Re-system

Re-system
Dewa Penjaga



Semua orang dapat mendengar dengan jelas apa yang baru saja Kai ucapkan, mereka semua menjadi sangat bersemangat dan mulai mencari baju yang cocok untuk mereka masing-masing.


Sedangkan untuk Jiang Lin, tidak ada yang berubah dari ekspresinya Seolah-olah dia sangat yakin bahwa dia akan memenangkannya.


Satu jam berlalu, Kai yang saat itu sedang duduk sambil menikmati teh yang dia pesan melirik kedalam ruangan dimana Ke-tujuh Istrinya sedang memilih baju.


"Mereka semua lama sekali, bukankah itu hanya memilih satu baju?"


Dua jam berlalu, tiga jam, empat jam, sudah hampir lima jam berlalu semenjak Kai meminta ke-tujuh istrinya untuk memilih sebuah baju yang cocok. Sekarang Kai sudah sangat bosan menunggu.


"Kenapa mereka lama sekali, haahh.." Dengan hembusan nafas panjang, Kai berdiri dan berjalan masuk kedalam ruangan itu.


"Sayang, apa yang kalian lakukan kenapa lama seka–.." Ucapan Kai terhenti ketika menatap ke-tujuh istrinya yang saat ini memakai sebuah baju baru yang sangat cocok dengan daya tarik istrinya masing-masing.


Dia terpana untuk sesaat kemudian segera batuk-batuk untuk menutupi wajahnya yang tersipu.


"Tepat sekali, Kai Gege kami sudah selesai memilih baju. Silahkan memilih.." Xue Yu beekata sambil menunjukkan senyumannya yang paling manis.


Kai mengangguk, dia berjalan kearah Chiyan dan mencium keningnya kemudian beegantian hingga Xue Yu yang terakhir.


"Bagaimana, apakah kalian menyukai hadiah Khusunya?" Kai tersenyum lebar kemudian berjalan kearah tempat pembayaran untuk membeli semua baju itu ditambah dengan puluhan baju yang lain.


Setelah Kai dan yang lainnya keluar, dia mengajak istrinya untuk pergi kerumah makan. Tetapi sebelum itu, Kai dan mengajak ke-tujuh untuk duduk dan menikmati pemandangan di atas sebuah bukit di pinggir kota Langit Hitam.


"Yan'er, apakah kamu memiliki sesuatu yang kamu inginkan?" Kai mendekat ke Chiyan, dan mengelus-elus perut Chiyan yang sudah membesar.


"Em, Ahh, Aku ingin Kue.." Chiyan berkata dengan wajah tersipu.


"Kue? Baiklah.." Karena di Alam Dewa tidak memiliki Kue, Kai membuka Toko System dan mencari beberapa Kue yang sangat enak.


"Kalian semua juga mau?" Kai menoleh ke istrinya yang lain dan bertanya.


Mereka semua mengangguk dengan antusias sambil meneteskan air liur melihat Chiyan memakan Kue dengan wajah bahagia.


"Hihihi, maaf.. Ini, kalian semua juga coba makan." Chiyan tertawa kecil dan memberikan sepotong kue pada saudarinya yang lain.


"Whoaa, ini sangat manis, lembut, enak.."


Mereka semua istrinya begitu senang, Kai juga merasa senang hanya dengan melihatnya.


"Sayang kamu juga mau?" Chiyan mengangkat sendok yang terdapat kue diatasnya, setelah melihat anggukan dari Zhukai. Dia segera menyuapi Kai kue tersebut.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, matahari sudah mulai terbenam di gantikan oleh bulan yang memilki cahaya keperakan.


"Apakah kalian senang?" Kai tersenyum kearah istrinya sambil menyembunyikan sesuatu dibalik badannya.


"Emm, Terimakasih sayang..."


Kai menghela nafas dan mulai berjalan kearah Yi. Dia mengangkat salah satu tangan Yi dan mulai mengeluarkan Cincin dari dalam Inventory nya.


"Ini hadiah untukmu Yi'er, semoga kamu menyukainya..." Setelah memakaikan cincin ke jari manis Yi, Kai memberikan sebuah ciuman hangat padanya.


Hal yang sama juga Kai lakukan pada ke-tujuh istrinya yang lain. Dia menggunakan Teleportasi untuk memindahkan dia dan yang yang lainnya ke bukit kediamannya.


"Baiklah kalau begitu.." Kai memejamkan matanya dan membuka sebuah portal transparan tepat di depannya.


"Kalau begitu selamat tinggal sayang.."


Dengan begitu, setelah ke-tujuh istrinya kembali ke Dunia Jiwa. Kai merasakan kesepian di dalam hatinya.


"Haaahh, aku harus kembali berlatih dan besok aku harus pergi.."


Kai berbalik dan masuk kedalam rumahnya. Di dalam kamar, Kai membuka Toko System dan mencari sesuatu yang dapat membangkitkan Bloodline Kura-kura hitam secara langsung.


Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan barang yang dia cari, itu adalah sebuah cangkang berwarna hitam dengan garis-garis hijau seperti giok di sekitarnya.


Kai melemparkan cangkang hitam itu ke udara dan memurnikannya. Tanda Api Putih muncul di tengah-tengah dahinya dan dengan Budidaya Pelahap Bintang. Kai dapat memurnikan Cangkang Hitam itu hanya dalam waktu 3 jam.


Ding


[Karena Kai Gege berhasil memurnikan Cangkang Kura-kura hitam, membangkitkan Bloodline Kura-kura hitam]


Ding


...Dewa Penjaga...


Dewa penjaga adalah tuan dari 4 Penjaga mata angin. Setelah Title aktif, Kai Gege dapat memanggil perwujudan dari 4 penjaga mata angin. Phoenix, Black Tortoise, Naga, dan Macan Putih.


Notifikasi dari System terdengar secara jelas di kepala Kai, dia membelalakkan matanya terkejut melihat notifikasi Systemnya barusan.


"Ini luar biasa.."


Kai tidak dapat menahan diri untuk mencoba Title barunya. Akhirnya setelah Title itu aktif, Kai dapat merasakan aliran rasa panas di sekujur tubuhnya.


"Summon!!..."


Whuss!!.


Gelombang angin yang begitu tajam segera muncul dan menghantam rumah Zhukai hingga membuat rumah itu meledak.


Debu beterbangan menguat sebuah kabut asap yang cukup tebal. "Uhuk Uhuk.. Sial, darimana hembusan tadi berasal."


Tepat ketika Kai berdiri menjauh dari Reruntuhan, dia melihat empat siluet berwarna hitam berjalan kearahnya.


"Kyyuuu?..."


Suara yang begitu imut terdengar dari empat Siluet hitam itu, ketika jarak mereka dan Zhukai terpaut beberapa meter sosok mereka terlihat sangat jelas.


"Eh, mereka... Sangat imut!!.." Hanya dari pandangan sekilas, Kai segera tahu bahwa keempat binatang itu adalah perwujudan dari 4 penjaga mata angin.


Tetapi saat ini keempat binatang itu masihlah sangat kecil Seolah-olah baru saja lahir.


Kai berjalan mendekat kearah Phoenix yang terlihat seperti ayam kecil yang lucu dan mengangkatnya.


"Biantang kecil, apakah kamu bisa memahami apa yang aku katakan?"


"Kyuu? Kyuuu..." Phoenix itu memiringkan kepalanya bingung, tetapi di detik berikutnya Phoenix kecil itu tersenyum.


"Yi'er.. Apakah mereka mengerti apa yang aku katakan?"


[Tidak Kai Gege, mereka semua baru saja lahir beberapa saat yang lalu. Karena Title Kai Gege, mereka semua menanggap Kai Gege sebagai seorang ayah]


Kai segera paham, dia menutup matanya dan mengeluarkan Qi miliknya dari dalam tubuh. Setelah Qi dati dalam Dantian nya merembes keluar, itu dengan cepat di serap oleh 4 binatang penjaga mata angin.


Setelah sukses menyerap Qi yang Kai berikan, Mereka semua tersenyum bahagia.


"Yi'er, bisakah kamu dan yang lain merawat mereka? Akan sangat berbahaya jika mereka mengikuti ku sekarang."


[Baik Kai Gege]


Setelah Kai membuka portal Dunia Jiwa, dia segera menyuruh keempat binatang itu untuk masuk kedalam.


"Kyuu.." Phoenix kecil mengepakkan kedua sayapnya seolah-olah mengucapkan selamat tinggal pada Zhukai.


Setelah melihat siluet empat binatang itu menghilang, Kai segera menutup portal Dunia Jiwa.


Karena rumahnya telah hancur, Kai memutuskan berlatih diatas batu yang berada di bawah sebuah pohon.


Ketika pagi hati tiba, Kai menghentikan latihannya dan berjalan menuruni gunung menuju tempat gurunya berada.


Tok! Tok! Tok!.


Klak!!


Ketika pintu terbuka, sosok wanita cantik dengan sehelai kain menutupi tubuhnya berjalan keluar.


"Eh, kenapa ini terasa seperti Dejavu.."


***


Bersambung..