
Lautan itu begitu luas, ketika angin bertiup kencang, sebuah ombak setinggi lima meter tercipta di dalam laut dan menuju ke daratan.
"Hmm, energi spiritual di Alam ini masih sedikit di bandingkan dengan Alam Bintang." Zhukai bergumam, meski dua sama-sama Dunia Ilahi, tetapi energi spiritual di setiap dunia berbeda-beda.
Maka dari itu, Alam Surgawi merupakan Dunia Ilahi dengan energi spiritual terpadat dibandingkan dengan Alam lainnya.
Bahkan Kai sendiri masih mengagumi betapa padatnya energi spiritual yang ada di Alam Surgawi.
Dapat diketahui, semakin padat energi spiritual di Alam itu, semakin cepat juga mereka untuk meningkatkan Kultivasi.
Untuk saat ini, Kai akan memfokuskan untuk meningkatkan Teknik Bintang Agung Penghancur ke tingkat tertinggi.
Jika dia tidak bisa melakukan itu, akan sulit untuk membalas dendam pada dewa perang kuno.
"Oh, daratannya sudah terlihat." Zhukai menyipitkan kedua matanya, jauh di depan sana terlihat sebuah daratan yang sangat luas.
Dia mempercepat kecepatan terbangnya, selang beberapa detik, Kai akhirnya mendarat dan turun di pulau tersebut.
"Sial, tidak ada tanda kehidupan dalam jarak satu mil dari sini." Kai membuka kedua katanya sedikit kecewa ketika tidak ada seorangpun yang tinggal disekitar sana.
"Haahhh, kurasa aku harus berjalan lebih jauh lagi." Kai mengumpulkan Qi ke garis Meridian yang ada di kedua kakinya.
Dia perlahan melayang dan terbang melewati hutan.
***
Di antara ribuan dunia ilahi, sebuah Alam yang penuh dengan binatang buas, hanya sedikit ras manusia yang tinggal disana.
Jauh di dalam sebuah reruntuhan kuno, ada sebuah pintu rahasia yang mengarahkan seseorang kedalam ruangan tertentu.
Seorang pria tua dengan banyak keriput di wajahnya duduk di sebuah kursi kayu. Tak jauh di depannya sebuah ukiran patung yang terbuat dari batu dewa berdiri kokoh.
Pahatan wajah patung itu seakan mirip seseorang ... Benar, paras patung itu sangat mirip dengan Zhukai.
Selang beberapa detik, kedua mata patung itu bercahaya di ikuti dengan bersinarnya seluruh tubuh patung itu.
Pria tua itu tiba-tiba membuka matanya terkejut, tubuhnya bergetar ketika melihat patung itu bercahaya.
"A–Akhirnya... Tuan Dewa Bintang, dia bangkit." Pria tua itu mengepalkan tangannya, tersenyum gembira.
"Aku harus memberitahu seluruh saudaraku, mereka harus berkumpul untuk kembali menyambut kebangkitan guru."
"Dengan kebangkitan tuan dewa bintang, sekte bintang primordial akan kembali ke masa kejayaannya."
Tepat setelah pria tua itu menyelesaikan ucapannya berjalan keluar dari ruangan yang gelap untuk minat dunia luar setelah berdiam ribuan tahun lamanya.
Reruntuhan kuno itu tidak cukup besar, hanya butuh beberapa menit hingga pria tua itu keluar dari dalam reruntuhan.
"Udara segar... Sudah lama aku tidak menghirupnya." Setelah pria paruh baya itu keluar dari dalam reruntuhan kuno, dia menghilang tanpa jejak.
Sementara itu di tempat lain, seorang pria dengan tubuh penuh dengan bulu berwarna coklat duduk dengan mata terpejam.
Batu Giok yang ada di mahkota yang dipakainya tiba-tiba bersinar terang, saat itu juga pria itu membuka matanya.
Sudut mulutnya mengeluarkan senyuman senang, dia mengambil tongkat yang tertancap di tanah tepat di sampingnya dan mulai berdiri.
"Saudaraku ... Akhirnya kamu bangkit."
Pria itu bersiul dan memanggil sebuah awan di atas langit kemudian melompat dan menaiki awan itu.
"Hahaha, ketika kita bertemu, akan kuberi kau pelajaran." Pria itu tertawa bercanda.
***
Di atas udara, Zhukai dengan kecepatan Nyang sangat cepat melewati hutan luas itu hanya dalam kurun beberapa menit.
Setelah dia melewati hutan, ternyata apa yang menunggunya di depannya adalah sebuah jurang yang sangat dalam dan begitu gelap.
"Hei Qi Yue, bukankah kamu memikirkan apa yang aku pikirkan." Kai menyeringai, dia menatap pedangnya dan berkata.
Seketika, dari pedang itu muncul sebuah kabut hitam yang perlahan berubah menjadi sosok gadis cantik dengan senyum menggoda di wajahnya.
"Hubby, apakah kamu memintaku untuk menyerap Aura Kematian itu? Tidak, aku tidak mau.. Itu terlalu kotor." Ucap Qi Yue memandang jijik kedalam dasar jurang.
Meski Qi Yue butuh Aura Kematian untuk mempertahankan wujudnya sekaligus untuk memulihkan kekuatannya yang hilang, tetapi ia juga memiliki standar untuk Aura Kematian yang ia murnikan.
"Haahhh, Apakah dia memang secerewet ini?" Kai memutar matanya, dia berkata.
"Yi'er, apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk ini?"
[Ada Kai Gege, Kai Gege hanya perlu membayar 10 juta Poin Takdir untuk itu]
"Apa! Sepuluh juta? Bukankah itu sedikit terlalu mahal." Meski Kai memiliki triliun Poin Takdir, tetapi untuk membuang-buang poin Takdir seperti ini adalah pemborosan.
[Tidak Kai Gege, Aura Kematian ini sudah tercemar dengan aura jahat, jika Kai Gege ingin membersihkan nya, 10 juta Poin Takdir itu harga yang cocok]
Kai menghela nafas, dia mengangguk setuju.
"Baiklah Yi'er, lakukan sesukamu."
Tepat setelah sepuluh juta Poin Takdir Zhukai berkurang, dari dalam jurang terlihat sebuah cahaya perak yang hanya berselang selama beberapa detik.
"Sinar apa itu?" Qi Yue membelalakkan matanya ketika sinar perak bersinar di dasar jurang.
Tetapi di detik berikutnya, ekspresi keterkejutan terlintas di kedua matanya yang indah.
"Hubby, bagaimana mungkin aura jahat itu tiba-tiba menghilang?" Qi Yue memandang Zhukai, bertanya dengan terkejut.
"Hehehe, bagaimana mungkin aku memberitahunya bahwa itu ulah Yi?" Kai tertawa dalam hati.
"Qi Yue, apa yang kamu tunggu... Aura jahat itu sudah menghilang, apakah kamu tidak ingin menyerap aura kematian itu."
Zhukai berkata sambil menggoda Qi Yue.
"Hmph, baiklah-baiklah." Qi Yue mendengus, dia melompat turun ke dalam jurang.
Hanya dalam waktu beberapa menit, Aura Kematian yang begitu pekat itu terserap habis kedalam tubuh Qi Yue.
Ketika Qi Yue terbang kembali ke sisi Zhukai, senyuman manis terlihat di wajahnya yang cantik.
"Hubby, aku sudah selesai." Ujarnya dengan hati berbunga-bunga.
Kai menghela nafasnya, saat ini entah mengapa dia ingin mengelus kepala Qi Yue dan memberinya pujian.
Tetapi itu segera terhenti ketika Qi Yue mengatakan sesuatu, "Hubby, aku akan kembali terlebih dulu untuk memurnikan aura ini."
Sebelum Kai bisa mengatakan sesuatu, Qi Yue sudah memudar terlebih dulu dan masuk kedalam pedang hitam.
"Haahh, ya sudahlah, aku akan pergi ke kota terdekat untuk mencari informasi.. Tetapi sebelum itu." Kai menyeringai, dia berbalik menatap kearah hutan yang luas dengan senyumnya yang semakin merekah.
"Bukankah akan lebih baik jika aku farming terlebih dulu? Mwehehe..."
Zzrrttt!!
Duarr!!
Ledakan terjadi ketika Zhukai mengumpulkan ototnya di kedua kakinya dan melesat kembali kedalam hutan.
***
Bersambung..