Re-system

Re-system
Informasi dari Meng Nie



Ketika Zhukai mempersiapkan barang-barang nya dan bersikap meninggalkan Benua Xuanzhen bersama dengan dua gadis bersama.


Hal tak terduga menunggunya tepat di luar Pintu gerbang Kota Kekaisaran. Sosok gadis berambut panjang menunggunya dengan sedikit senyum di wajahnya.


Dia tidak lain adalah Meng Nie, gadis yang tiba-tiba pergi setelah tiba di Kota Kekaisaran. Untuk alasan nya sendiri Kai tidak tahu hal itu.


"Dia? Apa yang dia lakukan disana?" Gumam Zhukai pelan.


"Kakak, bukankah wanita itu yang bersama kita beberapa hari yang lalu... Kenapa dia berdiri sendirian disana?" Biao Jian berkata dengan wajah penuh tanda tanya.


"Aku tidak tahu, ayo kita segera pergi. Mungkin dia menunggu seseorang." Jawab Zhukai dengan suara lembut.


Mengabaikan Meng Nie yang berdiri di luar pintu gerbang, Kai terus berjalan maju.


"Ah itu, kamu.. Lama tidak jumpa." Ketika melihat sosok Zhukai berjalan melewati nya, dia segera melambaikan tangannya untuk menyapa.


Sementara itu, Kai masih bersikap dengan tenang tanpa memperdulikan panggilan Meng Nie.


Dia tidak ingin berhubungan wanita itu lebih kama karena statusnya yang begitu misterius. Kedatangannya yang tiba-tiba ini pasti bukanlah suatu kebetulan.


Ketika Kai bertemu dengannya secara tidak sengaja ketika malam hari di suatu gang sempit, ia sudah menaruh curiga padanya.


"Kakak, wanita itu, dia memanggil mu." Biao Jian berkata dengan menarik kerah baju Zhukai.


"Abaikan saja Jian'er, bersikap seolah kita tidak kenal dengannya.."


Biao Jian mengangguk patuh, seperti yang Kai katakan dia sama sekali mengabaikan panggilan Meng Nie.


Sementara itu, Meng Nie sendiri, dia terlihat sedikit kesal.


"Hei, aku memanggilmu paman. Apakah kamu tuli?" Meng Nie berlari menyusul Zhukai sambil berteriak.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Meng Nie, Kai menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Meng Nie dengan tajam.


"Siapa yang kau panggil tuli hah?"


"Ahaha, aku hanya bercanda.. Salah sendiri mengapa Paman tidak mendengar panggilan ku.." Meng Nie bersiul sambil mengalihkan pandangannya.


"Katakan apa alasanmu datang menemui ku? Jangan berfikir aku begitu bodoh menganggap pertemuan ini sebagai kebetulan." Kai berkata dengan begitu dingin.


Tubuh Meng Nie bergetar ketakutan dibawah tatapan Zhukai yang begitu tajam, "S–Sejak kapan pria ini memiliki tekanan seperti ini?"


Karena sebuah teknik tertentu, Meng Nie dapat mengetahui tingkat Kultivasi seseorang asalkan Kultivasi orang itu tidak berjarak 1 ranah di atasnya.


Kultivasi Kai saat ini adalah Dewa Surgawi Tahap Tribulasi yang akan butuh waktu untuk mencapai Immortal God.


Tetapi bahkan ketika Zhukai memiliki basis Kultivasi di bawahannya, Meng Nie sama sekali bukan lawannya. Bagaimana sekarang? Ia bahkan bisa mengalahkannya hanya dengan sedikit usaha.


"Cepat jawab! aku tidak memiliki banyak waktu yang dihabiskan."


Kembali ke akal sehatnya, Meng Nie buru-buru memikirkan alasan yang tepat. Tetapi ia sama sekali tidak menemukan alasan yang tepat di benaknya.


"Tidak bisa menjawab? Pergilah, aku tidak percaya pada orang seperti mu."


Kai menarik lengan Biao Jian dan Yu Chi Lan dan bergerak pergi.


"T–Tunggu dulu.." Meng Nie yang melihat siluet Zhukai dan yang lainnya berjalan pergi segera mencari cara untuk menghentikan mereka.


"Apa lagi?"


Meng Nie menghela nafas pelan setelah itu menatap Zhukai dan berkata, "Semua yang kamu ucapkan benar, aku sudah menunggu mu disini sejak tadi pagi."


"Jadi apa? Apakah kau hanya ingin mengatakan hal itu saja? Membuang waktu saja.."


Mengabaikan Meng Nie, Kai memimpin dua gadisnya pergi.


"Guruku mengatakan akan ada kemunculan Harta Dewa tingkat tinggi di gunung Xuanzhen, apakah kamu akan menyia-nyiakan kesempatan itu?" Raut wajah Meng Nie menunjukkan keseriusan.


Mendengar itu, tidak ada di antara mereka bertiga yang tidak tertarik. Apalagi Yu Chi Lan, dia sudah hidup sangat lama dan jelas lebih tahu akan harta dewa tingkat tinggi.


Bahkan di masa-masa kuno dulu, hanya sedikit orang yang memiliki keberuntungan tinggi mendapatkan harta dewa tingkat tinggi.


Salah satu di antara orang yang beruntung mendapatkan harta dewa tingkat tinggi itu adalah suaminya sendiri.


"Kai, itu kesempatan yang bagus. Harta dewa tingkat tinggi sangat sulit ditemukan, akan sangat sia-sia jika kita tidak pergi kesana."


Mendengar bisikan Yu Chi Lan, Kai merenung untuk beberapa saat dan kembali menatap Meng Nie.


"Apakah aku bisa mempercayai ucapan mu, dan bagaimana gurumu tahu tentang lokasi harta itu?"


"Dia menggunakan Godly Xuolong. Itu adalah artefak yang memiliki fungsi untuk menemukan harta-harta lainnya' tetapi tidak dapat menemukan secara pasti dimana lokasi harta tersebut akan muncul." Jelas Meng Nie panjang lebar.


"Godly Xuolong? Jika memang itu benar, apa yang dikatakan hadis ini memang benar apa adanya."


Setelah melihat ekspresi Yu Chi Lan yang penuh keyakinan, Kai akhirnya mengangguk setuju.


"Baiklah, tapi kapan harta dewa yang kamu maksudkan itu muncul?" Tanya Zhukai dengan sedikit kerutan di keningnya.


"Hehe kamu beruntung, menurutnya apa yang guruku katakan. Itu akan muncul tiga hari dari sekarang." Jawab Meng Nie dengan seringai di wajahnya.


"Baiklah, kita akan mencari penginapan yang dekat dengan gunung itu sambil menunggu harta yang kamu maksudkan itu muncul."


Setelah itu, Kai dan rombongannya berjalan menuju gunung Xuanzhen. Itu berada cukup jauh dari Kekaisaran, jadi Kai memutuskan untuk naik Profound Ark untuk sampai disana.


"Pada akhirnya kita berada di kamar yang sama lagi huh.." Yu Chi Lan duduk dengan anggun di atas kasur dan mengeluh pelan.


"Ibu, apakah kamu tidak senang satu kamar dengan kakak dan aku?" Biao Jian berkata dengan sedikit sedih.


"Haha, tidak perlu menanggapinya dengan serius Jian'er, ibumu hanya bercanda." Kai tertawa pelan dan mendorong tubuh dua gadis itu kedalam kasur.


"Kya~ Mesum! Apa yang coba kau lakukan.." Meski Yu Chi Lan terlihat marah, dia sama sekali tidak mencoba untuk melawan.


"Hehehe, tidak perlu bertanya lagi. Bukankah kau sudah tahu dari apa yang aku lakukan sekarang..." Kai dengan kedua tangannya secara paksa merobek pakaian Yu Chi Lan dan Biao Jian hingga membuat mereka berdua sangat malu.


"Muehehe, dada kalian berdua tidak berbeda jauh. Ini sangat imut.." Kai menggunakan salah satu tangannya untuk memainkan dada milik Biao Jian sementara mulutnya dengan ganas menghisap buah ceri milik Yu Chi Lan.


Ketika dia hendak melakukan hubungan lebih jauh, terdengar suara ketika pintu beberapa kali.


"Paman, ini makanan untuk makan malam."


Mendengar suara dari balik pintu, Kai segera tahu bahwa orang itu adalah Meng Nie.


"Gadis sialan itu!!" Dia dengan marah berjalan keluar, ketika dia membuka dia segera memarahi Meng Nie tanpa henti.


Rencana yang dia lakukan untuk mantap-mantap dengan Biao Jian berserta Yu Chi Lan tertunda hingga mereka sampai di dekat gunung Xuanzhen.


***


Bersambung