
Mendapatkan provokasi secara langsung dari Zhukai, Tian Chen masih bersikap tenang. Dia melihat situasinya saat ini dari atas udara dan memperkirakan seberapa kuat Zhukai.
"Menilai dari serangannya tadi, dia seharusnya setingkat dengan Gu Long ... Tidak, dia lebih kuat."
Tian Chen bisa menebak secara pasti bahwa Zhukai memiliki kekuatan yang lebih besar di bandingkan dengan Gu Long.
Meski Gu Long memiliki Godhood tingkat ketiga, Tian Chen dulu sama sekali tidak merasakan ancaman darinya.
Tetapi setelah melihat tatapan Zhukai yang mengarah padanya, entah mengapa ia merasakan perasaan tidak enak.
Tian Chen pernah bertarung melawan Gu Long dulu sekali dan Gu Long, mereka bertarung cukup lama hingga akhirnya Tian Chen yang akhirnya memenangkan pertarungan tersebut.
"Hahaha, tidak aku sangka bahwa ada monster seperti dia ada di Alam Dewa. Meski begitu, kemenangan ini sudah aku pastikan."
Dalam perkiraannya, Tian Chen hanya melihat sedikit orang kuat yang memiliki Kultivasi di ranah Dewa Semesta.
Selain Zhukai dan Chi Zhen, Chi Bingxin dan beberapa tetua lainnya juga berasa di ranah Dewa Semesta.
Apalagi jumlah pasukan Supreme Demon saat ini hanya berkurang beberapa ribu. Masih ada jutaan pasukan lain yang bersiap bertarung.
Tepat setelah Tian Chen merasa bahwa dalam pasukan Zhukai hanya berjumlah kurang dari seribu, dari bawah tanah muncul jutaan Undead secara tiba-tiba dengan aura kematian yang sangat pekat.
Hal ini mengejutkan Tian Chen dan membuatnya tidak bisa berkata. Dia kembali menatap Zhukai dan melihat bahwa penampilannya telah berubah sepenuhnya.
"Kekeke ... Apa kau terkejut? Sudah aku katakan bahwa selanjutnya aku pasti akan merenggut nyawamu." Zhukai terkekeh sambil terus mengeluarkan Aura Kematian dari dalam tubuhnya.
Chi Zhen dan Kultivator lainnya yang baru saja tiba sangat terkejut merasakan aura kematian yang sangat kuat dari Zhukai.
"Ayah ... Dia sangat keren.." Bukan ketakutan karena kuatnya aura kematian itu, Chi Zhen malah sangat bangga dengan ayahnya.
Hampir enam juta Undead sudah berdiri tegak diatas tanah, di tangan mereka terdapat senjata seperti pedang, tombak, panah, dan lainnya.
Itu adalah senjata yang Kai berikan dulu sekali, dia sungguh terkejut ketika tahu bahwa senjata itu masih sangat bagus tanpa kerusakan sedikitpun.
"Zhen'er, dimana pasukanmu?"
Karena pasukan dari organisasi pembunuh telah datang, Kai berbalik dan menatap Chi Zhen bertanya tentang itu.
"Ah, tunggu sebentar ayah.."
Chi Zhen merobek secarik kertas yang merupakan jimat pemanggil, itu digunakan untuk memberitahukan seluruh pasukan Ashura untuk datang.
Dalam jeda waktu sebelum serangan dari ras Supreme Demon, Chi Zhen telah mengumpulkan lebih dari empat juta Kultivator di ranah Immortal God.
Mereka bukan hanya berasal dari sekte Ashura, melainkan gabungan dari beberapa sekte besar lain yang berniat untuk membantu sekte Ashura menahan serangan dari Supreme Demon.
Dengan kedatangan empat juta Kultivator itu, wajah Tian Chen mengeluarkan keringat. Dia mengerutkan keningnya dan menggerutu kesal.
"Tuanku ... Kenapa kita terus diam dari tadi, aku sudah tidak sabar untuk mencabik-cabik para manusia lemah itu." Seorang Supreme Demon berkata dengan sinis.
Kerutan kembali lagi muncul di wajah Tian Chen, dia benar-benar kesal mengetahui bahwa para pasukannya masih meremehkan musuhnya..
Tetapi dalam situasi saat ini, dia tidak punya pilihan lain selain memerintahkan para pasukannya untuk memburu Kultivator manusia itu.
"Baiklah, tetapi jangan lupakan apa yang aku katakan tadi."
Grrraaa...
Para ras Supreme Demon meraung keras, jutaan dari mereka melesat kebawah bagaikan anak anak panah yang melesat cepat.
Di sisi lain, Chi Zhen dengan cepat mengambil sebuah pedang berwarna perak panjang. Pedang itu bersinar sesaat setelah Chi Zhen mengalirkan Qi miliknya.
"Spirit Sword : Lintasan pedang es."
Sebuah roh pedang secara tiba-tiba muncul dari dalam pedang yang ada dalam genggaman tangan Chi Zhen.
Sosok gadis cantik berkulit putih dengan rambut putih seputih salju, bahkan bulu matanya juga berwarna putih. Julukan 0utri salju memang layak untuknya.
Area di sekitar Chi Zhen membeku, hujan salju perlahan turun dengan kecepatan normal. Butiran salju itu seketika terserap masuk kedalam pedang Chi Zhen.
Dia menebas dan menciptakan sebuah lintasan pedang di udara dan membekukan puluhan ribu Supreme Demon yang datang.
Tidak berhenti sampai disitu, Supreme Demon yang telah membeku perlahan hancur menjadi kepingan es.
"Whoa, sungguh roh pedang yang begitu kuat " Kai melebarkan matanya, mengangguk sambil memuji betapa kuatnya putranya.
Chi Bingxin juga tidak mau kalah, dia juga ingin Kai memuji dirinya.
Dia memegang dua belati kecil dan menghilang layaknya seorang assassin dan menebas puluhan ribu Supreme Demon hanya kurang dari lima tarikan nafas.
"Bing'er ... Dia ternyata juga sangat hebat."
Mendengar pujian dari ayahnya, Chi Bingxin menjadi sangat bangga.
Puluhan ribu Supreme Demon yang berhasil di bunuh oleh Chi Zhen dan Chi Bingxin menghasilkan poin Takdir dan Poin pengalaman yang secara otomatis menjadi milik Zhukai.
Para Kultivator lain yang melihat kehebatan Chi Zhen dan Chi Bingxin tidak bisa berhenti untuk berdecak kagum.
Sementara itu, raut wajah Tian Chen sangat jelek. Dia menggertakkan giginya menahan amarah ketika melihat para pasukannya dibunuh semudah itu.
"Gu, Guan, kalian berdua hadapi dua orang itu. Jika tidak, mereka akan terus membunuh pasukan kita." Ucap Tian Chen mengangkat mulutnya dengan sedikit amarah yang keluar.
"Baik tuan.."
Mereka berdua mengangguk, setelah itu memerah melesat untuk menghadapi Chi Zhen dan Chi Bingxin.
"Hah, sepertinya aku benar-benar diabaikan.."
Kai mengangkat pedang hitam yang tergenggam di tangannya, dia mengalirkan Aura Kematian kedalam pedang hitam itu hingga sebuah kabut tebal keluar.
"Segel Domain : Kabut Ilusi.."
Kabut hitam yang keluar dari pedang hitam terus menyebar dan menutupi pandangan dari pasukan Supreme Demon.
Dalam kabut ilusi itu, mereka terus melawan ilusi Zhukai yang tak terhitung jumlahnya.
Tepat setelah Kai mengeluarkan teknik itu, dia mengeluarkan teknik lain, "Tarian Pedang Api.."
Lintasan api berputar-putar di udara, Zhukai melemparkan serangan itu pada ratusan ribu Supreme Demon yang terkunci di kabut ilusi.
Notifikasi System terus berdering tanpa henti di kepalanya, itu membuat Zhukai sedikit terganggu.
"Yi'er, bisakah kamu mematikan notifikasi ini untukku?"
[Tentu Kai Gege]
Dengan begitu, Kai terus membunuh ras Supreme Demon layaknya orang gila.
Jumlah Pasukan Supreme Demon juga terus menurun drastis di bawah pedang Zhukai. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka untuk merasakan emosi yang disebut ... Ketakutan!!
Hanya dengan melihat tatapan dari Zhukai yang penuh dengan rasa haus darah, tubuh mereka bergidik ngeri. Mereka melihat Zhukai layaknya dewa pembantaian yang terus membunuh mereka tanpa henti.
Bangg!!
Karena Kai begitu hanyut dalam terus membantai Supreme Demon, dia tidak menyadari bahwa Tian Chen melesat kearahnya dan menebas perutnya dengan pedang besar di tangannya.
Kai terlempar jauh dan menghantam tanah, ledakan keras memekakkan telinga terdengar tepat setelah Zhukai jatuh di atas tanah.
"Tch, apa kau pikir aku hanya sebuah patung yang melihat pasukanku terbunuh." Tian Chen melayang di udara dengan rambutnya berkibar terkena angin.
Tubuhnya memancarkan niat membunuh yang diarahkan pada Zhukai, dia membenci pria itu karena telah membunuh ratusan ribu pasukannya dalam sekejap.
Kai berdiri sambil menyeka noda darah di sudut mulutnya, serangan dari Tian Chen barusan cukup kuat dan melukai tubuhnya.
"Kekeke ... Akhirnya kau turun tangan juga, Penguatan Tubuh : Tubuh Dewa!.."
Perubahan terlihat dalam warna bola mata Zhukai. Meski tidak ada yang terlihat signifikan dalam penampilannya, tetapi tekanan yang Kai keluarkan menjadi lebih kuat.
Tian Chen akhirnya menyadari kalau pria di depannya sedari awal hanya menggunakan pasukannya sebagai pemanasan.
"Waktu pemanasan sudah habis, saatnya serius."
***
Bersambung..