Re-system

Re-system
Tiba di Benua Iblis



Kai mengusap noda darah yang ada di sudut bibirnya, matanya menatap lurus kearah Selatan dimana orang yang baru saja menyerang dirinya.


Dia menaiki kuda berwarna coklat melaju dengan kecepatan tinggi kearah Kerajaan Ao Nan.


Mata Kai menyala, kemudian dia bangkit dan bergumam pelan, "Seorang Middle God? kurasa pertarungan ini akan sangat sulit nantinya.. Apalagi di belakangnya ada Jutaan prajurit Ranah Demigod.. "


Kai menatap kearah sepuluh bawahan Raja Ao Nan yang saat ini sedang kelelahan karena menghadapi Tiga Undead milik Zhukai. Seharusnya dengan perbedaan jumlah dan kekuatan mereka, tidak sulit untuk mengalahkan tiga Undead Zhukai. Sayangnya, Kai terus-terusan mengirim energi Hitam pada ketiga Undeadnya dan membuat mereka terus bangkit walaupun telah mati berkali-kali.


Kai menebas kesepuluh orang itu dengan satu kali tebasan, sebuah notifikasi terdengar ketika Kai membunuh mereka.


Ia kembali menatap dingin kearah Pasukan dari Kaisar Bi Yu, "Ratapan Kematian!!.."


Kai melayang tinggi di udara melepaskan Aura Hitam pekat keseluruh Kerajaan.


"Berhenti!!.." Kaisar Bi Yu yang menyadari adanya hal aneh tentang Aura Hutam Pekat itu mengentikan kudanya dan para pasukan dibelakangnya.


"Ini.. Ada yang aneh tentang Aura Hitam ini, Kalian cepat siapkan Artefak pelindung yang dapat melindungi kalian dari Asap ini." Ucap Kaisar BinYu sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil.


Kotak kecil itu segera berubah menjadi pelindung transparan yang melindungi Tubuh Kaisar Bi Yu sepenuhnya..


"Ayo Kita masuk!!.."


Kai yang saat ini sedang terbang diatas langit mengerutkan kening melihat bahwa serangannya tidak berfungsi.


"Sial, aku tidak berfikir mereka membawa Artefak seperti itu..."


Karena Ratapan Kematian nya tidak berefek prajurit dari Kekaisaran, Untuk saat ini kekuatan pasukannya yang ada di Dunia Jiwa masih belum cukup kuat untuk ia publikasikan.


"Sial!! Tidak mungkin kan aku harus melawan pasukan itu sendirian!!.."


Walaupun Kai memiliki 200.000 Pasukan Undead, tetapi ia tidak bisa terus-terusan mengirimkan energi Hitam selama pertarungan, Apalagi selain kalah dalam hal jumlah, Pasukan Undead milikmya juga kalah dalam hal kekuatan.


Setelah waktu yang cukup lama berfikir, Kai akhirnya memutuskan untuk melarikan diri terlebih dulu.. Tetapi sebelum itu, ia memutuskan untuk mengganti 11 Undead biasa pada Mayat Raja Ao Nan dan sepuluh bawahannya.


"Aku tidak tahu kenapa kalian berniat untuk membunuhku bahkan menjadikan ku buronan di seluruh Benua Tertatai... Tapi ingat ini!! Akan kupastikan akan membalas Hal ini ratusan kali lipat dimasa depan!!" Kai berkata dengan dingin sambil menatap tajam kearah Kaisar Bi Yu dan para pasukannya


Tepat setelah Kai menyelesaikan kalimatnya, tubuhnya berubah menjadi asap hitam dan menghilang tanpa jejak.


"Sial!! Teknik apa yang baru saja ia keluarkan, dia hanyalah seorang Early God, tetapi hanya dalam beberapa saat ia menghilang tanpa jejak, bahkan dengan Persepsi Ilahi ku, aku tidak dapat menemukan jejak keberadaannya."


Pada akhirnya, melihat Kerajaan Ao Nan me jadi reruntuhan, Kaisar Bi Yu merasakan penyelsalan dalam hatinya, "Jika saja aku berangkat lebih cepat mungkin aku masih dapat mempertahankan Kerajaan ini.."


Kaisar Bi Yu berbalik dan memberikan perintah untuk kembali Ke Kekaisaran..


***


Di sebuah tempat dimana jauh sekali di utara, Terlihat seorang pemuda sedang duduk bermeditasi sembari memulihkan Qi di dalam tubuhnya.


Menjelang malam hari, pemuda itubmembuka matanya dan mulai berdiri, "Aku tidak boleh berlama-lama di sini, sekarang seluruh Benua Teratai menginginkan Nyawaku..." Kai menghela nafas pelan. Dia tidak tahu apa yang dilakukan oara Necromancer dimasa lalu, tetapi melihat kebencian yang begitu besar yang mereka tujukan padanya.. Jelas saja Para Necromancer di masa lalu melakukan hal kejam.


"Benua Iblis berada di sebelah Utara dari sini, jika aku menggunakan Transformasi Naga dan Langkah Bayangan, akan butuh tiga hari bagiku untuk sampai disana."


Kai melakukan Transformasi Naga, dan terbang menjauh menuju kearah Utara.


Perjalanan menuju Benua Iblis memakan waktu cukup lama yaitu 3 Hari, Kai berhenti di perbatasan Benua Teratai dengan Benua Ibis.


Itu dipisahkan oleh sebuah tempat yang disebut Rawa Kematian... Tempat itu dipenuhi dengan racun, Biantang berbisa, dan juga binatang buas yang sangat kuat.


Tetapi Kai tidak takut, ia memiliki Tubuh Dewa Kematian yang mana itu dapat menahan racun apapun dan menyerap Aura Kematian untuk meningkatkan Kultivasinya.


Rawa Kematian... Seperti namanya, tempat itu dipenuhi dengan berbagai binatang buas, Udara di dalam rawa itu sangat beracun dan sangat mematikan bagi seorang Kultivator yang tidak memiliki Artefak perlindungan.


Di tengah-tengah rawa itu, ada seorang pemuda yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi, "Rawa ini memiliki Energi kematian yang cukup pekat, sayangnya itu tidak membantu banyak dakan hal Kultivasi ku.."


Kai mengabaikan para binatang buas yang menyerangnya dan tetap fokus dalan tujuannya menuju benua Iblis.


Ia tidak ingin berlama-lama di Dataran Gao, Ia ingin cepat-cepat pergi mencari Jiuyang Lin dan Xia Bing Yao. Tetapi kekuatannya saat ini masih belum cukup kuat untuk dapat melindungi mereka.


Tidak ada jalan pintas dalam berkultivasi, mereka harus melalui banyak tantangan dan situasi hidup dan mati agar dapat membuka potensi penuh dari bakat mereka.


"Sebentar lagi aku merasa akan keluar dari rawa ini.." Kai bergumam pelan sambil terus terbang tanpa mengurangi kecepatannya.


Setelah beberapa waktu berlalu, Kai keluar dari Rawa Kematian. Tercium bau darah yang begitu pekat, dan juga Qi gelap yang memenuhi tubuh Zhukai.


"Inikah Benua Iblis?.. Qi di tempat ini sangat cocok untuk Undeadku berkembang.."


Kai mendarat diatas tanah, Dia melihat keatas langit, Ia hanya melihat Awan hitam tanpa adanya cahaya matahari yang masuk. Menjadikan Benua Iblis menjadi temoat yang sangat gelap.


Setiap kali Kai melangkah maju, ia kerap kali mendengar suara pertarungan dan bau darah yang sangat menyengat...


Penampilan nya berubah menjadi normal, dua pasang sayap dan tanduk di tubuhnya segera menghilang.


Kai terus berjalan maju tanpa arah tujuan, ia tidak memiliki sedikitpun informasi tentang Benua Iblsi, jadi ia hanya mengikuti instingnya dan terus berjalan maju.


100 Kilometer dari tempat ia sampai, Kai melihat sebuah oertarungan dari dua suku Iblis yang berbeda. Yang satu adalah suku Sapi iblis dan satunya adalah suku Banteng iblis.


"Graaa... Hari ini suku Banteng Kalian akan musnah dan tempat ini akan menjadi milik suku Sapi sepenuhnya..."


"Omong Kosong, suku Sapi kalian tidak akan bisa mengalahkan suku Banteng kami.. Graa.."


Kai yang saat ini berada di atas sebuah pohon sedang duduk dan mengamati kedua suku itu bertarung.


***


Bersambung..