Re-system

Re-system
Pahlawan Datang



"I–Itu saja informasi yang saya punya, Kumohon jangan membunuhku..." Ucap pemuda itu menatap Kai dengan tatapan oenuh harap.


"Terimakasih atas informasinya dan selamat tinggal!!.."


Tanpa basa-basi lagi, Kai menebas leher pemimpin kelompok itu dan membantai habis teman-teman nya..


Noda darah dari para jenius Keluarga Yun mulai memercik kemana-mana dan bahkan membasahi baju yang Zhukai pakai.


Kai mendengus dingin setelah itu menatap Biao Jian yang saat ini terlihat mual karena melihat pembunuhan yang begitu kejam.


"Ayo Pergi!!.."


"Tuan Kamu terlaku kejam!!.."


Kai mendnegus dingin, setelah itu dia terbang ke langit dan menuju kearah selatan tempat dimana Jiuyang Lin berada.


Dari informasi yang ia dapat dari pemuda tadi, ia mengetahui bahwa baru-baru ini Jiuyang Lin terlihat di Wilayah Keluarga Xiao.


"Istriku Lin'er.. Tolong tunggu aku."


Kai segera mengaktifkan tubuh Petir Abadi, dia dengan gila mulai menyuntikkan Elemen Petir kedalam tubuhnya. Kecepatan seketika bertambah beberapa kali lipat.


***


Di sebuah hutan dimana itu dipenuhi Binatang Buas dan juga asap beracun, terlihat seorang wanita yang berpakaian kumuh berlari seolah-olah dikejar sesuatu.


Tuubuh wanita itu dipenuhi dengan berbagai bekas luka, kulit nya juga tertinggal sebuah goresan pedang yang cukup dalam.


"Haha, Gadis Keluarga Jiuyang, sebarapa lama lagi kamu bisa bertahan. Dengan racun yang ada di dalam tubuhmu itu akan melumpuhkan diriku dan setelah itu Mwehehe.." Ucap pria berambut hitam pendek mengejar gadis yang tak lain adalah Jiuyang Lin dengan senyuman cabulnya.


Jiuyang Lin tidak memperdulikan apa kata pria itu barusan dan terus berlari maju. Sudah hampir satu bulan ini dia dikejar terus-menerus oleh Keluarga Xiao.


Bahkan saat malam hari tiba, dia tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Jiuyang Lin memilih untuk lari dibandingkan terbang karena itu akan terlalu cepat mengkonsumsi Qi dalam tubuhnya.


"Tidakk!! aku tidak boleh tertangkap disini.." Dari matanya, mulai terlihat butiran-butiran air mata mulai turun, ini karena Jiuyang Lin menahan rasa sakit dari kakinya yang terus mengeluarkan darah.


"Aahhh..." Jiuyang Lin segera terjatuh ketika rasa sakit mulai ia rasakan di dada kanannya.


Noda darah mulai terlihat di sudut bibinya, wajahnya saat ini begitu pucat. "Tidak! Racun ini ber-efek lebih cepat dari dugaanku."


Jiuyang Lin menggertakkan gigi dan mulai berdiri kembali dengan kedua tangannya. Tiba-tiba sebuah hembusan angin yang begitu cepat mengarah pada dirinya..


Duarr!!


Boomm!!


Jiuyang Lin yang tidak siap terkena serangan itu dan terpental sangat jauh hingga menabrak sebuah pohon. Meski begitu, dia masih bisa bangkit.. Tetapi, secara tiba-tiba sebuah tangan besar mencengkeram erat lehernya.


"Jiuyang Lin oh Jiuyang Lin.. Hahaha, sungguh malang sekali nasibmu. Keluarga mu telah dibantai habis, kamu juga telah diburu oleh 4 Keluarga besar lain. Bahkan setelah kamu menerima racun yang cukup mematikan kamu bisa bertahan selama hampir satu bulan. Aku sungguh mengakui tekadmu tetapi hasilnya masih tetap sama saja..."


Pria berambut hitam itu merupakan Tuan muda dari Keluarga Xiao, Xiao Ming. Dia memiliki paras yang cukup tampan, dia juga seorang jenius dalam hal Kultivasi.


Diantara generasi muda berbakat lainnya, Bakat Xiao Ming adalah yang Pong menonjol. Saat ini dia telah berumur 500 tahun dan Kultivasinya sudah berada di Early God, Dewa Hitam Tahap Awal.


"Humm.. Haa.." Dia mendekatkan hidungnya supaya dapat mencium aroma tubuh Jiuyan Lin dari dekat. "Bahkan aroma dari tubuhmu begitu harum. Menikahlah denganku, setelah itu aku akan memberitahu ayahku untuk mengampuni hidupmu."


"Menkah denganmu? Hahaha.. Jangan bicara omong kosong, Keluarga kalian telah membunuh Ayah, Ibu dan seluruh Keluarga ku. Lebih baik aku mati darioada menikah dengan bajingan busuk sepertimu!."


Plakk!!


"Diam ******!! Aku sudah memberimu sebuah kesempatan langka tetapi kau malah menolaknya. Baik-baik, jika kamu memang tidak ingin menikah denganku, tetapi apakah kamu pikir aku tidak bisa bermain dengan tubuhmu saat ini Mwehehe..." Xiao Ming berkata dengan sebuah senyuman cabul di wajahnya.


"Kamu.. Kamu.. Dasar bajingan tercela!! Cepat bunuh saja aku.." Jiuyang Lin terus berusaha keras untuk berjuang melepaskan diri dari Cengkraman Xiao Ming.


Xiao Ming terlihat seperti orang gila yang dibutakan oleh kecantikan dari Jiuyang Lin, dia secara paksa menyobek sehelai kain tipis yang menutupi tubuh Jiuyang Lin.


"Heheh.. Heheh.. Hehehe..." Dia terus tertawa layaknya orang gila.


"Sayang.. Maafkan aku..." Batin Jiuyang Lin sambil menangis terisak-isak.


Tiba-tiba, hembusan angin segera berubah menjadi sebuah badai. Jauh dari arah timur, sebuah tebasan pedang melengkung dengan cepat mengarah pada Xiao Ming.


Sementara itu, Xiao Ming yang masih dalam keadaan bern*fsu tidak menyadari serangan itu. Tebasan Melengkung itu mengenai salah satu lengan Xiao Ming yang mencengkeram leher Jiuyang Lin.


Slashh..


Diatas tanah, tergeletak sebuah potongan tangan dan darah memercik kemana-mana.


"Arghh.." Baru ketika lengan kanannya terputus dari tubuhnya, Xiao Ming segera kembali ke akal sehatnya dan mulai berteriak dengan keras.


"Siapa itu!! Beraninya kau menyerang ku seraca sembunyi-sembunyi.." Xiao Ming dengan cepat mengalirkan Qi miliknya untuk menghentikan pendarahan di tangan kanannya.


Jiuyang Lin yang juga sudah terlepas dari cengkeraman Xiao Ming bisa bernafas lega, dia menatap kearah timur dimana serangan itu berasal.


Hatinya terus berdegup dengan kencang, "Ada apa ini.."


Perlahan dari dalan wilayah gelap di dalam hutan, Kai muncul dengan wajah dinginnya menatap Xiao Ming dengan niat membunuh yang besar.


Ketika melihat sosok hitam yang kuat dari wilayah gelap hutan, Tubuh Jiuyang Lin bergetar. Air mata yang telah ia tahan sekian lama akhirnya mengucur deras dan membasahi tubuhnya.


"Sayang.. Kamu datang..."


Kai mengabaikan Xiao Ming dan mengalihkan pandangannya pada Jiuyang Lin, melihat kondisinya Istrinya saat ini. Hati Zhukai terasa begitu sakit seperti digores oleh jutaan pisau.


Dia menghilang dan muncul kembali di sisi Jiuyang Lin, Dia memeluk erat tubuh Istrinya dan mulai mengambil sehelai kain tebal dari Inventory nya. Dia segera memakaikan Kain itu pada tubuh Jiuyang Lin sambil berkata dengan pelan, "Sayang Maafkan Aku.."


Kata-kata itu dipenuhi dengan kesedihan dan rasa sakit yang begitu mendalam, "Tidak.." Jiuyang Lin menggelengkan kepalanya, "Kamu tidak perlu meminta maaf.."


Sementara itu, Xiao Ming yang telah menghentikan pendarahan menatap Kai dengan penuh kebencian dan kemarahan.


"Bangsat!! Siapa kau.. Apakah kau–"


Belum sempat Xiao Ming menyelesaikan kata-katanya, Kepalanya meledak menjadi genangan darah.


"Kau terlalu berisik..."


Ding


Ketika dia membunuh Xiao Ming, terdengar sebuah notifikasi dari System di kepalanya.


Setelah itu, Kai kembali memeluk erat Jiuyang Lin dan menggendong nya.. Dia terbang tinggi di udara setelah itu melesat pergi..


****


Bersambung..