
Dengan kedatangan Cheng Wuhun, Kai dalam situasi yang tidak baik. Ia sekarang harus melawan 2 Ahli Tahap Hitam dan 1 Ahli Tahap Putih.
Ia bisa mengesampingkan 2 orang lainnya, tapi kekuatan Cheng Wuhun itu tidak bisa dianggap remeh.
Kai tidak lagi menhan kekuatannya, Ia mengeluarkan 2 Api kebanggaan nya, Api Neraka dan Api Phoenix.
Panas dari gabungan dua Api itu bukan sesuatu yang dapat di tahan oleh seorang Pendekar Raja, apalagi Pejuang Emas.
Dahi Cheng Wuhun berkedut, merasakan rasa panas yang membara di seluruh tubuhnya, kedua kakinya bergetar tak terkendali. Sementara dua orang di belakangnya berlutut tidak bisa menahan panas api itu.
Walupun kekuatan Cheng Wuhun menurun karena tekanan dari panas api, Ia masih bisa bertarung dengan baik.
Ia mengangkat tombaknya tinggi-tinggi, dan terbang melesat ke arah Kai, di sertai dengan niat membunuh yang luar biasa. Ia meraung sambil berteriak "Seni tombak penguasa."
Ini adalah sebuah teknik yang tidak sengaja Cheng Wuhun temukan ketika sedang berpergian ke berbagai negara lain. Sebuah ilusi tombak muncul dan membesar, itu seukuran dengan sebuah pilar raksasa.
"Matilah kau bajingan kecil." Dengan niat membunuh dan kekuatan destruktif dari Cheng Wuhun, bahkan seorang pendekar raja di tingkatan yang sama dengannya tidak dapat menahan serangan itu.
Kai tampak tenang, sama seperti beberapa waktu lalu, lapisan cahaya keperakan mengelilingi seluruh tubuhnya. Itu sangat tipis dan terlihat sangat mudah dirusak.
Mata tombak Cheng Wuhun dan tubuh Kai saling bertabrakan, Akibatnya tanah disekitarnya bergetar seperti terkena gempa. Di orang saling terpental kebelakang.
Kai menabrak sebuah pohon yang cukup besar hingga membuat pohon itu terbelah menjadi dua, sedangkan Cheng Wuhun menabrak sebuah tembok yang membuatnya mengeluarkan Seteguk darah segar.
Kai sedikit terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan Cheng Wuhun, tetapi ia segera menggelengkan kepalanya, Lapisan baja terbakar terlalu kuat!.
Dua orang saling menatap, tidak ada dari mereka yang membuat gerakan pertama. Cheng Wuhun awalnya memiliki keyakinan kuat bahwa ia dapat memenangkan pertempuran ini dengan mudah, tetapi setelah melihat pertahanan Kai yang begitu kuat. Kepercayaan diri nya sedikit turun.
Cheng Wuhun membuat gerakan ragu-ragu, tetapi ia menyakinkan tekadnya, Ia adalah seorang ahli tahap putih tetapi ia takut menghadapi junior muda seperti Kai. Ini sama dengan penghinaan.
Melihat Cheng Wuhun yang masih belum mengambil gerakan sama sekali, Kai membuat inisiatif untuk menyerang terlebih dulu.
Pedang di tangannya kembali mengeluarkan Cahya Ungu, tetapi itu perlahan berubah menjadi merah. Tubuh Kai berubah menjadi beberapa Ilusi dan menyerang Cheng Wuhun secara bersamaan.
"Ayah hati-hati!!" Teriak Cheng Hong Lang dari belakang, ia baru saja mengalami serangan ini beberapa saat lalu dan menerima kerusakan besar di seluruh tubuhnya.
Cheng Wuhun tahu bahwa itu hanyalah ilusi, tetapi ia tidak dapat mengetahui mana yang asli dari 7 ilusi ini. Ia kemudian menyerang secara membabi-buta. Setelah ke-tujuh bayangan itu terkena serangan Cheng Wuhun, tidak ada dari mereka yang asli.
Cheng Wuhun terkejut, keringat dingin keluar dari tubuhnya. Ia dengan cepat berbalik tetapi sayangnya ia terlambat beberapa saat. Kai sudah dengan kekuatannya yang merusak muncul di belakang Cheng Wuhun dan menggunakan sebilah pedangnya ia dengan kuat mengantungkan pedang itu ke tubuh Cheng Wuhun.
Pedang Kai yang sudah di masukkan Qi dan juga dua Api Ilahi nya dengan mudah menebus tubuh Cheng Wuhun menjadi dua. Itu sangat mudah seperti memotong tahu.
Kai tahu fakta bahwa dirinya dapat dengan mudah membunuh Cheng Wuhun adalah karena konsentrasi nya yang menurun karena ilusi yang Kai buat.
Craaa!!
Darah berceceran di atas tanah, juga dapat terlihat dua potongan tubuh manusia yang sudah meninggal. Cheng Hong Lang yang melihat ayahnya terbunuh dengan mudah, mengeluarkan ekspresi tidak percaya di matanya.
"Tidak! ini tidak mungkin! bagaimana ayahku bisa terbunuh, hahaha... Keluarga Cheng ku adalah yang terkuat, tidak mungkin itu akan musnah hahaha.."
Nan Shu Li menatap kosong kearah suaminya, hatinya menjadi sakit ketika melihat suaminya menjadi setengah gila.
Paman Yan juga membuat ekspresi sama seperti Cheng Hong Lang, ia telah membantu Keluarga Cheng untuk melawan Zhukai. Ia tahu bahwa hari ini nyawanya tidak akan selamat.
Ia juga tidak memohon tentang hidupnya dan dengan tenang menunggu Kai mengambil nyawanya.
Benar saja, tak lama setelah Kai melihat mayat Cheng Wuhun, ia segera berjalan kearah Paman Yan dan mengeksekusi nya di tempat.
Kai berbalik dan melihat Cheng Hong Lang dan anggota Keluarga Cheng lainnya, niat membunuhnya tidak menghilang sebaliknya itu bertambah besar.
Kai pertama mendekati Cheng Hong Lang, Saat dirinya mengangkat pedang nya, Nan Shu Li tiba-tiba menghadang pedang Kai dengan tubuhnya.
Cheng Hong Lang sadar ketika Istri sedang menghadang serangan Kai untuk melindunginya, "Berhenti, kumohon padamu tolong jangan bunuh istriku. Jika kau menginginkan nyawaku cepat bunuh saja aku, jangan libatkan istriku, dia bukan seorang dari Keluarga Cheng."
Ia bersujud menghadap Kai sambil memohon untuk nyawa istrinya. Kai mendengus jijik, Ia melihat sekumpulan orang dari Keluarga Cheng berlindung di belakang Cheng Hong Lang.
Ia Mengayunkan pedangnya dan membentuk sebuah pedang angin di udara kosong, ada secerah warna merah dari tebasan angin itu.
Bang!
Pedang angin menghantam ratusan orang dari Keluarga Cheng dan sebuah api berwarna biru membakar seluruh mayat dari Keluarga Cheng.
Itu adalah gabungan dari Api Neraka dan Api Phoenix.
Saat melihat ratusan mayat menjadi debu, ekspresi dingin di wajah Kai tetap tidak berubah. Ia kembali kepada dua pasangan suami istri.
Hati Kai sedikit ragu-ragu untuk membunuh mereka, bagaimana pun mereka berdua masih orang tua kandungnya.
Pikiran itu berkecamuk dalam hatinya, Setengah dirinya berkata untuk tidak membunuhnya, setengahnya lagi berkata untuk memusnahkan Keluarga Cheng hingga ke akar-akarnya.
Saat dirinya hendak menusukkan pedang panjangnya kearah tenggorokan Cheng Hong Lang, Kai akhirnya memilih untuk tidak membunuh mereka berdua.
Ia memukul perut Cheng Hong Lang yang menghancurkan Dantian nya, ia juga memotong lengan kanannya.
"Pergilah, aku tidak ingin mengambil kehidupan sampah mu.."
Cheng Hong Lang terkejut sebentar, dan segera membungkuk dan membawa istrinya pergi.
Setelah melihat kedua pasangan suami istri pergi, Kai meraung dengan sangat keras. Air mata mulai mengalir deras membasahi wajahnya.
"Arghh... Kuharap aku tidak menyesali ini di masa depan."
Walupun di Alam Kultivator ia juga membunuh Kaisar Yanchen, tapi Kai hanya menempati tubuh anaknya, tidak ada ikatan darah diantara mereka berdua.
Sedangkan untuk kali ini, ia adalah kedua orang tua kandungnya, walaupun mereka telah membuangnya seperti sampah, tetapi jika tidak ada mereka bagaimana Kai bisa ada di dunia ini.
Setelah selesai merenung sebentar, Kai memasuki Mansion Keluarga Cheng, Ia mengambil seluruh sumber daya dari keluarga Cheng dan membakar habis seluruh mansion.