Re-system

Re-system
Informasi dari Carlos



Ketika fajar menjelang, Wei'er Yunlan terbangun dari tidurnya. Ia mendapati tubuhnya diatas kasur dengan selimut yang menutup tubuhnya yang telanjang.


Tiba-tiba, rasa sakit menyerang kepalanya. Berbagai ingatan muncul secara tiba-tiba dan membuatnya terkejut.


"T–Tidak mungkin!! Aku telah kehilangan keperawanan ku." Sekujur tubuh Wei'er Yunlan bergetar ketika mendapati fakta yang ada.


Wei'er Yunlan selama hidupnya hanya duduk bersantai sambil melindungi desa elf, dia tidak pernah sedikitpun memiliki rasa pada seorang laki-laki hingga dirinya bertemu dengan Zhukai.


Meski aneh, tetapi Wei'er Yunlan sangat bingung karena hanya Zhukai laki-laki yang menarik dimatanya.


Meski kadang-kadang Kai terlihat seperti orang mesum, tetapi itu hanyalah sebuah candaan yang ditujukan padanya.


Ketika Wei'er Yunlan ingin pergi mencari Zhukai, dia secara tidak terduga terjatuh.


"Ahh.."


Wei'er Yunlan bergumam tak percaya ketika merasakan kedua kakinya mati rasa. Apalagi sekujur tubuhnya yang sangat sakit.


"Sebenarnya seberapa parah yang bajingan itu lakukan padaku.." Wei'er Yunlan berdecak kesal sambil mencoba berdiri.


Tangannya meraih kayu tempat tidur dan mencoba bangkit dengan seluruh tenaganya.


"Ahh, Sial... Ini benar-benar sakit."


Hingga beberapa saat kemudian, Kai yang baru saja pulang setelah selesai berburu monster terkejut dan segera berlari ketika melihat Wei'er Yunlan duduk diatas tanah.


"Yunlan, apa yang sedang terjadi?"


"Cih, ini semua salahmu bajingan! Seberapa parah yang kau lakukan kemarin malam? Seluruh tubuhku mati rasa!." Wei'er Yunlan melampiaskan rasa kesalnya dan berteriak pada Zhukai.


Kai sendiri hanya menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung, dia memberikan tangannya untuk membantu Wei'er Yunlan berdiri.


Kai menuntun Wei'er Yunlan duduk diatas sebuah batu sementara dirinya mengemas tenda dan memasukannya kedalam Inventory.


"Seluruh tubuhmu kotor, sebaiknya kamu mandi terlebih dulu sebelum kita berangkat."


"I–Itu..."


"Apa? Aku tidak bisa mendengarnya."


Wajah Wei'er Yunlan semakin memerah, dia berteriak pada Zhukai dengan suara keras. "Bantu aku mandi! Sekujur tubuhku masih mati rasa aku tidak bisa mandi dengan kondisi tubuh seperti itu."


Mendengar itu, Kai terdiam beberapa saat hingga sebuah seringai menghiasi wajahnya.


"Hehe, tentu.."


Kai sudah melihat semuanya tadi malam, untuk apa dia ragu-ragu saat ini.


Dia mendekat dan mulai melepas ikatan pada pakaian Wei'er Yunlan, meski tubuhnya sedikit kotor karena tanah. Tetapi aroma harum masih tertinggal di tubuhnya.


Kai mengangkat tubuh Wei'er Yunlan menuju kedalam sungai.


Selang beberapa menit, Wei'er Yunlan sudah bisa menggerakkan tubuhnya sedikit. Dia meminta Zhukai untuk mengambilkannya sebuah pakaian yang ada di dalam kantung spasialnya.


Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju kerajaan cahaya sesaat setelah Wei'er Yunlan selesai memakai pakaian.


Waktu berlalu dengan sangat cepat hingga akhirnya mereka berdua sampai di kerjaan cahaya.


Kai membayar 10 koin emas sebagai biaya masuk untuk dirinya dan Wei'er Yunlan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Hmm, bantu aku mencari seseorang yang bernama Carlos."


Wei'er Yunlan mengangguk, dia dan Zhukai berpisah agar lebih cepat untuk mencari orang yang mereka cari.


Hari itu, matahari bersinar dengan sangat terik membuat suhu disekitar kerjaan meningkatkan dua kali lipat.


Di sebuah bar tempat orang mabuk-mabukan, sosok pria berambut hitam panjang duduk di sebuah meja sendiri dengan arak yang menemaninya.


Suara bisikan dari orang-orang terdengar sangat jelas di telinganya. Kai mengabaikan itu dan fokus pada arak di tangannya.


Dia telah mencari informasi tentang Carlos selama setengah hari, dan ia mendengar bahwa Carlos datang setiap harinya pada sebuah Bar di pinggir kota.


"Permisi, arak ini telah habis. Aku pesan satu kendi lagi." Ujar Zhukai pada pemilik bar.


Sosok pria dengan banyak bekas luka di tubuhnya masuk kedalam bar. Tatapan pria itu begitu tajam dan menatap semua orang disekitarnya.


"Yoo, bagaimana kabar kalian." Atmosfer yang awalnya begitu berat seketika berubah.


Tatapan tajam pria itu menghilang digantikan dengan senyuman di wajahnya.


"Yo Carlos, aku sudah menduga kau datang hari ini hahaha.." Seorang pria yang seusia dengannya datang menyapa.


"Tentu saja, karena hanya ditempat inilah aku bisa menenangkan pikiranku."


Dari informasi yang Kai dapatkan, Carlos sebenarnya adalah mantan pemimpin pasukan di Kerajaan Cahaya. Tetapi karena sebuah insiden yang menewaskan istrinya, Carlos mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menghabiskan hidupnya untuk merawat putri kecilnya.


"Haha, sahabat lamaku. Bagaiamana keadaan putrimu saat ini, apakah dia sudah tumbuh menjadi baik?" Seseorang berkata dengan nada bercanda.


"Ya, dia tumbuh menjadi gadis yang cantik, sama seperti ibunya."


Carlos memesan dua kendi arak yang sama seperti biasanya. Ketika Carlos sedang menikmati arak bersama para sahabatnya yang juga merupakan mantan prajurit istana, tiba-tiba seorang pria muda yang sangat tampan menghampirinya.


"Permisi." Pria itu berkata sopan dengan senyum di wajahnya.


"Ada apa?"


Kai memandang Carlos dan berkata, "Kau Carlos?"


"Ya, apakah ada yang aneh dengan itu?"


"Tidak-tidak, ada yang ingin ku bicarakan denganmu."


Carlos tidak menjawab, sebaliknya dia memberikan Zhukai tatapan tajam dan penuh ketidaksenangan.


"Apa kau tidak melihat kami sedang sibuk? Cepat pergi atau akan kupotong tanganmu."


Kai terdiam, dia sudah berkata dengan sopan tetapi yang dia dapatkan adalah amarah dari Carlos. Jadi, kenapa juga dia harus bersikap sopan.


Apalagi tujuannya saat ini sedang di depan matanya.


Tekanan yang begitu kuat mengguncang mereka berempat bersamaan dengan getaran di bar tersebut.


Semua orang merasa rasa sakit di bagian dada mereka. Sementara Carlos sendiri, dia kesakitan dan melihat bahwa tekanan yang begitu kuat itu berasal dari pria di depannya.


Carlos menyesal, dia tidak seharusnya menyingung pria itu sebelum tahu siapa sebenarnya dirinya.


Dia adalah mantan pemimpin pasukan di kerajaan, jelas kekuatannya tidak lemah. Tetapi kekuatan pria itu yang terlalu kuat.


"Aa... Senior, bisakah kamu menghentikan ini. Aku minta maaf." Suara itu begitu pelan dan tidak jelas.


Tetapi itu terdengar jelas bagi Zhukai, dia menarik semua tekanannya hingga semua orang di dalam bar bisa kembali bernafas lega.


Dia mengajak Carlos pergi keluar untuk membicarakan itu secara pribadi dengannya.


"Jadi, apa yang ingin senior bicarakan?"


"Aku akan langsung pada intinya, apa kau tahu informasi tentang Jurang Kegelapan?"


Carlos terdiam beberapa saat, seolah dia berfikir suara gelak tawa terdengar beberapa saat kemudian.


"Hahaha, Jurang Kegelapan? Sudah lama sekali sejak aku mengingat nya. Itu adalah tempat terkutuk yang membunuh banyak rekanku."


Zhukai tersenyum lebar, akhirnya harapan baginya untuk kembali ke Alam Dewa dan bertemu dengan para istri dan mencari kekasihnya bisa terwujud.


"Jika senior ingin pergi kesana, aku sarankan bagi senior untuk menggurungkan niat itu karena jurang kegelapan sangat berbahaya."


"Tidak perlu mengkhawatirkan ku, katakan saja dimana tempatnya."


Suasana menjadi hening untuk beberapa detik hingga Carlos membuka mulutnya.


"Tebing Len, ada di puncak gunung kesatria."


***


Bersambung