
"Apa.. Kau terlalu kelewat batas." Teriak Bai Chen menolak untuk melakukan itu.
"Kamu tidak mau? kalau begitu telanjanglah dan mengelilingi Kota Naga Azure sebanyak 3 kali, mungkin aku akan mengampuni Nyawa sampahmu itu." Kai tidak segan-segan memberikan hukuman yang berat bagi Bai Wang, karena ini juga sebagai peringatan baginya untuk tidak mencoba bermacam-macam lagi dengannya dimasa depan.
Kai sebenarnya ingin membunuh Bai Chen di tempat, tetapi karena ada Xue Long yang juga teman lama dari Bai Chen ia tidak jadi membunuhnya.
"Kamu.. Apakah kamu gila menyuruhku untuk telanjang dan mengelilingi Kota Naga Azure yang sangat luas itu sebanyak tiga kali.."
Bamm!!
Kai memberikan sebuah pukulan keras untuk Bai Chen tepat di perutnya.
"Khuakk!!.? Uhukk.." Bai Chen menjerit pelan merasakan rasa panas disekitar perutnya, dia menatap Zhukai dan menggertakkan giginya..
Dia mengeluarkan sebuah Artefak dari dalam Cincin Ruang miliknya. Itu adalah Artefak sekali pakai yang memungkinkan seseorang untuk melarikan diri dan mengabaikan penghalang atau Array yang kuat sekalipun.
"Kalian semua tunggu saja pembalasanku.."
Tubuh Bai Chen segera berubah menjadi cahaya putih dan menghilang menyisakan Kai dan Xue Long di tempat.
"Paman Long, dia sudah pergi. Kalau begitu aku juga akan kembali ke Kamar untuk berlatih."
"Baiklah kalau begitu.. Jangan terlalu keras pada gadis itu Ya." Ucap Xue Long sambil tertawa keras, membuat Kai mengungkapkan senyuman canggung.
***
Di kedalaman Hutan, tubuh seorang pria paruh tiba-tiba muncul dan segera tengkurap. Tubuh pria paruh baya itu dipenuhi dengan darah dan lengan kanannya yang bengkak.
Di mencoba bangkit dengan sisa tenaganya untuk bersandar di pohon yang ada di belakangnya.
"Hah Hah.. Sialan Kau Xue Long, disaat aku dihajar habis-habisan oleh pria itu kau hanya diam saja seolah-olah tidak melihat apa yang terjadi. Tunggu saja pembalasanku."
"Dan untuk kau pemuda sialan, aku akan kubiarkan dirimu menikmati sisa hidupmu yang sebentar, aku akan membuatmu merasakan bahwa kematian lebih baik dari hidup."
Setelah mengucapkan kata-kata itu, pandangan Bai Chen memudar dan ia seketika tidak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka.
***
Di lorong Istana, Kai berdiri tepat didepan pintu masuk ruangan. Dia membuka pintu dan apa yang ia lihat adalah sebuah ruangan mewah dengan lilin sebagai cahaya penerang.
Kai melihat lurus kearah tempat tidur dan melihat bahwa Xue Yu sudah tertidur dengan sangat lelap.
Dia berjalan mendekat dan memasang selimut untuk menutupi tubuh Xue Yu yang telanjang. "Gadis kecil, selamat malam."
Dia memberikan. sebuah ciuman selamat tidur di dahi Xue Yu, setelah itu dia berjalan keluar.
Di Halaman Istana, itu begitu sepi dan hanya terlihat beberapa prajurit Istana yang sedang berpatroli.
Kai dengan tenang duduk diatas batu dan mulai membuat Pil Ilahi tingkat tinggi untuk memajukan Kultivasi nya.
Di dalam Cincin Ruangnya, ada ratusan ribu Pil Ilahi tingkat tinggi yang berhasil Kai murnikan dalam waktu 1 bulan.
Dia tanpa ragu menelan habis ratusan Pil kedalam mulutnya, setelah itu Kai menutup mata dan mulai berkultivasi.
Dapat diingat Kultivasi Kai saat ini adalah seorang Holy Emperor Akhir. Setengah Langkah menuju Demigod, Dewa tingkat Lima.
Ketika seseorang sudah berada di kondisi puncaknya untuk menerobos Ranah Demigod, Kesengsaraan Ilahi akan muncul.
Dulu sekali ketika Kai juga dalam proses menerobos Ranah, dia juga memanggil sebuah Kesengsaraan Ilahi tingkat Asura.
Ding
[Kai Gege, Yi merasakan adanya Kesengsaraan Ilahi yang begitu kuat, harap Kai Gege segera menjauh dari istana atau petir itu akan meratakan seluruh Istana] Ucap Yi memberi peringatan.
"Apa!! sekarang?.."
Kai muncul kembali disebuah tempat yang tidak begitu jelas, dia melihat kesamping kanan kiri dan hanya terlihat sebuah Padang rumput yang begitu luas dengan banyaknya kunang-kunang yang bersinar di malam ya g gelap.
Tiba-tiba Kai mendengar suara notifikasi dari Systemnya.
[Kesengsaraan Ilahi tingkat Asura terdeteksi.. Dimulai dalam 10.. 7.. 4.. 1.. 0]
Awan diatas langit mengumpul menjadi satu, langit malam yang awalnya dipenuhi dengan bintang-bintang sekarang menghilang digantikan oleh kumpulan awan hitam seperti mendung diatas langit.
Deru angin dapat Kai rasakan secara jelas, itu terasa seperti alam akan segera mengamuk. Kai duduk dengan tenang sambil memasuki mode meditasinya dan menunggu datangnya Kesengsaraan Ilahi.
"Tingkat Asura? dulu sekali aku juga pernah mengalaminya, sekarang tubuh Nagaku juga telah mencapai tingkat Maksimal tidak mungkin aku tidak bisa menahan petir itu."
Langit mengeluarkan kerlipan berwarna Putih, dan itu mengandung jejak kekejaman dan penindasan yang sangat kuat.
Ssrrhh!!
Ctarr!!
Duarr!!
Petir berwarna putih itu dengan cepat menghantam tubuh Zhukai yang sedang duduk di atas tanah. Ketika petir sudah sampai di tanah itu membentuk sebuah kawah raksasa.
"Arghh.." Kai berteriak pelan menahan rasa sakit dari Kesengsaraan Ilahi itu, "Sial, apakah ini masih sama dengan yang kualami 4 tahun yang lalu." Gerutu Kai kesal, Sekarang tubuh Naganya sudah ada dalam pencapaian maksimal, tidak mungkin Kesengsaraan Ilahi itu bekerja padanya.
Tetapi tidak seperti yang Kai harapkan, Setelah kesengsaraan Ilahi itu menghantam dirinya, Kai merasa seolah-olah nafasnya terhenti sebentar, dan juga tulang punggung nya terasa seperti akan patah.
Tidak memberikan kesempatan bagi Zhukai untuk mengambil nafas, Petir kedua muncul diatas langit dan menghantam tubuh Zhukai sekali lagi.
Ctarr!!
Duarr!!
"Arghh.."
Petir ketiga turun, itu terlihat lebih besar dan kejam, Kai merasa seolah-olah Pandangannya menjadi kabur ketiga petir ketiga itu menghantam dirinya.
Benar saja, Tepat ketika petir Asura yang ketiga menghantam Zhukai. Tubuh Kai meledak menjadi gumpalan daging.
Untungnya ia memiliki Tubuh Naga untuk membantunya meregenerasi tubuhnya dengan sangat cepat. Tubuh Kai sudah telanjang bulat karena pakaiannya yang sudah terbakar menjadi abu karena Sambaran dari petir Asura.
"Haa.. Apa yang baru saja terjadi." Ucap Kai dengan mata menatap jauh keatas langit.
Petir Keempat turun dan menghantam Kai sekali lagi, Petir Kelima turun.... Setiap kali Kesengsaraan Ilahi menghantam Zhukai, itu langsung meledakkan tubuhnya menjadi gumpalan daging.
Ini adalah pertama kalinya bagi Zhukai untuk merasakan rasa sakit seperti itu. Dia menatap kosong kearah langit wajahnya sudah benar-benar sangat pucat dan ia tidak bisa mempertahankan kesadarannya lebih lama lagi.
"Semoga ini menjadi yang terakhir, jika tidak.."
Petir Kesebelas mulai turun, Angin kencang menerbangkan banyak pohon serta tanah yang berada di sisi Zhukai sudah sangat buruk, Kai dapat melhat jelas bahwa itu adalah magma disekitarnya.
Duar!!
Petir Asura dengan keras menghantam tanah menyebabkan kebakaran seluruh Pedang Rumput. Selain itu, Kai kehilangan kesadarannya tepat ketika petir menyambar dirinya.
Ding
[Terimakasih Kai Gege sudah berusaha untuk menhan sesuatu yang mustahil di taklukan, Mendapatkan Title Sang Penakluk]
[Kultivasi Kai Gege meningkat pesat, Dewa Tingkat Empat Awal]
***
Bersambung