Re-system

Re-system
Serbuan Dari Akademi Zhunche



Dari luar, cahaya bulan mulai masuk kedalam kamar Zhukai melalui jendela kamar yang terbuka lebar.


Itu menerangi mereka bertiga, tiba-tiba Zhukai membuka kedua matanya dan segera duduk.


Dia berjalan menuju jendela dan menatap bulan yang bersinar terang dengan cahaya keperakan nya.


Sementara itu, kerlipan putih kecil yang bersinar. uskup redup menbuat hari Zhukai menjadi sangat nyaman.


"Cahaya Bintang! Sungguh indah.."


Cahaya redup itu segera terserap masuk kedalam tubuh Zhukai dan membuat Kai merasa pikirannya menjadi semakin jernih.


Tiba-tiba, dalam benaknya terbesit kata-kata yang tertulis di buku kuno yang Tang Ye berikan padanya.


"Ha, aku akan memikirkannya ketika aku sudah menjadi kuat.."


Kai menutup jendela kamar dan kembali keatas kasur. Dia melihat tubuh Yu Chi Lan yang sedikit terbuka dengan aroma harum dari tubuhnya.


"Tidak tidan tidak.. Apa yang baru saja aku pikirkan.."


Kai mengambil bantal yang berada tidak jauh darinya kemudian tidur dengan selimut yang cukup tebal dan lebar, cukup untuk mereka bertiga.


Pagi hari mulai tiba, Cahaya bulan menghilang digantikan oleh sinar hangat yang membuat tubuh menjadi sangat nyaman.


Zhukai terbangun ketika merasakan bagian dadanya basah, ketika dia membuka matanya terlihat sosok gadis remaja yang sangat cantik tertidur diatas tubuhnya..


Tetapi yang membuat Kai mengerutkan keningnya adalah air liur dari gadis itu yang membasahi pakainya.


"Em.. Jian'er bangun, ini sudah pagi.."


Kai menggoyang-goyangkan tubuh Biao Jian cukup keras hingga membuat Biao Jian terbangun dari tidurnya.


Slrppphh!!..


Air liurnya segera terisap masuk kembali kedalam mulutnya, dia menguap beberapa kali dan menyeka air liur di mulutnya.


"Kakak?~ Selamat pagi.."


Sebuah senyuman yang sangat manis terukir di wajah polos Biao Jian, dia menatap manis wajah kekasihnya itu.


"Anu Jian'er, bisakah kamu turun terlebih dahulu.." Zhukai berkata dengan memaksakan sebuah senyum di wajahnya..


Biao Jian mengangguk, dia segera turun dari atas Zhukai setelah itu mulai turun dari atas kasur.


"Kakak, aku akan mandi terlebih dulu. Kamu bangunkan ibu ya."


Melihat siluet Biao Jian pergi, kini diatas kasur hanya menyisakan Zhukai dan Yu Chi Lan yang sedang tertidur. Ketika Kai ini menyentuhnya untuk membangunkannya, Yu Chi Lan sudah bangun terlebih dulu.


Kedua pasang mata tersebut saling menatap, tidak ada satupun dari mereka yang mengalihkan pandangan nya hingga beberapa detik setelah itu Yu Chi Lan menoleh dengan wajah memerah.


"M–Mesum.. Apa yang coba kau lakukan.." Yu Chi Lan berkata dengan suara terbata-bata, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Ha, apa yang kau pikirkan? Aku hanya mencoba untuk membangunkan mu tadi.."


"Begitulah? Maaf kalau begitu.. Hmph.."


Yu Chi Lan segera meninggalkan kasur dan segera menyusul putrinya di kamar mandi.


Karena Kai tidak memiliki hal lain untuk di lakukan, dia menyeringai lebar dan berjalan dengan pelan ke kamar mandi.


Klakk!!


Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, hal pertama yang Kai lihat setelah membuka pintu adalah dua buah dada yang begitu besar dengan buah ceri di tengah-tengah dada itu.


"Kakak~ Apakah kamu ingin mandi bersama?"


Tubuh Biao Jian yang penuh dengan busa hingga Zhukai tidak dapat melihat belahan dadanya dengan jelas.


Meski begitu, dada Biao Jian yang masih dalam pertumbuhan terlihat sangat luar biasa...


"K–Kamu bajingan mesum, apa yang kau coba lakukan disini.." Yu Chi Lan berteriak mengambil sebuah handuk untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.


"Heh, kenapa aku tidak bisa datang kesini? Aku menyewa kamar ini dengan uangku mwehehe.." Kai menyeringai lebar, dia mengambil handuk kecil untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


Tak jauh dari tempatnya berada, ada sebuah kursi kecil.


"Jian'er, Kemarilah. Kakak akan mencuci rambut mu.."


"Benarkah? Baiklah.."


Tanpa malu, Biao Jian segera duduk tepat di depan Zhukai. Dia tidak sadar menggesek-gesek kan punggung nya kepada adik kecil Zhukai yang tertutup handuk.


"Kakak, ada sesuatu yang keras disini.."


"Ah, itu tidak apa-apa Jian'er.."


"Bagaimana Jian'er apakah ini enak?" Zhukai menggaruk-garuk kepala Biao Jian sambil membilasnya dengan air.


"Iya Kakak... Ahnn~ Tunggu, apa yang sedang kakak lalukan.." Biao Jian mendesah dengan cukup imut, dia merasakan geli disekitar perut kemudian beralih di bagian dadanya.


Sementara itu, Zhukai yang masih terus menerus menikmati dua buah dada yang begitu empuk mulai terkekeh pelan.


"Hmm, Apakah Jian'er tidak menyukainya.."


"Hmm~ Ahhh~... T–Tidak, Jian menyukai setiap hal yang kakak lakukan.." Sambil mencoba menahan ******* keluar dari mulutnya, Biao Jian mulai memanas.


Sementara itu, Yu Chi Lan yang terus menyaksikan kejadian itu juga mulai memerah. Tanpa dia sadari, salah satu tangannya melakukan gerakan yang tidak pernah ia bayangkan.


"T–Tunggu.. Apa yang baru saja aku lakukan.."


Dia terlihat sangat malu dan memutuskan untuk membersihkan badannya dan segera pergi keluar.


Sementara itu, Zhukai yang sudah membilas kepala Biao Jian dengan air juga mulai membersihkan dirinya.


Kai dan Biao Jian keluar dari kamar mandi bersama-sama, mereka berdua segera memakai pakaian dan pergi keluar.


"Em, Kita akan kemana setelah ini?" Yu Chi Lan bertanya


"Emm.. Kita akan menuju Kekaisaran Xuanzhen sebelum pergi ke Benua Ashura."


Kekaisaran Xuanzhen, merupakan pusat kekuatan di Benua Xuanzhen. Kekaisaran tersebut di perintahkan oleh seorang Kaisar' dengan Ranah Kultivasi Dewa Abadi.


Mungkin dia belum menembus ke Ranah Dewa Semesta, tetapi kekuatan yang kaisar Xuanzhen keluarkan hampir menyamai seorang Dewa Semesta.


Kai pergi ke Kekaisaran Xuanzhen berharap menemukan beberapa barang yang cukup bagus.


"Kekaisaran Xuanzhen? Sudah sangat lama akuntidak pergi kesana. Mungkin aku akan bertemu dengan beberapa kenalan ku.."


Yu Chi Lan tersenyum tipis, meski ada sedikit jejak kebencian dari aura yang dia keluarkan, tetapi itu menghilang seketika.


"Kita akan menuju kesana..."


Zhukai menunjuk sebuah tempat dimana Pelabuhan Profound Ark berada. Untuk sampai disana, Zhukai harus melewati hutan serta Akademi Zhunche.


Dia teringat kejadian dimana dia mempermalukan Akademi Zhunche dihadapan semua orang.


"Mungkin mereka akan membalas dendam huh..."


Benar saja, ketika Zhukai dan dua lainnya telah mencapai kedalam hutan. Sebuah tekanan yang sangat kuat mengunci dirinya serta Biao Jian dan Yu Chi Lan.


"Huahahaha... Kau tikus kecil, aku sudah menunggu mu disini untuk waktu yang lama."


Tawa seorang pria yang cukup menakutkan untuk di dengar terdengar dengan sangat jelas di telinga mereka bertiga.


Di balik semak-semak, keluar sosok pria paruh baya dengan ratusan orang lainnya dibelakang nya.


Tetapi ada beberapa wajah yang tidak asing dimata Zhukai. Mereka adalah dua orang yang telah dia permalukan dulu sekali, sementara yang satunya adalah orang yang bertemu dengannya di gerbang kota.


"Hahaha, sudah kubilang aku akan membunuhmu jika kita bertemu kembali. Aku akan membalas apa yang telah kau lakukan padaku ratusan kali lipat.." Sosok pemuda yang tak lain adalah putra walikota berbicara dengan nada yang begitu angkuh.


"Benarkah?" Kai tertawa kecil melihat putra walikota yang mengucapkan omong kosong.


Plakk!!


Kai merasakan sebuah tamparan keras di bagian pipi kanannya, karena saat ini dia terjebak oleh tekanan yang dikeluarkan oleh pria patuh baya itu, Kai sedikit kesulitan untuk bergerak.


"Kau babi sialan beraninya kau–..."


Duarr!!


Tubuh Putra mahkota meledak menjadi kabut darah, organ dalam serta dagingnya berceceran diatas tanah.


Terlihat di balik kabut darah itu, sosok Zhukai dengan wajah dingin nya menatap ratusan orang didepannya.


"Aku sudah memberi kesempatan bagimu kemarin, tapi..."


Whuss!!


Kai merubah fisiknya menjadi Necromancer, aura kematian yang begitu pekat mengelilingi sekujur tubuhnya. Tidak ada yang bisa melihat wajah Zhukai dengan jelas karena tertutup oleh jubah hitam.


Hanya matanya yang hijau seperti giok yang terlihat dalam kegelapan.


"Summon!!!..."


***


Bersambung..