
Ratusan tahun semenjak kematian dewa bintang, keberadaan Dewa Iblis juga ikut menghilang.
Bahkan dengan banyaknya informasi yang sebelas dewa perang kuno miliki, mereka masih belum mengetahui dimana keberadaan Dewa Iblis.
Tapi saat ini, kemunculan Dewa Iblis di rumah Martial God memunculkan kerutan di kening Martial God.
"Apa yang kau lakukan disini!" Martial God berteriak marah.
Sorot matanya menatap tajam pada bayangan hitam yang wajahnya tertutup oleh sebuah kerudung.
"Hehehe... Kenapa, apakah yang aku ucapkan barusan salah?" Dewa Iblis menyeringai dari balik jubahnya.
Tatapan matanya yang merah menyala memberi tekanan intimidasi pada Martial God.
"Persetan denganmu!!..." Martial God menghilang secara tiba-tiba.
Bam!!
Tepat setelah Martial God kembali muncul, dia melepaskan pukulan tangannya pada kepala bagaian belakang Denon God.
Sayangnya, serangan Martial God terbaca dengan sangat mudah oleh Demon God. Pukulan yang dia lepaskan terhenti oleh sebuah penghalang yang sangat kuat.
Bahkan setelah Martial God memukul puluhan kali, penghalang itu tidak retak sedikitpun.
"Berhentilah melakukan hal yang sia-sia. Kau tidak akan bisa menghancurkan pelindung itu entah seberapa keras kau memukulnya." Ucap Demon God acuh tak acuh.
Dia mengangkat salah satu tangannya keras, dari ujung jarinya, tekanan yang sangat kuat merembes keluar dan mengguncang seluruh ruangan.
Boomm!!
Tubuh Martial God terhempas hingga menghantam dinding. Tak berselang lama, ia kemudian memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Uhuk! Uhuk!!..
"Bagaimana bisa!?" Martial God tercengang tidak percaya melihat dia dikalahkan dengan mudahnya.
Tetapi apa yang membuat Martial God semakin kesal adalah karena Demon God sama sekali belum mengeluarkan seluruh kekuatannya dalam serangan itu.
"Apa kau sudah tahu perbedaan antara kita berdua! Jadi diam dan dengarkan apa yang aku katakan."
Meskipun Martial God sangat marah mendengar itu, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dalam situasinya saat ini.
"Apa yang kau inginkan." Martial God berkata dingin.
"Aku bisa menyembuhkan istrimu."
Deg–
Tepat setelah Martial God mendengar ucapan itu, tubuhnya seketika mematung.
"A–Apa yang baru saja kau–..."
"Apakah kurang jelas? Aku berkata, aku bisa menyembuhkan kondisi istrimu."
"Kenapa juga aku harus percaya pada iblis sepertimu." Martial God berteriak.
Dia enggan untuk percaya bahwa Demon God memiliki caranya, bahkan tabib terbaik di sektenya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Terserah padamu ingin percaya atau tidak, tapi jangan salahkan aku jika istrimu tidak akan pernah sembuh selamanya."
Saat Demon God beranjak pergi, Martial God menggenggam pergelangan tangannya.
"Berhenti!! A–Aku percaya apa yang kau katakan, j–jadi bisakah kau menyembuhkan istriku sekarang."
Demon God menyeringai lebar seolah dia sudah memperkirakan hal itu terjadi.
"Hehe, kau tahukan bahwa ini tidak gratis?"
"Aku tahu! Cepat sembuhkan istriku terlebih dulu, aku akan memberikan apa yang kamu inginkan."
Kerutan mulai bermunculan di wajah Martial God, dia sebenarnya tidak terlalu percaya pada apa yang Demon God katakan.
Tetapi jika Demon God memang bisa menyembuhkan kondisi istrinya, Martial God akan melakukan apapun sebagai bayarannya.
"Apa!! Tidak! Aku akan tetap berada disini." Martial God menolak perkataan Demon God dengan tegas.
Bagaimana bisa dia membiarkan istrinya bersama dengan Demon God tanpa pengawasan darinya.
Apalagi jenis kelamin milik Demon God sampai saat ini masih menjadi misteri. Dia tidak pernah mengungkapkan wajahnya pada siapapun sampai sekarang.
"Apakah kau ingin istrimu selamat atau tidak! Jika tidak maka aku akan pergi."
Martial God mengepalkan tangannya dengan urat-urat mulai bermunculan, "Sialan, baiklah aku akan pergi."
Setelah melihat Martial God benar-benar keluar dari ruangan, Demon God memasang pelindung di setiap sudut kamar itu.
"Haahh.. Akhirnya aku bisa melepas jubah ini."
Saat Demon God melepas jubah yang di pakaiannya, wajahnya yang selama ini tertutup terlihat dengan sangat jelas.
Tidak seperti yang semua orang harapan, sosok Demon God yang membawa kengerian di hati setiap orang sebenarnya adalah seorang wanita dewasa.
Apalagi paras wajahnya sangat mirip dengan seseorang... Zi Lin Yue!!
"Cih, jubah ini sangat menganggu." Demon God berdecak kesal, dia menatap wajah Yan Qing yang sedang tertidur di atas kasur.
Kedua tangannya mengeluarkan cahaya hitam yang sangat jahat, entah seberapa orang yang telah dibunuhnya untuk mendapatkan aura kematian yang sangat pekat seperti itu.
Demon God meletakkan kedua telapak tangannya yang mengeluarkan cahaya hitam tepat di jantung Yan Qing.
Cahaya hitam yang keluar dari telapak tangan Demon God dengan cepat terserap masuk hingga menunju ke dalam jantung Yan Qing.
"Ketemu!! Hehehe, aku sudah menduga hal ini sebelumnya."
Sebelum Demon God menemui Martial God, dia sudah mengetahui tentang apa yang terjadi dengan istrinya.
Karena kondisi istri Martial God yang terlihat sangat pucat tetapi tidak ada jejak racun ataupun yang lain. Demon God menebak bahwa itu karena sesuatu yang lain.
"Serangga Yin!? Bagaimana mungkin hewan ini bisa hidup di dunia Ilahi!?" Demon God mengerutkan keningnya sedikit tidak senang.
"Ini memang sedikit merepotkan tetapi membunuhnya tidak terlalu sulit."
Demon God menambahkan lebih banyak aura miliknya kedalam telapak tangannya. Cahaya hitam yang keluar juga semakin besar.
Karena tubuh Yan Qing saat ini lebih lemah daripada yang Demon God pikirkan, itu tidak bisa menampung lebih banyak aura miliknya.
Meskipun begitu, setelah berselang hampir satu jam. Serangga Yin, yang selama ini hidup di tubuh Yan Qing akhirnya hangus terbakar.
Demon God, terjatuh dengan keringat yang mengucur di wajahnya. Anehnya, walaupun Demon God kelelahan karena mengatur auranya terlalu lama, ekspresi di wajahnya terlihat sangat bahagia.
"Hahaha... Ternyata dia masih hidup, seperti yang diharapkan dari orang yang hampir membunuhku ratusan ribu tahun lalu."
"Ahhh~... Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi, saat kita bertemu lagi, kau pasti akan menjadi milikku seorang... Dewa Bintang."
***
Siang hari, terlihat sebuah benda terbang yang sangat besar dibatas awan. Jika dilihat lebih dekat, benda itu tidak lain adalah sebuah pedang raksasa yang terbang dengan kecepatan tinggi.
Di atas pedang raksasa, terlihat sosok pria yang dipeluk oleh dua orang gadis di kanan dan kirinya.
"Kalian berdua, bisakah kalian melepaskan Ku? Kalian sudah memelukku terlalu lama, apakah kalian tidak lelah?"
"Tidak!!!.." Jawab dua gadis itu secara bersamaan.
Mendengar itu, Zhukai menghela nafas panjang. Dia hanya duduk diam meskipun sesekali kehilangan fokus karena empat gunung besar yang menjepit lengan kanan dan kirinya.
Setelah itu, tiga hari berlalu dengan sangat cepat. Dari atas pedang, Long Zi bisa melihat banyak bangunan besar saat menatap kebawah.
"Tuan, mungkinkah kita sudah sampai?"
Zhukai mengangguk, "Ya, kita sudah sampai di Klan Xia."
***
Bersambung..