
Di dalam tenda terlihat seorang Pria Gemuk sedang meniduri seorang Wanita Muda, Wanita Muda itu mencoba melawan tapi karena dirinya hanya seorang Manusia biasa ia tak dapat melawan Pria Gemuk yang merupakan seorang Kultivator.
"Hehehe... Gadis kecil sebaiknya kau tidak usah melawan itu akan sia-sia saja hahaha...." Tawa Pria Gemuk menatap wanita Muda di depannya dengan cabul.
"Tidak!!... kumohon lepaskan aku." Teriak Wanita muda itu sambil menangis.
Wanita itu terus melawan hingga menampar Pipi dari Pria gemuk itu hingga membuatnya marah.
"Jalang.... Beraninya kau menamparku.. Rasakan ini."
"Plak.."
Tamparan Yang keras itu tepat mengenai Pipi Kanan dari Wanita itu hingga membuatnya memar.
"Hahaha.. Hanya orang biasa beraninya Menamparku."
Wanita muda yang pipinya telah di tampar Pria gemuk hingga memar hanya bisa berdiam diri pasrah, Saat Pria Gemuk itu hampir mengambil keperawanannya Muncul Kai dari balik tirai tenda.
"Ss... Siapa Kau!!! Beraninya menganggu kesenanganku... Mati!!" Pria Gemuk itu ternyata seorang Kultivator Ranah Pendekar Suci..
Ia dengan cepat menerjang kearah Kai dengan sebilah Pisau dari Balik lengan bajunya, Kai hanya berdiam diri saja menunggu pisau itu mengenai Dirinya.
Saat Jarak mata pisau dengan Tubuhnya berjarak 2 meter pisau itu perlahan bengkok kemudian meleleh. Pria gemuk itu juga terpental sejauh 6 meter kemudian tergeletak di tanah dengan tangan kanan yang tadinya memegang pisau pun ikut meleleh.
"Ahh.... Ahhh..." Teriak Pria Gemuk mengerang kesakitan.
Ia mencoba menghentikan pendarahan di lengan Kanan nya menggunakan Qi miliknya, selang 1 menit berlalu darah yang keluar dari Lengan Kirinya akhirnya berhenti menetes.
Pria Gemuk itu kemudian berdiri dengan tubuh penuh keringat, Ia memandang Kai dengan penuh Ketakutan.
"Apa Yang kau lakukan, Aku adalah Ketua dari Regu B dari Benua Tengah... Jj-Jika kau membunuhku Para Anak buahku akan mencarimu di seluruh dunia untuk membalaskan dendam ku." Ancam Pria Gemuk sambil menahan rasa sakit di lengan kanan nya.
"Oh Ya... Plak!!"
Kai menampar Pipi Pria Gemuk itu dengan sangat kencang hingga membuat Seluruh Giginya terlepas dari mulutnya, Kemudian dirinya mulai mematahkan Tangan Kiri dan juga kedua Kaki Pria Gemuk.
Tak berhenti sampai disitu Kai kemudian mencabut Kuku Jari dari Jari tangan hingga jari Kaki Pria gemuk hingga membuatnya Berteriak Histeris.
"Ahh.... Ahkh.."
Kejadian itu berlangsung selama 10 Menit hingga Akhirnya Kai menebas Kelamin Pria Gemuk itu hingga membuatnya menjadi seorang Kasim dan membunuhnya dengan sangat Kejam.
Wanita Muda yang melihat seluruh kejadian itu tak kuat melihat apa yang telah Kai lakukan hingga membuat dirinya pingsan.
Setelah Kai membakar Mayat Pria Gemuk itu menjadi Abu dirinya kemudian melanjutkan membunuh Para Penyerang dari Benua Tengah dengan cara yang sama.
Hanya Dalam waktu 1 Jam Kai telah membunuh seluruh orang yang berada dalam tenda itu dan menyelamatkan 30 Wanita serta 20 Anak-anak yang menjadi sandera di dalam tenda.
Mereka kemudian berterima Kasih kepada Kai dan pergi ke Ibukota seperri yang Kaisar perintahkan.
Kai ke.udian pergi Melanjutkan untuk menuju markas berikutnya dari Para Penyerang Benua Tengah Yang berada Di Sekte Gea...
Jarak antara Sekte Gea dan tempat yang Kai pihak saat ini sekitar 20 Km, Ia menggunakan skill Teleport untuk berpindah tempat.
Sesampainya Disana Pemandangan yang Kai lihat Tak jauh berbeda dengan yang berada Di desa sebelumnya.
Banyak Mayat murid sekte dan juga beberapa Penatua yang tergeletak di tanah. Kai menjadi semakin merasa bersalah, Karena dirinya yang terlalu sombong untuk memulai perang banyak nyawa orang tak bersalah menjadi korban.
Menyadari Apa yang terjadi Kai dengan cepat menarik Death aura Miliknya, Ia menghela nafas Panjang dan mulai menghilang di tengah gelapnya malam.
Di Pusat Sekte Gea~
Tempat Para Penatua dan Patriak sekte berkumpul Aula Sekte... Terlihat Disana duduk seorang Pria Gagah dengan bekas luka di mata Kanan nya yang membuatnya terlihat menakutkan.
Ia duduk di tempat Kursi milik Patriak sekte.. di samping Kanan Kirinya duduk dua Orang Wanita dewasa denga. baju yang sangat ketat sedang menggoda pria itu.
"Saudara Jang, Sekarang Sekte Gea telah di bawah kekuasaan kita, Tapi kita juga kehilangan banyak pasukan kita... Apa yang kau rencanakan setelah ini?" Tanya Wanita berbaju Ungu itu sambil menggoda Pria Gagah itu dengan tubuhnya.
"Kau benar Saudari Bei... Kita telah kehilangan banyak anggota, tak kusangka Sekte Kecil seperti ini memiliki seorang Patriak yang telah berada di Ranah Half Saint, Untungnya Kaisar Huo memberiku sebuah Artefak tingkat Bumi Sehingga aku dapat mengalahkannya." Jawab Pria Gagah itu.
''Jika Kau bertanya apa yang akan kulakukan setelah ini mungkin aku akan mencoba memanipulasi Para Murid sekte ini untuk kujadikan sebagai kekuatan tempur milikku." Lanjutnya.
Mereka bertiga kemudian bersenang senang, mereka bertiga dilanda kenikmatan duniawi sehingga mereka tidak menyadari bahwa Kai telah menghabisi Seluruh Pasukan yang tersisa.
Saat Pintu Aula itu terbuka, Mereka langsung bersikap waspada, Mereka melihat Pintu Masuk Aula tapi tak menemukan seorangpun Disana..
"Apa itu tadi... Kenapa pintu Aula itu terbuka sendiri?" Tanya Wanita berbaju merah.
"Mungkin itu hanya angin yang kencang sehingga membuat pintu itu terbuka." Jawab Wanita Berbaju Biru acuh tak acuh.
"Kalian Berhenti bicara dulu!!"
Pria dengan bekas Luka di bagian mata itu mulai mengaktifkan kesadaran spiritualnya untuk memeriksa apa yang terjadi.
Untuk Sesaat dirinya tak mengetahui apa yang baru saja terjadi tapi sesaat ketika dirinya hendak menghilangkan Kesadaran Spiritualnya muncul sebuah peringatan yang membuat nyawanya terancam.
"Bwahh... Uhuk.." Pria Gagah itu mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya..
Dirinya ketakutan ketika melihat sumber dari Aura Hitam yang baru saja menyerang dirinya, "Jika Kau seorang Pendekar Keluarlah jangan menjadi seorang Pengecut!!" Teriak Pria itu kearah Pintu Aula.
Pria Gagah kemudian memakai pakaiannya dan berjalan pelan kearah Pintu Aula dengan kedua kakinya tak bisa berhenti bergetar...
Ketika Dirinya sampai di pintu itu ia dikagetkan dengan seorang Pemuda dengan baju penuh dengan darah segar sambil membawa kepala Pasukannya di tangan kirinya.
"Aaaa...." Teriak Pria dengan bekas luka itu kemudian melarikan diri kedalam Aula.
Ketika Pria itu sampai di Pintu Masuk Aula dirinya tidak sadar bahwa kedua kakinya telah terpotong dari tubuhnya, Orang itu langsung terjatuh sambil menahan rasa sakit dari kedua kakinya yang telah terpotong.
Kai berjalan pelan menghampiri Pria dengan bekas luka dengan membawa pedang Panjang di tangan Kanannya.
"Jangan Mendekat!!!" Teriaknya.
Kai tak memperdulikan teriakannya dan terus berjalan mendekat Kearah Pria itu, Dilanda ketakutan yang sangat Hebat membuat Pria Itu melakukan segala cara agar nyawanya selamat. Ia melempar sebuah belati yang telah di lapisi dengan racun hingga menancap di dada Kai.
Sesaat Dirinya tertawa bahagia tapi ketiak sirinya menyadari Bahwa Kai masih terus berjalan mendekat kearah dirinya membuatnya semakin putus asa.
"MATILAH!!!" Ucap Kai dingin.
Selesai membunuh Pria Itu Kai juga membunuh Kedua Wanita yang berada di dalam Aula, dirinya mulai berjalan kearah penjara Sekte untuk membebaskan para tetua dan juga Murid sekte Itu dan menyuruh merek untuk mengungsi ke Ibukota.
"Terimakasih Dermawan.." Ucap Para Murid dan Tetua sekte serentak.
Kai hanya menggangukkan Kepalanya dan menghilang entah kemana.