Re-system

Re-system
Memulai Serangan Bersama Para Undead



"Minggir,!! Minggir!! semuanya minggir, beri ruang baginya untuk bernafas.." Kai berlari dari belakang sambil membuka ruang agar Xue Long dapat bernafas.


Di dalam ruangan Xue Long, selain Xue Chun ada beberapa tetua lain yang sedang menjenguknya.


"Salam Tuan muda!!.." Para tetua menunduk memberi hormat, tetapi tidak dengan Xue Yanghai, dia begitu angkuh walaupun tetua lainnya sudah membungkuk untuk menyapa kedatangan Zhukai.


Kai tidak menghiraukannya dan fokus pada keselamatan Xue Long, ketika tangan Kai menyentuh tubuh Xue Long, ia merasakan adanya racun di dalam tubuh Xue Long.


"Ini Racun yang berbahaya.." Batin Kai ketika tubuhnya menyerap racun yang ada di dalam tubuh Xue Long.


Berkat tubuh Dewa Kematian miliknya, racun seperti itu dapat di netralisir dengan mudah. Setelah racun di dalam tubuh Xue Ling benar-benar menghilang sepenuhnya, Kai bernafas dengan lega.


Pandangannya menjadi dingin, dia melihat semua orang yang ada di dalam ruangan ini dengan tatapan tajam. Tatapannya terhenti pada Xue Yanghai.


Kai menggunakan Langkah Bayangan dan muncul di depan Xue Yanghai, kemudian sebuah pukulan keras menghantam perut Xue Yanghai mengagetkan semua orang.


Duarr!!


Tubuh Xue Yanghai menabrak tembok keras, darah mengalir deras keluar dari mulutnya, dia menatap Zhukai dengan penuh amarah dan niat membunuh.


"Kamu keparat, apa yang kau lakukan pada situasi kita saat ini.. apakah jangan-jangan kau adalah mata-mata dadi Kekaisaran Naga!!." Ucap Xue Yanghai dengan marah sambil menemukan sebuah alasan untuk memfitnah Zhukai.


"Mata-mata? Hehe.. Apakah anjing dari Ras Macan Putih berani berbicara padaku seperti itu.." Kai tetap tenang dan menjawab Xue Yanghai dengan mudah.


Tubuh Xue Yanghai bergetar, tetapi dengan cepat itu menghilang, "Anjing Ras Macan Putih? apakah kau gila, bagaimana mungkin aku menjadi seorang penghianat.. Kamu jangan berani-berani menuduhku seperti itu."


Semua orang juga melihat tubuh Xue Yanghai yang bergetar tadi tapi setelah mendengar jawaban penuh percaya diri dari mulut Xue Yanghai semua orang menjadi ragu-ragu.


"Begitukah? jadi apa maksudnya dengan Racun Guntur yang ada di dalam Cincin Ruang mu!!"


Deg–


Seketika Tubuh Xue Yanghai menegang, ia tidak tahu bagaimana cara untuk lolos dari situasi ini..


Melihat diamnya Xue Yanghai, Amarah di hati semua orang seketika meledak..


"Bajingan Kau Yanghai, beraninya kau menghianati Kami!!.." Salah satu tetua berteriak dengan marah, dia sudah mengambil pedangnya dan berniat membunuh Xue Yanghai.


"Tunggu!!.. Aku tahu kalian semua marah, tetapi jangan biarkan amarah mengendalikan diri kalian semua–.." Belum sempat Kai menyelesaikan kalimatnya, sebuah tawa terdengar menggema di dalam ruangan.


"Bwahaha, Jadi apa jika aku adalah penghianat!! Bai Kong mendapatkan dukungan dari seorang Kultivator Ranah Early God. Walaupun kalian semua bergabung, tidak mungkin kalian dapat mengalahkan seorang Early God." Rahasianya sebagai seorang penghianat sudah ketahuan, jadi tidak ada gunanya baginya untuk berpura-pura lagi.


"Juga apakah kalian tidak Khawatir tentang nyawa pak tua Long, dalam sepuluh detik dia akan mati ahaha, setelah itu Kekaisaran Naga akan menjadi milikku!!.." Xue Yanghai tertawa bagaikan orang gila..


"Sepuluh detik berlalu tetapi tidak ada yang berubah, Nafas Xue Long tetap stabil dan tidak ada tanda-tanda Energi kehidupan nya akan menghilang.


Sebuah kerutan muncul di alis Xue Yanghai, "Tidak mungkin!! Bagaimana dia masih hidup.."


"Hehe, karena aku telah menyerap semua racunnya, Kini giliran mu untuk menerima racun ini." Kai mencekik Leher Xue Yanghai, sebuah aliran hitam keluar dari telapak tangannya dan menuju tubuh Xue Yanghai.


Itu adalah Racun yang Xue Yanghai berikan pada Xue Long, "Arrgghh.. Selamatkan aku, Aku minta maaf.. Tidakk!!–."


Xue Yanghai menggeliat-liat dia lantai sambil menjerit kesakitan, Sebuah busa perlahan keluar dari mulutnya dan tercium bau busuk dari tubuhnya.


Tak berselang lama, Xue Yanghai mati dengan mengenaskan.. Kepalanya meledak di detik-detik terakhir, organ dalamnya juga berserakan di atas lantai. Itu menimbulkan sebuah bau yang begitu busuk.


Kai memandang dingin kearah mayat Xue Yanghai, "Segera cari dan eksekusi seluruh penghianat di Kekaisaran Naga, aku yakin bukan hanya Xue Yanghai saja yang berkhianat."


Hari itu, seribu penghianat tertangkap dan di eksekusi di tempat. Mayat para penghianat di pajang dan digantung di gerbang Kota.


***


Di lorong Istana, Kai dan Xue Chun sedang membicarakan sesuatu.


"Jadi, bagaimana keadaan putriku, bisakah aku menemuinya?" Xue Chun berkata dengan khawatir, Xue Yu putrinya yang paling berharga.


Sejak kecil, Xue Yu tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, jadi Xue Chun memprioritaskan nya dari pada putra dan putrinya yang lain.


Ibu Xue Yu menghilang tepat ketika Xue Yu lahir, dan hanya Xue Chun yang mengetahui siapa identitasnya, tetapi karena ia ingin melupakan kenangan buruk itu, dia tidak pernah menceritakan Ibu Xue Yu pada siapapun.


"Kamu bisa tenang ayah mertua, Xiao Yu sekarang sangat aman di suatu tempat.. Tetapi apakah Ayah mertua yakin ingin menemuinya di kondisi Istana yang seperti ini?" Tanya Kai.


Xue Chun sangat bingung, sisi lain ia begitu merindukan putri kecilnya sementara disisi lainnya ia juga tidak ingin membuat putrinya khawatir.


Xue Chun memandang Kai, kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku minta maaf sudah menganggu mu, Nak Zhukai. Kalau begitu aku permisi."


Kai tidak menghentikan Xue Chun, dia ingin memberi Ayah mertuanya kejutan dengan membantai habis Para Ras Macan Putih, sedangkan untuk Ras Phoenix.. Kai memiliki rencana sendiri untuk itu.


"Teleportasi..."


Kai menghilang tanpa mengucapakan sepatah katapun.


***


Tubuh Kai kembali muncul di perbatasan Kekaisaran Naga dan Kekaisaran Macan Putih. Dapat terlihat disepanjang jalan adalah pasukan dari Kekaisaran Macan Putih yang sedang berpatroli.


"Summon!!.."


Tanah seketika berubah menjadi hitam pekat, tiba-tiba sebuah tengkorak muncul dadi dalam tanah yang menghitam itu, selain Sekeleton, ada juga Giant Sekeleton dan juga Undead lainnya.


Kai sudah memberi mereka semua pelindung untuk menangkal Cahaya matahari, karena Sekeleton dan Undead lemah terhadap cahaya matahari.


"Bunuh Mereka semua!!.." Kainjuga berubah menjadi penampilan menjadi Ahli Nujum, Mata Hitam dan juga rambut Hitam panjang sudah menjadi ciri khasnya.


Prajurit yang berpatroli tiba-tiba terkejut ketika mendengar sebuah suara aneh dari dalam Hutan.. "Hei kau, cepat periksa apa itu.."


"Baik Kapten!!."


Dua dari mereka segera mencari apa sebenarnya sumber dari suara aneh itu.. Dann...


"Graaaaa..!! Graaa!!.."


Itu adalah kemunculan Sekeleton yang secara tiba-tiba.


"Aarghh.. Tidakk!! Selamatkan Aku.." Teriak prajurit yang terkena gigitan dari Sekeleton.


Sedangkan prajurit satunya hanya diam saja melihat rekannya mati.. Dia ingin pergi tetapi kakinya gemetar ketakutan, Ia sama sekali tidak dapat bergerak.


Tiba-tiba, ia merasakan ada sesuatu yang menghalangi sinar matahari dibelakangnya, Di berbalik dan melihat bahwa ada sebuah Tengkorak raksasa dengan sebilah Golok Besar yang digenggamnya.


Slasshh!!


Prajurit itu belum sempat mengeluarkan teriakan dan mati di tempat.


****


Bersambung.