Re-system

Re-system
Sampai di Ujung Jembatan



Dengan perkataan Pria itu barusan, Kai tersentak kaget. "Sun Wukong? Aku kira itu hanyalah sebuah karakter fiksi. Aku tidak tahu kalau itu nyata." Kai berpikir dalam benaknya.


"Namaku Zhukai, aku harap kita bisa bertemu lain kali."


Kai berbalik dan berdiri tepat di depan jembatan panjang. Dia menarik nafas panjang dan mulai berlari maju.


"Zhukai? Nama yang bagus... Haahhh, Haruskah aku bangun dari tidur panjangku, Para semut itu mungkin sudah bertindak saat ini Hahaha.." Sun Wukong tertawa keras, tak berselang lama tubuhnya berubah menjadi cahaya putih yang kemudian menghilang sepenuhnya.


Kai yang saat ini sedang berada di tengah-tengah jembatan kayu yang sangat panjang. Bahkan dengan Persepsi ilahinya, dia tidak bisa menentukan seberapa panjang jembatan kayu itu.


"Penguatan Tubuh : Tubuh Suci."


Tubuh Zhukai mengeluarkan Cahaya keperakan. Dari belakang punggungnya, terlihat sebuah sayap yang terbuat dari bulu berwarna putih.


Sementara itu, rambut Zhukai memutih sepenuhnya diikuti dengan perubahan pada bola matanya. Sekarang, Kai terlihat seperti seorang malaikat.


"Ini kedua kalinya aku mencoba Tubuh Suci, seperti yang diharapkan, tubuhku menjadi sangat ringan dan juga fisik ku juga meningkat beberapa kali lipat." Kai berkata terkagum-kagum menatap perubahan yang terjadi pada tubuhnya.


Dia bertanya-tanya, bagaiamana perubahan yang di alaminya ketika mencapai Tubuh Dewa.


Kai memusatkan otot-otot serta Qi miliknya di kakinya, setelah itu dia melesat dengan sangat cepat melewati jembatan.


Meskipun demikian, Kai masih merasa bahwa dirinya belum mencapai setengah dari ujung jembatan itu.


"Yi'er bisakah kamu mendengar ku?"


Tidak ada jawaban..


Tetapi tak berselang lama, sebuah suara akrab terdengar di kepalanya.


[Ya Kai Gege? Maaf, Yi tadi sedang berlatih dan tidak dapat mendengar suara Kai Gege dengan jelas. Apalagi energi di Tempat ini membuat suara Kai Gege menjadi sangat samar.]


"Haha tidak apa-apa, Apakah aku menggangu latihanmu?" Kai tertawa kecil dan bertanya kembali.


[Itu tidak mungkin, Jika Kai Gege membutuhkan Yi, Yi akan selalu ada untuk Kai Gege]


"Terimakasih.. Jadi, bagaiamana keadaan Yan'er saat ini. Apakah Tubuh Yin Murni menganggu kehamilannya saat ini?"


[Tidak, Aku dan Yui ada disini. Jadi Kai Gege tidak perlu khawatir]


Kai bernafas lega mendengar perkataan Yi, tetapi tak berselang lama setelah itu, Kai merasakan adanya niat membunuh yang sangat kejam mengarah kepadanya.


"Baiklah Yi'er, kita bisa melanjutkan bicara nanti.."


Tatapan Kai semakin tajam, dia segera menambah kecepatannya dan melesat maju dengan sangat cepat.


Whuss!!.


Dari jauh, terlihat sosok hitam yang begitu besar. Itu terlihat seperti seekor Naga, tetapi juga terlihat seperti seekor harimau.


"Itu makhluk apa? Kenapa bentuknya aneh seperti itu." Kai berkata tanpa menurunkan kecepatannya.


"Yi'er, analisis.."


Ding


Nama : Qi Lin Api


Ras : Qi Lin.


Kultivasi : True God, Chaos God Tahap Jenderal.


"Ini cukup kuat sebaai Ujian, jika orang lain datang dengan Kultivasi yang sama denganku, mereka mungkin tidak akan bisa lolos dari Ujian ini.."


Kai mengaktifkan Title Dewa Bintang serta Sang Penakluk miliknya, Kultivasi nya segera melonjak menjadi Dewa Purba Ordo Ke-tiga. Dengan bantuan Tubuh Sucinya, Kai dapat bersaing dengan Qi Lin itu.


"Aku akan mencoba bertarung tanpa Pedang Hitam. Jika aku terus bergantung pada Pedang Hitam, itu akan memperlambat perkembangan ku."


Swosshh..


Swosshh..


Dua Kilatan pedang terbentuk di udara kosong, Sementara Qi Lin itu mencoba menahan serangan Zhukai, Kai telah menghilang dan muncul kembali di belakang tubuh Qi Lin api.


Bangg!!


Bang!!


Duarr!!


Ketika Kai mencoba memukul tubuh Qi Lin itu dengan kekuatan penuhnya, Kai seolah memukul sebuah baja yang sangat keras.


Kai kembali menghilang, Dia membuat sebuah gelombang angin dengan kepakan sayapnya.


Whengg!!


Itu adalah Pedang Dewa yang dia beli dari Toko System 2 Tahun yang lalu, "Pedang Phoenix Surga."


Itu terbuat dari Bulu Phoenix Suci dan juga Api Phoenix yang sangat panas. Kai membeli Pedang itu dengan harga 50 Kuadriliun Poin System.


Dengan Pedang itu, Kai bisa memperkuat daya serang dari Api Phoenix serta Api Neraka miliknya.


Whuss!!


Slashh..


Hanya dalam sepersekian detik, Kai kembali muncul dengan sebuah luka sayatan Pedang di tubuh Qi Lin api. Tetapi luka itu terlalu dangkal.


"Tubuhnya benar-benar sangat keras."


"Grraa..." Qi Lin Api meraung dengan sangat marah. Mata merahnya menatap Kai dengan niat penuh permusuhan.


Qi Lin api membuka mulutnya lebar-lebar, semburan api yang sangat besar segera menyerang Kai dan juga jembatan yang dia pijak saat ini.


Seolah-olah ada sebuah pelindung tipis, Jembatan yang terbuat dari kayu itu sama sekali tidak menerima kerusakan apapun.


Asap hitam mulai berkumpul dari serangan tadi, tetapi ketika asap itu mulai menghilang. Kai tidak ada di sana.


"Harusnya kau lebih waspada pada sekitarmu.."


"Badai Neraka.."


Kai menusukkan pedangnya tepat di kepala Qi Lin Api. Cahaya Hitam yang keluar dari Pedang Phoenix Surga segera menyebar keseluruh tubuh Qi Lin api dengan cepat.


Di detik berikutnya, Cahaya Hitam yang telah menyebar di sekujur tubuh Qi Lin api segera meledakkan tubuhnya menjadi gumpalan daging.


"Hahh.. Aku bertarung cukup bagus tadi."


Kai menatap Mayat Qi Lin api yang baru saja dia bunuh. Tetapi, ketika ia hendak mendekat, mayat itu seketika menghilang.


"Ilusi? Pantas aku tidak mendengar Notifikasi dari Yi'er." Kai berbalik dan segera melanjutkan perjalanannya.


"Tubuh Petir Abadi..."


Tubuh Zhukai segera berubah menjadi kilatan-kilatan petir, dia melesat meninggalkan jejak kilatan petir di setiap jalan yang di lalui nya.


"Hawa disini semakin panas. Tetapi itu tidak malasah, aku memiliki ketahan api yang cukup besar." Gumam Kai pelan.


Matanya masih dengan tenang menatap lurus Kedepan yang begitu gelap tanpa ada sedikitpun cahaya yang terlihat.


Setelah jangka waktu tertentu, hawa panas menghilang digantikan dengan energi dingin yang begitu menusuk.


"Tch, aku tidak memiliki ketahanan sama sekali dengan elemen es."


Meski begitu, dengan Tubuh Sucinya, Kai akhirnya dapat melewati ujian itu dengan cukup mudah.


"Ah, aku akhirnya bisa melihat ujung dari jembatan ini.." Kai bersorak gembira dalam hatinya, tepat ketika dia dan ujung jembatan hanya terpaut beberapa mil. Tubuh Zhukai menengang.


Ini karena adanya sebuah tekanan gravitasi yang begitu besar membebani tubuhnya. "Hmm, Bahkan dengan Tubuh Suci aku masih bisa merasakan seberapa kuat tekanan ini.."


Dengan adanya tekanan itu, kecepatan Kai menurun setengah dan akan membutuh waktu yang cukup lama baginya untuk sampai bisa ke ujung jembatan.


Satu jam berlalu dengan sangat cepat, setiap kali Kai melangkah, dia bisa merasakan tekanannya semakin kuat. Hingga ketika jarak antara dirinya dan ujung jembatan terpaut seribu meter, tekanannya melonjak ratusan kali lipat.


"Khuakk..." Kai merasakan rasa sesak di dada sebelah kanannya, kedua kakinya sedikit gemetar dibawah tekanan yang begitu besar itu.


"Transformasi Naga, Tubuh Suci, Title Dewa Bintang.."


Whengg!! Duarr!!


Tubuh Kai terasa meledak-ledak, Tekanan gravitasi yang dirasakannya sedikit berkurang dan Kai akhirnya bisa bernafas dengan lega.


Kai mengumpulkan hampir seluruh Qi miliknya kedalam kedua kakinya, matanya menghitam sepenuhnya dan secara tiba-tiba, Kai sudah berada di ujung jembatan. Bahkan Kai sendiri terkejut dengan kecepatannya barusan.


Tekanan yang dia rasakan menghilang seketika di gantikan oleh rasa sakit dan nyeri di kedua kakinya.


Kai menunduk dan melihat bahwa kedua kakinya dipenuhi dengan darah. Beban yang diterima kedua kakinya karena Qi yang terlalu berlebihan telah menghancurkan pembuluh darah, tulang, serta meridiannya.


"Sebaiknya aku beristirahat terlebih dulu." Kai berjalan pelan sambil menahan rasa sakit di kedua kakinya.


Dia akhirnya duduk di sebuah pohon yang cukup besar sambil menunggu kedua kakinya sembuh.


***


Bersambung..