Re-system

Re-system
Jebakan Untuk Xia Bing Yao



Setelah Zhukai keluar dari hutan, dia bersama dengan Long Zi dan Zi Lin Yue menuju ke kota yang dekat dengan hutan itu.


"Hei, Long Zi pernah berkata padaku bahwa kamu berada jauh dari Alam Surgawi. Jadi apa yang kamu lakukan disini?" Kai bertanya dengan rasa penasaran.


Zi Lin Yue memiliki aura misterius yang membuat Zhukai merasa ada yang aneh dengan aura itu.


"Awalnya aku tidak menyadarinya, tetapi kenapa aura milik Lin Yue terasa tidak asing?" Batin Zhukai sambil memberi makan Xiao Hu di pundaknya.


"Ya ada beberapa herbal yang aku butuhkan di tempat ini untuk membuat Pil peremajaan."


Mendengar perkataan itu dari Zi Lin Yue, Kai menahan diri untuk tidak tertawa. Dia sebenarnya cukup penasaran dengan usia Zi Lin Yue.


Melihat bahwa Zhukai sedang mencoba menahan tawa, Zi Lin Yue mengerutkan keningnya tidak senang.


"Apa yang kau pikirkan bodoh! P–Pil itu bukan untukku oke." Matanya melotot tajam pada Zhukai mencoba memberitahunya bahwa pil peremajaan itu bukan untuknya.


"Pftt... Aku tahu, aku tahu... Jadi pil ini untuk temanmu."


"Hmph, terserahlah.." Lin Yue mendengus dingin, tetapi beberapa saat kemudian, dia bisa mencium aroma harum dari suatu tempat.


"Kai, apakah kamu juga mencium aromanya?" Zi Lin Yue menatap Zhukai dan bertanya.


Kai mengangguk, "Ya, kurasa aroma ini berasal dari dalam goa."


Karena saat ini mereka sudah keluar dari hutan, ada beberapa pohon di sekitar mereka walaupun itu tidak banyak.


"Goa? Dimana goa itu?" Zi Lin Yue berkata terkejut.


Dalam jarak pandangnya, dia sama sekali tidak melihat goa sejauh satu km dari tempat mereka berada.


Tetapi bagaimana Zhukai bisa mengetahuinya?


"Kau tidak melihatnya? Hmm, ikuti saja aku."


Zhukai berlari terlebih dulu memimpin Long Zi dan Zi Lin Yue. Karena jarak goa berada lebih dari 5 km dari tempat Zhukai berada, akan butuh beberapa waktu untuk sampai.


Hingga setelah jarak antara Zhukai dan goa hanya terpaut 2 km, Zi Lin Yue akhirnya melebarkan kedua matanya terkejut.


"Memang ada goa disini... Tapi bagaimana kau bisa tahu? Aku bahkan tidak bisa melihatnya tadi." Ucap Zi Lin Yue sedikit kagum dengan kehebatan Zhukai.


Semakin lama dia bersama dengan Zhukai, Lin Yue semakin terkejut karena Zhukai sekarang dan dulu sangatlah berbeda.


Dulu sekali saat di persimpangan dimensi, Zhukai hanyalah seorang pria yang maniak latihan dan sedikit kekanak-kanakan.


Tetapi sekarang, Zhukai terlihat seperti orang dewasa yang dapat di andalkan. Bahkan Zi Lin Yue merasa sangat aman berdiri di samping.


"Pria ini .... siapa sebenarnya dia?"


***


Setelah meninggalkan kota Zeno, Xia Bing Yao dengan kecepatan tercepatnya bergegas terbang ke hutan bagian barat.


Meski jarak antara kota Zeno dan hutan bagian barat terpaut cukup jauh, tetapi dengan kecepatan Xia Bing Yao saat itu, dia akan sampai kurang dari tiga hari.


"Hmm, sepertinya liontin ini semakin lama semakin terang." Gumam Xia Bing Yao saat menyadari liontin di lehernya bersinar semakin terang.


Xia Bing Yao sudah menyadari itu semenjak pergi meninggalkan Klan Xia. Dia tidak tahu bagaimana situasi di Klan Xia saat ini, tetapi Xia BIng Yao percaya bahwa Sun Wukong bisa memerintah Klan Xia selama dia tidak ada.


Selain itu juga, Xia Bing Yao merasa ada yang aneh sejak dia meninggalkan Klan Xia. Itu terasa seperti ada seseorang yang sedang mengikutinya.


"Hmm, kenapa instingku selalu merasa tidak enak sejak kemarin malam?" Xia Bing Yao mengerutkan kening dengan hati yang tidak tenang.


Dia sudah mengecek dengan persepsi ilahinya berkali-kali tetapi tidak ada satu orangpun yang mengikutinya.


Xia Bing Yao juga tidak pernah memikirkan bahwa orang akan menggunakan artefak kuat hanya untuk mengikutinya.


Selang beberapa waktu berlalu, Xia Bing Yao akhirnya sampai di gunung yang merupakan perbatasan antara bagian tengah dan bagian barat.


Saat Xia Bing Yao melangkah maju beberapa meter, tiba-tiba sebuah Aray tersembunyi aktif dan membuat pelindung di sekitar gunung tanpa membiarkan seseorang masuk.


"I–Ini..." Xia Bing Yao tersentak kaget sesaat, tetapi di detik berikutnya pandangannya semakin dingin dengan tekanan kuat merembes keluar dari tubuhnya.


Boommm!!


Seketika setelah Xia Bing Yao mengucapkan kata itu, ledakan besar yang menghancurkan ratusan pohon di depannya.


Saat asap debu yang berkumpul mulai menghilang, terlihat puluhan ribu orang yang berlindung di balik array pelindung.


"Hmm, perasaan ini... Oh, jadi kau selama ini yang mengikutiku." Xia Bing Yao menatap tajam tanpa sedikitpun menarik tekanannya.


Pria muda yang berdiri di depan puluhan ribu orang menyeringai lebar, "Benar sekali... Aku terkejut karena kau bisa mengetahui keberadaan ku padahal aku sudah menggunakan artefak pemberian kakak."


Swoshh!!


Tepat setelah perkataan pria itu berkahir, Xia Bing Yao sudah berada tepat di sampingnya dengan pernah besar di tangannya.


Duarr!! Boomm!!


Pedang besar di tangan Xia Bing Yao seketika menghancurkan array pelindung itu bersamaan dengan menerbangkan tubuh pria itu sangat jauh.


"Tuan muda!!.."


Puluhan ribu orang yang terkejut itu seketika berlari menghampiri pria muda untuk menanyakan kondisinya.


"Dasar bodoh!! Cepat tahan dia.." Pria muda mengusap noda darah di bibirnya sambil berteriak marah pada para bawahannya.


Dia berencana menguras energi Xia Bing Yao dengan puluhan ribu pasukan yang di bawanya, tidak disangkanya bahwa Xia Bing Yao akan melakukan pergerakan seperti itu.


"Syukurlah kakak memberiku artefak kuat, jika tidak aku akan mengalami luka parah dari serangan itu."


Sementara itu, Xia Bing Yao yang sedang berdiri tiba-tiba merasakan sedikit rasa sakit di kedua lengannya.


Tetapi karena di depannya saat ini ada puluhan ribu orang yang berniat membunuhnya, Xia Bing Yao mengabaikan rasa sakit itu dan fokus pada pertempuran kali ini.


Booomm!!


Boomm!!


Duarr!!


Pertarungan Xia Bing Yao dengan puluhan orang itu berlangsung cukup lama. Meskipun puluhan ribu orang itu tidak bisa menggores tubuh Xia Bing Yao, tetapi stamina Bing Yao juga ada batasnya.


Setelah dia membunuh lebih dari sepuluh ribu orang, Xia Bing Yao berdiri dengan pedang besarnya yang tertancap di tanah.


"Sial, kenapa tubuhku sangat lemah seperti ini.."


Xia Bing Yao bernapas dengan tidak merata, apalagi rasa sakit di kedua lengannya semakin besar.


"Hehehe... Hehehe... Jadi racun itu mulai bekerja." Pria muda yang sedari awal hanya melihat pertarungan itu dari kejauhan tertawa lepas.


Mendengar perkataan pria itu, tubuh Xia Bing Yao sedikit bergetar. Amarah yang keluar dari tubuhnya membuat tanah di sekitarnya bergetar.


Tetapi bagaimanapun juga, Xia Bing Yao sangat kesulitan untuk bergerak saat ini.


"Racun? Apa yang dibicarakan pria ini? Kapan aku terkena racun." Berbagai pertanyaan seketika memenuhi pikiran Xia Bing Yao.


Dia tidak pernah merasakan sedikitpun bahwa dia terkena racun, "Mungkinkah waktu itu..."


"Hehehe, akhirnya kamu menyadarinya juga." Pria muda itu menyeringai lebar.


"Itu benar, aku memerintahkan pemilik toko itu untuk menaruh racun pada makananmu."


Pria itu berjalan semakin mendekat, di tangan kanannya terlihat sebuah belati kecil.


"Hmm, bagaimana jika aku menikmatimu terlebih dulu sebelum membunuhmu.."


***


Bersambung..