Re-system

Re-system
Lotus Es Abadi



Tubuh Zhukai yang menghilang perlahan mulai terlihat, hanya dalam waktu sepersekian detik, tubuh Zhukai telah terlihat sepenuhnya.


Sementara itu, Xue Lian yang mendengar kata-kata itu segera menatap Huang Lin mencoba bertanya tentang kebenarannya.


Mendapat tatapan tajam dari Xue Lin, Huang Lin sama sekali tidak menghiraukan. Dia segera berjalan kearah Kai dan berlutut memberi hormat.


"Salam Tuan.."


Kai mengangguk puas melihat sikap yang ditunjukkan Tetua Lin, "Kamu boleh berdiri..".


Tetua Lin mengangguk dan segera berdiri di belakang Kai sambil memejamkan kedua matanya.


"Kamu ****** sialan!! Beraninya kamu menghianati tuan kita." Xue Lian berteriak keras pada Huang Lin.


"Jadi apa jika dia berkhianat pada kalian, sebentar lagi kamu juga akan menjadi sepertinya." Kai terkekeh sambil berjalan pelan Kedepan.


"Tch, Banyak bicara. Rasakan ini.."


Xue Lian mengeluarkan sebuah pedang kecil dari dalam cincin ruangnya. Dia melesat dengan sangat cepat dan menggunakan pedangnya untuk menusuk maju kearah Zhukai.


"Hati-hati tuan!!.." Tetua Lin berteriak dengan perasaan khawatir. Jika Kai mati maka dia akan ikut mati bersamanya karena jiwanya saat ini berada di tangan Kai.


Melihat sebuah tusukan pedang yang mengarah kepadanya, Kai hanya tersenyum kecil. Dia menghindar dengan sangat mudah dan memukul Xue Lian tepat di perutnya.


Bangg!!


Tubuh Xue Lian terhempas begitu jauh hingga menabrak dinding rumah Tetua Lin, dia berdiri dan merasakan rasa sakit di perutnya.


"Teknik Pedang Angin.."


Xue Lian menyalurkan Qi miliknya kedalam pedang, seketika pedang yang dipegangnya mengeluarkan cahaya perak dengan hembusan angin mengitari bilah pedangnya.


Swosshh!!


Dia melesat sekali lagi dan menebas maju membentuk dua pedang angin secara bersamaan..


"Itu cukup cepat, tetapi hanya dengan itu tidak akan cukup untuk memberiku luka fatal." Kai menghela nafas panjang, dia mengaktifkan Title Dewa Bintang yang seketika membuat basis Kultivasinya melonjak hingga Dewa Purba Ordo Ke-tiga.


Dia melepaskan Qi dari dalam tubuhnya keluar melalui Aliran meridian nya. Dengan Qi tersebut, Kai membentuk sebuah pedang tipis transparan.


"Tarian Pedang Api.."


Kai dengan santai mengibaskan Pedangnya kesamping, sebuah cetakan pedang terbentuk di udara dengan bara api yang mengitarinya.


Pedang itu dan dua pedang angin berbenturan menyebabkan suara ledakan yang cukup keras.


"Sudah cukup main-main nya.." Pandangan Kai menjadi dingin, dia menatap tajam kearah Xue Lian.


Whuss!!


Hanya sepersekian detik, dia sudah berada di belakang Xue Lian dan mencengkeram erat kedua tangan Xue Lian.


Kai juga mengambil sebuah botol yang berisi cairan hitam lengket, dia secara paksa membuka mulut Xue Lin lalu memasukkan cairan hitam lengket itu kedalam mulutnya.


"Khuakak!! Uhuk!! Uhuk!!.. Bajingan sialan, apa yang kau masukkan kedalam mulutku.."


Sama seperti Tetua Lin, Xue Lian juga terus mencoba mengeluarkan cairan hitam itu dari dalam tubuhnya. Tetapi, seberapa keras dia berusaha, Xue Lian sama sekali tidak dapat mengeluarkan cairan itu.


"Tidak perlu berusaha keras seperti itu, sekarang Jiwamu ada padaku. Jika kau tidak menuruti apa yang aku katakan maka..."


"Tch, jangan berbicara omong koso–.. Ahhh.."


Xue Lian berteriak dengan sangat keras sambil memegangi kepalanya yang sedang kesakitan, dia merasakan ada ribuan jarum yang terus menerus menusuk kepalanya.


"Ahh, berhenti..."


Selang beberapa menit, serangakaian rasa sakit yang dia rasakan segera menghilang. Xue Lian meneteskan banyak sekali keringat dari tubuhnya.


Dia menatap Huang Lin dan segera menyadari bahwa hal yang sama juga terjadi pada Huang Lin.


"Sekarang katakan padaku kenapa Ketua Sekte kalian menginginkan Bloodline Kera Suci dan juga Altar Pembangkitan.." Kai bertanya sambil mengubah penampilannya kembali pada penampilan normal.


Xue Lian terkejut, tetapi di detik berikutnya dia segera sadar bahwa Huang Lin telah memberitahukan semuanya. Mau tidak mau, Xue Lian hanya punya satu pilihan.


"Itu karena pemimpin Sekte kami akan segera menerobos ke Ranah Dewa Surgawi. Tetapi dia tidak bisa menerobos kecuali membangkitkan salah satu garis darah yang kuat." Xue Lian terus menjelaskan secara mendetail tentang Apa yang terjadi.


Setelah Xue Lian selesai bercerita, Kai segera mengangguk. Status Xue Lian di dalam Sekte DuanJin sedikit lebih tinggi dari Huang Lin. Jadi, dia mengetahui informasi yang tidak diketahui oleh Huang Lin.


Juga, alasan kenapa Sekte DuanJin mencari Altar Pembangkitan dan Bloodline Kera Suci adalah karena Ketua Sekte mereka saat ini hendak menerobos ke Ranah Dewa Surgawi.


Tetapi untuk menerobos ke Ranah Dewa Surgawi, ketua Sekte DuanJin harus membangkitkan Bloodline yang berada di tingkat Dewa.


Tingkatan Bloodline :


- Normal


- Luar Biasa


- Legenda


- Dewa


- Mistis


- Sovereign


- Mahayana


Karena Sekte DuanJin tidak memiliki Garis Keturunan, Mereka hanya bisa mencuri atau meminta dari kekuatan yang lain yang memiliki Garis keturunan.


Garis keturunan merupakan sebuah harta yang tak ternilai. Di Dataran Jie, selain dari Sekte Kera Suci hanya ada dua kekuatan lain yang memiliki garis keturunan.


Mereka adalah Istana Es dan Kerajaan Xumeng.


Tetapi siapa orang yang begitu bodoh hingga menyerahkan harta paling berharga mereka pada orang lain yang bisa saja menjadi musuh mereka dimasa depan..


"Hmm, jadi mereka tidak tahu bahwa Altar Pembangkitan adalah sebuah artefak?" Pikir Kai dalam benaknya.


"Baiklah kamu bisa pergi. Ketika kamu memiliki informasi penting tentang mereka, katakan padaku secepat mungkin."


Xue Lin mengangguk, dia segera berbalik pergi.


Sementara itu, Kai yang sudah tidak ada urusan lagi disana segera kembali kembali ke kediamannya. Tetapi sebelum itu, dia berbalik dan berkata pada Tetua Lin.


"Kerja bagus.."


Mendengar hal itu, Tetua Lin sangat senang dan berharap mendapatkan beberapa sumberdaya lagi dari Zhukai.


Sumber daya yang Kai berikan padanya tadi siang sangat membantu perkembangan Kultivasinya, dan ia sangat yakin jika kecepatannya bertahan seperti itu, dalam sepuluh tahun, tetua Lin dapat menerobos ke Ranah yang lebih tinggi.


"Jika kamu bisa bekerja dengan lebih baik di masa depan, aku akan memberimu sumberdaya lebih banyak lagi.."


"Baik Tuan.." Huang Lin tersenyum sangat manis, dia merasa bahwa itu adalah senyuman termanis dalam hidupnya.


Kai segera menggunakan Lapisan tak terlihat dan melesat keluar kembali ke kediamannya.


Sampai di dalam kamarnya, Kai membuka Inventory dan mengambil sebuah bunga es dari dalam Inventory nya.


Itu adalah Lotus Es Abadi.


[Apakah Kai Gege yakin dengan ini, Kai Gege tidak memiliki ketahanan terhadap elemen es jika Kai Gege memaksa memurnikan ini maka Yi takut...]


"Terimakasih Yi'er sudah khawatir padaku, tetapi aku harus secepat mungkin menaikkan kekuatanku. Institusi ku mengatakan akan ada bahaya yang datang dalam waktu dekat." Jawab Kai tersenyum mencoba menenangkan Yi agar tidak khawatir.


[.....]


Di toko System saat ini hanya menyediakan Ketahan Elemen Api, Angin, dan Petir. Jika Kai ingin mendapatkan Ketahan terhadap elemen Es, dia setidaknya harus mengupgrade System hingga versi 4.0.


Dia duduk bersila di atas lantai sementara itu Lotus Es Abadi sudah melayang di depannya memancarkan aura yang begitu dingin.


"Huu Haaahh.. Semoga tubuh ini dapat bertahan..."


Kai menghembuskan nafas dan menguatkan tekadnya, dia menutup kedua matanya dan mulai memurnikan Lotus Es Abadi.


***


Bersambung..


Maaf jika belum bisa Crazy Up.. Idenya lagi mampet hahaha. Jika kalian punya ide buat pengembangan cerita ini, silakan komen ya.


Terimakasih..