
Kai memanggil salah satu Undeadnya untuk mengawasi pergerakan dari pasukan Iblis Agung, hingga saat mereka memasuki Array yang dia pasang. Kai dengan cepat mengaktifkan Array itu.
Iblis Agung yang merasakan ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya segera menyadari ada sesuatu yang aneh.
"Sial, ini Array Pembunuh Massal, kalian cepat melarikan diri." Teriak Iblis Agung sambil mencoba sekuatnya untuk melindungi para bawahannya.
"Kekeke.. Itu sudah terlambat."
Booom!!
Duarr!!
Berbagai ledakan serta kilat petir menghantam area dimana Array yang telah Zhukai pasang, mereka juga tidak dapat melarikan diri karena terdapat rantai yang mengikat mereka.
Ding Ding Ding!
Berbagai notifikasi dari System terdengar memenuhi kepalanya.
[Kai Gege telah membunuh 40.000 Iblis tingkat Dewa Surgawi, mendapatkan 4 juta Poin Takdir dan 8 juta Poin Pengalaman]
Hanya dengan satu serangan itu, Iblis Agung telah kehilangan lebih dari setengah pasukannya.
Dia meraung dengan marah dan mencari siapa pelakunya, tetapi bahkan setelah mencari menggunakan persepsi Ilahinya ia tidak dapat menemukan satupun orang yang ada di dekatnya.
Kai sendiri yang minat semua itu dari mata Undeadnya tertawa senang, meski Iblis Agung akan bertambah kuat dengan terbunuhnya setengah dari jumlah bawahannya, tetapi itu tidak penting karena dia tidak mungkin menembus Godly God Realm.
"Selama dia tidak berada di Godly God Realm, membunuhnya bukanlah hal yang mustahil."
Di tempat ia berdiri, Kai menghilang menjadi asap hitam dan segera menemui Jiang Wuchun.
"Dia berada sepuluh mil dari sini, ini adalah saat yang tepat untuk menyerangnya." Zhukai berkata memberi saran dengan penuh kepercayaan diri.
"Apakah kita benar-benar bisa mengalahkan mereka?" Jiang Wuchun masih tidak percaya.
"Hmmm, percaya dirilah."
Kai pergi meninggalkan Jiang Wuchun dan menemui kekasihnya, dia meminta bantuan mereka untuk terus mengirimkan energi padanya selama bertarung.
"Aku percaya kamu pasti bisa sayang." Yu Chi Lan berkata memberi semangat.
"Tentu saja.."
Pasukan dari Kekaisaran dan wilayah utara dan barat segera berangkat mengepung Iblis Agung dan bawahannya yang saat ini berada di hutan hitam.
Sementara itu, Zhukai dan kekasihnya naik sebuah pedang besar yang melayang di udara.
Itu adalah teknik yang Kai miliki di kehidupan keduanya, Pedang Besar.. Seperti Itulah Kai menamainya.
Dia terbang jauh di belakang pasukan milik Kekaisaran untuk memperhatikan situasinya lebih lanjut.
"Whoa, Kakak dimana kamu mempelajari teknik ini. Ini sangat keren." Biao Jian menatap kebawah melihat seberapa kecil pasukan Kekaisaran dengan penuh kekaguman.
"Apakah kamu juga ingin mempelajarinya?" Kai tersenyum melihat sikap Biao Jian.
"Ya-ya.. Aku ingin mempelajarinya.." Biao Jian yang sangat bersemangat tiba-tiba kehilangan semangatnya ketika mendengar jawaban Zhukai.
"Tapi kamu sudah bisa terbang, mengapa kamu mempelajari teknik ini."
"Hmph, dasar kakak pelit."
Yi dan Yui tertawa minat hal itu karena dirinya juga pernah bersikap seperti itu ketika dulu sekali.
Ketika kembali mengingatnya, mereka berdua memerah karena malu.
"Adik Yi, Yu.. Ada apa? apakah kalian demam?" Chi Yan yang duduk di sampingnya bertanya khawatir.
Yi dan Yui menggeleng kepala bersamaan sambil tersenyum, "T–Tidak apa-apa Kakak, kami baik-baik saja."
"Bersiap, kita akan segera turun."
Merasakan pasukan Iblis Agung sudah tak jauh dari mereka, Kai dengan cepat mengendalikan Pedang Besar nya untuk mendarat.
Tekanan angin yang begitu kuat menghantam mereka semua ketika turun kebawah Tetapi berkat Qi dari Zhukai mereka tidak terkena sedikitpun hantaman angin itu.
Kai melayang di udara, di kedua tangannya terdapat dua api yang berbeda warna berputar-putar di sekitar telapak tangannya.
Kai menghela nafas sambil memfokuskan konsentrasinya pada kedua telapak tangannya yang mulai mengepal.
Bayangan kepala Naga mulai terbentuk di kedua kepalan tangannya. Itu semakin membesar dengan dua api berbeda warna sebagai intinya.
"Fist Eternal Dragon, bentuk pertama."
Kai melepaskan pukulannya pada pasukan Iblis Agung yang berada tak jauh darinya.
Sementara itu, Iblis Agung yang melihat dua kepala naga dengan tekanan yang besar datang padanya terkejut untuk sesaat.
Tetapi di Detik berikutnya, dia membelah dua kepala naga itu dengan mudahnya hanya dengan tangannya.
"Tch, serangan yang lemah·..."
Duarr!!
Ledakan keras terjadi tepat setelah kepala naga terbelah menjadi dua bagian. Ratusan iblis yang ada disekitarnya hangus terbakar oleh gabungan oleh Api Neraka dan Api Phoenix yang ada di dalam kepala Naga.
"Bajiangan!! Siapa yang berani bermain trik kotor seperti ini." Iblis Agung yang sudah marah sedari tadi semakin marah hingga niat membunuhnya meluap-luap di sekelilingnya.
Selang satu menit, Iblis Agung dan Jiang Wuchun saling bertemu. Meski pasukan milik Jiang Wuchun tiga kali lebih banyak di bandingkan miliki Iblis Agung tetapi entah mengapa ia merasa tetapi ia tidak percaya dengan situasinya saat ini.
Matanya menatap pada Iblis dengan dua sayap besar di belakang Iblis Agung. Seketika kemarahan memenuhi kepalanya.
"Tang He!! Kau bajingan penghianat.."
"Tch, memangnya kenapa jika aku berkhianat. Tidak lama lagi Kekaisaran akan menjadi milikku."
Sementara itu, Iblis Agung sama sekali tidak memandangi Jiang Wuchun sebagai lawan yang layak baginya. Tetapi itu adalah orang lain.
"Ketemu!! Jadi dia yang menggunakan trik kotor tadi.." Seringai muncul di wajah Iblis Agung ketika melihat Zhukai yang sedang melayang di udara.
"A–Aaa.. Tuan, bisakah anda membantuku membunuhnya terlebih dulu." Tang He berkata pada Iblis Agung dengan. raut wajah ketakutan.
"Pengecut!! Jika kamu memang ingin menjadi bawahanku bunuh saja dia sendiri dengan tanganmu."
Tubuh Tang He bergetar mendapat tatapan dari Iblis Agung,
Iblis Agung mengeluarkan sayap yang ada di belakang punggungnya dan terbang secara cepat menghampiri Zhukai.
"Hmph! Dari bau yang ada di tubuhmu! Kau bukan seorang dari ras iblis." Iblis Pedang mendengus sambil.berkata dengan senyum beringas.
"Apakah aku pernah mengatakan aku dari ras iblis? Masih saja idiot seperti dulu."
Iblis Agung terkejut dengan perkataan itu, dia menatap Zhukai dengan penuh rasa penasaran dan kembali bertanya dengan angkuh.
"Apakah kau mengenalku? Tetapi itu tidak mungkin karena aku baru saja bangkit."
Tepat setelah Iblis Agung menyelesaikan kalimatnya, dia melihat Zhukai yang masih diam tidak menjawab.
"Khe Khe Khe.. Tidak peduli apa, karena kau telah mengacaukan rencanaku, kau adalah orang pertama yang akan kubunuh.."
Iblis Agung dengan tangannya yang sangat tajam menyerang Zhukai di berbagai titik vitalnya.
"Bahkan pola seranganmu masih sama seperti dulu."
Kai dengan mudah menghindari setiap serangan dari Iblis Agung meski sebenarnya dia sedikit kewalahan karena gerakan Iblis Agung yang sangat cepat.
"Berhenti membicarakan omong kosong!! Rasakan ini.."
Tubuh Iblis Agung mengeluarkan cahaya merah yang sangat terang, beberapa tekanan yang begitu kuat merembes keluar dari tubuhnya dan menekan Zhukai hingga terjatuh dari ketinggian.
"Tch, Dia benar-benar berada di Puncak Original God.."
Kai menggabungkan Tubuh Dewa dan Tubuh Dewa Kematian untuk mengeluarkan Pedang Iblis Penghakiman. Dia ingin melihat apakah Iblis Agung bisa bertahan dari serangan itu.
***
Bersambung.