Re-system

Re-system
Kekalahan Telak



Di tempat Zhukai berada saat ini, Dia masih dalam proses meditasi. Sebuah cahaya putih yang keluar dari Batu Bintang terserap dengan begitu cepat memasuki tubuhnya.


Perlahan keseratus Batu Binyang terserap habis dan berfluktuasi di dalam tubuh Zhukai. Dia perlahan membuka matanya.


Ding


[Menyerap seratus batu binatang, meningkatkan Budidaya Pelahap Bintang dari tingkat Langit menjadi tingkat Surgawi]


"Huff..." Kai mengeluarkan nafas kemudian segera mencoba menggunakan Budidaya Pelahap Bintang yang sudah berada di tingkatan Surgawi.


Whengg!! Whengg!!


Dengan cepat, energi spiritual yang berjarak hampir 1.000 meter darinya tersedot kearah tubuh Zhukai. Proses permunian nya juga selesai dalam setengah jam.


"Fhuaa... Kecepatan ini ratusan lebih cepat dibandingkan dulu."


Dengan kecepatan Kultivasi seperti itu ditambah dengan dirinya yang terus membunuh Biantang Buas. Ia yakin dapat menembus Middle God, hanya dalam kurun waktu 4 bulan.


"Ini masih malam, apa sebaiknya aku melanjutkan berlatih atau beristirahat?"


Setelah merenung cukup lama, Kai memutuskan untuk lanjut berlatih. Ia menduga bahwa pertarungan besok akan berakhir lebih cepat dan ia tidak perlu waktu untuk istirahat.


Malam berlalu dengan begitu cepat. Walaupun sudah pagi hari, tapi cahaya matahari masih tertutup oleh awan hitan yang mengakibatkan Benua Iblis masih terlihat begitu gelap.


Kai terbangun dari latihannya dan mulai berjalan menemui para bawahannya..


Ting!! Ting!!


Bunyi benturan besi terdengar begitu jelas dari toat peristirahatan para bawahannya, Kai menduga mereka sedang melawan sesuatu.. Tetapi ketika ia sampai, yang ia lihat hanyalah beberapa Patriak suku sedang mengadakan latih tanding satu sama lain.


"Haha, Patriak Suku Kambing.. Ini adalah kemenangan ku." Ujar Tu Nen dengan perasaan bangga.


"Kau memang kuat Tu Nen, Aku mengakui kekalahan ini.." Mereka berdua langsung berjabat tangan ketika latihan telah selesai.


Selama latih tanding dua orang itu, Kai memutuskan untuk tidak muncul terlebih dulu. Baru ketika mereka selesai, Kai keluar dengan senyuman di wajahnya.


"Yo, bagaimana kabar kalian?"


"Tentu saja kami sangat baik Tuan!!.. Berkat Pil yang Tuan berikan, selain luka kami yang telah sembuh, hampir seperempat orang telah berhasil menerobos halangan."


Kai mengangguk kemudian segera memerintahkan semua orang untuk bersiap-siap.


Dengan cepat, mereka semua berangkat menuju arah barat temoat dimana Suku Singa Iblis berada.


Selang beberapa waktu berlalu, Kai sampai di sebuah wilayah hutan yang begitu luas. Langkah mereka berhenti ketika seekor singa bertubuh besar menghadang mereka.


"Wei Chu?" Alis Tang Shuo sedikit berkedut, dia membisikkan sesuatu pada Zhukai tentang siapa sebenarnya orang yang menghadang mereka.


"Haha, Tang Shuo. Akuntidak menyangka bahwa kau akan kalah dari pemuda kecil seperti ini.." Wei Chu tertawa lantang sembari mengejek betapa pendeknya Zhukai.


Ukuran suku Iblis sangat berbeda dengan manusia, Mereka memiliki ukuran rata-rata 4 meter, sedangkan ada juga yang sampai 5 meter seperti Wei Chu dan Tang Shuo.


"Hmph.. Banyak omong kosong!! Aku mengakuinya sebagai Tuan ku karena dia memang memiliki kekuatan untuk itu.. Bahkan jika kau menggunakan seluruh kekuatanmu, Kau masih tidak dapat mengalahkannya!."


Mendapatkan provokasi dari Tang Shuo, Wei Chu tidak marah, sebaliknya ia tersenyum. Dia buru-buru berbalik dan membungkuk memberi hormat pada Orang berjubah dibelakangnya.


Ia sangat tahu bahwa ia tidak mungkin menang dari Zhukai, tetapi karena ia memiliki orang berjubah hitam yang membantunya.. Ia menjadi lebih percaya diri.


Kai yang saat ini tertutup jubah hitam mengerutkan keningnya, "Siapa dia? Kenapa aura yang dikeluarkannya begitu familiar."


Hal yang sama juga terjadi dengan wanita berjubah hitam itu, dia menatap Zhukai dengan penuh rasa penasaran.


"Siapa dia?" Batin wanita itu dalam hati.


Melihat bahwa Kai dan wanita itu sama-sama teridam, Tang Shuo buru-buru berkata, "Tuan, apa sebaiknya aku saja ya g menghadapinya?"


Kai segera sadar dan menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian berkata pelan, "Tidak perlu, orang itu sangat kuat. Aku bahkan tidak tahu apakah aku bisa mengalahkannya atau tidak."


Tetapi Kai tidak akan menyerah sebelum mencobanya, Dia tanpa ragu mengaktifkan Title Dewa Bintang serta Sang Penakluk..


"Tarian Pedang Api!!.." Tanpa ragu, Kai memulai serangan pertama.


Di berputar-putar dengan begitu cepatnya membentuk sebuah kobaran api yang begitu besar.


"Hiaa.." Kai melompat tinggi diudara membentuk puluhan tebasan.


Sementara itu, wanita berjubah hitam tadi mengungkapkan senyuman dingin, "Terlalu lemah!!.."


Sepuluh kilatan pedang yang baru saja Kai bentuk dengan mudah ditebas oleh Wanita itu menjadi dua.


Kai sudah menduga bahwa itu akan terjadi, Dia mengambil Pedang Kaisar dan Pedang Thunderbird di dalam Inventory, kemudian seluruh tubuhnya tiba-tiba bermunculan sebuah Api berwarna Putih dan Ungu yang memiliki hawa yang begitu panas.


"Tarian Pedang Api!!.. Api Phoenix, Api Neraka.. Menyatu.."


Whengg!! Whengg!!


Kai menyerang dengan ganas, Kobaran api yang tercipta disetiap tebasan nya membakar habis seluruh hutan.


Sementara itu, wanita itu terus menerus bertahan dari serangan Zhukai yang membabi-buta, semakin lama ia bertahan semakin kesal dirinya.


"Sial!! Apakah Qi dalam tubuhnya tidak terbatas."


Tiba-tiba serangan Zhukai berhenti, Wanita itu mendongak keatas dan melihat sebuah telapak tangan raksasa yang tercipta di atas udara.


"Hmm... Aku sudah bosan berthan terus, kini giliran aku untuk menyerang."


Wanita itu memutar balik pedangnya, dia menebas secara zig-zag menciptakan sebuah lengkungan serangan yang tidak mudah dibaca.


Serangan itu dan Telapak Dunia hampir saja berbenturan. Tetapi tepat ketika Telapak Dunia Zhukai hampir bentrok dengan tebasan Zig-zag dari Wanita berjubah itu.


"Dao Ruang!.."


Kai menindahkan Telapak Dunia dan seketika langsung mengarah tepat di depan Wanita itu.


Sementara ia mengambil resiko untuk secara langsung menahan serangan Zig-zag dengan kekuatan fisiknya. Dia menyilang kan kedua tangannya di depan dada untuk menahan serangan tersebut.


Boomm!! Duarr!!


Kai dan Wanita itu masing-masing terkena serangan yang sangat kuat hingga menimbulkan sebuah ledakan.


Kai terpental begitu jauh dan jauh hingga tubuhnya menabrak sebuah tanah, terlihat sebuah bekas serangan yang sangat parah di dadanya membuat dia merintih kesaktian.


Kai sebenarnya terlalu menganggap remeh serangan wanita tadi sehingga menyebabkan dia mengalami luka parah. Setelah beberapa saat, Kai segera kehilangan kesadarannya dan tergeletak tidak sadarkan diri.


Sementara itu, Wanita berjubah hitam yang terkena telapak dunia hanya terdorong mundur beberapa langkah.


Jubah hitam yang ia pakai telah sobek memperlihatkan sosok wajahnya yang begitu cantik, rambutnya hitam panjang dengan dua lesung pipi yang menambah daya tarik baginya.


"Tidak mungkin kan? Aku adalah seorang Raja Dewa, tetapi aku di dorong mundur oleh serangan tadi. Ini benar-benar memalukan."


Dia segera terbang tinggi dan melesat jauh menuju ketempat diamata Zhukai berada.


Tepat ketika dia menatap kebawah, terlihat sosok wajah yang begitu tampan yang saat ini sedang tergeletak tidak sadarkan diri di tanah.


Deg..


Jantung Wanita itu terasa berhenti berdetak untuk beberapa saat, kemudian dia melesat turun dengan butiran air mata yang keluar di wajahnya.


Dia berlari dengan begitu cepat kearah Zhukai dengan perasaan khawatir dan gelisah. Dia membuka mulut manisnya, sebuah kata keluar darinya.


"Zhukai..."


***


Bersambung..