
"Apa, jangan berani-berani kau menyentuh istriku Atau.."
"Atau Apa? apakah kau memiliki kekuatan untuk menghentikan ku? Jika kau ingin menyalahkan seseorang, Salahkan dirimu sendiri karena begitu lemah."
Kai berjalan pergi sambil membawa Bai Kong bersamanya, ia dengan cepat menghilang menggunakan Langkah bayangan pergi menuju Istana Macan Putih.
Tak butuh waktu lama baginya dan Bai Kong untuk sampai di Istana, Disana ada banyak prajurit yang berjaga.. Kedatangan Kai secara tiba-tiba mengagetkan para prajurit, Tetapi ketika mereka melihat Bai Kong dengan kondisi yang parah, seketika tubuh mereka mengeluarkan keringat dingin.
"Kenapa diam saja cepat bunuh orang ini." Bai Kong berteriak keras.
Ketika mendapati perintah dari Bai Kong, mereka secara bersamaan menyerang Kai dengan senjata masing-masing.
"Summon!!.."
Muncul ribuan Undead dari bawah tanah, mereka dengan cepat menyerang balas para Prajurit itu karena Kai tidak perlu repot-repot untuk mengurusinya.
Sementara para prajurit sedang menhan serangan Undead, Kai membawa Bai Kong masuk kedalam Istana berniat mencari istri nya.
Waktu berlalu dengan cepat, disebuah kamar terdengar suara ketukan pintu sebanyak beberapa kali.
Klak!! Pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita yang cukup cantik dengan banyak riasan di tubuhnya.
"Aahhh–." Teriak wanita itu ketika melihat tubuh Bai Kong yang begitu buruk dengan tubuhnya yang dipenuhi luka dan wajahnya yang hancur.
"Suamiku.. Siapa-siapa yang melakukan ini." Ucap wanita itu dengan khawatir, Banyak air mata yang keluar dari wajahnya.
"Sayang.. Kamu cepat pergi.." Sura itu begitu pelan bahkan hampir tidak terdengar.
"Tidak-tidak aku tidak akan meninggalkan mu–." Tepat setelah dia menyelesaikan kalimatnya, sebuah bayangan hitam dengan cepat menangkap tubuh nya dan segera menyobek bajunya.
"Kya~ Tidakk~ Suamiku tolong selamatkan aku.." Wanita yang merupakan istri Bai Kong berteriak dengan keras meminta bantuan, tetapi Bai Kong hanya dapat melihatnya dengan air mata yang mengucur deras membasahi tubuhnya.
"Tidak!! Kumohon padamu tolong jangan libatkan istriku dalam situasi ini, ini semua adalah salahku.. Kumohon." Bai Kong terus berbicara tetapi tidak ada jawaban yang diterimanya.
Itu karena Kai sudah tidak ada di Kekaisaran Naga lagi, dia sudah melakukan perjalanan menuju Kekaisaran Phoenix. Dia sudah meminta Undead satu untuk memperk*sa istri Bai Kong tepat didepan matanya, setelah itu ia menyuruh Para Undead untuk membinasakan seluruh Istana dan juga Kekaisaran Macan Putih. Dengan dua Early God di pasukan Undead nya, membinasakan Seluruh Kekaisaran Macan Putih bukanlah hal yang besar.
***
Di perbatasan timur yang merupakan tempat dari Kekaisaran Phoenix, Seorang pemuda berjalan dengan tenang sembari memberikan semua orang perasaan takut.
Dia adalah Kai, Penampilan kini kembali normal, Mata hitam gelap nya berubah menjadi sedia kala dan juga tawa jahat nya menghilang.
Di tengah-tengah hutan, ada banyak prajurit dari Kekaisaran Phoenix yang sedang berpatroli, sama seperti yang Kai lihat ketika memasuki Perbatasan Kekaisaran Macan Putih.
"Hai kau orang disana, apa yang sedang kau lakukan disini.." Teriak seorang prajurit sambil berlari mendekat kearah Kai.
"Ini bukan tempat untuk bermain, cepat kembali atau orang akan salah mengira jika kau seorang mata-mata." Ucap Prajurit itu memberi peringatan.
"Aku memang Mata-mata.." Jawab Kai sambil melepas kerudung yang menutupi wajahnya.
"Hahaha, sudah-sudah jangan bermain lagi, cepat akan aku antarkan kau kembali ke Kota."
Dia kaget sesaat kemudian kembali dengan ekspresi serius diwajahnya, "Sial! Darimana Undead ini datang dan dimana pemuda tadi.."
"Jangan Bunuh.."
Kai berkata dalam sebuah transmisi suara, dia tidak berniat untuk membantai habis Kekaisaran Phoenix, karena ia tidak memiliki dendam pada mereka.
Pada akhirnya, Sekeleton itu hanya melukai Prajurit tadi sampai ia tidak dapat bergerak kemudian menghilang.
Tak jauh di perbatasan, ada sebuah kota yang begitu besar, Tempat itu adalah tempat dimana para prajurit penjaga perbatasan berada.
Di pintu masuk kota, terlihat sebuah kereta yang begitu besar dan mewah dengan ratusan prajurit yang mengawal kereta itu.
Kereta itu berhenti di depan rumah walikota, ketika pintu kereta terbuka, terlihat seroang gadis dengan wajah ceria. Dia memiliki rambut berwarna merah terang serta sebua ukuran burung Phoenix di dahinya.
Dia adalah Yu Ling'er, Putri dati Patriak Ras Phoenix dan merupakan Permaisuri Kekaisaran Phoenix saat ini.
Ketika ia turun dari kereta yang ia naiki, Walikota tiba-tiba datang dan menyambut kedatangan dengan hormat.
"Permaisuri Ling'er, jika boleh tahu ada urusan apa anda sampai datang kesini?" Tanya Walikota sambil mempersilahkan Ling'er duduk.
"Tidak perlu repot-repot, aku hanya ingin menyampaikan pesan ibuku.."
Dia dan Yu Chan sudah memutuskan bahwa ia tidak ingin bekerjasama dengan Ras Macan Putih lagi, ini karena seorang Ahli Nujum dari Kekaisaran Naga.
Seorang Ahli Nujum merupakan sebuah profesi yang sangat-sangat langka, tidak semua orang dapat memilikinya, Pada Zaman dulu.. Seorang Ahli Nujum dapat membalikkan keadaan hanya dengan seorang diri, Dia dan pasukan Undead merupakan musuh paling berbahaya di Dunia dan Kekaisaran Phoenix tidak ingin membuat musuh dengan seorang Ahli Nujum.
"Segera tarik seluruh Pasukan dari Ras Phoenix yang ada di Kekaisaran Macan Putih, kita tidak akan lagi bekerja sama dengan Ras Macan Putih.. Itulah pesan dari ibuku." Ucap Yu Ling'er dengan begitu tenang.
Walikota itu hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian segera mengirim perintah untuk menarik para pasukan dari Kekaisaran Macan Putih.
"Jika kalian ingin menarik seluruh pasukan kalian itu sudah terlambat.." Tiba-tiba terdengar sebuah suara di atas kereta.
Mereka berbalik untuk melihat sumber suara itu, dan ternya itu adalah seorang pemuda yang sedang tertidur diatas kereta sambil memakan sebuah buah yang telah matang.
Sontak para prajurit kaget dan segera mengarahkan senjata mereka pada pemuda itu.
"Tahan!!.. Siapa Kamu?" Tanya Yu Ling'er terkejut, ia adalah seorang Demigod, tetapi ia sama sekali tidak dapat merasakan aura dari pemuda itu.
"Aku? Aiyo kenapa kau sangat tidak sopan, setidaknya beritahu namamu dulu sebelum bertanya namaku." Ucap Kai sambil menguap, ia meregangkan seluruh otot-ototnya.
"Yu Ling'er.. Sekarang katakan siapa dirimu dan juga apa maksud dari kata-kata mu tadi.. Apa yang terjadi dengan semua prajurit yang telah kami kirim." Yu Ling'er bertanya dengan begitu terburu-buru.
"Kau bis memanggil ku Zhukai, atau yang lain itu terserah dirimu.. Dan untuk pasukan yang kalian Kirim... "
"Itu karena aku telah mengubah mereka semua menjadi Undead."
***
Bersambung