
Kai dan Nalan Han masuk kedalam rumah dengan Nalan Xing yang masih takut dengan Zhukai.
Tepat ketika Malam Han membuka pintu, sosok wanita dewasa dengan wajah dingin menyambutnya.
"Ayah kamu sudah pula–.." Ucapannya terhenti ketika melihat Kai yang berada di samping Nalan Han.
"Halo gadis kecil yang lain.." Kai tersenyum lebar tetapi di mata Nalan Yu, Kai sama seperti seseorang yang baru saja bangkit dari kematian.
"K–Kamu... Bagaimana bisa!!.." Nalan Yu segera memasang kuda-kuda dengan tangannya yang sudah memegang pedang di pinggangnya.
"Heh, Sebaiknya kamu jaga sikapmu gadis kecil, jika itu orang lain kamu bisa saja mati.." Ucap Kai yang saat itu berada tepat di belakang Nalan Yu.
Sementara itu, Tubuh Nalan Yu kaku dan tidak bisa digerakkan karena tekanan yang begitu kuat mengunci dirinya.
Hanya ketika Kai melepas tekanannya, Tubuh Nalan Yu segera terjatuh dan keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya.
"Ha Ha Ha..." Dia segera menatap ayahnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Aku akan menjelaskannya nanti, cepat kamu panggil beberapa pelayan yang memiliki kemampuan hebat untuk memasakkan sesuatu yang enak.." Ucap Nalan Han pada Nalan Yu.
Dia segera pergi untuk menyusul Zhukai yang sudah pergi kedalam terlebih dulu.
Setelah selesai menenagkan dirinya, Nalan Xing membantu kakaknya untuk berdiri. Dapat terlihat juga bekas ketakutan dan rasa penasaran dari raut wajah Nalan Xing.
"Adik, apa kamu tahu apa yang sedang terjadi pada ayah? Kenapa dia seolah-olah menjadi bawahan dari pria itu." Tanya Nalan Yu pada adiknya.
"Aku juga tidak tahu kakak, kurasa pria jahat itu menggunakan sesuatu agar ayah kita mematuhi perkataan nya." Nalan Xing berkata sambil mendengus dingin.
Nalan Yu juga mengangguk, apa yang adiknya katakan memang masuk akal. Ayah nya adalah salah satu orang terkuat di Dataran Jie, akan sangat tidak mungkin jika ayahnya kalah dengan Zhukai.
Apalagi fakta bahwa beberapa tahun yang lalu ketika di Dataran Xuan, Kai sama sekali bukan lawan Nakan Han.
"Ayo kita cari tahu.."
Di ruang makan Mansion Keluarga Nalan, Kai duduk dengan santai sambil menikmati makanan yang disiapkan oleh Nalan Han.
"Apakah kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan kemarin?" Kai mengunyah makanan sambil bertanya pada Nalan Yu yang ada di sampingnya.
Nalan Han mengangguk kemudian menjawab, "Aku sudah memerintahkan beberapa anggota Keluargaku yang berada di seluruh Dataran Jie untuk mencari wanita yang anda maksud."
Kai mengangguk puas dan melemparkan sebuah kertas berisikan gambar seorang wanita yang sangat cantik, gambar wanita itu tidak lain adalah Xia Bing Yao.
"Siapa wanita cantik ini tuan muda?"
"Dia istriku, orang yang aku ingi kau cari. Mungkin dengan gambar itu akan lebih memudahkan bawahanmu untuk mencari istriku.."
"Baik tuan muda, karena Dataran Jie sangat luas. Mungkin membutuhkan satu minggu lebih untuk mendapat informasi dari bawahanku.."
Setelah selesai makan, Nalan Han menunjuk pelayannya untuk menuntun Kai ke kamar terbaik di mansion miliknya.
Tepat ketika Kai keluar dari ruang makan bersama dengan pelayan wanita di sampingnya, dia dihadang oleh Nalan Yu dan Nalan Xing.
"Hei bajingan jahat, apa yang telah kau lakukan pada ayah kami." Nalan Yu menatap tajam kearah Zhukai dengan menunjukkan niat membunuhnya.
"Heh, Kau hanya beruntung bisa selamat waktu itu. Jika saja kau tidak menggunakan cara licik seperti itu. Ayahku mungkin saja membunuhmu berkali-kali." Lanjut Nalan Xing dengan nada mengejek.
Merasakan tatapan tajam dari Nalan Yu, pandangan Kai semakin dingin. Dia menghilang dan muncul kembali tepat di depan Nalan Yu.
Dengan tangan kanannya, dia mencengkeram erat leger Nalan Yu dan berkata dengan nada dingin dan penuh dengan niat membunuh.
"****** sialan, jangan berfikir aku tidak berani membunuhmu hanya karena ada ayahmu disini. Aku sudah memperingatkan mu tadi, bahkan jika ada ayahmu disini, aku sama sekali tidak takut untuk membunuhmu.."
Sementara itu, Nalan Yu meronta-ronta karena cengkeraman Kai yang sangat kuat.
Sementara itu, di dalam ruang makan. Nalan Han segera bergidik ngeri ketika merasakan niat membunuh yang begitu kuat.
Tepat ketika Kai hendak membunuh Nalan Yu, Nalan Han segera membuka pintu dan buru-buru bersujud memohon pada Zhukai untuk tidak membunuh putrinya.
"T–Tuan muda, kumohon jangan bunuh putriku, bukankah Tuan muda sudah berjanji tidak akan menyentuh Keluargaku.." Nalan Han memohon dengan penuh ketakutan. Sekujur tubuhnya bergetar hebat.
"Tch, Pak tua. Aku memang menjanjikan hal itu padamu. Tetapi dua putri idiotmu ini terus mengangguku. Jangan lupakan apa yang telah kau dan dua putrimu lakukan padaku dulu ketika berada di Dataran Xuan." Kai mendengus kesal dan melepaskan cengkeramannya pada leher Nalan Yu.
"Uhuk Uhuk.." Setelah terlepas dari cengkeraman Kai, Nalan Yu terbatuk-batuk hingga beberapa kali.
Awalnya Kai memang ingin melupakan hal yang Nalan Han dan kedua putrinya lakukan padanya dulu, tetapi dia berubah pikiran setelah melihat sikap kedua putri Nalan Han yang begitu arogan.
Setelah menarik semua niat membunuhnya, Kai segera pergi meninggalkan Nalan Han dan kedua putrinya bersama dengan pelayan disampingnya.
Di leher Nalan Yu, terlihat bekas cengkeraman tangan yang begitu merah. Dia mengalirkan Qi miliknya untuk memulihkan luka yang dia alami.
"Haahh.." Setelah Nalan Yu bernafas lega, dia mendongak keatas dan melihat tatapan tajam dari Ayahnya..
"A–Aya–.." Belum sempat Nalan Yu menyelesaikan kata-katanya, Nalan Han sudah terlebih dulu memberinya sebuah tamparan keras.
Plakk!!
Suara keras itu menggema ke setiap sudut lorong ruangan. Nalan Xing membuka lebar mulutnya tidak percaya apa yang baru saja ayahnya lakukan.
"Dasar bodoh!! Apa yang baru saja kau lakukan dengan membuatnya marah! Apa kau ingin Keluarga kita di hilangkan dari Daratan Jie!" Nalan Han berteriak keras dengan mata merah melotot kearah Nalan Yu.
Nalan Yu hanya diam saja dengan wajah menunduk tidak berani menatap ayahnya secara langsung.
"A–Ayah, kurasa itu sudah cukup.. Ka–.."
Plakk!!
Hal yang sama juga terjadi pada Nalan Xing, dia juga menerima sebuah tamparan keras dari Nalan Han hingga membuatnya terjatuh di atas lantai.
"A–Ayah kamu memukulku.." Nalan Xing berkata pelan dengan mata berkaca-kaca.
Nalan Han sebenarnya enggan untuk menghukum kedua putrinya, tapi jika dia tidak menghukum putrinya, bisa saja putrinya melakukan kesalahan yang sama dimasa depan dan akan berakibat buruk pada Keluarga Nalan.
"Haa, Kalian cepat masuk kedalam kamar kalian setelah itu minta maaf pada tuan muda.." Nalan Han beranjak pergi menuju ruangannya dan meninggalkan Nalan Yu dan Nalan Xing disana.
Sementara itu, di dalam kamar yang telah dipersiapkan oleh Nalan Han untuk nya. Kai segera memasang Array Pelindung dan Array pertahankan.
Dia menggeser kasur besarnya ke samling agar memberinya tempat yang cukup luas untuk berlatih.
Kai mengeluarkan Cincin Ruang milik Wei Chu yang dia ambil kemarin, setelah melepaskan segel yang melindungi Cincin Ruang itu. Kai segera mengeluarkan sebuah bola kristal berwarna merah dengan energi spiritual yang terkandung di dalamnya.
Itu adalah Inti Naga Api.
Kai segera duduk bersila, dia memejamkan kedua matanya dan melapisi tubuhnya dengan Qi. Dari dalam Dantian Qi segera mengalir dengan cepat keseluruh tubuh melalui titik meridian yang ada.
Inti Naga Api melayang di atas udara dan mengeluarkan Cahaya merah yang kemudian terserap masuk kedalam Tubuh Zhukai.
Kai mengolah budidaya pelahap bintang dan memurnikan inti Naga Api dengan cukup cepat..
Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tepat tiga hari berlalu semenjak Kai memurnikan inti Naga Api. Cahaya merah yang terkandung di dalam inti Naga Api segera meredup, tak lama kemudian kristal itu pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.
Kai membuka matanya, dia menghembuskan nafas beberapa kali setelah itu berdiri dan meregangkan otot-ototnya.
"Ada kenaikan besar dalam Kultivasiku.." Senyum cerah segera menghiasi wajahnya, Kai berjalan kearah jendela dan membuka jendela agar sinar matahari dan udara dapat masuk kedalam ruangannya.
"Haahhh, ini hari yang indah."
***
Bersambung...