
"Apa!!.." Sontak mereka berlima kaget mendengar lamaran Kai yang tiba-tiba.
Sementara itu, Yui yang saat itu juga duduk di samping kakaknya cemberut karena hanya dirinya yang tidak Kai lamar.
"Huu.. Kakak jahat!!"
Dia berteriak keras setelah itu berdiri dan segera berbalik meninggalkan Kai dan yang lainnya.
"Yui? Apa yang terjadi padanya, kenapa dia marah?" Ucap Kai dengan ekspresi datarnya.
"Huhh.. Kai Gege, kenapa kamu begitu tidak peka, Yui juga menyukaimu dan ingin menjadi salah satu Istrimu di masa depan. Jelas saja dia marah ketika tahu bahwa hanya dirinya saja yang tidak kamu lamar." Yi menepuk kepalanya menyadari bahwa Kai begitu tidak peka.
"Apa!! Bukankah dia adikmu? Bagaimana aku bisa menikahi mu dan dia?"
"Apa Kai Gege lupa? Aku dan Yui adalah wujud dari System.. Meskipun kami berdua terlihat mirip, tidak ada hubungan darah diantara kita berdua."
Mendengar apa yang dikatakan Yi barusan, Kai segera menyadari betapa bodohnya dirinya.
"Eeee.. Sejak kapan aku menjadi begitu bodoh, Di Bumi dulu aku adalah orang yang paling pintar dengan IQ 999+ (Ngeleg)." Ucap Kai dengan penuh kepercayaan diri.
"Pfftt.. Ahaha, Suamiku. Aku tidak pernah tahu bahwa kamu sangat pintar membuat lelucon." Yola tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang barusan Kai katakan. Dia dan Zhukai adalah teman saat SMP, jadi dia sangat tahu seberapa bodoh Kai itu.
Chiyan juga tertawa kecil, dia duduk di samping Jiuyang Lin dan Xue Yu dan membahas sesuatu dengan mereka.
"Kalian lanjutan makan malamnya dulu, aku akan mencari Yui... Jangan lupa, sisakan bagian untuk kami berdua nanti.."
Setelah mengatakan itu, Kai menghilang dan hanya menyisakan asap hitam di tempat ia berada barusan.
Tak jauh dari sana, di bawah pohon mangga yang merupakan tempat Favorit Zhukai. Terlihat sosok gadis yang begitu cantik duduk dengan memegangi kedua lututnya.
Gadis itu menangis dengan keras sambil meneriakkan, "Kakak Bodoh!! Tidak Peka!! Kenapa kamu tidak melamar ku.. Hiks.."
Dia memukul-mukul tanah berharap rasa sakit di hatinya segera menghilang, tetapi di detik berikutnya. Yui dapat merasakan sebuah pelukan hangat yang memeluknya dengan begitu erat dari belakang.
"Lepaskan aku!!.." Yui dengan marah berkata.
Kai tetap diam dan malah semakin mempererat pelukannya pada tubuh Yui. "Kubilang lepaskan aku.."
"Jika aku tidak mau lalu apa? Apakah Yui akan memukulku? Ataukah mengigit ku? Atau.... Haaahhh.."
Kai menghela nafas, dia sedikit melonggarkan pelukannya pada tubuh Yui, setelah itu dia dengan cepat membalik tubuh Yui agar dia bisa menatapnya dengan jelas.
"Pergi!! Pergi!! Dasar Kakak bodoh!!" Yui mengalihkan pandangannya sambil memukul-mukul dada Zhukai dengan kedua tangan kecilnya.
"Maafkan aku Yui– Tidak, Yui'er.. Apakah kamu tidak bisa memaafkan Kai Gege mu yang tidak peka ini?" Ucap Kai sambil membuat ekspresi lucu berharap Yui akan terhibur.
Seperti yang Kai harapkan, beberapa detik setelah itu. Ekspresi muram di wajah Yi segera menghilang digantikan oleh senyumannya yang manis dan lucu.
"Hahaha... Apa-apaan ekspresi itu." Yui tertawa kecil melihat ekspresi lucu dari Zhukai. Sementara itu, Kai menghela nafas lega. Dia mendekat kearah Yui dan mengusap air mata yang tertinggal di sekitar matanya.
"Apakah dengan ini Yui akan memaafkan ku?"
"Emm.. Jika Kakak mencium ku, maka Yui akan memaafkan kakak" Yui berkata dengan senyuman polosnya.
"Tentu.." Kai juga tidak bermaksud menolak, dia menatap bibir Yui yang merah merona, setelah itu Kai mencium bibir itu dengan penuh hasrat.
Ciuman panas itu terjadi untuk waktu yang cukup lama, Yui yang saat ini menikmati perasaan aneh di tubuhnya dengan mata terpejam juga mulai menggerakkan lidahnya.
"Ah, Haaa... Kakak, kenapa rasanya begitu aneh.." Ucap Yui dengan wajah polosnya yang masih memerah.
"Itu karena pertama kalinya bagi Yui, nanti juga akan terbiasa.."
Kai terdiam untuk beberapa saat, kemudian ia berdiri dan menggenggam tangan Yui dan mengajaknya kembali ke Rumah.
Tak berselang lama, mereka berdua akhirnya sampai di rumah, tetapi... "Apa-apaan ini.. Bagaimana dengan bagian kita berdua." Kai berkata dengan kedua alis berkedut melihat daging yang ia siapkan telah habis.
"Oh Kai Gege.. Hehe, kami kira kalian berdua akan kembali untuk waktu yang cukup lama. Jadi..." Yi berkata dengan sedikit malu..
Pakk!!
Kai menjentikkan jarinya sedikit pelan ke dahi Yi. Terdengar teriakan Yi yang cukup keras menarik perhatian yang lain.
"Kalian.. Bukankah aku sudah bilang untuk menyisakan daging untuk kita. Meskipun kalian pikir kami akan kembai cukup lama atau tidak kembali, setidaknya kalian memenuhi permintaan kecilku tadi." Ucap Kai menatap semua orang dengan pandangan tegas.
"M–Maaf Kai Gege..." Mereka berkata dengan serempak sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Kai secara langsung..
"Haah.. Sudahlah, setidaknya kalian sudah tahu apa kesalahan kalian."
Kai membuka Inventory kemudian mengambil beberapa daging hewan dari sana. Dia berbalik dan menatap semuanya sambil tersenyum.
"Kenapa masih diam? Apakah kalian tidak mau membantuku membakar daging ini?" Ucap Kai sambil tersenyum hangat.
Melihat senyuman Kai, mereka segera berjalan dan membantu Kai memasak daging binatang buas itu.
Mereka ber-enam masing-masing memiliki tugas tersendiri yang telah Kai bagi. Waktu berlalu dengan cepat, di atas meja makan, terlihat banyak sekali makanan dengan bau yang begitu harum.
"Whoaa.. Apakah ini benar-benar masakan kita?" Ucap Jiuyang Lin tak percaya apa yang dilihatnya.
"Tentu saja Kakak Lin, lihat ini.. Sup ini adalah buatan Kakak Lin sendiri tadi. Kenapa tidak mencobanya?" Yola berkata sambil mengunyah daging di mulutnya.
Jiuyang Lin mengangguk dan segera mengambil sendok, dia menyendok sup itu dengan hati-hati.
"Kai Gege cepat kesini!.."
Mendengar panggilan dari Jiuyang Lin, Kai menoleh dan segera berjalan kesana.. "Ada Apa Lin'er?"
Hati Jiuyang Lin berdegup kencang, dia dengan gugup mengangkat tangannya yang sedang memegang sendok dan segera mengarahkannya pada mulut Zhukai.
"Sayang.. Buka mulut mu, Aaaa..."
Kai menelan ludah melihat tindakan Jiuyang Lin yang begitu tiba-tiba, wajahnya sedikit memerah dan dia segera membuka mulut.
"Hmhmhm... Ini Enak!! Terimakasih Lin'er.." Kai mengangkat tangan dan mengelus-elus kepala Jiuyang Lin dengan lembut.
"Eee.. Sama-sama.." Jiuyang Lin tersipu malu dan menikmati elusan Zhukai.
Mereka ber-tujuh terlihat begitu bahagia dengan senyuman manis di wajah setiap orang.
Menjelang Pagi hari, Kai meminta Biao Jian untuk memberikan sebuah pengumuman di Alun-alun desa tentang Pernikahannya yang akan dilaksanakan dua hari Kedepan.
Mendengar tentang Raja mereka yang akan segera menikah, semua orang begitu terkejut bahkan ada yang sampai pingsan.
Mereka buru-buru menyelesaikan tugas masing-masing agar dapat hadir pernikahan Kai dua hari lagi.