menjadi sangat marah. Urat-urat di lehernya mulai terlihat dengan matanya yang berubah menjadi merah..
"Gadis Bang*at ini!!.."
Sebaliknya, Nalan Yu tetap bersikap dingin dan tenang. Bahkan setelah mendengar kata-kata tentang adiknya yang akan dilecehkan, Nalan Yu masih acuh tak acuh..
"Hmph.. Dasar Adik tak berguna, kau memanggilku untuk melawan Middle God ini? Bukankah penjagamu juga seorang Peak God. Kenapa dia tidak melawan pemuda itu?"
Nalan Xing tidak menjawab, dia hanya tertawa dengan canggung.
"Awas saja ketika aku kembali, aku akan memberitahu ayah tentang hal ini.."
Nalan Xing tidak marah, ia sudah terbiasa dengan sikap Nalan Yu yang seperti itu. Sementara itu, Nalan Yu mulai terbang maju dengan pelan tetapi tidak menutup jejak Niat membunuh yang dia tujukan pada Kai.
"Hmm.. Tidak perlu berlama-lama, aku akan membunuhmu dalam satu serangan!"
Nalan Yu mengambil pedang yang terselip di pinggang rampingnya, setiap gerakan yang dilakukannya mengandung jejak keindahan tersendiri..
"Satu Serangan? Gadis kecil kau terlalu meremehkan ku?"
Kai mendengus dingin lalu mengaktifkan Title 'Sang Penakluk', Kekuatannya sekali melonjak ke tingkat yang tidak diketahui.
Kedua pedang yang dia genggam di kedua tangannya menyala-nyala mengeluarkan Bara Api yang cukup panas...
Mata Nalan Yu yang sedari tadi terpejam kini sedikit terbuka, dia menatap Zhukai dengan sedikit terkejut dan bergumam pelan.
"Tarian Pedang Api? Bukankah teknik itu milik Sekte Kera Suci, kenapa pemuda ini memilikinya?"
Tetapi keterkejutan segera terhenti ketika dia mendapat Kai sudah berada tepat di depannya..
Dentang!!
Kai terdorong mundur beberapa meter kebelakang, Tangannya sedikit keram karena benturan singkat tadi.
"Hmm.. Kau sangat cepat padahal kau hanyalah seorang Middle God. Teknik Apa yang kau latih?" Tanya Nalan Yu sedikit menunjukkan minat.
"Hehe... Kau ingin aku memberitahumu teknik apa yang aku latih? Apakah kau idiot, mana mungkin aku memberitahumu.."
Walau Nalan Yu terlihat tenang, ada sedikit jejak rasa kesal dalam hatinya. Entah kenapa, setiap kali dia melihat wajah Zhukai, dia tidak bisa terus bersikap tenang.
Nalan Yu mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, sebua cahaya biru menyala dari pedangnya setelah itu dia melesat maju dengan kecepatan tinggi kearah Kai.
Whuss!!
"Terlalu cepat!!." Kai menggunakan Prediksi masa depan untuk memprediksi arah serangan dari Nalan Yu..
Swosshh...
Kai dapat menghindar dengan begitu baik, meski begitu, di wajahnya terlihat noda darah dengan bekas sayatan Pedang.
Tak berhenti sampai disitu, Nalan Yu sekali lagi berubah menjadi siluet putih dan melesat cepat kearah Zhukai..
Dentang!!
Dentang!!
Setiap kali dia berbenturan dengan Nalan Yu, tangannya akan merasakan perasaan mati rasa.
"Tch.. Aku terlalu membuang-buang waktu.. Kerlipan Pedang!!.."
Nalan Yu mundur puluhan meter kebelakang, dia memutar pedangnya di udara membentuk sebuah pola yang begitu indah..
Dari pola tersebut, keluar sebuah cahaya perak berkelip-kelip. Walaupun saat itu masih siang hari, Kerlipan cahaya itu terlihat sangat terang.
"Argh.. Aku tidak bisa bergerak, tekanan ini melebihi apa yang aku bayangkan." Kai berdiri tegak diatas langit, Tekanan hang mengunci nya saat ini bukanlah sesuatu yang dapat dia tahan..
Kai sudah mencoba berbagai cara tetapi masih tidak dapat keluar dari kuncian tekanan dari Nalan Yu. Tepat beberapa detik setelah itu, cahaya perak yang berasal dari pola yang diciptakan Nalan Yu membuat puluhan tebasan Zig-zag yang menargetkan Kai.
"Teleportasi!!.."
Tubuh Kai yang saat itu terkunci berubah menjadi titik putih dan menghilang tanpa jejak.
"Heh.. Mencoba melarikan diri dariku? Itu tidak mungkin!" Nalan Yu melesat meninggalkan jejak bayangan putih di tempat barusan ia berada.
Sementara itu, Zhukai yang sudah berpindah tempat yang cukup jauh akhirnya bisa bernafas lega..
"Hahh.. Wanita sialan itu!!" Kai mengutuk Nalan Yu dalam hatinya, Ketika dia mencoba untuk pergi... Secara tiba-tiba, tekanan yang barusan menghilang kini muncul kembali dan bahkan itu lebih kuat beberapa kali lipat dari yang tadi.
"Arghh.. Ini tidak mungkin kan? Sebenarnya seberapa cepat wanita itu?" Kai mengernyit sambil menggertakkan giginya.
Dia mendongak keatas dan melihat seorang Wanita muda yang begitu cantik menatapnya dengan tatapan dinginnya.
"Rasakan Ini.."
Puluhan tebasan Zig-zag kembali muncul dan menargetkan Kai yang saat ini terkunci tekanan dari Nalan Yu..
Whuss!!.
Segera, Puluhan tebasan Zig-zag segera menyayat-nyayat tubuh Kai dengan cepat.. Sementara itu, Kai menggertakkan giginya sambil menahan rasa sakit dari Sayatan pedang Nalan Yu.
"Grrr... Badai Neraka!!"
Aliran Qi di dalam Tubuh Kai meledak-ledak, Tubuhnya berubah menjadi tampilan Necromancer dengan Aura Kematian merembes keluar dari pori-pori tubuhnya..
Pedang Thunderbird yang berada di genggaman tangan kirinya telah menghilang dan masuk kembali kedalam Inventory. Sementara itu, Pedang Kaisar terus menyala mengeluarkan Asap Hitam.
"Hiaaa..."
Kai menebas lurus kedepan secara Vertikal, dari tebasan nya barusan, terdengar teriakan-teriakan Arwah orang yang telah Kai bunuh dan berkumpul menjadi satu membentuk sebuah badai hitam diatas langit.
Tebasan Pedang itu dengan cepat menebas tubuh Nalan Yu tanpa membiarkannya untuk menghindar..
"Urghh.." Nalan Yu memuntahkan beberapa teguk darah segar, Rasa sakit seperti dicabik-cabik oleh Arwah orang mati dapat dia rasakan di sekujur tubuhnya..
"Sialan!! Teknik apa itu barusan." Batin Nalan Yu ketakutan, seluruh tubuhnya saat ini bergidik ngeri dengan rasa takut akan kematian.
Sebaliknya, Kai terlihat lebih parah lagi.. Darah segar mengalir keluar dari mulut, lubang hidung dan juga matanya..
"Uhuk!! Uhuk!!.. Aku terlaku berlebihan, tubuhku sekarang masih belum kuat untuk menahan Teknik Badai Neraka.." Ucap Kai memuntahkan beberapa teguk darah sambil berusaha mempertahankan kesadarannya.
Dia menatap lurus dimana tubuh Nalan Yu berada dan sedikit mengernyit pelan, "Dia belum mati? Haha.. Haruskah aku menggunakan Cara itu?"
Kai terlihat ragu-ragu untuk sesaat, tetapi setelah melihat luka yang dialami Nalan Yu sembuh dengan cepat. Dia segera memantapkan tekad nya.
"Pedang Hitam, Keluar!!..."
Whuss!!
Dari dalam Inventory, keluar sebuah Pedang Hitam yang melayang-layang dengan Aura Kematian yang dapat membuat siapapun ketakutan hanya dengan melihatnya.
Hal yang sama juga terjadi pada Zhukai, Sekujur tubuhnya bergidik tak terkendali..
"Kenapa aku masih ragu? Situasi saat ini sangat berbahaya, aku harus mengambil resiko.."
Tepat ketika Kai menggenggam erat Pedang Hitam dengan kedua tangannya, Peringatan dari System segera terdengar..
[Peringatan!! Peringatan!! Sebuah energi tidak diketahui memaksa masuk kedalam Tubuh Kai Gege. Untuk beberapa waktu Kedepan, Kai Gege akan memasuki mode Mengamuk!!]
***
Bersambung..