Re-system

Re-system
Awal Mula Kehancuran Keluarga Xiao



Pandangan Xiao Lun semakin masam ketika serangannya di tahan dengan begitu mudah oleh Zhukai, Dia berhenti diatas udara tidak menyerang.


"Anak Muda, aku tidak tahu dendam apa yang dimiliki Keluarga ku padamu.. Kamu juga telah membunuh Anakku, jadi bagaimana kalau kita menghentikan pertarungan disini saja." Xiao Lun berkata sambil menyarungkan pedangnya, dia segera menghilangkan niat permusuhan dan memasang senyum pada Zhukai.


"Keke.. Mencoba mengulur waktu? Pak tua, usahamu sepertinya sia-sia..." Kai mengambil pedang Thunderbird di dalam Inventory.


Setelah itu, Kai segera mengubah penampilannya kedalan mode Tubuh Petir Abadi.. "Roh Thunderbird Keluar!!"


Duarr!!


Pedang Thunderbird menyala mengeluarkan sebuah Kilatan-kilatan petir berwarna biru. Tepat di detik berikutnya, keluar sebuah burung yang begitu indah dari dalam Pedang Thunderbird.


"Tuan? Bagaimana bisa kamu memiliki Aura Petir Kuno di dalam tubuhmu?"


"Tidak perlu banyak bertanya, cepat bantu aku mengisi kekuatan Petir yang ada di dalam Tubuhku!"


Roh Thunderbird hanya bisa mengangguk dan mulai mengeluarkan elemen petir dari dalam tubuhnya.


"Hiaaa... Petir Kuno!!"


Awan diatas langit seketika berkumpul menjadi satu menjadi sangat gelap, kilatan petir berwarna emas perlahan mulai terlihat diatas langit.


Tekanan dari Petir Kuno sama kuatnya dengan Kesengsaraan Ilahi tingkat Roh yang mana itu akan sangat mustahil untuk dapat ditahan oleh Kultivator Biasa.


"Sialan! Bagaimana bisa muncul Kesengsaraan Ilahi sekarang." Xiao Lun menjadi sangat kesal dan mengambil kembali pedang besar di punggungnya.


Dia segera mengangkat Pedangnya keatas untuk menahan Petir Kuno dari Zhukai.


Ctart!!


Jdeerr!!


Petir berwarna emas itu segera turun dan menghantam tempat dimana Xiao Lun berada..


Boomm!


Ledakan keras terdengar ketika Petir Kuno menghantam tubuh Xiao Lun. Tanah tempat dimana Xiao Lun berada kini hangus dan sedikit hancur.


Asap Hitam terlihat menutupi tempat itu, ketika asap hitam perlahan menghilang, terlihat Xiao Lun berdiri tegak dengan mata merah menatap Zhukai dengan penuh niat membunuh.


"Khuakk!!... Uhuk! Uhuk!.."


Tubuh Xiao Lun dipenuhi dengan bekas luka bakar, dia segera berlutut dan memuntahkan Seteguk darah segar dari mulutnya.


"Haa.. Untung saja aku pernah mengolah tubuh fisik ku sampai tingkat tertentu, jika tidak..." Xiao Lun tidak berani membayangkan bagaimana nasibnya jika tubuh fisiknya tidak dia olah.


Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki dibelakangnya, kekhawatiran di hatinya seketika menghilang dan dia kemudian menatap Kai dengan seringai dingin.


"Hahaha.. Bocah tamat sudah nasibmu, Para tetua dari Keluarga Xiao sekarang sudah datang dan kekuatan mereka juga tidak kalah jauh dariku.." Xiao Lun tertawa lantang sambil mencoba berdiri dengan pedangnya sebagai penyangga.


"Haha, bahkan jika ada seratus orang seperti kalian itu tidak akan cukup untuk membunuhku!"


Mendengar balasan dari Zhukai, Xiao Lun mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya. Dia segera berbalik dan melihat 10 tetua Keluarga Xiao dengan persenjataan penuh, Bahkan mereka semua membawa Artefak dari Gudang harta.


"Patriak, kami membawakan senjata utamamu." Ucap seorang tetua sambil menyerahkan Tombak panjangnya pada Xiao Lun.


"Hati-hati, pemuda ini sangat tidak biasa. Bahkan setelah menerima serangan penuh ku, dia tidak menerima luka sama sekali." Xiao Lun segera mengambil Tombak yang ada di tangan tetua dan memberikan mereka semua peringatan.


"Kau bisa tenang Patriak, Walaupun dia kuat, tetapi apa yang bisa dia lakukan dibawah serangan sebelas Kaisar Dewa Tahap Setengah Langkah?" Salah seorang tetua berkata dengan nada meremehkan.


Xiao Lun mengangguk, sebenarnya tidak ada yang salah dari ucapan tetua tadi. Satu orang melawan sebelas orang? Jelas saja yang lebih banyak yang akan menang.


Belum sempat Xiao Lun berbalik, diadan sepuluh tetua lain menerima sebuah serangan telapak tangan raksasa dari atas udara..


Duarr! Boomm!


"Khuakk!! Uhukk!! Uhukk!!.."


Xiao Lun mendongak Keatas..


Whuss!!


Secara tiba-tiba, Zhukai saat ini sudah berada tepat di depannya dengan pedang Thunderbird buang terus-menerus mengeluarkan Kilatan Petir.


Tepat dihadapan sepuluh tetua Keluarga Xiao, Kai menebas Lengan Xiao Lun tanpa ada sagupun dari mereka yang menyadari Gerakannya..


"Argghh.. Lenganku ...!"


Potongan Lengan Xiao Lun tergeletak di tanah dengan bekas darah yang masih mengalir..


"Patriak!!.. Grr.. Bajingan!! Aku akan membunuhmu!"


Tetua ke-tiga dari Keluarga Xiao segera terbang dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju Zhukai, dia segera mengepalkan tangannya dan membentuk sebuah tinju dengan bara api yang mengelilinginya.


"Hiaa.."


Kai tidak berdiam diri saja, dia juga membentuk sebuah kepalan tangan dan membalas Pukulan dari Tetua Keluarga Xiao yang mengarah padanya.


Duarr!


Pukulan dan pukulan saling beradu menimbulkan sebuah ledakan keras diikuti oleh sebuah teriakan yang menggema di seluruh halaman.


"Tetua Ke-tiga..."


Tetua Ke-empat berdiri dan segera berlari kearah tubuh Tetua Ke-tiga, setelah diperiksanya ternyata tulang tangan kanan yang dia gunakan untuk memukul Zhukai kini telah remuk.


"Kekeke.. Aku sebenarnya bisa saja membunuh kalian dengan cepat sedari awal, tetapi itu akan terlalu ringan memberi kalian kematian seperti itu.."


Kai kembali ke Penampilan Necromancer. Setelah itu dari tubuhnya, keluar sebuah asap hitam yang kemudian memenuhi seluruh halaman.


Para Murid yang memiliki Kultivasi Rendah seketika terpengaruh Asap hitam itu dan membuat mereka menjadi gila..


"Ini.. Apa yang sedang terjadi!!" Xiao Lun yang baru saja memulihkan luka yang dia alami tersentak kaget ketika melihat para anggota Keluarga Xiao berubah menjadi orang gila..


Dia segera mengalihkan pandangannya pada Zhukai yang saat ini berada di langit dengan aura hitam yang terus-menerus keluar dari tubuhnya.


"Sial, sebenarnya siapa yang telah kami singgung hingga membuat Keluarga Xiao di ambang kehancuran seperti ini." Xiao Lun benar-benar sudah pasrah pada keadaan seperti ini. Satu-satunya solusi yang dapat dia pikirkan adalah minta maaf dan meminta pengampunan pada Kai.


Xiao Lun buru-buru bersujud didepan Zhukai dan berkata dengan suara serak dan penuh dengan keputusasaan, "Tuan Yang terhormat aku benar-benar tidak tahu bagaimana Keluarga Xiao kami menyinggung anda. Aku benar-benar mohon padamu untuk melepaskan Keluarga Xiaoku, dimasa depan kami berjanji akan membantumu ketika menghadapi masalah."


"Benar-benar.. Kami benar-benar meminta maaf." Kesepuluh Tetua segera mengikuti apa yang dilakukan Patriak mereka dan bersujud meminta ampunan.


Seringai dingin di wajah Zhukai segera menghilang, "Kalian benar-benar menjijikan!! Apakah ketika Keluarga Jiuyang dulu meminta ampunan seperti ini kalian megampuni mereka?.."


Deg–


Jantung Xiao Lun terasa seperti berhenti berdetak, "Kamu.. Tidak Mungkin!! Aku dan Dua Patriak lain telah membantai Habis seluruh Keluarga Jiuyang dan hanya menyisakan Jiuyang Lin seorang. Bagaimana bisa ada keluarga Jiuyang lain sain dirinya."


"Siapa Bilang aku berasal dari Keluarga Jiuyang!" Kai berkata dengan dingin.


Mata hijaunya menyapu pandangan semua orang dan berhenti pada Tetua ke-lima. Hanya dengan pandangan sekilas, sebuah Api Putih muncul dan membakar habis tubuh tetua itu hingga tak bersisa..


"Glup.."


Semua orang menelan ludah ketakutan, Tubuh Xiao Lun saat ini sudah bergetar hebat.. Tepat ketika Kai mengalihkan pandangannya pada hal yang lain. Salah satu tetua buru-buru bangkit dan berlari dengan sangat cepat.


"Mencoba melarikan diri? Haha.. Mati!!."


****


Bersambung..