
Dunia Ilahi yang sangat luas, penuh dengan banyak alam-alam lainnya yang ada di are lingkupnya..
Saat ini, di antara ribuan dunia, seorang pemuda tiba-tiba muncul setelah merobek sebuah dimensi kosong di semesta.
Zhukai menatap kosong pada pedang hitam, ia tidak menyangka bahwa setelah King Chen menempa kembali pedang hitam dengan batu meteorit, ketajaman pedang itu meningkatkan beberapa kali lipat.
Bahkan mampu untuk menebas ruang dalam lorong waktu, Kai tidak menyangka bahwa dia memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu.
"Hmm, ada banyak dunia disekitar sini. Jika aku langsung pergi ke Alam Bintang, para dewa perang kuno itu segera menyadari sesuatu yang salah." Kai bergumam pelan, sembari memasukkan kembali pedang hitam kedalam Inventory.
Karena seperti itu, Zhukai memutuskan pergi mengunjungi Alam Neraka sebelum pergi mencari Xia Bing Yao.
Kai tidak pergi ke Alam Bintang karena takut bahwa identitasnya akan terungkap. Apalagi saat ini Kai tahu bahwa Dewa Iblis masih hidup.
Dia butuh kekuatan lebih, puluhan kali lebih kuat dibandingkan kekuatannya di masa lalu.
Satu-satunya cara untuk Zhukai dapat meningkatkan kekuatannya dengan cepat adalah pergi mengunjungi reruntuhan milik Shura di Alam Neraka.
"Yui'er, beritahu aku letak Alam Neraka saat ini." Kai berkata.
Dengan cepat lokasi Alam Neraka terkirim tepat di kepala Zhukai. Lokasi itu masih sama seperti yang Kai ingat.
Alam Neraka berada sangat jauh dari alam-alam lain yang ada di dunia ilahi. Karena begitu berbahaya nya aura kematian dari Alam Neraka, tidak ada yang berani untuk datang kesana.
Bahkan jika itu dewa iblis sekalipun, dia akan terluka sangat parah jika memaksa masuk kedalam Alam Neraka, bahkan hanya dengan aura kematian itu sudah cukup untuk merenggut nyawanya.
Kai melesat dengan sangat cepat, bahkan tubuh petir abadi tidak bisa dibandingkan dengan itu.
Ini adalah kemampuan dari tubuh dewa bintang nya yang sangat menguras energi bintang. Tetapi kecepatan bukanlah sesuatu yang dapat seseorang bayangkan.
Hingga setelah menempuh jarak yang sangat jauh, energi bintang dalam star lordnya sudah terkuras habis.
Tubuh Zhukai terlihat mengucurkan butiran keringat, jika itu di kehidupan keduanya dimana teknik Bintang Agung Penghancur mencapai lapisan ke-delapan, Zhukai sama sekali tidak khawatir menempuh perjalanan sejauh itu.
Tetapi karena saat ini teknik Bintang Agung Penghancur nya hanya berada di tingkat kedua, itu sangat cepat habis hanya setelah Zhukai menempuh jarak yang sangat jauh.
Kai berisitirahat sebentar, dia duduk di angkasa luar dengan banyak alam disekitarnya. Karena energi bintang disana cukup besar, energi bintang di dalam star lordnya dengan cepat terisi kembali.
Hanya dengan cara itu, Zhukai saat ini sudah dekat dengan Alam Neraka.
Disekitarnya, Aura Kematian yang sangat kuat, bahkan ribuan kali tidak–... Jutaan kali lebih kuat dibandingkan dengan miliknya, Kai mengerutkan keningnya tidak senang.
"Apakah aura kematian dari Alam Neraka memang sekuat ini?"
Dulu ketika Zhukai datang kesini untuk yang kedua kalinya, Aura kematian dari Alam Neraka tidak sekuat seperti saat ini.
Tetapi berkat tubuh Dewa Kematian, aura kematian itu tidak melukai Zhukai. Sebaliknya, itu malah membantu meningkatkan Kultivasinya.
Tetapi energi spiritual yang dimurnikan oleh Tubuh Dewa Kematian sangat sedikit, itu karena aura jahat dari aura kematian dari Alam Neraka.
Dengan begitu, setelah berselang dua jam. Zhukai berhenti bergerak. Tepat di depannya, sebuah alam berwarna hitam gelap. bahkan sedikitpun tidak mengeluarkan cahaya.
Orang akan mengira bahwa itu terlihat seperti planet yang sudah mati, tetapi Zhukai tahu bahwa kegelapan yang melahap Alam itu dikarenakan aura kematian yang sangat kuat.
Glup!
Kai menelan ludahnya, ia masih sedikit ketakutan ketika ingatan itu kembali memasuki ingatannya.
Ketika ia mencoba untuk melangkah maju, notifikasi System terdengar dalam benaknya.
Ding.
Mendengar itu, Kai membuka mulutnya terkejut. Tetapi tidak ada kata yang keluar darinya.
Karena kesempatannya untuk memasuki Alam Neraka hanya satu kali, jelas Kai tidak boleh bertindak dengan gegabah.
Meski dengan bantuan Pedang hitam dan Qi Yue, Kai bisa yakin untuk melewati lantai pertama dengan cukup mudah.
Tetapi untuk lantai selanjutnya, Kai tidak tahu seberapa kuat musuh yang harus ia lawan saat itu.
Rasa kecewa terlintas di kedua mata Zhukai, ia datang ke Alam Neraka dengan niat untuk bertambah kuat dengan cepat.
Tetapi setelah mendengar notifikasi dari Yi, Kai berfikir sekali lagi. Setelah Zhukai berfikir dengan matang, ia memutuskan untuk pergi dan akan kembali ketika Kultivasinya lebih tinggi dimasa depan.
"Haahh.." Zhukai menghela nafas.
Ia berbalik dan hendak pergi, tetapi tiba-tiba...
Whuss!!
Asap hitam secara tiba-tiba muncul di depan Zhukai, dari dalam asap hitam itu, sosok Qi Yue muncul dengan senyuman cerah di wajahnya.
"Suamiku, aku merasakan bahwa salah satu pecahan ku ada disekitar sini." Ujar Qi Yue dengan bersemangat.
Mendengar itu, rasa kecewa dalam pikiran Zhukai menghilang dengan cepat digantikan oleh kedua matanya yang bersinar.
"Benarkah? Dimana itu?"
Qi Yue diam sejenak, dia kemudian mengangkat tangannya dan menunjuk Alam Neraka yang ada di belakang Zhukai.
"Suamiku, itu berada disana."
Ketika Zhukai melihat bahwa Qi Yue menunjuk Alam Neraka, Zhukai menghela nafas kemudian menggeleng.
"Maaf Yue, aku tidak bisa pergi kesana saat ini. Tetapi aku akan kembali ketika kekuatanku lebih kuat."
Qi Yue menatap wajah kecewa Zhukai kemudian tersenyum tulus. "Suamiku, apakah ada masalah? Kenapa kamu tidak memberitahuku?"
"I–Itu... Aku hanya bisa masuk kesana satu kali, jadi aku harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin."
Mendengar jawaban Zhukai, Qi Yue sedikit tertawa. Dia memeluk Zhukai dengan lembut sambil menatap matanya.
"Suamiku, jika aku bilang ada cara bagimu untuk masuk kesana sesuka hatimu. Hadiah apa yang akan kamu berikan padaku?" Qi Yue tersenyum menggoda, dia tidak sedikitpun melepaskan pelukannya dari tubuh Zhukai.
Kai sedikit terkejut, bahkan Yi yang merupakan artefak terkuat tidak mengetahuinya, bagaimana Qi Yue tahu.
"Qi Yue, jangan bercanda denganku saat ini. Itu tidak lucu." Zhukai berkata dengan sedikit kerutan di wajahnya.
"Hihi, suamiku ... mengapa juga aku harus berbohong padamu. Aku memiliki caranya."
Kai menghela nafas, "Jadi apa caranya?"
Mendengar jawaban Zhukai dingin, Qi Yue menjadi cemberut. "Hmph, suamiku, apakah kamu tidak mempercayai ku?"
"Aaa... Tentu saja aku mempercayai mu Yue." Zhukai berkata sambil tertawa canggung.
***
Bersambung.