
Raja Naga Hitam yang tidak bisa bergerak karena luka yang cukup parah di deritanya mengeram dengan wajah penuh amarah.
Dia tidak mau percaya bahwa dirinya sang Raja Naga Hitam akan dikalahkan oleh manusia yang jauh lebih lemah darinya.
"Dewa Bintang sialan itu, jika saja dia tidak menyegel kekuatan ku. Aku bisa membunuh anak ini hanya dengan satu serangan."
Hingga tiba-tiba, sebuah ide terbesit di kepalanya. Raja Naga Hitam mengangkat tangannya dan menggunakan sihir untuk menarik secara paksa cincin yang ada di jari Zhukai.
Dia menggunakan sisa tenaganya untuk menjauh. Dia kemudian meneteskan darahnya pada cincin itu. Kai yang terkejut buru-buru melepaskan serangannya, tetapi itu sudah terlambat.
Ketika darah dari Raja Naga Hitam menetes kedalam cincin itu, sebuah ledakan terpicu dan membuat sebuah lubang besar di tanah.
Beberapa petir menghantam area dimana Raja Naga Hitam berada. Kai sendiri menjauh ketika ledakan itu terjadi.
"Bangkitlah wahai muridku, Asmodeus!!.."
Duarr!!
Ketika darah dari Raja Naga Hitam telah sepenuhnya di murnikan oleh cincin itu, ledakan keras sekali lagi terpicu.
Detik berikutnya, sosok iblis dengan dua pasang sayap dipenuhi dengan darah melayang tepat di depan Raja Naga Hitam.
Sosoknya dengan dengan tanduk panjang di kepalanya dengan kulit hitam. Terdapat sebuah kristal berwarna merah yang berada tepat di tengah-tengah dahinya.
Iblis Itu membuka mulutnya dan mengeluarkan kata-kata yang sangat pelan.
"Terimakasih guru karena telah membangkitkan ku, tapi..."
Seringai jahat menghiasi wajah iblis itu, dengan gerakan cepat. Tangannya sudah berada di leher Raja Naga Hitam dan mencengkeram nya dengan sangat kuat.
"Khuakk!! Bajingan! apa yang sedang coba kau lakukan." Raja Naga Hitam meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari cengkeraman muridnya.
Tetapi karena luka akibat pertarungannya dengan Zhukai, itu membuatnya melemah.
"Tch, kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan? Selama ini kau hanya bermaksud untuk memanfaatkan ku, setelah kau terbebas dari sini, bukankah kau akan melahapku untuk memulihkan kekuatan mu yang hilang." Raja Iblis, Asmodeus berkata dengan suara serak.
Selama jiwanya terkurung di dalam cincin, dia secara terus-menerus memulihkan kekuatannya untuk digunakan saat ini.
"Bangsat! Aku akan membunuh–..."
Crarrtt!!
Tangan Kanan Asmodeus telah terlebih dulu menembus jantung dari Raja Naga Hitam sebelum dia menyelesaikan kalimatnya.
Hanya berselang beberapa detik, Raja Naga Hitam tewas dengan jantung nya yang secara terus-menerus melemah.
Sementara itu, Zhukai menatap ngeri melihat kejadian itu. dia sama sekali tidak menyangka bahwa murid Raja Naga Hitam adalah Raja Iblis yang telah meninggal ratusan tahun yang lalu.
Di belakangnya, sekujur tubuh Wei'er Yunlan bergetar hebat. Kepingan ingatan mulai bermunculan di kepalanya.
Itu adalah ingatan dimana Raja Iblis Asmodeus menghancurkan hampir setengah dari Bintang Jiwa hingga membuat semua Ras bersatu untuk mengalahkannya hingga akhirnya dia terbunuh di tangan leluhur Ras Peri!.
"Yunlan, apa yang terjadi.."
Melihat Wei'er Yunlan yang terus memegangi kepalanya dengan kedua tangan, Kai segera mendekat dan membantu menenangkan nya.
"K–Kai, d–dia adalah iblis yang telah membunuh anggota keluargaku.." Wei'er Yunlan menujuk kearah Asmodeus dengan jarinya yang gemetar.
"Tenanglah!!.."
Kai mengirimkan Qi miliknya kedalam tubuh Wei'er Yunlan untuk menenangkannya. Hingga beberapa detik berlalu, Wei'er Yunlan akhirnya bisa bernafas dengan tenang.
Sementara itu, Raja Iblis Asmodeus yang baru saja selesai melahap esensi milik gurunya, Raja Naga Hitam segera berbalik dan menatap pada Zhukai.
"Hmm, kau pria yang berhasil melukai guru? Aku akui kau cukup hebat tetapi.."
Senyum beringas sekali lagi muncul di wajah iblisnya, detik berikutnya dia tiba-tiba muncul di depan Zhukai dan melepaskan pukulan keras pada Kai tepat di perutnya.
Kai menahan pukulan pukulan itu dengan kedua tangannya dan mundur beberapa langkah.
Asmodeus menghilangkan sekali lagi, tepat ketika dia muncul kembali, itu tidak menyerang Zhukai. Melainkan Wei'er Yunlan yang ada di belakangnya.
"Yunlan Awas!!.."
Wei'er Yunlan dengan sigap memasang sihir pelindung di sekitar tubuhnya. Itu begitu kuat bahkan pukulan Asmodeus tidak dapat menggoresnya.
Raja Iblis Asmodeus menjauh dan memperhatikan Kai dengan seksama. Dia tidak akan kehilangan fokusnya sedikitpun atau itu akan membahayakan nyawanya.
"Dia lebih cepat dari Raja Naga Hitam, tetapi serangannya jauh lebih lemah darinya."
Kai menyeringai, dia mengubah fisiknya menjadi Necromancer dan memanggil jutaan Undead dari dalam tanah.
Sama seperti Zhukai, Kultivasi dari Undead itu juga ditekan satu ranah. Meski begitu, jumlahnya yang tak terhingga sangat membuat Asmodeus kesusahan.
"Sialan! Jika terus seperti ini aku akan kelelahan cepat atau lambat."
Raja Iblis Asmodeus mengepakkan sayapnya dan mencoba terbang menjauh, sayangannya sebuah serangan dengan kecepatan tinggi menusuk kearah salah satu lengannya.
Swosshh!!
Crarrtt!!
"Hmm, padahal aku sudah mengincar jantungnya." Kai bergumam pelan dengan kedua matanya yang menyipit.
Dia mengambil kembali jimat petir yang hanya tersisa tiga lagi di dalam Inventory nya.
Melihat Kai tidak mengejarnya lagi, Raja Iblis Asmodeus merasakan hal yang aneh. Tepat ketika jarak antara dirinya dan Zhukai terpaut satu mil. Tiba-tiba sebuah lapisan pelindung muncul dan mengelilingi area disekitar hutan dimana Kai dan Asmodeus bertarung.
"Manusia licik itu!!.." Asmodeus mengeram dengan kesal, dia mencoba menghancurkan penghalang beberapa kali dengan kekuatan fisiknya tetapi naas, itu sia-sia.
Sementara Kai sendiri, dia sedikit kelelahan. Qi dalam tubuhnya sudah terkuras sangat banyak ketika pertarungannya dengan Raja Naga Hitam. Situasinya saat ini yang mengharuskan untuk membunuh Asmodeus benar-benar diluar dugaannya.
"Yunlan, apakah kamu masih memiliki jumlah mana di dalam tubuhmu!"
"Ya, itu masih banyak."
"Bagus, tunggu aba-aba dariku dan gunakan sihir terkuat mu ketika saat itu tiba."
Wei'er Yunlan mengangguk, dia berdiam diri melihat siluet Kai pergi.
Jauh diatas langit, dua bayangan hitam terus berbentuk satu sama lain menghasilkan bunyi dentuman yang cukup keras.
Ting! Ting! Dentang!
Suara benturan dari logam terdengar akibat hasil dari pertarungan Zhukai dengan Asmodeus.
"Sihir Kegelapan : Cakar Naga Hitam.."
Sebuah gambar cakaran terbentuk secara tiba-tiba di udara kosong. Petir hitam mengelilingi cetakan cakar itu dengan aura hitam disekelilingnya.
Whuss!!
Itu melesat mengincar Zhukai dengan sangat cepat. Kai menghindar itu dengan cukup mudah dan membalas serangan itu dengan sihirnya.
"Sihir Cahaya : Pedang Suci Excalibur!!.."
Sinar cahaya terang muncul diatas langit. Awa mendung yang menutup gunung kesatria perlahan menghilang.
Sebuah pedang raksasa turun dari atas langit. Itu berwarna putih terang dan memiliki aura suci disekitarnya.
Meski itu hanyalah tiruan, tetapi kekuatan yang dikeluarkannya tidak lemah sama sekali.
Seharusnya jika itu mengenai tubuh Raja Iblis Asmodeus, dia akan terluka sangat parah.
"Sekarang Yunlan!!.."
Wei'er Yunlan yang sudah menyiapkan sihir sedari tadi dengan satu arahannya, sebuah lingkaran sihir terbentuk diatas udara.
Itu mengeluarkan rantai emas dan mengikat tubuh Raja Iblis Asmodeus.
"Grrooart!! Keparat, aku tidak akan terbunuh dengan cara yang sama seperti dulu."
Tanpa ragu, Asmodeus memotong salah satu lengannya dan menggunakan teknik terlarang milik gurunya.
"Sihir Terlarang : Pengorbanan!!.."
***
Bersambung.