
Diatas langit yang berawan, matahari bersinar terang dengan cahayanya yang begitu hangat di pagi hari.
Sebuah pedang besar sedang melesat di udara dengan kecepatan stabil dimana diatas pedang itu terlihat dua orang dan satu anjing kecil disana.
Zhukai duduk diam sambil mengendalikan pedang besar, sedangkan Chi Bingxin terus bermain dengan Xiao Hu sepanjang perjalanan.
"Ayah lihat, tanduk di kepala Xiao Hu semakin memanjang." Ujar Chi Bingxin sedikit terkejut.
Kai melihat sekilas, memang tanduk di kepala Xiao Hu semakin memanjang, itu yang awalnya hanya beberapa cm, kini memanjang hingga 5 cm.
"Kamu tumbuh dengan cepat ya Xiao Hu." Kai mengelus kepala Qi Lin itu sebagai hadiah.
Tiba-tiba, senyuman di wajah Zhukai menghilang digantikan oleh tatapan tajam disekitarnya.
"Keluar!.."
Dengan teriakannya yang keras, dari balik awan, muncul puluhan orang dengan pakaian yang sama. Merek memiliki sebuah simbol api di dada bagian kiri mereka.
Hanya dengan sekali pandang, Chi Bingxin segera tahu bahwa mereka berasal dari Sekte Yaolan. Mereka juga termasuk kedalam sekte besar yang ada di Benua Ashura dengan ketua sekte mereka yang berada di peringkat ke-16 dalam daftar surgawi.
Sedangkan saat ini, orang yang mengepung Zhukai kebanyakan pria tua dengan janggut panjang, ada beberapa Kultivator muda dengan basis Kultivasi Immortal God Realm.
"Tetua! Pria itu, dia yang membunuh tuan muda Duan." Seorang pria yang terlihat berumur 30 tahun-an berkata dengan jarinya menunjuk Zhukai yang duduk diatas pedang.
"Dia? Apakah kau sudah memastikan nya?"
"Sudah Patriak, memang pria itu yang ada di bayangan giok jiwa milik tuan muda Duan." Ujarnya.
Mendengar penjelasan dari pria sekte Yaolan tadi, Tetua sekte itu segera mengalihkan pandangannya pada Zhukai dengan niat membunuh yang meluap-luap dari dalam tubuhnya.
Sementara itu, Chi Bingxin menatap marah pada mereka semua, "Berani menganggu waktuku dengan ayah! Sekte Yaolan, akan aku ingat mereka."
Ketika Chi Bingxin hendak membunuh mereka, Kai berdiri untuk menghentikannya. "Kamu duduk disini dan jaga Xiao Hu. Bagaimana mungkin aku sebagai seorang ayah membiarkan putrinya bertarung."
Zhukai dengan senyum di wajahnya melayang di udara dan menatap puluhan orang di depannya dengan tatapan tajam.
"Kau memiliki cukup keberanian ternyata, aku mengira kau akan ketakutan dan bersembunyi dibelakang gadis cantik itu hahaha.."
Gelak tawa dari anggota sekte Yaolan terus mengeluarkan kata untuk mengejek Zhukai, hal itu juga membuat Chi Bingxin semakin marah dan ingin membunuh mereka semua.
"Apakah kalian sudah cukup berkata omong kosongnya?" Kai dengan acuh menganggap ejekan itu.
Dia kembali bertanya dengan senyuman masih terlihat di wajahnya yang tampan.
"Tch, Kalian semua bunuh dia–... Arghhh.."
Ucapannya terhenti, dia mengerang kesakitan ketika merasakan jari tangannya terpotong dengan rapi.
Aliran darah mengalir deras keluar dari jari tangannya yang sudah buntung, Tetua itu merintih dengan air mata yang mengalir deras, Qi dalam Dantian nya dengan cepat mengalir untuk menghentikan aliran darah dari jari-jarinya.
Tepat setelah rasa sakit itu mereda, Kai sudah berada tepat di depan tetua itu dan mencengkeram salah satu tangannya.
Kratakk!!
Suara tulang retak terdengar keras, ketika Zhukai menghancurkan pergelangan tangan tetua itu.
Tetua itu kembali menjerit, "Arghh!! sial, pergelangan tanganku.."
Semua bawahannya menatap ngeri melihat itu, mereka berniat untuk menyerang Zhukai secara diam-diam tetapi itu tidak bekerja.
Tubuh mereka tidak bisa digerakkan karena sebuah tekanan kuat penuh niat membunuh membuat mereka diam di tempat.
Kai tanpa henti menyiksa tetua itu dengan sangat kejam hingga berselang hampir tiga menit, Kai menebas kepala tetua itu dan membuatnya tewas tanpa bisa melawan.
Kai tidak membiarkan satu musuhnya pun pergi, dia membunuh mereka dengan cepat dan kembali ke pedang besar tanpa noda darah sedikitpun di tubuhnya.
"Apakah kamu tidak takut melihat sifat kejam yang ayahmu miliki?" Kai duduk bersila sambil bertanya pada putrinya.
Chi Bingxin menggeleng, "Tidak ayah, mereka pantas mendapatkan nya. Kudengar sekte Yaolan juga sering melakukan perbuatan buruk pada orang biasa."
Kai senang mendengar jawaban putrinya, ia menambah kecepatan pedang besar hingga menuju ke kota Ashura bagian dalam.
Untuk sampai di sekte Ashura, Kai setidaknya harus melewati kota Ashura bagian dalam dan hutan lembah kehidupan.
Karena waktu itu adalah siang yang telah berganti malam hari, Kai akhirnya memutuskan untuk bermalam di kota Ashura bagian dalam.
Meski tidak sebesar kota Ashura bagian luar, itu masihlah luar biasa untuk dilihat. Ada banyak bangunan besar, penduduk disana juga setidaknya berjumlah hampi 10.000 orang.
Di sebuah rumah makan, duduk dua orang dengan seekor anjing husky berwarna abu-abu diatas sebuah meja.
Pria itu memesan banyak makanan dan juga tiga kendi arak yang cukup terkenal dari rumah makan itu.
"Apakah kamu minum alkohol?" Kai menyantap daging dengan sumpit di tangannya, ia mengunyah sambil bertanya pada putrinya.
"Tidak, aku tidak minum minuman seperti itu."
Dengan begitu, Kai memesan jus buah untuk putrinya. Sementara untuk Xiao Hu, Kai memberinya batu spiritual dalam jumlah banyak.
Chi Bingxin hanya memakan sedikit sementara sisanya telah dimakan oleh Zhukai dalam waktu singkat.
Malam hari itu, suasana di rumah makan sangat ramai, tidak seperti para bangsawan yang sangat angkuh ketika di kota Ashura bagian luar. Mayoritas penduduk yang tinggal di kota Ashura bagian dalam sangat ramah.
Ia dan putrinya datang ke penginapan, Kai memesan dua kamar untuk dirinya dan putrinya. Ia menghabiskan total 100 batu raja untuk itu.
Ketika Kai memasuki kamarnya, ia tiba-tiba teringat dengan pecahan dari Sovereign of Heaven.
Ia akhirnya menemui Chi Bingxin yang ada di kamar sebelah untuk menanyakan alasannya kenapa organisasi pembunuh menginginkan Sovereign of Heaven.
Kai juga menceritakan tentang pembantaian yang dilakukan oleh anggota organisasi pembunuh terhadap desa Hanluo.
"Apa!! Kapan itu terjadi ayah! Aku sama sekali tidak tahu tentang hal itu." Chi Bingxin berteriak tak percaya dengan sudut mulutnya bergetar.
Dan tentang pecahan Sovereign of Heaven, Chi Bingxin tidak mengetahui apapun tentang itu apalagi fungsinya.
"Sial! mereka berani berbuat sekejam itu bahkan melanggar perintah yang aku berikan. Setelah aku kembali aku akan membersihkan sampah-sampah seperti mereka."
Niat membunuh terpancar dari mata hitam legam Chi Bingxin, "Baiklah, tapi jangan terlalu memaksakan dirimu." Kai mengelus kepala putrinya setelah itu berjalan pergi.
Karena ia tidak bisa tidur malam itu, Kai akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan diluar. Hingga ketika ia mencapai alun-alun kota, Zhukai melihat sebuah pemandangan yang membuat tubuhnya mematung.
Diatas tiang tinggi yang ada di alun-alun, terlihat ada dua buah mayat yang tergantung diatas sana dengan bekas luka yang begitu parah di tubuh mereka.
Tetapi yang membuat Zhukai mengernyit adalah fakta bahwa mereka berdua adalah dua orang yang dia bantu ketika diluar kota Ashura.
Seorang pria dan wanita yang di intimidasi oleh seniornya.
"Hahh, mau bagaimana pilihanku waktu itu, mereka tidak punya pilihan lain selain mati."
Kai terlalu sering berlatih hingga melupakan bahwa hukum di dunia itu adalah yang kuat yang berkuasa, karena mereka berdua tidak memiliki kekuatan itu, takdir mereka hanyalah ... Kematian!
***
Bersambung.