
"Jadi kau seorang pengkhianat ternyata ... Ye Jin!."
Kai melirik Ye Jin dan pasukannya yang berada tepat di belakangnya. Sementara itu, jauh di depannya terlihat sekelompok orang dengan aura penuh dengan niat membunuh yang di arahkan kepadanya.
"Kekeke ... Jadi kau benar-benar masih hidup saudaraku, dewa bintang!." Tawa keras terdengar dari seseorang.
Dari balik kegelapan, seorang pria dengan senyum beringas menatap Zhukai seolah-olah menatap seorang kelinci yang telah masuk kedalam perangkap.
"Tch, kau tidak berubah sedikitpun ternyata." Kai mendengus dingin sambil menatap tajam pada sembilan orang yang berdiri tegak di sana.
Dia kemudian berbalik dan memberi Ye Jin tatapan tajam. "Kau tahu, aku benar-benar benci dengan seorang pengkhianat. Katakan apa alasanmu, mungkin aku masih memiliki rasa simpati dengan membiarkan tubuhmu masih utuh."
Mendengar ancaman yang Kai berikan, Ye Jin tertawa keras. "Hahahaha ... Alasan? Apakah perlu aku memerlukan sebuah alasan untuk berkhianat?."
"Sedari awal aku memang sudah memiliki hubungan dengan dewa pernah kuno. Tapi aku juga perlu memeriksa identitas mu lebih jauh. Beruntungnya, salah satu bawahanku menemukan bahwa kau benar-benar dewa bintang."
"Siapa sangka dewa bintang yang telah terbunuh ratusan ribu tahun yang lalu akan bereinkarnasi di tubuh pemuda seperti mu."
Selama satu bulan setelah Wang Zhong memberitahu Ye Jin tentang gurunya yang ingin menunda penyerangan.
Ye Jin memanfaatkan waktu itu untuk memberitahu sembilan dewa perang kuno yang masih hidup tentang informasi yang dia miliki.
Karena sembilan dewa perang kuno sudah tahu tempat dimana Kai menyerang selanjutnya, mereka menyiapkan sebuah rencana penyergapan untuk Zhukai.
Tidak tanggung-tanggung, dewa perang kuno juga mengeluarkan sebuah artefak yang mereka temukan secara tidak sengaja puluhan ribu tahun yang lalu.
Kapak Guntur Ilahi!.
Sesuai namanya, itu adalah sebuah senjata yang telah menerima berkah ilahi yang memberikan kemampuan untuk memanggil petir saat menggunakannya.
Dan setelah diskusi selama waktu itu, mereka telah memutuskan bahwa Martial God lah yang layak untuk menggunakannya.
Sementara itu, setelah mendengar jawaban yang Ye Jin berikan. Kedua mata Zhukai mengeluarkan sebuah cahaya terang yang bertahan selama dua detik.
Setelah cahaya itu meredup, semua orang bisa melihat Zhukai berdiri dengan tubuh dipenuhi oleh bercak darah.
Matanya mengandung niat membunuh yang begitu pekat sementara di cengkeraman tangannya, Ye Jin telah terbunuh dengan sangat kejam.
Menatap mayat Ye Jin yang berada di cengkeraman tangan Zhukai, sembilan dewa perang bergidik ngeri dan tanpa sadar mundur beberapa langkah kebelakang.
"Sial! Apa dia benar-benar dewa bintang!!.."
Sun God mengerutkan keningnya saat merasakan niat membunuh yang sangat pekat dari tubuh Zhukai.
"Bahkan niat membunuh yang di miliki oleh Ye Jin tidak sepekat miliknya, bagaiman dia bisa memiliki niat membunuh seperti itu!?" ucap Moon God dengan wajah pucat.
Dia sudah menduga bahwa Zhukai akan mendapatkan kembali kekuatannya di masa lalu. Tapi mereka juga telah meningkat banyak selama Zhukai terbunuh ratusan ribu tahun yang lalu.
"Satu juta, tiga juta, lima juta ..." Kai berhenti sesaat, dia kembali memperluas jangkauan persepsi ilahinya. "Kekeke... 100 juta! Jadi mereka benar-benar sudah merencanakan ini sedari awal."
Apalagi fakta bahwa terdapat Array pembatas yang tidak memungkinkan Zhukai untuk melarikan diri dari tempat itu.
Zhukai tertawa keras seperti orang gila, bahkan jika dia memiliki kekuatan saat ini. Melawan 100 juta orang adalah sebuah tindakan bunuh diri.
Apalagi sembilan dewa perang kuno juga bersama dengan mereka, "Aku harus menyimpan tenagaku selama mungkin, ini mungkin menjadi pertempuran paling berat yang pernah aku alami."
Dengan tenang, Zhukai mengubah fiisknya menjadi tubuh necromancer. Seringai lebar menghiasi wajahnya, Kai kemudian memanggil seluruh Undead nya yang berjumlah hampir tiga juta.
Sementara itu, pasukan pembunuh bayaran yang telah kembali ke akal sehat mereka benar-benar sangat marah melihat mayat pemimpin mereka yang sangat buruk.
"Dengarkan aku, cepat bunuh pria itu!!..."
Dengan gerakan cepat seperti pembunuh pada umumnya, tujuh ribu pembunuh itu melesat dan menjadikan Kai sebagai target utama mereka.
Sementara itu, tatapan saat ini terfokus pada sembilan dewa perang kuno yang masih berdiri jauh darinya tanpa melakukan sebuah pergerakan.
"Kekeke ... Ada apa? apa kalian ketakutan setelah melihatku membunuh bajingan itu dengan mudah." ucap Zhukai pada sembilan dewa pernah kuno.
"Takut? Hahahah ... ini adalah lelucon paling lucu yang pernah ku dengar." Wind God tertawa terbahak-bahak.
Mereka semua memiliki total 100 juta pasukan dengan rata-rata Kultivasi di ranah God of Destruction. Bagaimana dia takut dengan Zhukai yang hanya bermodalkan pasukan Undead nya.
Apalagi mereka juga sudah mempersiapkan sebuah Artefak yang dapat membunuh Undead dalam sekejap.
"Kalian, cepat serang dia!.."
Sun God memerintahkan lima juta orang dengan Kultivasi God of Destruction untuk menyerang Zhukai.
Walaupun dia tahu bahwa mereka sama sekali tidak dapat membunuh Zhukai, tetapi Sun God melakukan hal itu untuk menguras stamina Zhukai.
Karena mustahil bagi mereka untuk mengalahkan Zhukai dalam kondisi puncaknya, sembilan dewa perang yang masih hidup menggunakan rencana licik seperti itu.
Melihat lima juta pasukan yang datang kearahnya, Kai menghirup nafas dalam-dalam.
"Sial, bajingan sampah seperti mereka benar-benar menggunakan cara licik seperti ini untuk melawanku."
Dia memerintahkan Long 1 dengan pasukannya yang berjumlah sembilan ratus ribu orang untuk melawan lima juta pasukan dewa perang yang datang kearahnya..
Boomm!!
Boommm!!
Boommm!!
Ledakan terjadi di mana-mana, dengan jumlah pasukan Long 1, dia terus di tekan oleh banyaknya jumlah pasukan yang di miliki oleh pihak lawan.
Tapi karena mereka hanyalah sebuah Undead belaka, Kai dapat membangkitkan mereka secara terus-menerus.
Tetapi ada batasan seberapa banyak Kai bisa membangkitkan mereka. Dengan jumlah Undead yang terus bangkit entah seberapa banyak mereka membunuhnya, kerutan muncul di tengah-tengah alis Martial God.
"Ini tidak baik! Kita harus menghentikannya membangkitkan Undea-undead itu." Martial God berkata dengan nada tinggi.
Dengan kematian lima juta pasukan yang sia-sia, dia cukup marah dengan hal itu.
"Tch, bagaimana bisa seorang necromancer memiliki keahlian seperti itu. Aku benar-benar ragu apakah dia memang seorang necromancer atau tidak." Sun God juga menyadari ada yang aneh dengan keterampilan necromancer milik Zhukai.
Apalagi setelah melihat bahwa dua di antara pasukan Undead adalah God of Darkness dan Light God memiliki kesadaran sendiri.
"Tidak perlu khawatir, aku melihatnya. Setiap kali dia membangkitkan Undead yang telah menghilang, aura kematian di tubuhnya semakin menipis." Sky God berkata dengan senyuman jahat.
"Hahaha tidak perlu khawatir, cepat serang dia lagi. Jangan berikan dewa bintang kesempatan untuk beristirahat." Sun God berteriak keras sambil memerintahkan lima juta pasukan pasukannya untuk kembali menyerang Zhukai.
Dari kejauhan, Kai yang mendengar tersenyum tipis. "Jadi dia bisa menyadarinya, baiklah kita ganti rencananya."
Kai mengeluarkan secarik keras hitam dari dalam Inventory, itu adalah jimat yang ia dapat dari reruntuhan shura.
"Aku harap dengan jimat ini, aku bisa mengurangi puluhan juta pasukan mereka."
Kai memejamkan kedua matanya sambil mengalirkan Qi murni miliknya kedalam jimat itu.
Hingga saat kertas itu menyala, langit perlahan mulai berubah warna.
***
Bersambung...